Dies Natalis FMIPA Tidak Melibatkan Seluruh Lembaga Kemahasiswaan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila)  merayakan Dies Natalis ke-17 yang diselenggarakan pada ...

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila)  merayakan Dies Natalis ke-17 yang diselenggarakan pada (14-23/12). Sesuai dengan tema tahun ini "FMIPA Berkarya untuk Lampung Sejahtera, Langkah Baru untuk Generasi Baru, Menyambut Era Baru yang Lebih Maju" diharapkan dapat  melahirkan pemuda-pemuda Lampung yang kaya akan karya demi generasi Indonesia yang lebih sejahtera.

Rangkaian dies natalis FMIPA sendiri terdiri dari jalan sehat, seminar hasil penelitian, turnamen futsal, olimpiade se-MIPA, Education politic, dan latihan kepemimpinan tingkat dasar.

Ferdi Ardian Tozer selaku ketua pelaksana memaparkan bahwa Dies Natalis merupakan salah satu program kerja rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya, yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar Lembaga Kemahasiswaan (LK), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan mempererat tali silatirahim antar BEM dengan seluruh masyarakat  yang ada di FMIPA. 

Namun acara yang akan berlangsung di bulan Desemberini tidak melibatkan kepanitian dari seluruh lembaga kemahasiswaan yang ada di FMIPA. Padahal dies natalis yang diselenggarakn adalah dies natalis Fakultas, bukan dies natalis BEM.

Dies Natalis FMIPA, bukan Dies Natalis BEM
Miftah Farid Artama selaku Ketua Umum Himatika sangat menyanyangkan Lembaga Kemahasiswaan yang tidak dilibatkan dalam kepanitiaan. “Sangat disayangkan kenapa LK tidak dilibatkan secara langsung, karena mungkin saja banyak ide-ide kreatif yang bisa diberikandi luar BEM,” paparnya (15/12).

Menanggapi hal ini, Wakil BEM FMIPA Ahmad Khairuddin Syam  menyatakan bahwa kegiatan ini memang program kerja BEM dan juga melihat kesibukan dari masing-masing LK. Ketika jurusan memiliki dies natalis, penyelenggaranya dari himpunan mahasiswa. Tetapi kalau fakultas yang merayakan dies natalis, siapa lagi yang mengadakan kalau bukan BEM.

Yang jadi masalah sebenarnya bukan karena jurusan dan himpunan mahasiswa yang memiliki dies natalis. Karena belum tentu ulang tahun jurusan sama dengan Hima-nya. “Masing-masing organisasi punya hari jadi. Kalau memang ingin dioptimalkan, kenapa gak dioptimalkan dies natalis BEM-nya,” tungkas Miftah.

Ia juga mengiyakan kalau emang sudah ada kegiatan yang melibatkan semua elemen masyarakat FMIPA, tapi kegiatan itu hanya 1 kali setahun dan itu tidak cukup,karena efek dari kegiatan itu hanya 1 bulan sebelum kegiatan dan 1 bulan setelah kegiatan. “Suatu kegiatan akan menjadi kebiasaan kalau itu dilakukan secara berulang-ulang. Ada baiknya kegiatan yang melibatkan seluruh civitas akademika di FMIPA itu sering,” harapnya.

Tambahnya lagi, persiapan untuk dies natalis FMIPA terkesanterburu-buru karena diselingi dengan KWI. Coba diberikan waktu agak berjauhan antara KWI dan dies natalis. Karena dua-duanya agenda besar. Kalau memang harus bersamaan, sebaiknya diberikan kepanitian yang berbeda untuk mengurusi kedua agenda besar tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Agung Supriyanto selaku Ketua Umum Himaki, menurutnya persiapan dies natalis sudah cukup baik, seperti pemasangan banner yang sudah dilakukan sejak sepekan lalu. Hal ini menunjukan kegiatan dipersiapkan dari jauh-jauh hari, hanya saja pihak penyelenggara belum mengklarifikasi kegiatan serta LK dan HMJ tidak terlibat dalam kepanitiaan.

Sosialisasi yang Kurang dan Kegiatan yang Tidak Sesuai Kultur.
FMIPA terbentuk pada 15 November 1995 melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.0334/O/1995 tentang pembukaan Fakultas Matematika Dan Ilmu pengetahuan Alam pada Universitas Lampung.

17 Tahun sudah FMIPA menjadi bagian dari Universitas Lampung. Tapi banyak dari mahasiswa MIPA yang tidak mengetahui dies natalis fakultasnya ini. “Saya juga gak tau berdirinya FMIPA itu kapan, sosialisasinya gak ada. Bahkan mahasiswa FMIPA pun mungkin gak tahu ulang tahun FMIPA itu kapan. Kalau ulang tahun masing-masing Hima atau UKM mungkin banyak yang tau. Seharusnya ada sosialisasi tentang itu,” tutur Miftah.

Hal senada dinyatakan oleh Ali Akbar, mahasiswa semester 3 ini tidak mengetahui kapan dies natalis Fakultas MIPA ini. “Saya gak tau kapan ulang tahun FMIPA,” jelasnya kepada pihak Natural (16/12).
Miftah melanjutkan kalau FMIPA punya ciri khas keilmuan. “Ketika ulang tahun jurusan banyak kegiatan yang berhubungan dengan saintis atau keilmuan dasarnya. Tapikenapa justru di tingkat fakultas gak ada saintisnya,” tutur Miftah.

Mahasiswa Matematika ini menjelaskan sebenernya ada kegiatan menarik yang semua orang bisa terlibat di dalamnya yaitu pameran setiap jurusan. Melalui kegiatan ini nantinya akanada suhu peningkatan kualitas. Setiap jurusan pasti akan memberikan yang terbaik untuk pameran itu. Jadi semua elemen yang ada di FMIPA terlibat.

Tambahnya lagi, rangkaian dies natalis diramaikan kegiatan kompetisi. Kompetisi itu bisa menyatukan atau memecahkan. Kompetisi yang disini niatnya baik tetapi bisa saja terjadi gesekan antara satu jurusan dengan jurusan lagi. Karena kompetisi harus ada yang menang dan kalah. Sportivitas itu baik, manfaatnya baik. Tapi terkadang sportivitas disalahartikan, yang melibatkan  keseluruhan dan posisinya sama rata hanya jalan sehat.Seharusnya  jangan terlalu banyak kompetisi. Dicari kegiatan yang memiliki peluang dan kontribusi yang sama,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Ferdi selaku kepala bidang sains dan teknologi memaparkan bahwa untuk dies natalis tahun ini diadakan dengan rentang waktu jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek dilaksanakan pada bulan Desember meliputi lomba-lomba, jalan sehat, dan seminar jurnal ilmiah  sedangkan untuk jangka panjang akan dilaksanakan bulan Maret, meliputi Olimpiade se-MIPA yang akan bekerjasama dengan himpunan mahasiswa di FMIPA, bakti sosial, dan futsal.

Dekan : Dies Natalis Fakultas dipercayakan Pada Mahasiswa
Menurut Eko Budiono selaku ketua umum Himbio beranggapan bahwa BEM selaku koordinator pelaksana kegiatan ini tidak masalah, asalkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dari sebelumnya, lebih mengedepankan atau mengangkat tema FMIPA yang kental. “Harapannyakepada pihak dekan yaitu mengadakan panitia yang bisa bersama-sama ikut berpartisipasi dalam kepanitiaan dan jalannya kegiatan, tidak hanya mengawasi, membuka, dan menutup acara,” tuturnya.

Ditemui di kediamannya, Minggu (9/12)Prof. Suharso Ph.D., menjelaskan bahwa bulan Desember ini begitu sibuk untuk mempersiapkan Ujian Akhir Semester (UAS)mahasiswa dan rekapitulasi anggaran fakultas. Tetapi bukan berarti pihak fakultas tidak bertanggung jawab, hanya saja kami tidak bisa turun langsung mempersiapkan kegiatan tersebut.

“Dies Natalis Fakultas kami percayakan sepenuhnya kepada mahasiswa. Mengingat FMIPA umurnya tidak muda lagi. Kegiatan ini bukan ajang ceremonial belaka akan tetapi harus ada peningkatan mutu dan infrastruktur lebih berkualitas,” paparnya.

Masukan untuk BEM Tahun Depan
Sebenernya jika dilihat dari kepanitiaan dies natalis sudah mencangkup berbagai jurusan, karena anggota BEM berasal dari semua jurusan yang ada di FMIPA. Hal ini diungkapkan oleh Ahmad.

Menurut mahasiswa semester 5 ini, masukan yang diberikan terkait kepanitiaan dies natalis memang baik. “Masukannya baik tetapi karena memang sudah berjalan, tinggal dioptimalkan. Namanya organisasi, bentuk pembelajaran buat kita. Terima masukan saja, semoga ini menjadi pembelajaraan untuk BEM tahun depan,” inginnya. (Fajrin/Meri/Susi)

Related

Berita Kampus 733671482160396806

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item