Hima dan UKM Memiliki Keinginan dan Ambisi Kepengurusan

Tidak ada yang patut di salahkan dalam hal ini, hanya saja sistem perencanaannya yang harus diperbaiki. Ego dalam setiap UKM atau Hima pasti...


Tidak ada yang patut di salahkan dalam hal ini, hanya saja sistem perencanaannya yang harus diperbaiki. Ego dalam setiap UKM atau Hima pasti ada demi mengoptimalkan kegiatan yang terlaksana karena masing-masing punya keinginan dan ambisi kepengurusan,” ujar Afdi Patria selaku Ketua DPMF.

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) setiap bulannya mengadakan hearing (rapat umum). Hearing ini dilaksanakan untuk membahas lokakarya dari masing-masing UKM dan Hima untuk satu bulan kedepan. Namun, seringkali jadwal-jadwal yang disepakati masih saja terjadi bentrok dalam hal teknis pelaksanaannya.
Terkadang dalam waktu yang bersamaan ada dua LK  yang mengadakan kegiatan kemahasiswaan. Ketika kegiatan yang berbarengan adalah sesama Hima tidak ada masalah, namun yang bermasalah adalah ketika agenda Hima berbarengan dengan UKM.

Afdi Patria selaku Ketua DPM menjelaskan bahwa seharusnya tidak ada satu pun kegiatan yang bertabrakan kalau sudah diadakannya hearing. “Ketika ada jadwal yang bertabrakan ada dua kemungkinan; yang pertama jadwal kegiatan dimundurkan karena ada jadwal tambahan dari pihak Unila atau dekanat. Yang kedua karena ketidaksiapan panitia dan ketidaksanggupan peserta untuk membagi waktunya mungkin karena terlalu padatnya event yang berdekatan dalam minggu-minggu tersebut,” paparnya.

Mahasiswa Ilkom ini juga menambahkan apabila satu kegiatan mundur, secara otomatis yang lain juga ikut mundur. Sebenarnya tidak perlu terlalu banyak kegiatan, sedikit asalkan bermanfaat. Tidak ada yang patut di salahkan dalam hal ini, hanya saja sistem perencanaannya yang harus diperbaiki. Ego dalam setiap UKM atau Hima pasti ada demi mengoptimalkan kegiatan yang terlaksana karena masing-masing punya keinginan dan ambisi kepengurusan.

Menanggapi hal ini, Mujiono selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) memaparkan bahwa ketika menghadapi situasi seperti ini harus melihat berbagai segi dan kondisi, ketika bertabrakan mungkin karena lebih kepada jadwal yang padat. Kendala terbesar terdapat dalam segi pendanaan, itulah yang menyebabkan banyak LK yang dimundurkan. Yang membentur kegiatan Hima biasanya UKM, karena UKM tidak punya mahasiswa.

”Himafi sendiri tidak pernah mengalah, selalu tepat waktu sesuai yang disepakati pada saat hearing. Ketika ada jadwal yang bertabrakan rasa kecewa pasti ada karena penyelenggara panitia pelaksana dan peserta tidak bisa secara maksimal berkontribusi dengan baik,” tuturnya.

Agung Supriyanto selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaki) pun menyatakan bahwa apabila suatu acara jalan secara bersamaan tidak mungkin untuk mengikutsertai keduanya. Secara otomatis masa terbagi, dalam hal ini harus diprioritaskan mana yang lebih penting. “Pimpinan yang baik harus mengoptimalkan penempatan anggotanya, ada saatnya dia dibutuhkan diluar ada saatnya dia kembali. Mengajarkan seseorang berbuat baik harusnya menggunakan cara yang baik. Tanamkan kecintaan jurusan lalu kecintaan pada Fakultas, buang jauh jauh ego, jangan pernah mementingkan ego. menghilangkan ego kelompok jauh lebih sulit dari pada menghilangkan ego pribadi,” lanjutnya.

Hal berbeda dikatakan oleh Eko Budiono selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio), baginya ketika dihadapkan pada kegiatan yang sama dengan UKM lain. Kecewa pasti, tetapi tidak boleh egois selama tidak mengganggu jalannya acara tidak ada masalah.

 Menanggapi hal ini, Pembantu Dekan III, Tugiyono, M.Si. Ph.D., menuturkan bahwa seharusnya tidak perlu banyak agenda dari masing-masing UKM dan Hima yang memberatkan khususnya untuk mahasiswa baru. “Di semester satu dan dua adalah masa-masa rawan dalam menjajaki dunia perkuliahan. kegiatan harus benar-benar yang bermanfaat dan mempunyai output yang baik,” ujarnya (9/12).

Dosen biologi ini menambahkan, untuk menghindari kegiatan yang terjadi secara bersamaan ketika lokakarya perancangan program kerja harus disosialisasikan supaya tidak ada yang lupa dengan jadwal yang sudah ditetapkan,syarat-syarat harus disepakati secara bersama. BEM dan DPM Harus sering berkomunikasi dan berfungsi secara maksimal, jangan jalan sendiri-sendiri. Ketika terjadi suatu masalah harus ada laporan yang jelas.

“PD III hanya menerima hasil dari yang telah dimusyawarahkan seluruh lembaga kegiatan kemahasiswaan. Selebihnya dikembalikan lagi kepada para mahasiswa pimpinan UKM dan Hima masing-masing untuk tidak melanggar peraturan jadwal yang telah disepakati. peraturan dibuat untuk ditaati, bukan untuk dilanggar,” jelasnya diakhir wawancara. (Imas/Tira/Audina/Annisa/Nurmayanti/Ulfah)


Related

Berita Kampus 5796047887579930309

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item