Terapkan Kedisiplinan Melalui KWI

Kegiatan Indoor Karya Wisata Ilmiah (KWI) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung kembali digelar di Aula...

Kegiatan Indoor Karya Wisata Ilmiah (KWI) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung kembali digelar di Aula Arafah Islamic Center Bandarlampung, Sabtu (19-20/1). Pada hari pertama kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru ini, dibuka tepat pukul 08.00 WIB dan diawali dengan Stadium General yang diberikan oleh Ir. Marwan Cik Asan, MM. (ketua DPRD Lampung) dan Thobroni Harun (wakil walikota Bandarlampung).

Setelah Stadium General, peserta PWI diberikan materi “Pengenalan Terhadap Peran Mahasiswa di Desa oleh Juperta Panji Utama, S.P. (Head of Lampung Peduli), Materi “Micro Teaching oleh Wamilliana, Ph.D. (Dosen Matematika FMIPA), dan Materi “Etika Bermasyarakat oleh Dr. Warsito, DEA. (Dosen Fisika FMIPA). Kegiatan yang mengusung Visi dan Misi Membangun Desa ini diharapkan mampu menjadi bekal mahasiswa dalam meningkatkan kedisiplinan ketika menjalani kegiatan bersama pemuda yang akan dilaksanakan di Desa Sukoharjo IV Kabupaten Peringsewu.

Untuk mewujudkan kegiatan KWI yang sukses, Panitia mengajarkan kedisiplinan kepada peserta KWI. Ketua Divisi Ekspan Anggino Saputra (Kimia'10) mengatakan pada hari pertama pelaksanaan indoorini telah memberikan sanksi kepada 177 peserta yang melanggar aturan KWI. Mulai dari keterlambatan kedatangan peserta yang ditetapkan panitia yaitu pukul 06.30 WIB, tidak membawa Almamater sampai peserta yang meninggalkan ruangan tanpa izin. Peserta yang melanggar aturan diberikan sanksi untuk memunguti sampah yang ada disekitar Aula. “Tahun ini tingkat kedisiplinan peserta menurun, padahal panitia sudah memberikan ketegasan kepada peserta melalui perjanjian. Sehingga panitia mesti mengkategorikan point pelanggaran dari kecil, menengah hingga besar,” ucap Anggino.

Peserta KWI, Mirfat Salim Abdat (Kimia11) mengaku tidak keberatan terhadap tindakan panitia terhadap pemberian sanksi bagi peserta yang terlambat. “Saya setuju karena memang kedisplinan itu harus ditegakkan sesuai dengan perjanjian, karena panitia juga seperti itu jikaterlambat,” ujarnya.
Berbeda dengan Intan Mailani (Kimia’12) ini mengaku terlambat karena harus menunggu temannya yang juga menjadi peserta. Menurutnya peserta yang terlambat pasti mempunyai alasan masing-masing. “Tetapi saya tidak masalah, selagi hukuman yang diberikan  masih wajar dan tanpa kekerasan fisik,” ungkapnya.
Ahmad Khairuddin Syam (Ilmu Komputer’10) selaku Wakil Gubernur BEM FMIPA mengatakan kegiatan KWI kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab,  BEM berhasil menghadirkan tokoh-tokoh inti di Provinsi Lampung untuk  mengisi acara Stadium General dan menjadi Pemateri. “Meskipun banyak hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan ini, mulai dari pendanaan yang minim sampai tingkat kedisiplinan peserta yang buruk sehingga panitia mesti tegas dalam mengedisiplinkan peserta, namun kegiatan KWI hari pertama ini terbilang sukses,” ujar Ahmad.*(Sigit/Iril/Estu/Ona/Umi)

Related

Berita Kampus 8005547175637639406

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item