FMIPA dengan Kekayaan Pepohonannya

Begitu memasuki lingkungan F akultas M atematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila), kita langsung disuguhi deng...



Begitu memasuki lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila), kita langsung disuguhi dengan banyaknya pepohonan besar yang memberikan keteduhan ketika berjalan. Pohon-pohon ini seakan melambangkan ciri khas dari FMIPA yang memang berhubungan langsung dengan alam.
 
Salah satu pohon Nangka yang ada di lingkungan Fakultas MIPA, Minggu (10/3).
FMIPA memang memiliki banyak pepohonan, mulai dari pohon kayu sebagai peneduh sampai pohon yang menghasilkan buah. Contohnya saja seperti Kelapa, Alpukat, Nangka dan Durian. Semuanya ada di FMIPA. 


Dra. Tundjung Tripeni Handayani, M.S. selaku Dosen Biologi mengaku pernah mencoba buah nangka yang ada di FMIPA. “Setelah dicoba,buahnya cukup bagus dan enak. Namun ada beberapa yang busuk dikarenakan adanya ulat. Hal ini karena tempat pertumbuhan nangka yang kurang efisien, yaitu berada di tempat yang terlalu lembab sehingga menyebabkan ulat nyaman berada di lingkungan tersebut”.

Hal senada dirasakan oleh Izdina Rolina Sofa, mahasiswa Fisika 2012 ini mengatakan bahwa dia sempat mengambil Alpukat di depan Laboratorium Kimia. Ia perambeberapa hari, namun buah itu tidak kunjung matang.

Menanggapi hal ini, Tundjung menjelaskan bahwa  kemungkinansalah satu penyebab dari buah yang tak kunjung matang itu adalah karena cara peram yang tidak tepat. Seperti meletakkan buah tidak pada tempat yang seharusnya. Kemungkinan juga buah yang diambil terlalu muda sehingga membutuhkan waktu yang lama agar bisa matang.

Andi Setiawan, Ph.D selaku dosen Kimia memaparkan bahwasanya buah-buah yang ditanam di FMIPA ini awalnya bukan untuk dimakan. ”Mengenai permasalahan ini, setahu saya awalnya Rektor sudah melarang untuk menanam buah di lingkungan fakultas. Namun, tujuan awal di tanamnya pohon buah ini bukan untuk diambil buahnya tapi hanya untuk menghijaukan lingkungan fakultas kita ini. Saya tidak tau kalau ada yang memakannya”.

Dia juga menambahkan kalau belum pernah melakukan penelitian tentang buah-buah yang ada di FMIPA. “Mengenai keamanan dari buah-buahan disini saya belum pernah melakukan penelitian tentang ini, apakah buah yang ada di MIPA ini bisa dimakan atau tidak,” tuturnya.

Nurul Hamidah Chaniago (Ilmu Komputer 2012) mengaku bahwa dia belum pernah mencicipi buah yang ada di FMIPA.”Saya takut untuk mencoba buah-buah yang ada disini karena saya rasa keamanannya belum terjamin. Bisa jadi penyebabnya limbah yang dibuang dari Laboratorium.”

Kekhawatiran mahasiswa terhadap limbah dari laboratorium yang ada di FMIPA dengan cerdas dibantah salah satu dosen Kimia. Zat-zat kimia  tidak dibuang di permukaan tanah namun mempunyai tempat tersendiri dibelakang Laboratorium.Jadi,rasanya bukan zat-zat kimia yang menyebabkan pohon tersebut tidak subur, namun adanya penyebab lain seperti tingkat kesuburan tanah yang kurang memadai. Serta belum dilakukannya analisis lingkungan untuk memastikan apa penyebab dari permasalahan pohon tersebut,” ujar Prof. Dr. Tati Suhartati, M.S.

Tundjung juga menjelaskan, dibalik banyaknya pohon yang ada di FMIPA, sangat diperlukan adanya 
penataan untuk setiap pohon. Seperti menempatkan pohon sesuai kelompoknya, yaitu meletakkan pohon kayu dengan sesamanya dan pohon yang menghasilkan buah dengan sesamanya pula. Selain itu seluruh civitas akademika fakultas harus bekerjasama untuk menjaga pepohonan yang ada disekitar kita tetap dalam keadaan baik. Dengan demikian lingkungan FMIPA akan tampak rapi, indah dan tertata dengan kekayaan pohon yang dimilikinya. (Puja/Imas/Isna)

Related

Berita Kampus 2607855357002593653

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item