Ganggu Kebersihan, Mahasiswa Dilarang Berjualan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (FMIPA Unila) mengambil sebuah kebijakan baru berupa larangan berjualan b...



Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (FMIPA Unila) mengambil sebuah kebijakan baru berupa larangan berjualan bagi mahasiswa di sekitar fakultas yang dikeluarkan langsung oleh Pembantu Dekan II, Dr. Netti Herawati, M.Si.

Beberapa mahasiswa sempat menyayangkan kebijakan ini yang selalu dikait-kaitkan ­dengan ketiadaan kantin. ­“Sangat membantu mahasiswa yang belum sarapan sembari menunggu jam kuliah. Apalagi lokasi kantin yang bukan berada di FMIPA dan  jauh membuat waktu tidak efektif,” ujar Wekky Eldy ketika diwawancarai, Rabu (27/2) lalu. Mahasiswa Biologi 2010 ini juga masih mengharapkan adanya solusi berupa tempat yang layak untuk tempat berjualan bagi mahasiswa.


Menurut Dekan FMIPA Prof. Suharso, Ph.D., pada dasarnya kebijakan ini telah ditetapkan sejak beberapa tahun lalu sehingga kebijakan kali ini seharusnya ­hanyalah penegasan kembali kepada mahasiswa.

Ia juga menambahkan bahwasannya pemandangan barang dagangan yang dititipkan di depan gedung-gedung sebenarnya sudah terjadi sebelum kantin ditiadakan. Sadar atau tidak, mau tidak mau mahasiswa sebisanya menyadari bahwa hal ini memang ­mengganggu keindahan disekitar area gedung karena terlihat kumuh.

Salah satu mahasiswa yang menitipkan ­dagangannya di depan Laboratorium Biologi (LB) 2 adalah Aini. Ia mengakui ketidaklayakkan berjualan di depan gedung perkuliahan bahkan ­laboratorium. Akan tetapi, menurut Aini tindakannya untuk berjualan di depan laboratorium bukan hanya sekadar memperoleh penghasilan semata, melainkan aplikasi dari pembelajaran kewirausahaan yang diperoleh mahasiswa. “Seharusnya pihak dekanat memberikan fasilitas kepada kami untuk melanjutkan bisnisnya supaya kami lebih mandiri,” ujar mahasiswi Biologi 2011 ini.

Alasan berjualan yang dikait-kaitkan dengan ketiadaan kantin dianggap kurang inisiatif oleh Gubernur BEM FMIPA, Ahmad Sulaiman (Fisika 2009). Menurut Sule, sapaan akrabnya, mahasiswa seharusnya lebih berkonsentrasi terhadap kegiatan akademiknya, bukan masalah makanan. Meskipun makan adalah hal yang juga penting untuk diperhatikan, mahasiswa diharap bersabar untuk memberdayakan kantin di luar fakultas.

Sutrisno, penjaga gedung LB 2 juga menjelaskan bahwa ­larangan berjualan di area gedung tempat belajar mengajar itu bagus karena mengganggu pemandangan. Selain itu, di sekitar lingkungan FMIPA semakin banyak ditemukan sampah kemasan.

Menurut penuturannya, pedagang yang berjualan sebenarnya sudah menjaga kebersihan, namun pembelilah yang kurang mengindahkan masalah membuang sampah ini. Akan tetapi, setelah kebijakan ini dipertegas kembali 20 Desember lalu, Sutrisno mengakui bahwa sampah kemasan di sekitar gedung semakin berkurang.

Sejak kebijakan ini dicetuskan dari pihak dekanat, pihak DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) FMIPA mengaku tidak mendapat keluhan apapun terkait ­larangan berjualan bagi mahasiswa. Ketua DPM, Afdi Patria (Ilkom 2009) menjelaskan bahwa dalam sebuah kebijakan, adanya pro dan kontra adalah suatu kewajaran. “Lagipula, mahasiswa seharusnya punya inisiatif lain ­seperti menitipkan dagangannya di UKM atau LK di FMIPA. Kalau memang ingin, mereka bisa mengusulkan untuk dibuat ­pengelolaan sendiri dan tentunya itu bisa diusahakan,” ujar Afdi.

Suharso menambahkan banyaknya mahasiswa yang menitipkan barang dagangannya baik di depan gedung jurusan ataupun laboratorium akan memicu ketidaktertiban fakultas. Semakin banyak mahasiswa berjualan akan membuat pedagang dari luar masuk tanpa izin ke FMIPA. Hal ini dianggap mengganggu ketertiban, menyalahi sistem yang ada.

“Akan lebih susah menertibkan pedagang dari luar. Kalau ­dibiarkan saja akan semakin banyak dan mengaturnya akan jauh lebih ribet. Lagipula, saya yakin mahasiswa kita ini cerdas-cerdas sekadar mengatasi situasi seperti ini,” ujar dosen kimia ini ketika ditemui di ruangannya, Jumat (1/3).(Fajrin/Alfi/Umi)

Related

Berita Kampus 1298582391251497207

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item