Kurangnya Dana, Pos Satpam Tidak Difungsikan Dengan Baik

"Satpam bukan bertugas menjaga kendaraan warga FMIPA, melainkan mengawasi kendaraan yang ada di lingkungan fakultas. Tugas utama satpam...


"Satpam bukan bertugas menjaga kendaraan warga FMIPA, melainkan mengawasi kendaraan yang ada di lingkungan fakultas. Tugas utama satpam adalah menjaga aset negara yang ada di FMIPA. Hal ini dilakukan dengan menghimbau kepada mahasiswa untuk memasang kunci ganda pada kendaraan supaya lebih aman,"  ujar Samsul saat diwawancarai Rabu (14/3).

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (FMIPA Unila) menyediakan begitu banyak fasilitas yang berfungsi untuk mempermudah beragam kegiatan civitas akademika.
Tak hanya fasilitas di bidang akademik, FMIPA juga menyediakan fasilitas umum seperti tempat parkir, pos satpam, mushola disetiap jurusan, dan toilet. Dari beberapa fasilitas tersebut yang kian mendapat perhatian adalah pos satpam. Pos satpam yang dibangun sejak akhir tahun lalu selalu kosong. Fasilitas yang seharusnya dibangun sebagai tempat singgah petugas keamanan fakultas untuk mengawasi kendaraan masyarakat MIPA justru dipergunakan sebagai salah satu tempat singgah mahasiswa.

Semenjak maraknya pencurian motor yang terjadi pada semester satu tahun ajaran 2012/2013, portal- portal yang ada di FMIPA ditutup bahkan hanya ada satu jalan akses menuju FMIPA. Jalur tersebutlah yang kini telah dibangun pos keamanan. Memasuki semester dua, portal-portal tersebut mulai kembali dibuka.
"Pos satpam sudah ada, tapi saya tidak pernah melihat petugas yang standby di sana," ujar Dwi Nurkinasih, Mahasiswa Biologi 2012 yang kerap kali melewati pos satpam.

Menurut Dwi hal ini terkesan mubazir. Fakultas sudah menyediakan fasilitas tetapi kurang dimanfaatkan sehingga akan lebih baik dananya digunakan untuk membangun fasilitas yang lain yang bisa diberdayakan.
Nurul Hamidah, Mahasiswa Ilmu Komputer 2012 juga menanggapi bahwa kurangnya satpam dan dibukanya kembali semua portal yang ada di FMIPA memungkinkan terjadinya pencurian pada tahun lalu. "Di sini memang masih kurang fasilitas umum seperti kantin, mushola, dan dan tempat parkir yang terorganisir," ujarnya ketika diwawancarai Selasa (12/3).

Salah satu petugas keamanan FMIPA, Samsul, mengaku kekurangan petugas. Ia mengharapkan adanya tambahan petugas untuk teman jaga. Hal ini agar yang bertugas setiap siftada dua satpam, satu untuk standby di pos atau dekanat sementara satu orang lagi berkeliling FMIPA supaya keamanan dan kenyamanan tetap terjaga dan tidak terulang lagi adanya kehilangan kendaraan.

Samsul yang diwawancarai di depan gedung Jurusan Kimia pada Rabu (14/3) itu mengaku bahwa tidak pernah memungut biaya parkir. Satpam FMIPA ini pun sebenernya telah bekerja sama dengan BEM untuk menghimbau mahasiswa demi keamanan kendaraannya. Namun, rencana ini belum dapat berjalan. Karena berhubungan dengan dana dan tenaga kerja yang FMIPA miliki belum cukup memadai.

Ia juga menambahkan bahwasannya satpam bukan bertugas menjaga kendaraan warga FMIPA, melainkan mengawasi kendaraan yang ada di lingkungan fakultas. "Tugas utama satpam adalah menjaga aset negara yang ada di FMIPA. Hal ini dilakukan dengan menghimbau kepada mahasiswa untuk memasang kunci ganda pada kendaraan supaya lebih aman".

Menanggapi hal ini, Pembantu Dekan III FMIPA, Dr. Tugiyono M.Si. Ph.D., menegaskan bahwa satpam Fakultas MIPA hanya ada dua, Soleh dan Samsul. Kedua petugas keamanan ini menjalankan sift siang dan malam secara bergantian.

Dosen Biologi ini juga menjelaskan bahwa keberadaan satpam itu sangat penting, karena banyak sekali orang yang keluar masuk dekanat dengan berbagai keperluan.

Tugiyono sependapat dengan Samsul terkait kurangnya petugas keamanan sebagai salah satu kendala yang ada. Menurutnya, pos satpam yang dibangun akhir tahun lalu itu memiliki perencanaan yang baik demi keamanan dan kenyamanan lingkungan FMIPA. Hanya saja masih terdapat beberapa kendala dalam ketersediaan tenaga kerja sebagai satpam yang profesional. Hal lain yang menjadi kendala adalah kurangnya dana FMIPA yang dimiliki.

"Untuk menambahkan personil satpam tidak semudah itu. Satpam yang butuhkan adalah yang sudah Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena dana yang fakultas miliki tidak cukup membayar satpam honorer," tambah Tugiyono mengakhiri wawancara.(Fajrin/Lina/Merda)

Related

Berita Kampus 7952796707956259660

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item