Bukan Soal Siapa Anda…

Natural kali ini akan mengajak teman-teman untuk menyimak kisah dari salah satu mahasiswa berprestasi di FMIPA karena sejatinya kita masih s...

Natural kali ini akan mengajak teman-teman untuk menyimak kisah dari salah satu mahasiswa berprestasi di FMIPA karena sejatinya kita masih sama-sama butuh belajar untuk menjadi lebih baik.

Sosok yang menjadi inspirasi kali ini merupakan mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA Unila angkatan 2010. Ia memimpin Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) FMIPA Unila periode 2012-2013. Sosok yang berasal dari Way Kanan, Jepara, Lampung Timur ini memiliki banyak prestasi sejak awal karirnya menjadi mahasiswa sampai sekarang yang tak luput memperoleh decak kagum dari karib-karibnya.

Ia adalah Miftah Farid Artama. Mahasiswa yang akrab disapa Miftah ini memulai pendidikannya di TK Al-muslimun Th. 1996-1998, SDN 1 Labuhan Ratu Dua Th. 1998-2004, SMPN 1 Way Jepara Th. 2004-2007, SMAN 1 Way Jepara Th. 2007-2010, dan Matematika FMIPA Unila 2010-sekarang.

Miftah mendapatkan banyak beragam prestasi di bidang akademik dan non-akademik. Pada OSN-Pertamina regional Lampung, Miftah menjadi runner-up dalam bidang Ilmu Matematika , juara IV Lomba Jajak Pendapat Statistika IPB, finalis Komik Matematika Himasakta Unila, Mahasiswa berprestasi FMIPA Unila, dan beberapa waktu yang lalu menjadi peserta KKN Kebangsaan pada Juni-Juli 2013 lalu.

Kegiatan KKN Kebangsaan yang diikuti oleh Miftah ini merupakan kegiatan tahunan BKS PTN bagian barat. Kegiatan  ini merupakan salah satu upaya perkenalan kebudayaan masing-masing daerah dan ajang silaturahmi mahasiswa antar universitas.

Untuk tahun 2013 ada 12 universitas yang ikut berpartisipasi dalam KKN Kebangsaan, diantaranya Unsyiah, Universitas Lampung, IPB, Universitas Tanjung Pura, Universitas Sriwijaya, Universitas Tirtayasa, Uniersitas Andalas, dan Universitas Riau.

“Banyak yang saya dapatkan dari kegiatan ini diantaranya bertambahnya pengalaman dan sahabat, meningktanya softskill dalam menyelesaikan masalah karena dengan perbedaan kebudayaan maka ada perbedaan dalam pola berpikir, dan dapat mengenalkan bagaimana budaya Lampung,” katanya.

Dilahirkan dari keluarga yang sederhana tak membuat sosok Miftah berputus asa. Ia dilahirkan dari pasangan Arkam  dan Muntama di Lampung Tengah, 14 Desember 1992 lalu. Pemuda yang belum genap berusia 21 tahun ini mempunyai metode khusus dalam mengatur waktu belajar dan berorganisasi. Scale of priority, metode ini cukup berbeda dengan metode pada umumnya. Study and organization must balance, karena menurutnya keduanya sama penting. Bukan yang mana yang harus diutamakan melainkan kita harus paham terkadang keduanya penting, kemudian dianalisis yang mana yang membutuhkan prioritas lebih demi hasil yang optimal.

“Setiap pencapain pasti ada yang dikorbankan, selama hal itu sesuai kenapa tidak,” ujarnya dengan penuh percaya diri.

Baginya, sebagai manusia semestinya berpikir secara umum dengan memandang dari setiap sudut pandang yang memungkinkan, memerhatikan hal-hal kecil, peka terhadap dinamika yang terjadi di sekitar, dan menganalisis setiap keputusan yang akan diambil.

Segala pencapaian yang dilakukannya termotivasi oleh satu hal, yaitu orang tuanya. Baginya orang tua memiliki peranan terbesar dalam hidupnya. Keinginan kuat untuk membahagiakan orang tua membuat sosoknya ini tidak pernah lelah untuk belajar dan berusaha.

“Orang tua saya selalu memberikan kebebasan kepada saya dalam memilih dan menentukan sesuatu, yang terpenting saya harus dapat mempertanggung jawabkannya,” ujarnya.

Bagi Miftah, yang terpenting dalam hidup ini bukanlah siapa anda, darimana anda berasal, apa jabatan anda, apa pekerjaan anda, tapi yang terpenting adalah bagaimana anda menkmati seiap momen dalam proses kehidupan dan pendewasaan. “Selama Anda terus mencoba, sukses itu hanyalah masalah waktu,” pesan ketua angkatan Matematika 2010 ini. (Anisa Rahmawati)

Related

Opini 1152002216865404813

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item