Fenomena Mahasiswa Baru FMIPA

Berbagai macam jalur masuk universitas membuka banyak peluang bagi pelajar untuk  melanjutkan studi di Universitas Lampung (Unila). Jalur te...




Berbagai macam jalur masuk universitas membuka banyak peluang bagi pelajar untuk  melanjutkan studi di Universitas Lampung (Unila). Jalur tersebut diantaranya   Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Undangan, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Penerimaan Bibit Unggul Daerah (PBUD), Papua, Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP), dan Pararel.

Lebih dari 5000 mahasiswa baru angkatan 2013  diterima diberbagai fakultas di Unila. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menerima 395 mahasiswa baru. Dengan bertambahnya jumlah mahasiswa ini, bertambah pula keluhan dari mahasiswa seperti fasilitas yang dianggap menjadi kurang memadai.

“Bertambahnya mahasiswa FMIPA saya nilai baik. Artinya,  FMIPA ini banyak peminatnya. Namun, harus diiringi dengan fasilitas yang lebih baik lagi. Jika dosen FMIPA ini banyak dan Mahasiswanya bertambah tapi ruang kuliahnya kurang dirasa kurang efektif,” ujar Dwi Nur Kinasih (Biologi'12).

Dilain pihak, beberapa dosen justru mendukung penambahan mahasiswa di FMIPA. “Jurusan matematika menerima mahasiswa baru dengan kuota  120 mahasiswa, namun yang diterima hanya 90 mahasiswa. Hal tersebut jelas masih kurang, akan semakin banyak mahasiswa semakin bagus karena peluang mahasiswa berprestasi semakin banyak,” jelas Kepala Jurusan Matematika, Tiryono Rubi, M. Sc., Ph.D..


FMIPA Unila terlalu banyak dosen
Di Jurusan Kimia, sampai saat ini jumlah mahasiswa sebelum 2013 hanya ada 250-an. Dengan adanya penambahan mahasiswa baru sudah ada sekitar 320-an, artinya ketika dilihat dari rasio jumlah dosen dan rasio mahasiswa, Jurusan Kimia masih dikatakan kekurangan mahasiswa. Hal ini diungkapkan oleh Mulyono, Sekretaris Jurusan Kimia.

Dosen Biokimia itu mengakui bahwa tentu saja pemakaian ruangan tahun ini lebih penuh dari tahun sebelumnya. Ruang kuliah idealnya 40-50 mahasiswa, jika lebih dari kuota normal akan mengganggu sirkulasi udara ruangan. Probabilitas kekuranga mahasiswa FMIPA ini menyebabkan beberapa dosen mengajar di luar fakultas.

Mulyono juga menjelaskan bahwa mahasiswa Kimia 2013 sudah dibagi menjadi dua kelas sesuai absen ganjil-genap. Pembagian dua kelas bukan suatu hal yang mudah karena jurusan harus mengatur waktu untuk setiap perkuliahan. Bukan hanya itu, dosennya pun diatur mulai dari jam dan hari yang tidak boleh sama. Dan pembagian ruang kuliah merupakan kendali dari pihak fakultas, jadi fakultas yang sepenuhnya menentukan. Namun dilihat dari jumlah mahasiswa FMIPA sebelumnya, ruang kuliah di FMIPA terhitung masih mencukupi.

Mulyono, Dosen Kimia FMIPA Unila mengatakan bahwa pada tahun sebelumnya penambahan mahasiswa FMIPA tidak sebanyak ini hingga memenuhi ruang perkuliahan. Jika dilihat dari jumlah rasio dosen, khususnya di Jurusan Kimia, jumlahnya 31 dosen, sedangkan program studi idealnya antara 17-23 mahasiswa. Artinya jika ada 31 dosen jika kita kalikan minimal 17 orang berarti paling tidak ada 527 mahasiswa.


Bertambahnya Maba, meningkatkan Akreditas
Berbicara mengenai akreditasi, Dekan FMIPA Prof. Suharso, Ph.D. mengatakan bahwa BAN-PT (Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi) memberi line kuning kepada FMIPA. Hal itu berarti jumlah mahasiswa dalam meningkatkan akreditasi masih kurang. Penambahan mahasiswa memang dibenarkan menjadi salah satu alasan peningkatan akreditasi, hanya saja fasilitas masih kurang. Proses peningkatan akreditasi ini tidak bisa secepat itu karena FMIPA merupakan fakultas yang paling sedikit menerima dana dari universitas.

Senada dengan dekan FMIPA, Tiryono menuturkan bahwa tahun ini kelemahan dalam peningkatan akreditasi terletak pada jumlah mahasiswa kita yang masih sedikit.
Akreditasi belum meningkat karena jumlah mahasiswa diakui oleh BAN-PT masih kurang. Dari tahun ke tahun selalu ada penambahan mahasiswa dan diharapkan bisa meningkatkan akreditasi.

Peningkatan akreditasi bisa dinilai lebih fokus dari banyaknya prestasi mahasiswa dan dari  pengabdian alumni, bertambahnya kuantitas membuka peluang lebih besar untuk adanya kualitas kelulusan mahasiswa berprestasi. Tiryono menjawab bahwa tahun depan akan menambah kuota mahasiswa baru FMIPA dan akan ada rencana pembangunan kembali untuk menambah fasilitas ruangan yang akan digunakan untuk ruang kuliah, ruang sidang, dan ruang seminar.

Sedangkan untuk tahun ini sudah ada penambahan fasilitas seperti proyektor, pendingin ruangan dan peralatan laboratorium namun banyak pula fasilitas yang rusak sehingga fasilitas yang baru tersebut menggantikan fasilitas yang rusak. Penambahan fasilitas tidak mudah karena menggunakan anggaran pertahun. Dan ini juga demi kelancaran kegiatan belajar mengajar di FMIPA Unila.


FMIPA masih kekurangan mahasiswa
Anggapan bahwa FMIPA berlebih dalam Jumlah mahasiswa tahun ini belum sepenuhnya dapat di “ketok palu”. Memang ada beberapa jurusan yang mengalami peningkatan dalam jumlah mahasiswa. Tapi, tidak semua jurusan mengalami penambahan jumlah mahasiswa.

Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK) FMIPA menyebutkan bahwa tahun ini data mahasiswa yang masuk adalah jurusan biologi dari 75 mahasiswa menjadi 97 mahasiswa, MI dari 75 mahasiswa menjadi 66 mahasiswa, Fisika 54 mahasiswa menjadi 51 mahasiswa, Ilkom dari 68 mahasiswa menjadi 92 mahasiswa, Kimia dari 70 mahasiswa menjadi 89 mahasiswa, dan Matematika dari tetap 70 mahasiswa. Hal ini memang menunjukan adanya peningkatan mahasiswa yang masuk di FMIPA. Namun, ternyata itu masih belum mencapai target yang dikeluarkan oleh fakultas.

“Cita-cita saya adalah mengajarkan ilmu sebanyak-banyaknya kepada mahasiswa FMIPA. Jadi semakin banyak mahasiswa di FMIPA akan semakin bagus,” ungkap Tiryono mengakhiri wawancara.(Aida/Sigit)

*Foto: Novia Lovirma

Related

Berita Kampus 6654300201986676220

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item