Transparansi tidak Jelas SPP Mahasiswa Diploma

Oleh Hana Ayu Masha  FMIPA Unila - Fakta bahwa menempuh pendidikan itu mahal memang benar adanya. Nasib pendidikan mahasiswa ditunjang denga...

Oleh Hana Ayu Masha



 FMIPA Unila - Fakta bahwa menempuh pendidikan itu mahal memang benar adanya. Nasib pendidikan mahasiswa ditunjang dengan biaya-biaya yang tidak sedikit nominalnya. Terlepas dari banyaknya bentuk beasiswa yang ada, meskipun tanpa verifikasi yang menjanjikan, kuliah itu mahal.

Belum tuntas hawa panas dari pengajuan protes terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) hasil dari kebijakan Dikti, kini mahasiswa diploma tingkat akhir pun harus menerima transparansi tak jelas dari biaya SPP-nya. Hal ini dialami mahasiswa diploma Program Studi Manajemen Informatika (MI) angkatan 2011 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam Universitas Lampung (FMIPA Unila).

“Kami masih dikenakan biaya praktikum, padahal semester ini kami hanya mendapat jatah untuk menyelesaikan tugas akhir, kami sudah bilang kepada pihak jurusan agar ditiadakan biaya praktikum,” ucap Wahyudi Pangestu, Ketua Angkatan MI 2011.

Semester yang hanya mendapatkan jatah untuk menyelesaikan tugas akhir seharusnya tidak dikenakan biaya Standar Operasional/Biaya Operasional (SOP/BOP) dan praktikum lagi. Namun pada kenyataannya, mahasiswa masih dikenakan biaya SPP sebesar Rp2.069.375  yang didalamnya masih terdapat rincian SOP/BOP dan praktikum.

Menanggapi hal ini, seluruh mahasiswa MI mengajukan permohonan kepada pihak jurusan agar tidak lagi dikenakan biaya yang masih terdapat rincian SOP/BOP dan praktikum. Tahun lalu, hal ini pernah dialami oleh angkatan 2010. Namun, biaya SOP/BOP dan praktikum berhasil ditiadakan setelah mengajukan permohonan kepada pihak jurusan. Sehingga pada angkatan 2010 semester akhir hanya dikenakan Rp755.375.

Tahun ini, pihak jurusan kembali telah mengajukan permohonan keringanan biaya kepada pihak fakultas. Permohonan itu diterima namun hanya meniadakan biaya SOP/BOP sebesar Rp1.000.000. Mengetahui hal itu, mahasiswa kembali mengajukan permohonan karena merasa masih terdapat kejanggalan pada biaya praktikum sebesar Rp314.000.

“Semester ini kami tidak ada praktikum lagi,” ujar Tri Yuliana, Mahasiswa MI 2011.

Beberapa dari mahasiswa MI sudah membayar dengan jumlah yang ditentukan, yaitu Rp1.069.375. Namun, sebagian besar mahasiswa masih menunda pembayaran SPP-nya karena belum dihilangkannya biaya praktikum.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jurusan Ilmu Komputer Dwi Saketi, M.Kom. mengatakan bahwa prodi maupun jurusan tidak punya andil terhadap hal ini. Jurusan hanya berusaha membantu mahasiswa dengan memberikan surat rujukan keringanan biaya. Jurusan tidak tahu menahu mengenai transparansi SPP mahasiswa, karena hal tersebut adalah kebijakan pembantu dekan II.

“Kita di sini sudah mengajukan permohonan untuk diadakan peninjauaun ulang, dari biaya sebesar Rp2.069.375 menjadi Rp755.375. Namun, dari pihak fakultas hanya menurunkan sebesar Rp1.000.000. Jadi, kami serba salah jika ada mahasiswa yang protes mengenai masalah ini, karena kami juga pihak yang meminta,” tegas Dian Kurniasari, Ketua Prodi MI.

Dian mengatakan, karena belum terbebani Uang Kuliah Tunggal (UKT), seharusnya mahasiswa masih bisa mengajukan keringanan biaya SPP semester akhir. Kecuali jika mahasiswa 2011 sudah terbebani sistem UKT, maka prodi tidak dapat memberikan surat rujukan.

Masalah ini masih menuai protes dari beberapa mahasiswa MI. Ketidakjelasan biaya praktikum masih terus dipertanyakan. Ditambah lagi, Pembantu Dekan II yang menangani masalah SPP mahasiswa FMIPA menolak memberikan penjelasan.

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item