Sesat Sesaat, Nikmat Sampai Akhirat!

Oleh Umi Fadilah Buku ini menyajikan kisah apik dengan Tersesat di Jalan Allah; Sesat Sesaat, Nikmat sampai Akhirat. Memberikan motivasi bag...


Oleh Umi Fadilah



Buku ini menyajikan kisah apik dengan Tersesat di Jalan Allah; Sesat Sesaat, Nikmat sampai Akhirat. Memberikan motivasi bagi pembaca khususnya pemuda penggerak islam di dunia kamus agar menjadi problem solving. Mengingat banyak sekali problem atau masalah yang terjadi di kalangan aktivis dakwah maupun masyarakat.

Untuk itu, sebagai aktivis dengan intelektual yang tinggi, emosional yang memadai, dan spiritual yang islami, maka selayaknya seorang aktivis dakwah mampu memberikan solusi konkrit dalam pemecahan masalah.

Tersesat di Jalan Dakwah merupkan buku pertama karya mahasiswa Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (FMIPA Unila), Ahmad Khairuddin Syam.

Buku ini mengisahkan tentang beragam fenomena aktivis dakwah kampus yang terdiri dari 7 bagian dengan banyak sub-bagian. Dikemas dengan apik menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan interaktif dengan pelbagai kalimat humor sehingga tidak membosankan.

Penulis menulis buku ini dengan menyelipkan beberapa pengalamannya sebagai seorang aktivis muslim di kampus. Dikisahkan juga beragam kebermanfaatan di jalan dakwah seperti semangat tarbiyah, kuliah, organisasi, ibadah, dan ikhlas.

Banyak fenomena yang diulas dalam buku ini terkait dakwah kampus, seperti cirri-ciri aktivis dakwah kampus, kepemimpinan, miskinnya kreativitas, menurunnya kerja dakwah saat ini, nasihat-nasihat dakwah, dan bahkan mengulas virus merah jambu dalam dakwah kampus.

Kelebihan lain dari buku ini selain diulas dalam bahasa yang renyah dan menyenangkan ialah tidak bersifat menggurui sehingga pembaca tidak harus merasa terintimidasi untuk memahaminya. Penulis seolah menempatkan dirinya sebagai teman diskusi tersurat. Penulis bercerita, berkisah, dan kadang bergurau untuk mengajak pembaca memahami apa yang ditulisnya.

Akan tetapi, beberapa bagian buku ini menggunakan bahasa Arab dan Jawa. Meskipun telah dilengkapi dengan daftar istilah di halaman awal buku, pembaca yang awam tentang dakwah kampus akan tetap kesulitan memahaminya bila tidak melihat daftar istilah. Terlebih lagi pembaca yang tidak mengerti bahasa Jawa.

Related

Resensi 3040964416511721140

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item