Dewan Pers Gelar Workshop Jurnalistik Mahasiswa di Lampung

Ridlo sedang menyampaikan materi. (Dok. Puja) Dalam rangka peningkatan peran pers kampus, Dewan Pers menyelenggarakan Workshop Jurnalistik M...

Ridlo sedang menyampaikan materi. (Dok. Puja)

Dalam rangka peningkatan peran pers kampus, Dewan Pers menyelenggarakan Workshop Jurnalistik Mahasiswa di Hotel Bukit Randu, Rabu (22/10). Kegiatan yang baru pertama kali diadakan di Lampung ini dihadiri oleh 40 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Lampung. Seperti UKPM Teknokra Unila, LPM Republica FISIP Unila, LPM Pilar FEB Unila, LPM Natural FMIPA Unila, LPM Sukma Polinela, LPM Lighteen Poltekes, LPM Permata Umitra, LPM Rotasi UBL, LPM Kronika STAIN Metro dan LPM Raden Inten IAIN.

Workshop dimulai pada pukul 9 pagi dengan pemateri pertama oleh Prof. Dr. Bagirmanan, SH, MCL (Ketua Dewan Pers) tentang peran pers kampus dalam kehidupan demokrasi. Dalam penyampaiannya ia mengatakan bahwa peran wartawan itu sangat penting. Wartawan harus mampu mendidik masyarakat dengan baik dan dengan cara demokrasi yang benar. “Jika kebebasan demokrasi tidak dijalankan dengan baik maka hal tersebut bisa memakan diri sendiri,” ujarnya.

Sesi kedua dilanjutkan dengan materi tentang tantangan di dunia pers kampus oleh Oyos Saroso (Mantan Ketua AJI Bandar Lampung). Dalam kesempatan ini Oyos menyampaikan, bahwa lingkup penyampaian berita tidak hanya di media cetak saja. Aktivis pers kampus harus bisa memanfaatkan media online sebagai alternatif penyampaian berita. Selain itu aktivis pers juga harus sering melakukan diskusi dengan rekan pekerja pers lain untuk meningkatkan kecerdasan intelektual.

Untuk sesi terakhir materi diisi oleh Muhammad Ridlo Ei’sy  (Anggota Dewan Pers) tentang pentingnya memahami kode etik jurnalistik. Ridlo menyampaikan bahwa setiap orang yang bekerja dalam media pers harus mengerti dengan kode etik jurnalistik.  Ia juga mengatakan hambatan terbesar kemerdekaan pers terletak di bagian dalam media itu sendiri, seperti adanya intervensi.

Di akhir acara, Ridlo berharap workshop ini bisa memberikan manfaat bagi aktivis pers kampus yang ada di Lampung. “Jika ada yang ingin menjadi wartawan semoga bisa menjadi wartawan yang oke, yang tidak ingin menjadi wartawan semoga kegiatan ini bisa memudahkan karir anda nantinya,” tutup Ridlo. (Puja)


Related

Berita Kampus 2723552879535792555

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item