Peringatan hari Ibu: Ajang Intropeksi Ibu dan Anak

Oleh : Caroline Ardelia Isaak * Hari Ibu diperingati pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya dan ditetapkan sebagai perayaan nasional di ...


Oleh : Caroline Ardelia Isaak *

Hari Ibu diperingati pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya dan ditetapkan sebagai perayaan nasional di Indonesia melalui Dekrit Presiden Soekarno No. 316 tahun 1959. Penetapan tanggal ini berbeda dengan Hari Ibu di Amerika, Australia, Canada, Malaysia, Singapore, Belanda, Jerman, Taiwan, Hongkong, Italia, Jepang yang diperingati pada hari Minggu pekan kedua dibulan Mei setiap tahunnya. Dan dibeberapa negara di Eropa dan Timur Tengah lainnya, Hari Perempuan Internasional (International Woman’s Day) diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Menjelang Hari Ibu, banyak orang yang mencari cara mengungkapkan rasa terimakasih dan cintanya terhadap sosok seorang Ibu. Tapi tidak sedikit juga yang acuh, tidak peduli bahkan tidak tahu akan Hari Ibu. Semua itu tergantung pada sejarah hidup masing-masing individu dengan figur seorang Ibu. Hari Ibu adalah satu hari yang banyak menyita perhatian. Tentunya setiap orang memiliki pandangan tersendiri dan berbeda akan makna dari hari ibu tersebut. Hari Ibu merupakan sebagai hari peringatan atau hari perayaan terhadap peran seorang Ibu dalam keluarganya, bagi suami, anak, maupun bagi lingkungan sosialnya.

Bagi saya pribadi, Hari Ibu merupakan peringatan kepada figur seorang Ibu yang sangat saya cintai dan saya banggakan. Figur seorang ibu adalah sosok utama yang dengan cinta kasihnya telah membangkitkan generasi zaman yang luar biasa. Banyak dintara kita memaknai Hari Ibu dengan memberikan penghargaan kepada Ibu mereka, baik berupa ucapan selamat, doa ataupun kado. Tapi apakah ucapan, doa, dan kado ini cukup membuktikan bahwa kita telah berbakti kepada Ibu kita?Hari Ibu seharusnya tidak hanya diperingati pada 22 Desember, akan tetapi setiap hari diperingati sebagai Hari Ibu. Agar kita sebagai anak menyadari betapa besarnya perjuangan dan pengorbanan Ibu yang telah menyayangi kita lebih dari apapun di dunia.  

Ibu adalah figur yang memperlihatkan keanggunan dan kasih sayang yang tidak dapat diukur dengan apapun. Dan sudah sepantasnya kita sebagai anak selalu menanamkan bakti kepada diri sendiri untuk Ibu. Surga ada ditelapak kaki Ibu, doa Ibu sangat ampuh bagi anak-anaknya. Tetapi tidak sedikit juga seorang Ibu yang tidak paham akan hal ini. Sosok Ibu adalah para ibu rumah tangga yang membanggakan karena mereka telah menjadi seorang guru, juru masak, tukang kebun, manager, supir bahkan seorang Ibu dapat menjadi figur seorang Ayah bagi anaknya. Cinta, pengorbanan dan perjuangan mereka adalah catatan besar sejarah hidup sebuah keluarga bahkan bagi bangsa.  

Saat berbicara mengenai Hari Ibu dan figur seoraang Ibu, saya sangat amat bersyukur atas setiap pengorbanan besar para Ibu yang telah mengandung, melahirkan, merawat, menjaga, membesarkan, membentuk, dan mendidik kita menjadi sebuah entitas bangsa. Saya pun bermimpi tentang pengorbanan serta perjuangan para Ibu tentang pengorbanan serta perjuangan para Ibu Indonesia yang dihargai dengan wujud yang lebih dari sekedar Hari Nasional oleh negara, tapi juga berwujud pada layanan kesehatan, jaminan hari tua, perlindungan, dan terutama menjaga ibu pertiwi agara tidak dilacurkan anak durhaka seperti yang kini sedang dihadapi bangsa kita dalam bidang ekonomi dan pertahanan.  

Namun ada salah satu hal yang sangat ironis. Dalam momen Hari Ibu tersebut masih ada seorang Ibu yang tega menelantarkan anaknya. Lebih ironis lagi adalah kisah para Ibu yang menjadi tokoh utama dalam kasus-kasus tindak pidana, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, penipuan serta pembunuhan hingga menjadi sorotan publik, pada zaman ini. Ajang hari Ibu iniseharusnya digunakan untuk menginstropeksi diri masing-masing, baik Ibu maupun anaknya. Apakah mereka telah menjalankan perannya dengan baik dan benar selama ini? 

Lebih dari itu Hari Ibu di Indonesia merupakan tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan untuk merebut posisi yang lebih adil dalam masyarakat. Maka, peringatan Hari Ibu yang penuh haru biru dengan segala pujian peran domestik Ibu didalam rumah, sejatinya justru mendistorsi makna Hari Ibu itu sendiri.  

Dan menurut kutipan Butet Kertaradjasa, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya termasuk para kaum Ibu”. Semoga bangsa ini dapat menjadi besar dengan mulai menghargai peran kaum Ibu serta memberi mereka rasa aman dalam menjalani hidup. 

Selamat Hari Ibu para perempuan pemberani! Selamat Hari Ibu!


*Pemenang 1 Lomba Menulis Opini antar Magang UKMF Natural

Related

Berita Kampus 3698311676380366268

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item