1800 Orang Peserta Mengikuti Semnas dan Deklarasi Pemuda di GSG Unila

Peserta Seminar memenuhi Gedung Serba Guna Unila, (9/4). Dok. Natural Kamis (9/4), sebanyak lebih dari 1800 orang peserta terlihat memenuhi ...

Peserta Seminar memenuhi Gedung Serba Guna Unila, (9/4). Dok. Natural
Kamis (9/4), sebanyak lebih dari 1800 orang peserta terlihat memenuhi Gedung Serba Guna Universitas Lampung untuk menghadiri Seminar Nasional (Semnas) dan Deklarasi Pemuda Kader Revolusi Mental Indonesia Tahun 2015. Peserta acara ini berasal dari berbagai kalangan seperti akademisi, masyarakat umum, mahasiswa, pelajar, karyawan, dan lain-lain. Acaraini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan dari National Leadership Development Program (NLDP) yang dilaksanakan dari 9 April sampai 12 April 2015. Dengan mengusung tema “Resolusi Mental Pemimpin Muda, Solusi Kemajuan Bangsa”, Universitas Lampung menghadirkan H. Imam Nahrawi, S.Ag. (Menteri Pemuda dan Olahraga) dan M. Ridho Ficardo, S.Pi, M.Si. (Gubernur Lampung) beserta jajaran untuk menjadi pembicara.

Panitia Pelaksana, Rifki Ziyadurrohman menuturkan dalam kegiatan ini BEM Unila bertindak sebagai Event organizer (EO) yang saling bersinergi bersama Menpora untuk menyukseskan dua kegiatan yaitu Seminar Nasional dan Deklarasi Pemuda. Dalam acara ini juga dilakukan prakarsa penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) terkait dengan deklarasi revolusi mental antara Menpora dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Setelah deklarasi berjalan,kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan BNPT. Dalam diskusi tersebut Kombes Slamet Pribadi selaku Kepala Bagian Humas BNN menunjukan bahwa saat ini sebanyak4 juta jiwamasyarakat dengan rentan umur 10 hingga 59 tahun menyalahgunakan pemakaian dari narkotika. Akibat penyalahgunaan tersebut, negaramengalami kerugian materil sebesar 63,1 Triliun. Provinsi Lampung merupakan jalur lintasan antara perbatasan pulau dan sangat rentan dalam penyalahgunaan obat-obat haram tersebut. Kami sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat agarikut membantu pencegahan masuknya narkotika,” ujar Kombes Slamet Pribadi.

Dalam pembahasan lain, Komjen. Pol. Drs. H. Saud Usman Nasution, S.H., M.H., M.M. selaku kepala BNPT menjelaskan tentang kasus terorisme yang terjadi di Indonesia sejak tahun 1999 hingga 2014. Beliau menjelaskan salah satu alasan aksi teror tersebut karena adanya dendam atas kebijakan Amerika yang menyudutkan teroris islam. Seperti pada kasus Menara Kembar World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat. Selain itu juga disebabkan oleh permasalahan ekonomi, kesenjangan sosial, dan perbedaan pemahaman ideologis berjihad. “Kami menghimbau semua pihak untuk saling berkerjasama dalammemantau adanya kejadian yang terkait kasus teror ini. Jika ada yang mencurigakan, masyarakatperlu melaporkannya ke pihak berwenang,” tambahnya.

Salah satu peserta seminar, Kania (SMAN 3 Bandar Lampung) menuturkan bahwa acara ini sangat berguna untuk mencegah radikal bebas dan dapatmemberikan ilmu tentang narkoba dan cara pencegahannya. “Sayaberharap acara seperti ini dapat diadakan setiap tahun, kata Kania. (Fajrin/Imas/Alfi)

Related

Berita Kampus 5961766322751841030

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item