Haul Sang Proklamator

                                                                   Dok.Internet 21 Juni 2015, tepat 45 tahun Sang bapak bangsa ini meninggal...

                                                                   Dok.Internet
21 Juni 2015, tepat 45 tahun Sang bapak bangsa ini meninggalkan tanah kelahirannya. Meninggalkan negeri yang dimerdekakan bersama para pemuda lain di Jakarta. Sang founding father ini bernama Soekarno, pencetus dari ideologi marhaenisme yang menjadi kekuatan kaum tertindas keserakahan penguasa ketika itu.

Ideologi yang hadir karena ketidaksengajaan beliau bertemu dengan lelaki tua yang sedang mengayuh sepeda di pematang sawah, yang penuh kegigihan dalam bekerja serta memiliki tekad tinggi untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik.

Soekarno, di masa mudanya memang sudah menuniukan tajinya, lewat latihan untuk dapat berpidato di muka umum sampai menjadi sang proklamator yang disegani penduduk dunia.

Pembelajaran terhadap apa yang diajarkan oleh Tan Malaka dan Sultan Syahrir mampu membawa pemikiran Soekarno untuk segera memerdekakan Indonesia. Menariknya, bersama Hatta beliau terus dipenjarakan dan diasingkan agar Soekarno tidak terus melawan Belanda dan Jepang. Tidak sampai disitu pergantian rezim dari orde lama ke orde baru tenyata membawa malang pula nasib "bung" yang satu ini.

Beliau meninggal dunia dalam statusnya sebagai tahanan politik Presiden Soeharto, namun Bung Karno memang memiliki kharisma yang tidak dimiliki banyak orang, walau cerita akhir dari hidupnya sebagai tahanan politik namun kematian beliau menjadi duka negeri ini saat 21 Juni 1970 silam. Jutaan rakyat menghantarkan kepergiannya beserta para utusan negara-negara sahabat.

Cerita kehebatan Soekarno diatas hanya mampu menjadi inspirasi dan sejarah manis ketika tepat 21 Juni mendiang Soekarno telah 45 tahun meninggalkan negeri ini. Kami akan ingat bahwa kau sangat berharga dalam hidup kami, hingga kami merdeka seperti saat ini, dan kami penerusmu akan terus melanjutkan perjuanganmu bung. Selamat jalan bung dalam pengasingan dan peristirahatan yang abadi. (Bakti Saputra)

Related

Opini 1992632737413989447

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item