Temuan Gen Unik Paus Kepala Busur, Perpanjang Usia Manusia dimasa Depan

Paus kepala busur │viva.co.id Memiliki umur yang panjang dan terhindar dari penyakit merupakan keinginan setiap manusia. Seiring dengan pe...

Paus kepala busur │viva.co.id
Memiliki umur yang panjang dan terhindar dari penyakit merupakan keinginan setiap manusia. Seiring dengan perkembangan zaman dan pola hidup kurang sehat, hal ini menjadi mustahil.
Melansir dari viva.co.id, bahwailmuwan Inggris dan Eropa, berpandangan, masa hidup hingga 200 tahun mungkin bisa terwujud lagi dimasa depan. Peneliti menemukan paus jenis ini memiliki gen unik yang bisa menolak. Gen tersebut sudah dibuktikan oleh studi terpisah oleh dua peneliti di Inggris dan Amerika. Kedua peneliti benua itu sudah memetakan pola genetik paus tersebut yang diidentifikasi bisa berkontribusi membuat paus berumur hingga 200 tahun.

Peneliti utama studi dari Inggris, Joao Pedro de Magalhaes, mengatakan penemuan pola genetik tersebut bisa digunakan untuk mendalami bagaimana manusia bisa hidup lebih lama.

"Percobaan ideal selanjutnya yaitu mengambil gen paus itu dan memasukkan ke dalam tikus, dan kita lihat apakah tikus akan hidup lebih lama dan dapat terlindungi dari kanker," ujar de Magalhaes dilansir IBTimes. Dia berpandangan, jika uji coba pada tikus itu berjalan lancar dan sesuai pada paus, maka peneliti itu yakin bisa diterapkan pada manusia. 
Menurut laporan dari Sunday Times, studi yang dilakukan oleh Liverpool Centre for Genomics Research, menemukan pada ikan paus kepala busur memiliki mutasi unik dua gen yang terkait dengan umur panjang hewan yaitu ERCC1, yang diyakini mampu memperbaiki DNA, meningkatkan daya tahan atas kanker dan penuaan. Sedangkan gen lainnya, PCNA juga terkait dengan perbaikan DNA. 

Mengenai riwayat usia paus kepala busur memang awalnya diketahui hanya berumur 70 tahunan saja, mirip dengan jenis paus pada umumnya. Penemuan pada abad ke 19 menunjukkan paus kepala busur bisa hidup hingga 150-200 tahun. Fakta ini dikuatkan pada temuan paus kepala busur pada Mei 2007 lalu yang berukuran 15 meter tertangkap di lepas pantai Alaska, AS. Terdapat tombak 3,5 inchi peledak berbentuk panah proyektil di kepalanya. Setelah ditelusuri tombak itu adalah buatan New Bedford, pusat perburuan paus besar yang dijalankan sekitar 1890. Artinya, meski paus kepala busur itu terkena tombak proyektil, nyatanya sampai 2007 masih berkeliaran.

Dengan hasil penemuan ini, tim peneliti dapat mengemangkan penelitiannya mengenai paus kepala busur sehingga diera yang akan datang manusia dapat memiliki umur yang lebih lama lagi dengan bantuan gen ikan paus kepala busur tanpa ada efek samping dari penggunaannya. (Freta)



Related

Berita Sains 7191382797667485988

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item