International Wildlife Symposium

Bandar Lampung, 18 Oktober2016. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat(LPPM), Universitas Lampung bekerja sama dengan World Wide...



Bandar Lampung, 18 Oktober2016. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat(LPPM), Universitas Lampung bekerja sama dengan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia menyelenggarakan “International Wildlife Symposium(IWS)”. 

Bertemakan “Konservasi satwa liar untuk mendukung kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan”, seminar ini diselenggarakan pada 18 – 19 Oktober 2016 di Gedung Rektorat Universitas Lampung.
Simposium merupakan  ajang berbagi informasi tentang penelitian yang sudah dilakukan dan menampilkan pengalaman serta hasil-hasil yang telah dicapai serta pembelajaran dari berbagai bidang terkait konservasi, juga pemutakhiran teknologi untuk mendukung upaya konservasi satwa liar dan kaitannya dengan sumber penghidupan yang berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan masyarakat desa penyangga pada khususnya.

“Kegiatan simposium ini adalah langkah yang serius dan komitmen dari Universitas Lampung dan WWF Indonesia dalam menindak lanjuti kerjasama yang telah disepakati dan ditanda tangani sebelumnya.   Dengan adanya kegiatan ilmiah ini diharapkan dapat menjadi ajang bertemunya peneliti dari seluruh Pulau Sumatera dengan peneliti skala nasional maupun internasional, agar dapat memotivasi penggiat konservasi serta munculnya lebih banyak lagi peneliti-peneliti muda”, ujar Warsono, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (dikutip dari press realis IWS).


 Di bawah LPPM, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Lingkungan Hidup yang dipimpin oleh Dr. Erdi Suroso, S.T.P., M.T.A., para dosen peneliti dari berbagai bidang ilmu mempunyai komitmen dan dipercaya untuk bersama-sama dengan mitra konservasi melaksanakan upaya perlindungan dan pelestarian satwa liar dan menjaga lingkungan.  Universitas Lampung sebagai perguruan tinggi dan rumah bagi sumber daya manusia dan keilmuan, didukung dan bekerja sama dengan mitra penggiat konservasi Lembaga Swadaya Masyarakat seperti WWF-Indonesia, akan menjadi tonggak penguat bagi konservasi satwa liar, khususnya yang saat ini terancam keberadaannya.

Peneliti – peneliti satwa liar, praktisi konservasi dan ahli ekologi internasional seperti Dr. Barney Long dari Global Wildlife Recovery, Dr. Ashley Brooks dari WWF Tiger Alive initiative, drh. Dedi Chandra dari Taman Nasional Way Kambas, Dr. Jatna Supriatna dari Universitas Indonesia, dan Dr. Ahimsa Campoz-Arceiz dari University of  Nottingham Malaysia Campus hadir sebagai narasumber utama. (Dafri)

Related

Agenda 4110286435924142991

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item