Susu Kental manis : Aman atau Tidak?

Susu kental manis (SKM) menurut hasil pemeriksaan BPOM tidak mengandung susu (Dok. Google) Beredarnya kabar tentang susu kental mani...


Susu kental manis (SKM) menurut hasil pemeriksaan BPOM tidak mengandung susu
(Dok. Google)


Beredarnya kabar tentang susu kental manis (SKM) yang faktanya jauh berbeda dengan persepsi masyarakat saat ini, telah membuat pro dan kontra antara menganggap SKM masih aman dikonsumsi atau tidak. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menyatakan bahwa SKM sama sekali tidak mengandung susu.

“Karena memang SKM itu bukan susu, karena tidak dihasilkan dari hewan apapun,” jelas Thusy Eka Putri selaku peneliti dari BPOM Lampung, “Basic-nya susu itu dihasilkan dari makhluk hidup seperti sapi dan kambing yang susunya diperah, kemudian ada yang dipasteurisasi, disterilisasi, dibuat bubuk, tapi kalo SKM ini tidak begitu,” lanjutnya. Thusy juga mengatakan bahwa hal ini sudah terbukti lewat analisis dan kajian dari BPOM pusat bahwa tidak ada SKM yang mengandung susu.

Untuk mengatasi ini, BPOM telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya yang isinya melarang  produsen, importir, dan distributor SKM untuk menampilkan label dan iklan SKM dengan model anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Selain itu, menggunakan visualisasi gambar susu cair atau susu dalam gelas yang disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman juga dilarang untuk digunakan dalam label dan iklan SKM. Hal ini untuk merubah persepsi masyarakat bahwa SKM tidak boleh dianggap sama dengan susu pada umumnya.

Glukosa memang benar menjadi sumber energi untuk manusia, termasuk glukosa yang terkandung dalam SKM. Glukosa tidak berbahaya untuk dikonsumsi, namun jika berlebihan bisa berdampak buruk terutama bagi anak-anak.

“Kalau sampai ada orangtua yang menganggap SKM itu punya khasiat dan manfaat yang sama seperti susu, ini bahaya. Karena kalau kita mengonsumsi glukosa berlebihan, termasuk si SKM ini, bisa kena over-glucose, penyebab diabetes,” terang Thusy, “Kita tidak melarang produk SKM, tetapi mengatur terkait labelnya iklan dan saran penyajiannya yang harus dibenahi. Karena ini penyebab kelirunya persepsi masyarakat terhadap SKM yang menganggapnya sama dengan jenis susu lainnya, padahal tidak,” lanjutnya. (Nadya)

Related

Berita Sains 9126206438700257231

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item