Jumat, 11 Mei 2012

Pelitaku Hilang


Pelitaku Hilang
By. Sigit Sopandi

Ku susuri jalan panjang ini, jauh tak terlihat ujung. Gelap, sepi tanpa ada satu pun orang. Hingar bingar kota Jakarta sudah lelap tertidur. Kaki ku letih, tak mau lagi berjalan entah sejauh apa aku melangkah tadi , berteman malam aku sendiri. Bintang bahkan bulan pun menutup mulut tak jua menegurku.

Perasaanku berbeda, jauh dari biasanya aku terasing dalam bayanganku sendiri. Senyap datang menambah malam semakin lama berakhir, sunyi dalam kelam. Seharusnya pagi datang, namun justru malam kian larut menjauh tak mengenal pagi. Pagi enggan datang, malam pun tak menemukan hari. Sepertinya semua menjauh dariku dan tak ada yang mau berteman denganku lagi. Hatiku kaku, tanpa rasa, hingga nuansa ini perlahan-lahan menyiksaku. Tubuhku jatuh, memperburuk keadaan, membuatku sekarang tertunduk tak berdaya. Menghela nafas pun sulit. Ada yang menjauh lagi dan aku pun tak paham apa arti semua ini.

Siapa, siapa disana? Seseorang berjalan menghampiriku. Harapanku tumbuh walau tak lebih dari sedikit. Dengan terengah hati kecilku berkata lirih, semoga dia berkenan menolongku. Tapi dia justru menangis, terlihat lebih membutuhkan bantuan daripada kondisiku saat ini. Wajahnya pucat pasi. Ia tak punya sedikitpun semangat, juga harapan. Dia memelukku, lalu tiba-tiba pergi begitu saja, melabuhkan semua kebingungan yang ada tanpa memberi sedikit penjelasan yang ku harap mampu mengartikan keanehan ini. Tapi tunggu, sepertinya aku mengenal pemuda tadi. Ya, aku benar-benar tahu siapa Dia, sangat akrab denganku, bahkan terasa lebih dekat dari seorang sahabat karib, namun ingatanku belum cukup kuat untuk menyebutkan siapa namanya.

Ohh Tuhan.. aku tahu. Itu  aku, orang itu adalah aku, diriku sendiri, dia bayanganku. Ketakutan amat besar berada dihadapanku sekarang. Kini apalagi? apa yang akan terjadi? Kedua mata ku juga mulai tak bersahabat, terasa sangat berat. Ada yang menghalangiku untuk melihat, keringat berbaris ingin keluar lewat pori-pori kulit, aku berjuang melawan mataku sendiri, sakit sekali rasanya. Mereka memberontak tak mau lagi bersabar, seluruh tubuhku terguyur keringat, membuat habis tenagaku. Aku tersentak, tapi mataku terbuka dan terasa ringan perlahan. Dingin udara akhirnya datang, aku terbangun.

Ternyata semua ini mimpi, mimpi yang aneh, mimpi buruk. Kuhirup sekuat-kuatnya sejuk udara ini, menggembalikan tenagaku yang hilang beberapa saat tadi, aku kira ini tidak akan berakhir. aku tidak suka mimpi tadi. Fajar pun datang.

Kubasuh wajahku dengan air, semoga hariku nanti sesegar air ini. Keadaanku jauh lebih tenang sekarang. Aku harap hal semalam tidak pernah terjadi lagi, ku lupakan ingatan tentang mimpi buruk itu, beraktifitas seperti biasa. Riuh kesibukan pagi mulai terlihat meramaikan suasana hari ini. Perasaanku lega, ini benar-benar hari yang biasanya.

Kali ini pagi datang begitu cepat, jam seperti menit dan menit bagaikan detik, sekilas pergi lalu menghilang, dengan percaya dirinya benda bulat bagai penguasa langit beranjak ke atas beralih rotasi dari pagi menjadi siang. Tajam tatapan matanya menyengat kulit yang menjadikan setiap orang malas beraktifitas karena panasnya.

Tanpa aku tahu kenapa, tiba-tiba kepalaku menjadi sangat sakit, berputar-putar, kemudian berhenti, namun menciptakan gelombang hebat di memoriku, sepertinya membuka ingatanku tentang serangkaian kisah yang aku alami malam tadi. Ku percepat langkah kaki menuju tempat teduh di dekat pohon ketapang, di samping jalan yang biasa aku lewati ketika pulang.Pohon ini adalah tempat aku berteduh, menjadi tempatku bercerita dan mengadu kala terik matahari tak bersahabat.

Lalu lalang orang berjalan di sampingku acuh. Ataukah memang mereka tak melihatku? aku terheran. Tubuhku melemah sakit, dari kepala mulai menjalar ke organ tubuh lainnya. Lemas, lalu tak ingat lagi apa yang terjadi, gelap yang ada dihadapanku sekarang. Samar-samar terlihat wanita setengah baya duduk disampingku. Senyumnya lembut, menenteramkan hati. Tapi tak ada seorangpun ketika mataku terbuka, siapa wanita itu?

Lalu emosiku naik tanpa sebab, bahkan sampai meledak-ledak hanya karena seorang anak kecil yang meminta tolong untuk sedikit membagi apa yang aku punya. Pusingku belum pergi setelah pingsan, mungkin itu yang membuat aku emosional.

Sekarang aku melihat ada yang mirip lagi dengan diriku, tapi kali ini berbeda dengan yang aku temui semalam. Dia penuh dengan semangat, berambisi dan juga sangat ramah dengan siapapun yang ada di jalan, senyum manisnya Ia berikan ke setiap orang yang menatap wajahnya, reaksi acuh orang lain padanya tak Ia hiraukan, tetap Ia berikan senyuman kepada orang itu. Memandangnya menyejukkan hati, aku bergegas menghampirinya, ingin menyapanya dan bertatap muka dengannya. Di luar dugaanku, ketika lembut sapa kuberikan padanya justru wajah yang sangat menyeramkan Ia balas kepadaku, terlihat kemarahan yang mendalam Ia tunjukkan kepadaku, tanpa aku tahu apa salah yang telah kuperbuat. Ia menghardik dengan tatapannya yang menakutkan, secepat angin Ia berubah sedemikian jahat, dan itu hanya kepadaku. Aku membisu, dan bertanya pada kebingungan dalam angan, apakah yang sedang terjadi sebenarnya??

Aku pulang ke rumah, namun kali ini seperti orang yang tidak memiliki tujuan. Langkah demi langkah meninggalkan pertanyaan yang tidak bisa ku jawab sendiri, memperbesar kebingungan yang ada.
 Beberapa hari ini sungguh aneh bagiku, hal ini terjadi di luar kendali, bahkan sungguh tak terkendali, Aku dihantui ketakutan dan kegelisahan.
Rumah kecil tempat ku tinggal seperti menarikku tuk cepat mendekatinya. Dan benar, ada yang berbeda dengan apa yang ku lihat dikotak surat, ada selembar amplop yang sudah berdebu lesu tertunduk dan kusam. Februari 2012, sudah satu bulan lebih surat ini datang.
 Alamat pengirimnya sangat aku kenal, Sukabumi. Itu alamat rumahku didesa.
Aku bergegas masuk untuk membaca apa isi dari amplop ini.
Rini, ini dari Rini adikku di rumah. Darimana dia bisa mendapatkan alamat tempat aku tinggal sekarang?
Rasa penasaran menuntunku tuk segera membaca surat ini.

Untuk  kak Dani;
Assalamu’alaikum  Wr. Wb.
Kak  Dani pulanglah,,
Ibu sangat rindu dengan mu, sudah terlalu lama kau pergi dari rumah
Ibu disini kesepian, hanya engkau yang selalu ibu pikirkan setiap malam
Rini sedih melihat kondisi ibu sekarang, tubuhnya semakin kurus, ibu selalu menunggu kakak di ruang makan untuk makan bersama, ,
 Tak mau makan kalau kakak belum pulang.
Kakak pasti tahu ibu hidup sendiri sejak ayah meninggal, dan sekarang ibu sering sakit-sakitan, setiap malam ibu selalu memanggil namamu dalam tidurnya,
Rini bingung harus minta tolong siapa, ibu sudah terlalu tua untuk hidup sendiri, Rini tak bisa berbuat banyak, hanya kakak harapan ibu untuk  menumbuhkan semangat hidup.
Ibu juga sudah melupakan masalah dulu, ibu bilang akan menjual tanah kebun untuk membelikan motor yang kakak mau, dan Rini bulan ini akan menikah dengan kak Roni, teman kakak. Jadi Rini rela bila tidak melanjutkan kuliah asal kakak mau pulang
Kak Dani,
Tak  banyak yang Rini minta darimu, hanya satu saja
Pulanglah  kak,, demi ibu,,

Salam penuh pengharapan dari kami,

Dari ; Ibu dan adikmu, Rini

Tiga hari sudah, sejak surat dari ibu datang, hari-hari yang kujalani tiada ketenangan.

Pikiran-pikiran yang ada malam itu hadir lagi, kegelisan ini mulai menemukan jawaban dari kebingungan yang terjadi. Apakah semua hal yang terjadi itu ada kaitannya dengan sikapku selama ini terhadap Ibu dan Rini ? Sebenarnya aku pun tak ingin pergi meninggalkan mereka ke Jakarta, lingkungan sungguh telah mempengaruhi akal sehatku, sikap gengsi terhadap teman-teman ini menambah buruk keadaaan yang seharusnya tidak terjadi. Hanya karena ingin membeli sepeda motor, aku berani melawan ibu, bahkan memukul Rini hingga akhirnya aku pergi ke Jakarta. Mereka yang mengajakku ke Jakarta juga entah dimana sekarang, hilang di padatnya Ibukota. Bodoh sekali diriku ini, hanya karena hal se-sepele ini terjadi masalah yang tak seharusnya terjadi. Keanehan-keanehan yang terjadi itu ternyata buah dari kesalahanku selama ini, mereka datang mengingatkanku.

Besok aku akan pulang. Cukup sampai disini saja aku larut dalam kebodohan, hari ini akan kuakhiri semua kegilaan ini. Ku siapkan kado spesial untuk Rini dan Ibu, memang ini tidak seharga kesalahan yang kuperbuat. Tapi semoga mereka dapat menerimanya.

Malam rasanya tak kunjung usai, lebih lama dari mimpi burukku malam itu, mataku juga sulit terpejam, kontras dari malam kemarin, pikiranku menerawang batas angan menembus tabir menuju rumahku di Sukabumi. Aku tak bisa tidur menunggu pagi datang. Malam benar-benar tak bersahabat denganku beberapa hari ini.

Meski lirih tapi mulai terdengar suara azan subuh, sayup-sayup merambat hingga rata seantero Jakarta.  Perasaanku berdebar tak seperti biasa, mungkin karena keinginanku untuk pulang, kerinduanku pada Ibu dan Rini.
Siap. Semua persiapan sudah menempati posisinya masing-masing
Ibu, Rini, aku pulang….
Perjalanan ini adalah perjalanan terlama yang pernah ku rasakan, padahal Jakarta dan kampung halamanku tidaklah begitu jauh. Jalan seperti tak ada ujungnya, laut juga seperti tak mempunyai tepi. Sepertinya dari ujung barat dan timur perjalananku pulang kerumah, tak kunjung sampai.
Tubuhku gemetar, tanganku  pun sepertinya jauh lebih dingin dari es. Akhirnya gang terakhir sebelum  rumahku terlihat. Kata apa yang harus ku ucapkan nanti? Aku kebingungan, Jauh lebih bingung ketika dulu aku SMA harus maju presentasi di depan kelas walau tanpa persiapan.
Jantung semakin berdebar-debar, kepalaku mulai pusing. Lemas tulang sendiku. Akhirnya, aku sampai.
Tapi,
??????????,,
Ada tenda?,
Tenda apa itu?,
Langkahku terhenti, nafas ku hela terlebih dahulu, lalu coba menafsirkan arti semua itu
Aku memang sudah sampai di rumah, tapi pikiranku?
Pikiran ku justru pergi tanpa izin padaku sebelumnya. Perasaanku juga tak dapat ku mengerti, tak karuan perasaanku, semuanya tak dapat kumengerti.  
 
Tenda? Pernikahan.
Ya, ini pasti hari pernikahaan Rini. Rini bilang dia akan menikah bulan ini. Rin, kakak ada kado spesial buat kamu, kado untuk pernikahan kalian.
Dag, dig, dug, tak seirama jantungku berdebar-debar.
Dan…
Bagaikan petir datang dan dengan keras menyambarku, berkali-kali menyambarku.
Aku tak percaya ini,
Apakah aku belum terbangun dari tidurku ?                                                                                
Apakah aku  masih berada dalam mimpiku? mimpi buruk itu….
 apakah yang terjadi sebenarnya?
Ibu…
Ibu… dimana ibu..?
“Kak Dani, ibu kak, ibu…”.
Berurai air mata Rini menghampiriku.
Rini, bagaikan tubuh yang tak mempunyai ruh. Lemas, tak ada tenaga. Ku peluk erat Dia.

Berselimut kain kafan,
Ibu sudah tertidur pulas, wajahnya masih terlihat cantik walau tertutupi pucat
Terbata-bata Rini menjelaskan.
Ibu jatuh sakit, kemarin, muntah darah dan tidak tertolong ketika dilarikan ke rumah sakit. Allah memangil ibu tuk pulang menghadap-Nya.
Semua perasaan bercampur menjadi satu. Mimpi-mimpi buruk itu datang menghantuiku lagi. Rasa bersalah, dan semua rasa kegundahan, semuanya  berkumpul menjadi satu. Hatiku telah tertutup kabut tebal, egoisme, dan semua kesalahan-kesalahanku telah menggumpal keras.
penyesalan yang ada saat ini, penyesalan yang amat besar.
“Ibu, maafkan Dani Bu.. Dani telah durhaka…”  Mulutku kaku, kata-kataku terhenti, tak mampu berkata lagi. Hatiku menangis, sedih tak mampu dijelaskan, ya Allah ampuni dosa-dosa ku.
Apakah pelita hatiku sudah menghilang? pelita hidupku telah redup.  Masihkah ada pelita untukku, pelita agar hidupku terang kembali, dan pasti akan kujaga pelita itu. Aku janji.



Rabu, 02 Mei 2012

Kantin Fmipa Kembali, Akankah Jadi Sekretariat?


Kenonaktifan kantin di lingkungan FMIPA membuat para mahasiswa harus menjelajah ke kantin fakultas lain yang jarak tempuhnya lumayan jauh untuk menandaskan rasa lapar. Keadaan ini berlangsung hampir selama dua bulan. Sebenarnya kenapa sih kantin FMIPA sampai di nonaktifkan berbulan-bulan?


Dari ulasan hasil wawancara Natural dengan pihak dekanat, kenonaktifan kantin Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) selain karena memang belum pernah di renovasi sejak tahun 2004, juga terjadi miss management antara pihak Fakultas dan para penyewa. Sehingga setelah di telusuri lebih lanjut, tepatnya menjelang bulan Ramadhan, kantin FMIPA dinyatakan ‘tutup sementara’ dan kembali di buka pada 1 Oktober 2011 sabtu lalu.


Dalam masalah ini, terjadi perkembangan yang sama sekali tidak bagus. Pasalnya, diketahui bahwa nama penyewa dalam kontrak, berbeda dengan penyewa di lapangan. Penyewa seakan menganggap bahwa setelah menyewa, mereka mempunyai hak milik atas kantin tersebut. Alhasil, setelah massa kontraknya habis bahkan ada yang masih berlanjut, penyewa dengan sewenang menyewakan kembali kepada orang lain tanpa sepengetahuan pihak fakultas. Hal itu tentu saja membuat sistematika perkontrakan menjadi semrawut.


Setelah ditutup, fakultas kembali menerima penyewa baru pada bulan september. Dana dari para penyewa baru inilah yang digunakan Fakultas untuk merenovasi kantin. Jadi sebenarnya, nonaktifnya kantin bukan hanya serta merta karena ingin di renovasi saja, melainkan juga merevisi para penyewanya.


Tutupnya kantin yang sampai berbulan–bulan ini menguarkan isu–isu bahwa semua sekretariat Lembaga Kemahasiswaan (LK) FMIPA di GFB Lt.2 akan di pindahkan ke kantin tersebut, akibat akan adanya program pascasarjana yang nantinya akan di tempatkan di GFB Lt.2. “Yang jelas, mahasiswa tentunya harus menyadari bahwa Lembaga Kemahasiswaan itu kan kegiatan ekstra, jadi jika ada program studi yang baru, maka kegiatan ekstra tentunya harus mengalah,”ujar Pembantu Dekan II FMIPA, Drs. Rudi Ruswandi, M.Si.



MEKAR HIMAKI, Solid dan Berkarakter


Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaki) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan MEKAR (Membentuk Karakteristik). Kegiatan ini digelar dengan pola indoor dan outdoor. 

Rangkaian kegiatan Indoor yang digelar pada Sabtu, (24/9) adalah kegiatan pembekalan materi dan motivasi di Gedung Fasilitas Bersama (GFB) FMIPA Unila. Materi diberikan langsung oleh dosen dan alumni Jurusan Kimia FMIPA. Para peserta diberikan materi dengan dua tema, yakni Materi 1 tentang Kimia Apa, Mengapa dan Siapa ? yang disampaikan oleh Prio Santoso, S.Si, serta Materi 2 tentang Strategi Belajar yang disampaikan oleh Dra, Nurul Utami, M.Si.

“Pemberian materi tersebut untuk memberikan suatu pola pikir kepada peserta bagaimana mahasiswa kimia itu sebenarnya dan bagaimana cara menghadapai kimia itu sendiri,”ungkap ketua pelaksana, Dani Agus Setiawan.

Lebih lanjut Dani menjelaskan bahwa tujuan diadakannya Mekar untuk mempererat lagi kekeluargaan di kimia, kemudian membentuk karakter mahasiswa baru menjadi mahasiswa yang kuat, tangguh dan berani memberikan pendapat mereka.

Setelah dilaksanakannya Mekar indoor, para peserta wajib mengikuti Mekar outdoor yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Minggu (1-2/10) di Pantai Sebalang, Tarahan, Lampung Selatan. Kegiatan yang mengambil tema “Solid dan Berkarakter” ini sempat terhenti di tahun 2006, dan akhirnya kembali terlaksana di tahun 2011.

“Setelah ada beberapa masukan dari senior, alumni, dan dosen dan pengamatan saya selama kuliah di kimia, dari situ acara ini dilaksanakan lagi,”ujar Dani.

Selain itu, lanjut pria yang sekarang duduk di semester 7 ini, mengungkapkan kendala-kendala dalam terlaksannya Mekar ini, menurutnya, semua yang kita lakukan pasti ada kendalanya, tapi semua pasti teratasi kalau kita yakin dengan kemampuan kita, itu kuncinya.

“kendala pertama dari perijinan kegiatan, karena kegiatan ini pasti mengundang banyak pandangan tentang perpoloncoan, tapi Mekar tidak seperti itu. Kendala kedua yakni kesiapan mental dan tanggung jawab dari seluruh panitia,”ujarnya.

Kegiatan Outdoor ini diikuti oleh 48 orang Mahasiswa Kimia 2011, 32 orang panitia dan Alumni, senior dan dosen yang berjumlah 25 orang. Pada kegiatan Outdoor, peserta kembali diberi bekal materi, Materi 1 tentang Kimia Lingkungan yang disampaikan oleh para senior dan alumni kimia, Slamet Kosasih dan Sony Sascori, S.Si. Materi 2 tentang Paradigma Berfikir yang disampaikan oleh Kompol. Faizal Ramadhani, S.Sos, SIP, M.H.

“Lega karena gak ada perpoloncoan dan yang pasti seru acaranya walau setelah acara jadi sedikit gak enak badan karena kedinginan waktu malam,”ujar Asti Nurul Aini, Mahasiswa Kimia 2011.

Lebih lanjut Asti menceritakan tentang pengalaman yang didapat setelah mengikuti Mekar ini.“Saya lebih mengetahui arti solid yang sesungguhnya, lebih kenal sama kimia dan yang pasti jadi lebih bersyukur sudah masuk kimia dan insyaAllah gak ragu untuk lanjut di kimia,”ujarnya.

Lain halnya yang dirasakan oleh Rio Wicaksono, pengalaman yang didapat dari cowok yang akrab disapa Rio ini yaitu bisa kenal kakak tingkat dan gak canggung lagi kalau berpapasan dengan kakak tingkat dan yang paling penting yaitu angkatan jadi lebih care.

“Semoga Mekar tahun depan lebih baik dari tahun ini, dan semoga kekeluargaan di kimia semakin solid dan semakin erat dari alumni kimia angkatan pertama sampai adik-adik kita sekarang,”tutup Dani diakhir wawancara.






SEMARAK DIES NATALIS JURUSAN


Bulan Maret menjadi bulan yang penuh dengan berbagai acara besar nya Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang ada di Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung.

Acara-acara tersebut diadakan untuk merayakan Dies Natalis atau Ulang Tahunnya jurusan-jurusan yang ada di MIPA, yang hampir keseluruhannya jatuh pada bulan maret. Berbagai macam acara mulai dari Olimpiade Sains, Pertandingan Olahraga seperti Futsal dan Bulu tangkis, Bakti Sosial, Lomba Cepat Tepat (LCT), dan acara lain yang dapat memeriahkan semarak ulang tahun jurusan tersebut.

Semua kegiatan yang diselenggarakan mencakup 3 fungsi mahasiswa yakni sebagai agent of change, iron stock, dan social control. Himatika sebagai salah satu Himpunan Mahasiswa yang menyelenggarakan Dies Natalisnya yang bertajuk Dinamika XIII. Kegiatan ini bertemakan “Pengembangan Iptek Guna Menciptakan Insan yang Kreatif dan Peka Terhadap Permasalahan Sekitar”.

Banyak kegiatan yang diselenggarakan pada Dinamika XIII, antara lain Olimpiade Matematika untuk siswa-siswi SD, SMP dan SMA/Sederajat, Olimpiade Komputer, Pelatihan Guru Pembimbing (PGP), Pameran serta Bazar.

 ”Untuk kendala di acara ini , pembagian surat undangan kepada sekolah-sekolah di luar kota Bandar Lampung yang jauh, harus dikirim melalui kantor pos dan itu menghabiskan dana yang lumayan banyak,sedangkan kami kesulitan untuk mencari dana untuk kegiatan ini,” keluh Afdi Patria, ketua umum Himatika saat ditemui di sekretariat himatika.

Untuk Tahun ini Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaki) banyak menyelenggarakan kegiatan-kegiatan baru pada Dies Natalisnya yang bertajuk Kimia EXPO XVI. Kegiatan yang bertemakan . rangkaian acaranya antara lain , Olimpiade Kimia (OKI) SMA/Sederajat, Lomba Cepat Tepat (LCT) Kimia, Lomba Mading (Loading) untuk siswa/i SMA, Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR), Chemistry Care (Checare) yang merupakan salah satu kegiatan Bakhti Sosial dan Pengabdian pada Masyarakat, Liga Kimia yang merupakan pertandingan Futsal dan Bulutangkis antar mahasiswi kimia FMIPA, dan yang terakhir adalah Gebyar Himaki yang meerupakan puncak perayaan sekaligus penutupan dari rangkaian acara Kimia EXPO XVI.

Himpunan Mahasiswa Fisika, dies natalis bertajuk FIESTA XI, kegiatan ini bertemakan “Fisika Menuju Lampung yang Cerdas”, acaranya terdiri dari Olimpiade Fisika piala gubernur yang dilaksanakan tanggal 24 dan 31 Maret 2012, dibarengan dengan Physics Futsal Competition (PFC) pada tanggal 23,24,dan 25 Maret , tak ingin kalah seru dari dies natalis jurusan lain Fiesta juga mengadakan Seminar Fisika Medik yang diadakan pada pertengahan april mendatang .

Himbio pun mendesign ulangtahun nya dengan kegiatan yang bertajuk PKSDA (Pekan Konservasi Sumber Daya Alam) ke XV, namun acara dies natalisnya diadakan pada bulan April mendatang. Rangkaian acaranya antara lain Aksi Lingkungan, Diskusi Terbuka, Lomba Grafitty, Lomba Menggambar dan Mewarnai, Lomba Kabaret Konservasi, Jalan Sehat, Pameran dan Bazar.

Dari setiap ketua umum dan pimpinan umum yang telah diwawancarai, semua kebingungan dengan masalah dana yang sedikit untuk melaksanakan acara- acara besar yang diadakan, dana kemahasiswaan yang sedikit dari pihak fakultas, hanya sedikit perusahaan swasta yang mau diajak bekerja sama , terlebih lagi instansi-instansi pemerintah yang sudah “tutup buku” untuk bantuan kegiatan kemahasiswaan.

Kimia Mendominasi Wisudawan

Sebanyak 67 mahasiswa FMIPA diwisuda pada periode maret, Rabu (14/3). Jurusan kimia menjadi jurusan yang terbanyak mewisudakan mahasiswanya dan rata–rata mendapatkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) terbesar.

Saat ditemui di ruangannya Gedung Dekanat lt.2, Senin (12/3), Pembantu Dekan I FMIPA, Dr. Warsito M S, DEA, memaparkan, jumlah wisudawan untuk program Sarjana sebanyak 56 mahasiswa dan program Diploma sebanyak 11 orang. Jadi, untuk periode wisuda awal tahun 2012 ini, hanya selisih satu orang dari periode sebelumnya, Desember 2011 yaitu sebanyak 66 orang.

Terkait sistem penilaian mahasiswa terbaik, Warsito mengungkapkan bahwa penilaian yang diberikan tidak hanya berdasarkan komponen akademik IPK, tapi keaktifan mahasiswa dalam komponen non-akademik seperti mengikuti aktivitas kemahasiswaan, lama studi maksimal 4 tahun, dan memiliki prestasi seperti; menjuarai olimpiade, juara lomba karya tulis, dan sebagainya. Kedua komponen ini yang mempengaruhi pemilihan kriteria mahasiswa berprestasi baik tingkat fakultas maupun universitas sehingga terhindar dari penilaian yang subjektif.

Mahasiswa terbaik pertama fakultas yang akan diajukan dalam pemilihan mahasiswa terbaik universitas. Lazimnya, setelah lulus kuliah hitungan nol tahun mayoritas dari wisuda FMIPA sudah memiliki aktivitas seperti mengajar bimbel, privat, melanjutkan studi, atau bekerja baik di lembaga riset, pemerintahan, bahkan di bank dan sebagainya. Jadi, Frase masyarakat harus dihapus mengenai FMIPA, lulus dari FMIPA mau jadi apa, masuknya susah keluarnya payah? karena mahasiswa FMIPA sudah dididik adaptif, kreatif, dan analisis terhadap keadaan lingkungan.

“Untuk itu bagi calon dan yang telah menjadi wisuda kami berharap untuk senantiasa menjaga nama baik FMIPA khususnya dan Unila umumnya, jangan sungkan untuk share dengan dosen dan memberi masukan untuk perbaikan FMIPA kedepannya serta jadilah wisudawan-wisudawati yang berguna demi melanjutkan fungsisocial control di masyarakat,” ujar Pembantu Dekan I yang juga dosen Fisika FMIPA menutup pesan dan wawancara disore itu.

DAFTAR WISUDA FMIPA

Program Sarjana
Matematika : 5
Ilmu Komputer : 8
Kimia : 24
Fisika :  3
Biologi : 16

Program Diploma
Analisis Kimia (Ang. Terakhir) : 1
Menejemen Informatika : 10

Mahasiswa Terbaik Tingkat Fakultas MIPA, Untuk program sarjana diraih oleh  Nurtika Kurniati (Kimia) 3.50, Dwi Puji Astuti (Kimia) 3.06 dan Koko Yustian (Biologi) 3.48. Untuk program diploma diraih oleh Moh. Sarif Fadila (MI) 3.16, Daniel Irsan T (MI) 3.07 dan Fitriyansyah (MI) 3.01

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...