Perpindahan itu (Kembali) Terjadi

Gedung Fasilitas Bersama yang telah menjadi Jurusan Ilkom Setiap perubahan akan membawa nilai-nilai baru, sama halnya rencana perpindahan se...


Gedung Fasilitas Bersama yang telah menjadi Jurusan Ilkom
Setiap perubahan akan membawa nilai-nilai baru, sama halnya rencana perpindahan sekretariat Lembaga Kemahasiswaan (LK) dan Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) yang berada di Gedung Fasilitas Bersama (GFB) berpindah ke kantin. Hal serupa sudah pernah terjadi ketika program studi Ilmu Komputer dibuka, sekretariat LK yang semula bertempat di Gedung Mipa Terpadu dipindahkan ke Gedung Fasilitas Bersama (GFB). Perpindahan yang kembali terjadi ini tentunya akan sangat dirasakan oleh masing-masing penghuni LK.
Latar belakang Deportase Sekretariat LK
Agustus di Ruang Sidang Dekanat lantai 2, menjadi saksi bisu sosialisasi antara pihak dekanat dengan sepuluh LK di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam .  Suatu realitas yang mengejutkan, walaupun tidak dipungkiri  beberapa waktu yang lalu masalah ini pernah merebak. Suatu fakta bahwa seluruh sekretariat LK akan segera berpindah tempat di kantin.

Menurut Ir. Netty Herawati, M.Sc., Ph.D, Pembantu Dekan II bahwa sebenarnya Gedung Fasilitas Bersama (GFB) saat Netty menjabat sebagai Ketua Jurusan Matematika sudah dialokasikan untuk Ilmu Komputer, tapi pada saat itu ilmu komputer merasa belum membutuhkan suatu gedung. Oleh karena itu, kebijakan tentang kedudukan LK di FMIPA untuk menempati GFB dirasa harus digeser sedikit, dilihat kebutuhan dan prioritas yang utama, yaitu untuk program studi Ilmu Komputer yang dalam hal ini sudah menjadi jurusan

“Mutu pendidikan tergantung pada sarana dan prasarana. Seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa harus ikut membantu bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran,”ujar dosen Matematika ini.
Tentang perlunya kantin bagi seluruh civitas akademika di FMIPA disadari oleh Netty, walaupun untuk saat ini belum menjadi prioritas utama karena banyak hal yang dipertimbangkan dalam hal ini. Tapi untuk ke depannya pembangunan kantin yang baru tetap dipikirkan, termasuk dimana letak kantin yang baru nantinya.

Bertolak dari hal tersebut, pihak dekanat sudah mencari solusi terbaik dengan mengadakan rapat bersama seluruh LK. Hasilnya, secara keseluruhan pembahasan tersebut menyatakan bahwa adanya deportase LK.
Setelah dilakukannya sosialisasi dari pihak dekanat, BEM selaku lembaga Eksekutif tertinggi di FMIPA langsung mengundang seluruh ketua LK di FMIPA untuk membahas langkah selanjutnya mengenai harapan terhadap kondisi sekretariat baru yang dilihat secara keseluruhan sehingga tempat yang baru layak untuk ditempati. 

”Kami mengajukan tuntutan kepada pihak dekanat. Kami baru akan pindah kalau tuntutan kami tersebut sudah terpenuhi, atau minimal ada usaha untuk memenuhinya. Kita tidak mau asal pindah sekret. Terlebih lagi hubungan antar LK yang ada disini memang sudah sangat dekat satu sama lain. Jadi sayang kalau hal itu hilang,”Ujar Gubernur BEM FMIPA saat ditemui kru Natural.

Menanggapi hal tersebut, Netty sendiri memang belum menerima surat apa-apa dari hasil keputusan diskusi antara ketua LK. “Yang saya ingin himbau kepada seluruh LK di FMIPA. Lihatlah hal-hal yang paling utama, jangan sampai mengutamakan kepentingan LK dengan mengabaikan kepentingan yang lebih besar. Lihat kepentingan yang lebih besar dibandingkan dengan fasilitas kalian,”tuturnya.

Menurut Dekan FMIPA, Prof. Suharso, Ph.D, membangun gedung baru tidak semudah yang dipikirkan. “Kantin juga berada disamping laboratorium. Saya khawatir makanan itu tercemar, sekian tahun kedepan dampaknya baru dirasakan. Tapi di sisi lain mahasiswa butuh layak tempat perkuliahan, tidak ada jalan lain kecuali memindahkan sekret LK ke kantin,”tuturnya.

Dari segi penampilan terkait tata letak kantin memang tidak nyaman dilihat, banyak tumpukan sampah. Itu yang menyebabkan kampus FMIPA terlihat tidak indah.“Ketika sekret LK nanti pindah kesana, perlahan-lahan nanti kantin kita perbaiki,”ujarnya.
Untuk pembangunan baru untuk kantin sendiri, menurut dosen jurusan kimia ini memang sudah ada investor yang ingin membangun kantin yang lebih bagus. “Kalau investor sih sudah ada, nanti kita upayakan. Kita juga harus lihat tata ruangnya, kalau dibangun di depan GFB merusak tata ruang. Inikan daerah hijau, membangun kantin memang bagus dari segi bisnis, dari segi tata ruang, keindahan tidak bagus”.

Skala Prioritas Dalam 3 Pilihan
“Saat ini kita dihadapkan dengan 3 pilihan ; Pertama adalah kantin tetap pada tempat semula, organisasi tetap berada di GFB tapi kegiatan Akademik tidak berjalan lancar. Kedua, kantin tetap jalan dan akademik jalan, tapi organisasi off atau tidak berjalan. Yang terakhir adalah akademik dan organisasi berjalan lancar dan kantin off sementara. Namun bukan berarti kantin ditiadakan. Hanya untuk sementara dipindahkan. Karena juga masih dicarikan tempat yang lebih strategis,Jelas Sule, sapaan akrab Gubernur BEM FMIPA.
Kabar tentang pindahnya GFB ke kantin sebenarnya bukan hanya sebuah wacana saja, namun memang sebuah keputusan. Dan keputusan ini bukan hasil dari diskusi LK, BEM, atau UKM, tapi memang mutlak keputusan langsung dari dekanat.

Menurut mahasiswa jurusan Fisika ini, keputusan pindahnya GFB ke kantin juga bukan keputusan tanpa pertimbangan. Ada alasan yang memang di anggap urgen untuk diambilnya keputusan itu. Salah satu alasan itu adalah agar berjalannya kegiatan perkuliahan yang lancar. Mengingat adanya jurusan baru di FMIPA yaitu Ilmu Komputer yang otomatis akan memerlukan gedung baru. Maka GFB menjadi satu pilihan yang akan diambil. Selain itu juga akan digunakan sabagai gedung Pascasarjana.

Lanjutnya, Ilmu Komputer sebagai jurusan baru di FMIPA memang belum memiliki gedung sendiri untuk menunjang kegiatan perkuliahan yang aktif. Dan dengan membangun gedung baru sebagai pilihan untuk gedung Ilmu Komputer dalam waktu dekat ini, dianggap bukan pilihan yang tepat. Pertimbanganya adalah karena memerlukan waktu yang cukup lama hingga gedung jadi dan dapat dipakai. Sedangkan saat ini Ilmu Komputer dan FMIPA memerlukan gedung untuk proses akreditasi.Tentunya, hal itu sebagai satu dari sekian jalan demi kemajuan FMIPA.

Dibandingkan harus membangun gedung baru, kantin yang nantinya akan digunakan sebagai gedung Lembaga Kemahasiswaan dan GFB yang akan menjadi gedung perkuliahan hanya memerlukan sedikit perbaikan. Kantin FMIPA juga berada pada posisi yang kurang strategis. Selain kurangnya akses mahasiswa dari luar FMIPA
Jadi kalau kita berbicara tentang skala prioritas, akademik menduduki urutan pertama, kedua organisasi, dan yang terakhir adalah kantin. Jadi akademik memang hal yang harus diutamakan terlebih dahulu dibandingkan organisasi dan kantin. Tapi tanpa menyampingkan pentingnya organisasi dan kantin,” tutup mahasiswa semester 7 ini diakhir wawancara.

Surat Datang, Berat badan Berkurang
“ Sehari setelah mendapat surat dari dekanat. Ketika saya menimbang ternyata berat badan saya turun, karena sangking terbawa pikiran.

Perpindahan sekretariat LK ke kantin ternyata membawa dampak tersendiri bagi para penjual di kantin FMIPA. Salah satunya yang dirasakan oleh Deni. Pria yang sudah 6 tahun mencari nafkah di kantin ini masih bingung harus berpindah kerja di mana kelak masa kontrak sudah habis, awal Oktober 2012.
6 tahun sudah saya kerja di kantin ini, dan saya juga harus membiayai anak yang masih sekolah di bangku SMA. Kalau memang kantin ini di tutup kita bingung mau cari kerja apa. Bayangkan, sekarang ini kan cari kerja susah. Dan maaf saya bilang ya, daripada harus mengemis, di kantin inilah saya bisa membiayai anak untuk sekolah. Kami memang di sini ada semacam surat perjanjian yaitu surat kontrak. Kontrak satu tahun sekali, ujarnya kepada kru Natural.

Bagi Deni, bekerja di kantin ini tidak hanya sekedar mencari nafkah, tapi juga membuatnya menjadi akrab layaknya keluarga sendiri dengan para mahasiswa dan dosen. “Jadi berat kalau harus pindah atau meninggalkan kantin ini. Tapi kalau memang baiknya harus seperti itu, setidaknya kami dicarikan tempat pengganti kantin ini, karena dulu dekanat berjanji seperti itu,” tuturnya.
Hal senada juga dirasakan oleh Suri. “Kalau memang bagusnya seperti itu si tidak apa-apa, tapi harapan kita memang dicarikan tempat penggantinya. Disediakan tempat yang lebih baik,” harapnya kepada pihak dekanat. (Sigit dan Silvana)

Related

Berita Kampus 4532824729499611401

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item