Minggu, 25 November 2012

Mahasiswa dan Idealismenya


Miftah Farid Artama (Ketua Umum Himatika  FMIPA Unila)
Mahasiswa harus IDEALIS!

Sebagai mahasiswa kita dapat menyanggah ataupun mendukung dengan pernyataan tersebut. Akan tetapi, mahasiswa tak lengkap rasanya kalau tidak mempunyai satu sifat naluri idealisme yang muncul seiring dengan kedewasaan mahasiswa itu sendiri. Selain itu juga ditunjang dengan lingkungan kampus yang menjadikan mahasiswa mempunyai karakter dan berpendirian teguh.

Idealisme merupakan suatu kata yang sakral untuk kebanyakan mahasiswa. Turut menghiasi setiap derap langkah kaki menuju kampus tercinta guna menuntut ilmu dan menuntut sebuah keadilan ketika beraksi di jalan. Menjadi suatu indikasi dan nafas tentang suatu pergerakan menuju suatu perubahan yang diidamkan.
Mahasiswa dengan sederet titel sosial mulai dari iron stock, agent of change, dan social control. Bahkan, menurut sebagian besar masyarakat, mahasiswa adalah orang yang serba bisa dan serba tahu berbagai persoalan yang muncul dalam masyarakat. Hal ini membuat mahasiswa menjadi kaum elit dan terhormat dibanding dengan kaum muda lainnya.

Sebagai iron stock, mahasiswa adalah ujung tombak pertahanan idealisme bangsa serta perjuangan rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan dari perbudakan ekonomi, kemiskinan, rendahnya pendidikan, buruknya birokrasi, dan dari segala belenggu yang menghambat kesejahteraan masyarakat.

Menjadi agent of change yang senantiasa membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi dirinya sendiri, orang lain maupun lingkungannya. Serta menjadi social control yang selalu peka terhadap sesuatu yang terjadi disekitarnya. Semua itu dapat dicapai, salah satunya dengan idealisme. Idealisme untuk menjadi mahasiswa yang sesungguhnya, yang memiliki intelektualitas tinggi dan kepekaan akan lingkungannya.
Sebenarnya, tugas dan tanggung jawab kita sebagai mahasiswa sangatlah berat. Terkadang kita mengatakan bahwa kita semua adalah pemuda harapan bangsa. Akan tetapi, pemuda seperti apakah kita nantinya? Saat ini adalah salah satu masa penentu akan seperti apa kita nantinya. Dititik inilah kita memulai membangun idealisme di mana kita memperoleh ilmu dan suntikan semangat yang begitu besar untuk berlomba memiliki sesuatu yang begitu diagungkan oleh mahasiswa, Idealisme.

Namun, pertanyaan sesungguhnya adalah mampukah kita mempertahankan idealisme kita disaat iming-iming akan kekuasaan, kekayaan, serta jabatan berada dihadapan kita? Siap sediakah kita mau menukar idealisme itu dengan berbagai bentuk penghianatan? KKN, penipuan, bahkan tindakan kriminal sekalipun banyak dilakukan oleh orang-orang terhormat yang dulunya aktif sebagai aktivis yang mengumbar idealisme.
Melihat hal itu, seharusnya kita membuka mata bahwa tantangan yang sesungguhnya adalah bukan bagaimana kita bisa memiliki suatu idealisme yang kuat. Tapi bagaimana kita mempertahankan idealisme itu tetap kuat disaat kita memiliki kekuasaan dan berada dilingkungan di mana idealisme bisa dengan mudah digadaikan. Itulah tantangan yang sebenarnya.

Semoga saja kita merupakan mahasiswa sekaligus pemuda yang memiliki idealisme dan mampu mempertahankannya di tengah tekanan yang diberikan oleh lingkungan. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya peka terhadap masalah individu, melakinkan mahasiswa yang peka akan keadaan sosial dan kondisi bangsa.

“Idealisme adalah kekayaan terakhir yang dimiliki oleh pemuda”

Sabtu, 24 November 2012

MLBT, Generasi Berteori


“Sebaik apapun teori yang disampaikan jika tidak di terapkan  sama saja kita punya gelas cantik tapi tidak diisi air. tetapi jika kita berjalan saja tanpa ada teori," ujar Miftah Farid Artama selaku Ketua Umum Himatika.

Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) mengadakan MLBT (Mathematics Leadership Basic Training) yang merupakan latihan dasar kepemimpinan jurusan matematika. Kegiatan ini diperuntukan untuk mahasiswa baru dan pengurus pada Sabtu-Minggu (24-25/11) bertempat di gedung Matematika R1.

 MLBT yang mengusung tema “Dengan Semangat Organisasi Membangun Gematika yang Aktif Krisis Cerdas Berprestasi” bertujuan untuk memberikan pengarahan organisasi yang baik karena dalam acara ini akan dilatih bagaimana memanajemen organisasi, administrasi dan keuangan, analisis swot dan lain-lain. 

“Yang pasti memotivasi mahasiswa baru agar berorganisasi dengan baik dan karena salah satu tuntutan pengkaderan tentang kepemimpinan yang efektif," ujar Miftah saat di wawancarai di sekretariat Himatika (21/11).

Berbeda dengan tahun lalu, acara ini berkonsep full indoor. Konsep ini dipilih karena materi yang disampaikan terlalu banyak. Untuk kegiatan outdoor dirasa sudah cukup mengingat beberapa waktu lalu acara gematika dilaksanakan secara outdoor selama tiga hari.

Materi yang disampaikan tidak hanya tentang kepemimpinan dalam organisasi, namun juga tentang administrasi dan keuangan. Pemateri-pemateri yang di hadirkan antara lain; Tri Julian Muhar mengenai manajemen organisasi, Eko Primananda mengenai kepemimpinan efektif, Afdi Patria mengenai teknik administrasi dan keuangan, Mahfudz Hudori mengenai teknik sidang dan manajemen rapat, dan Istika mengenai analisis SWOT.

Terkait dengan pentingnya acara ini, mahasiswa semester 5 ini menjelaskan bahwa dari jurusan mengharuskan mahasiswa baru mengikuti latihan dasar kepemimpinan karena mahasiswa nantinya akan terjun langsung ke masyarakat dan dapat membentuk pola pikir mahasiswa baru untuk menjadi mahasiswa seutuhnya. Dan juga dilihat dari output yang dihasilkan akan sangat luar biasa.

Senada dengan yang dikatakan oleh Miftah, Joko Rudianto, selaku ketua pelaksana juga mengungkapkan bahwa MLBT merupakan acara yang diharuskan dari jurusan. “Harapannya semua gematika dapat hadir agar tidak mengulang seperti kakak tingkat diatasnya," tuturnya. (Asti/Dita/Dian/Haryati/Meri)







Jumat, 23 November 2012

K-MIRI Rois


Biro Keputrian Rois (Rohani Islam) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengadakan K-miri (Kajian Milik Putri) yang dilaksanakan Jum’at (23/11). 

K-Miri merupakan kajian pekanan yang dikhususkan untuk para wanita, berbeda dengan kajian pekanan yang biasanya dilaksanakan oleh Biro Kajian Rois yang diikuti oleh semua mahasiswa FMIPA baik laki-laki maupun perempuan. 

Materi yang disampaikan pada acara K-Miri hampir sama dengan kajian pekanan, akan tetapi K-Miri lebih menitikberatkan tentang putri, yakni tentang jilbab, shalat, cara menutup aurat, dan yang lainnya tentang wanita. 

K-Miri dilaksanakan setiap dua minggu sekali di hari Jum’at . Program kerja Biro Keputrian memang setiap hari Jum’at ada acara, yang pertama K-Miri dan yang kedua Kems (Kreativitas Muslimah) yang pelaksanaanya secara bergantian. 

“Harapannya untuk semua warga FMIPA terutama wanita agar lebih mengerti tentang Islam, bagaimana cara menutup aurat, bergaul dengan lelaki, dan intinya menciptakan muslimah yang berwawasan Islam dan adaptif,” ujar Naila selaku kapala biro keputrian.

Dalam setiap acara K-Miri selalu menghadirkan pemateri yang berkompeten, sehingga para peserta yang hadir sangat tertarik untuk mengikuti K-Miri pada pekan berikutnya. 

“Pemateri yang dihadirkan disesuaikan dengan tema kajian. Misalnya tentang fiqih shalat, fiqih wudhu dan thaharah, pemateri yang dihadirkan berasal dari dosen yang lebih paham tentang hal seperti itu dan biasanya sudah sering mengisi materi di berbagai acara. Sedangkan untuk materi tentang muamalah, shiroh, dan cara bergaul dalam Islam, pemateri bisa dari alumni pengurus Rois sendiri,” tutur mahasiswi semester 3 ini.

Awalnya, banyak mahasiswa yang menganggap bahwa K-Miri sama dengan Kems (Kreativitas Muslimah). Padahal meskipun keduanya sama-sama program kerja Biro Keputrian, tetapi kedua agenda ini tentunya berbeda.

Perbedaan dari keduanya yaitu, K-Miri lebih mengkhususkan tentang materi mengenai aqidah, muamalah, shiroh, akhlak dan lain-lain. Sedangkan Kems lebih ke kreativitas, misalnya membuat gantungan kunci, bunga ataupun membuat kue.

Diakhir wawancara, Naila manambahkan bahwa Biro Keputrian mempunyai program yaitu Wadah Bagi Muslimah. Jadi bagi muslimah yang ingin mulai memakai jilbab akan tetapi masih terkendala oleh dana ataupun hal yang lain dapat berkonsultasi ke Biro Keputrian Rois FMIPA. (Deni)


Windows 8


Windows 8 adalah nama kode untuk versi selanjutnya dari Microsoft Windows.Antarmuka penggunanya diubah agar mampu digunakan pada peralatan layar sentuh selain mouse dan keyboard. Sehingga Windows 8didesain untuk perangkat Tablet sentuh. Microsoftsecara resmi mengumumkan jadwal perilisan sistem operasi terbaru Windows 8 pada 26 Oktober 2012 bersamaan dengan peluncuran komputer perdana yang menggunakan system operasi ini. Microsoft pun kini telah mengeluarkan Windows 8 Enterprise yang memiliki fitur paling lengkap di antara versi Windows 8lainnya, seperti layar yang memiliki pilihan latar belakang yang lebih banyak dan penuh warna. Pada 29 Februari 2012 Microsoftjuga telah merilis versi Consumer Preview sebelum dikeluarkannya versi betapada Maret 2012. Microsoft juga telah merilis versi Release Preview, ini merupakan versi terakhir percobaan Windows 8 yang tidak akan diotak-atik lagi jika tidak ditemukan bug yang terlalu besar.

8  kelebihan windosw 8.
1. Dioptimalisasi untuk layar sentuh
2. Mendukung chip ARM
3. Toko aplikasi Windows Store
4. Mendukung NFC (Near Field Communications)
5. Waktu boot yang singkat
6. Internet Explorer 10
7. Security lebih baik
8. Windows 8 tidak membutuhkan upgrade PC. (Adi/Sumber Internet)

PPAI 2012 Dibanjiri Peserta


“Persiapan PPAI tahun ini super ekstra, karena ini program kerja terbesar Natural. Jadi kita ingin acara ini bisa kembali sukses seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Hermansyah Romadhona, Pimpinan Umum UKMF Natural.  

Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah (PPAI) tahun ini memiliki tiga konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaan itu antara lain biaya pendaftaran yang meningkat dari tahun sebelumnya. Kenaikan biaya pendaftaran ini karena juga melihat fasilitas yang didapatkan peserta sangat berbeda dari sebelumnya. Perbedaan yang kedua adalah tempat. Tahun ini PPAI menggunakan ruang Auditorium Perpustakaan Unila Lt.3. Sedangkan yang ketiga yaitu konsep yang dirancang menjadi 1 hari sampai sore.

Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Natural FMIPA Unila, menggelar kegiatan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah (PPAI) 2012 Se-Lampung, Sabtu (17/11). Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Auditorium Perpustakaan Unila Lt.3.

Pelatihan yang mengambil tema “Melalui PPAI, Tingkatkan Kreativitas Menulismu” dihadiri oleh 105 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, baik siswa, mahasiswa, dan guru.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas penulisan artikel ilmiah dan penulisan esai di kalangan mahasiswa dan pelajar,“ ujar ketua pelaksana, Andri Nosya.
Andri menambahkan kegiatan ini juga salah satu bentuk pengabdian Natural terhadap masyarakat umum dan memperkenalkan Natural kepada masyarakat umum

Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan LK (Lembaga Kemahasiswaan) yang berada di lingkungan FMIPA dan Pembantu Dekan III, Drs. Tugiyono M.Si, Ph.D.

Hadir dua pemateri yang berkompeten dalam bidangnya yaitu Wasinton Simanjuntak, Ph.D. yang merupakan dosen pembimbing PKM terbaik tingkat nasonal dan Adian Saputra yang merupakan Jurnalis Lampung Post serta penulis buku “Menulis Dengan Telinga”.

“Materi PPAI kali ini cukup bagus, di mana kita bisa mengambil inspirasi-inspirasi di mana saja kita berada. Penyampaian  materinya sudah bagus banget secara rinci dan jelas bagaimana kita membuat suatu artikel ilimah,” ujar Faradhika Nitasya, mahasiswi matematika 2011 yang menjadi peserta PPAI.

Diakhir kegiatan ini juga di launching Lomba Penulisan Esai Online Nasional yang merupakan follow up dari salah satu materi yang telah diberikan, yaitu Penulisan Esai. Lomba ini terbuka untuk umum, tidak hanya para peserta PPAI 2012.(Estu/Indy/Adel)

Himaki Adakan KAMI


Mahasiswa baru jurusan Kimia kembali dihadapkan dengan kegiatan Kader Muda Himaki (KAMI) yang merupakan program kerja tahunan dari bidang kaderisasi Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaki). Kegiatan yang berlangsung pada 17-18 November lalu ini ditujukan sebagai sarana pengkaderan generasi muda Himaki serta untuk menumbuhkan rasa organisasi bagi mahasiswa baru.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan dapat mengakrabkan satu sama lain antar mahasiswa baru kimia 2012. “Hari pertama diisi materi tentang Manajemen dan  Organisasi serta Pengkaderan yang bertempat di GFB FMIPA, sementara hari kedua outdoor ke Taman Wisata Batu Putu,” ujar Rio Febriansyah selaku Ketua Pelaksana.
Menurut Rio, acara ini diharuskan bagi mahasiswa baru jurusan Kimia, jika memang tidak bisa hadir, mereka harus memberikan alasan yang jelas.

Agung Supriyanto selaku Ketua Umum Himaki memaparkan bahwa Batu Putu dipilih lagi sebagai lokasi outdoor tahun ini karena tempat ini dirasa cocok untuk kegiatan KAMI. Peserta akan mengikuti rangkaian acara yang mengasyikan di sesi outdoor, mulai dari games, pengenalan bidang dan biro, sampai fieldtrip dari pos ke pos di mana tiap posnya akan diisi oleh bidang dan biro yang terdapat di Himaki.

Selain itu, peserta juga disuguhkan dengan  pemandangan alam yang indah dan suasana yang menyejukan yang dapat membantu melepaskan kesibukan perkuliahan untuk sementara waktu.

Organisasi membutuhkan rasa saling mengenal dan memahami antara sesama anggota organisasi tersebut. Untuk mencapai poin ini, pengurus menugaskan kepada setiap peserta untuk membuat biografi satu pengurus HIMAKI sekaligus foto bersama sebagai tanda bukti, dan mereka harus mengumpulkannya sebelum indoor. (Tri Yuliana/Novazila/Nuryanti/Ulfatun)

Kamis, 22 November 2012

SDP Sebagai Rangkaian dari Kegiatan BBQ


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) merupakan fakultas terakhir yang mengadakan Self  Development Program (SDP). Sebuah acara yang masuk dalam rangkaian kegiatan BBQ (Bina Baca Al-Quran) dan diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Rois yang bekerjasama dengan dosen untuk penilaian praktikan agama. Tahun ini SDP mengangkat tema “Menjadi sainsteks qurani kalo bukan gue siapa lagi” yang berlangsung  (11/11) di Gedung Fasilitas Bersama (GFB) lantai 1.

Acara ini diikuti oleh 235 mahasiswa baru, jumlahnya sedikit menurun dari agenda Madurasa yang diadakan sehari sebelumnya. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari penilaian BBQ sehingga setiap mahasiswa baru muslim harus mengikutinya, apabila ada yang tidak mengikutinya maka akan ada pengurangan nilai atau tidak akan diperkenankan untuk mengikuti UAS BBQ, namun jika ada mahasiswa yang berhalangan hadir dengan alasan yang jelas akan dilakukan pertimbangan.

 Pada kegiatan ini peserta diberi tiga materi, materi pertama disampaikan oleh Ahmad Khairuddin Syam selaku Wakil Gubernur FMIPA mengenai urgensi tarbiyah, materi kedua tentang quantum learning oleh Anang Destian dan yang terakhir motivasi berprestasi oleh Rahmat Suri.

“Menurut saya yang paling menarik dari kak Raden soalnya disitu kita dikasih tau gimana caranya membangun karakter dan metode-metode belajar yang optimal, trus kalo yang dari kak Ahmad sama kak Anang hampir sama tentang pentingnya belajar, kebanyakan yang didapet sih motivasi,” ujar Ulfa mahasiswa kimia 2012.

Kegiatan ini bertujuan sebagai pengembangan diri bagi mahasiswa baru untuk mendidik moral, membangun karakter muslim sejati dan lebih meningkatkan spiritualnya. “Tetap semangat untuk peserta dalam  mengikuti agenda-agenda yg dilaksanakan BBQ karna baik untuk mahasiswa muslim yang masih baru agar tidak tersesat dalam mencari karakter karna belum punya prinsip agar bisa menuju ke arah yang benar,” ujar Sofie selaku Waketum ROIS. (Tiyas/Anis/Welmi)

Gamafi , Himafi Next Generation


Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) melaksanakanPelantikan Gamafi (Generasi Muda Fisika) bagi mahasiswa baru fisika 2012.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 25-26 November 2012 bertempat di Youthcamp. Pelantikan bersifat outdoor yang kegiatannya berisi tentang pembekalan materi terkait organisasi, sharing bersama pengurus dan alumni, field trip, games dan diakhiri dengan pelantikan Gamafi. Kegiatan ini melibatkan seluruh mahasiswa baru jurusan fisika, pengurus Himafi, Alumni dan Dosen.

Menurut Ketua Umum Himafi, Mujiono mengatakan bahwa belum pahamnya mahasiswa baru akan rumahnya sendiri yakni Himafi, maka perlunya diadakan pelantikan Gamafi untuk mengenal organisasi sehingga dapat mengetahui bagaimana organisasi Himafi dan seperti apa itu berorganisasi, sehingga dengan pembekalan baru mereka dapat menjadi pengurus sebagai regenerasi pengurus sebelumnya.

Muji menambahkan bahwa kendala yang dihadapi adalah tentang perizinan yang kini diperketat di FMIPA dikarenakan kegiatan ini akan berlangsung secara outdoor, selanjutnya yaitu tentang pendanaan. Terlepas dari itu semua, sejauh ini masih dapat diatasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terwujud generasi baru yang dapat lebih baik daripada sebelumnya sehingga Himafi di masa depan dapat lebih optimal peranannya di jurusan, dan dapat menumbuhkan loyalitas yang lebih dibandingkan pengurus sebelumnya.(Andri/Rika/Novi/Lutfi/Irsan)

Kurangnya Minat Mahasiswa FMIPA pada PKM


Lulusan sebuah perguruan tinggi dituntut untuk memiliki Pengetahuan Akademik, kemampuan berfikir, Kepampuan me-manage sesuatu, dan kemampuan untuk berkomunikasi. Kekurangan atas salah satu dari ke empat keterampilan tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Hal ini lah yang melatar belakangi Pemerintah untuk mengadakan sebuah program yang dinamakan Program Kegiatan Mahasiswa (PKM). Pada program yang dikoordinasikan oleh Dikti ini menawarkan beberapa jenis penawaran, seperti PKM Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T) dan PKM-Penulisan Ilmiah (PKM-I) serta masih banyak penawaran lainnya.

Pada tahun ini Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) sendiri mengalami penurunan pada jumlah peserta yakni sekitar 6 orang yang mengikuti Program Bergengsi ini.

“Tahun ini FMIPA hanya mendaftarkan 5 sampai 6 orang pendaftar saja, jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Drs. Tugiyono M.Si, Ph.D selaku pembantu dekan III FMIPA Unila Saat ditemui di ruangannya, Rabu (21/11).

Menurutnya, penurunan jumlah ini diduga akibat banyaknya mahasiswa FMIPA yang sedang mengalami kesibukan baik pada bidang akademik maupun non akademik, seperti kesibukan praktikum maupun organisasi kampus. Ini cukup memprihatinkan, dikarenakan melihat hadiah yang cukup menarik sudah disediakan oleh pemerintah yakni Rp 3.000.000, didanai penelitiannya, dan diikut sertakan pada PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).

Saat ditanyai tentang persiapan mengikuti program ini, Mahasiswi Jurusan Fisika Angkatan 2009, Meli Sapaan akrabnya mengatakan. “Memperbanyak Literatur saja untuk persiapan proposalnya, biar lebih paham dan lebih mengerti sama materinya,” tuturnya. Meli merupakan salah satu peserta PKM dari FMIPA yang mengikuti PKM jenis Penelitian.

Washinton Simanjuntak, Ph. D selaku pembimbing PKM Nasional memberikan beberapa tips untuk para mahasiswa untuk meningkatkan kreativitasnya agar bisa mengikuti program ini pada tahun selanjutnya. “Saya sarankan kepada mahasiswa khususnya mahasiswa baru, yang sudah berkeinginan seperti itu seringlah membaca di website dikti mengenai PKM ini. Kemudian sering bertanya kepada kakak tingkatnya. Lalu jangan menunda-nunda hingga semester akhir, “ ujar salah satu dosen kimia ini. (Khairil/Anisa/Puput/ Niken)

Senin, 19 November 2012

LOMBA ESAI ONLINE NATURAL


PESERTA.
Perlombaan ini terbuka untuk UMUM (Semua Kalangan).

TEMA.
Kekuatan Media Sosial Dalam Perubahan Masyarakat.

WAKTU DAN TEMPAT PENGUMUMAN PEMENANG.
Tiga orang pemenang dan 15 kontributor terbaik akan diumumkan pada tanggal 30 Desember 2012 melalui website NATURAL FMIPA UNILA (www.natural.web.id) dan akan dihubungi langsung oleh panitia lomba.


KETENTUAN LOMBA.
1.    Lomba ini bersifat TERBUKA dan GRATIS serta tidak dipungut biaya pendaftaran.
2.    Naskah harus asli, bukan terjemahan, bukan plagiat dan bukan saduran.
3.    Naskah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD.
4.    Naskah Essay yang sudah dikirim menjadi milik panitia.
5.    Naskah harus sesuai dengan tema.
6.     Naskah diketik minimal 4 hal dan maksimal 7 hal, ukuran A4, paragraph 1,5 spasi, margin 4-3-3-3, dan dikirimkan melalui E-mail kami di lomba.essay.natural@gmail.com dalam bentuk softcopy.
7.    Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, ataupun dalam bentuk buku, antologi maupun melalui internet.
8.    Pengiriman naskah lomba essay dimulai pada tanggal 17 November 2012 – 17 Desember 2012. Pada akhir naskah essay ditambahkan Biodata atau Identitas Penulis ( Nama, tempat tanggal lahir, alamat tinggal, nomor telepon, dsb).
9.    Pengiriman naskah harus melalui E-mail dan tidak diterima bila mengirim secara konvensional (Hardcopy)
10.  Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.



Pemenang Lomba :
Juara I :
a) Uang Tunai Rp 300.000
b) Sertifikat
c) Majalah Natural
d) Buku Motivasi

Juara II :
a) Uang Tunai Rp 200.000
b) Sertifikat
c) Majalah Natural
d) Buku Motivasi

Juara III
a) Uang Tunai Rp 100.000
b) Sertifikat
c) Majalah Natural
d) Buku Motivasi

Akan dipilih 15 karya terbaik yang nantinya akan dibukukan. Bagi 15 Kontributor yang terpilih wajib membayar biaya sebesar Rp 30.000 dan akan mendapatkan bukti buku terbit serta sertifikat.

JURI LOMBA.
1.    Adian Saputra (Jurnalis Lampung Post dan penulis buku “Menulis Dengan Telinga”)
2.    Budisantoso Budiman (Jurnalis LKBN Antara).

Informasi Lomba:
Bila ada pertanyaan mengenai lomba essay ini dan untuk Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui situs kami di  www.natural.web.id atau melalui Contact Person:
Silvana Maya Pratiwi   (085768610220)      
Sigit Sopandi                (08976068897)

Atau datang langsung di:
Sekretariat UKMF Natural Fakultas MIPA Universitas Lampung Gedung Fasilitas Bersama (GFB) lantai 2. Jalan Soemantri Brodjonegoro No.1 Gedong Meneng Bandar Lampung 35145.

LOMBA INI FULL GRATIS !!!

Twitter         : Natural_unila
FB               : Natural Fmipa Unila


Selasa, 13 November 2012

Mahasiswa Bukan Pendidikan Militer, Tapi Pendidikan Kesetaraan


Kabar terkait pembatasan kegiatan Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang berkaitan dengan mahasiswa baru di FMIPA sudah terdengar dari telinga satu mahasiswa ke mahasiswa lain. Beri­kut adalah hasil wawancara khusus Redak­tur Natural, Sigit Sopandi bersama Dekan FMIPA Unila, Prof. Suharso, Ph.D. tentang kejelasan kabar tersebut. Berikut Petikannya:

Sebenarnya peraturan baru itu seperti apa?
Sebenarnya bukan peraturan baru, hanya ke­sepakatan bersama dengan LK. Untuk meng­hindari akses negatif dari kegiatan maha­siswa itu sendiri. Sebenarnya, Setelah propti resmi tidak ada propti lagi. Tapi kebanyakan dari LK masih saja mengadakan kegiatan dengan mahasiswa baru, padahal mahasiswa baru itu masih terbilang sensitif. Kejadian­nya dimulai ketika acara dari jurusan Ilmu Komputer diadakan. Saya mendapat telepon dari dekan Ekonomi, ada mahasiswa yang pingsan, saya kaget. Karena tidak ada maha­siswa yang melapor ada kegiatan, PD 3 juga belum memberitahu ada kegiatan.
Setelah saya tanya ke mahasiswa, ternyata memang ada 2 mahasiswa yang pingsan. Be­rarti ada dua kemungkinan, pertama terjadi kekerasan fisik dan kedua ada kekerasan mental. Ternyata benar terjadi kekerasan mental saat acara berlangsung, ada yang nen­dang-nendang kursi. Seharusnya tidak terjadi hal ini. Maka dari itu, setelah peristiwa itu terjadi saya langsung menghubungi semua kajur. Untuk tidak mengizinkan kegiatan apapun yang melibatkan mahasiswa baru.
Mahasiswa itu bukan pendidikan militer, tapi pendidikan kesetaraan. Tidak ada perbedaan antara kakak kelas dengan adik kelas, semua seharusnya saling menghormati dan meng­hargai. Untuk kegiatan LK yang melibatkan mahasiswa baru yang sudah berjalan itu di­izinkan dengan syarat; mahasiswa yang ber­sangkutan menulis surat kesediaan mengi­kuti kegiatan itu. Kedua, harus ada dosen pembimbing di lapangan dua orang. Ketiga, ketua LK menulis surat pertanggungjawaban di atas materai bahwa ketua LK akan ber­tanggungjawab atas kegiatan itu dan tidak ada kekerasan fisik ataupun mental. Tetapi untuk tahun 2013, semua kegiatan maha­siswa baru yang keluar akan di stop, kecuali kegiatan yang disatukan oleh BEM.

Bukankah itu sebuah pembatasan ke giatan mahasiswa?
Sebenarnya pada intinya kegiatan itu tidak dilarang, ketika tidak ada kekerasan. Hanya saja, mahasiswa baru itu masih takut dan cemas. Terlebih isu sekarang masih negatif tentang mahasiswa.
Kegiatan keluar boleh, seperti Karya Wisata Ilmiah (KWI), disana kita akan belajar sal­ing menghargai dan memahami, menyatukan semua jurusan dan menghindari ego jurusan. Karena ego jurusan itu berbahaya, seperti kekerasan yang terjadi di Makassar. Hal ini adalah salah satu contoh akibat yang terjadi karena ego jurusan. Mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubah, akan rusak image-nya karena hal ini.

Kecuali KWI, apakah semua kegiatan yang berkaitan dengan mahasiswa baru akan di stop ?
Iya, akan di stop. Kalau kegiatan itu masih didalam kampus tidak masalah. Kalau me­mang kegiatan seperti marah-marah, bentak-bentak itu di Menwa atau KSR wajar saja tapi kan tidak wajar untuk mahasiswa baru . Kalau ada jurik malam, masuk-masuk hutan, camping seharusnya itu di pramuka. Tapi ka­lau bangun malam untuk sholat malam, nah itu boleh-boleh saja.

Bagaimana jika kegiatan keluar itu justru anjuran dari dosen, seperti makrab. Ala­sannya karena attitude mahasiswa yang kurang baik?
Makrab itu kan tidak seratus persen mem­buat mahasiswa langsung berubah baik. So­pan atau tidak itu tergantung karakter orang. Dan dosen juga berperan penting dalam pembentukan karakter ini. Misalnya, ada ma­hasiswa yang telat karena macet, tetapi tidak diizinkan masuk ketika dosen yang telat den­gan alasan sakit kepala atau alasan lain, lalu masuk. Itu sebenarnya bukan contoh yang baik. Jadi antara dosen dan mahasiswa itu saling berkaitan. Makrab bukanlah satu jalan akhir untuk pendidikan karakater. Awalnya memang dilakukan untuk mengenal kakak tingkat, tapi salah memahami hal itu. Dan justru menjadi bahan untuk mengerjai adik-adiknya. Itu akan menjadi kebiasaan yang kurang baik. Antisipasinya maka itu saya akan menambahkan porsi untuk pendidikan karakter dalam agenda mahasiswa.

Apakah penambahan pendidikan karak­ter itu akan dimasukkan ke dalam 1 SKS jadwal akademik?
Maksudnya bukan 1 SKS dalam perkuliahan, pendidikan ini secara tidak langsung. Bisa lewat fakultas atau BEM. Namun bersifat mengikat. Misal, jika tidak mengikuti keg­iatan itu beasiswa tidak kita berikan. Karena sebenarnya jika ada mahasiswa yang gak nurut, dari sekian mahasiswa itu wajar-wajar saja. kita hanya melakukan tindakan pence­gahan.

Mungkinkah pembatasan kegiatan itu ter­jadi pada UKM, misal ROIS atau Natu­ral?
Sementara akan tetap dibatasi. Ketika mer­eka sudah di semester 3, baru boleh keluar.

Adakah kemungkinan tahun depan akan ada izin keluar walau berkaitan dengan mahasiswa baru dengan memenuhi syarat tadi?
Untuk kegiatan yang berkaitan dengan ma­hasiswa baru tidak boleh.

Apakah untuk penambahan peraturan ini sudah disosialisasikan?
Sudah, berdasarkan hasil rapat berita acara, dan semua sudah tanda tangan. kalau me­mang perlu silahkan minta di PD 3 untuk berita acara itu. (Sigit)

Himaki Road To School


Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaki) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung adakan Chemistry Road To School (CRTS) ke SMA 15 Bandarlampung pada Jumat (9/11).

Acara yang merupakan program kerja bidang 3 ini bertujuan untuk memperkenalkan Jurusan kimia ke SMA yang ada di Lampung dan juga sebagai salah satu sarana mempromosikan kegiatan besar Himaki yakni Kimia EXPO.

“Tahun ini kita mencoba memperbanyak sekolah yang akan dikunjungi. Minimal targetan 10 sekolah selama 1 tahun kepengurusan dengan rincian 7 sekolah di luar Bandarlampung dan 3 sekolah di Bandarlampung,” ujar Fajri, kabid bidang 3.
SMA 15 adalah sekolah kedua yang pengurus Himaki kunjungi, sekitar 15 pengurus hadir pada kegiatan yang juga bekerjasama dengan jurusan kimia ini.

“Awal-awal kita mencoba sharing terkait kehidupan perkuliahan, kemudian baru kita memperkenalkan terkait jurusan kimia dan program kerja yang ada di Himaki, salah satunya Kimia EXPO yang merupakan agenda besar dalam rangka Dies Natalis Jurusan,” tutur mahasiswa semester 5 ini.
Mahasiswa 2010 ini memaparkan bahwasanya targetan yang diinginkan tidak hanya siswa-siswi, tetapi juga guru-guru kimia. Karena salah satu rangkaian dari Kimia EXPO adalah pelatihan manajemen laboratorium untuk guru-guru kimia.

“Semoga melalui kegiatan ini nantinya ketika kimia EXPO diselenggrakan, pesertanya bertambah dari tahun sebelumnya. Dan peminat Jurusan Kimia semakin banyak,” harapnya di akhir wawancara.

ROIS Adakan Madurasa


Dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap al-quran maka Rohani Islam (ROIS) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung mengadakan Madurasa (Mabit dan Dhuha Bersama).

Madurasa merupakan salah satu kegiatan penunjang dari bimbingan belajar al-quran FMIPA yang berkoordinasi dengan Badan Khusus Bimbingan Baca Al-quran Universitas (BK-BBQ U). Kegiatan yang dikhususkan untuk mahasiswa baru angkatan 2012 ini dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu kelompok Ikhwan (Laki-laki) dan kelompok Akhwat (Perempuan).

Untuk kelompok Ikhwan telah melakukan Mabit pada Jumat (9/11) di masjid Daarul Hikmah (DH) mulai pukul 20.00. acara tersebut diisi materi Dauroh Sholat oleh ustad Mujahiddin. “Materi tersebut diberikan agar mahasiswa baru tidak hanya benar dalam membaca al-quran tetapi juga dalam sholat,” ujar Prasetio Ersa selaku ketua BBQ FMIPA. hadir 70 mahasiswa baru pada kegiatan yang merupakan program kerja biro BBQ ini.

Sedangkan untuk kelompok akhwat dilakukan dhuha bersama dan pembacaan al-matsurot pada Sabtu (10/11) di Gedung Fasilitas Bersama (GFB) lantai 1. Kegiatan ini juga diisi dengan materi Dauroh Sholat oleh Sri Mulyowati.

Menurut Ketua Umum ROIS, Achmad Triadi dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan mahasiswa baru semakin peduli dan cinta terhadap al-quran untuk senantiasa mempelajari dan menambah pemahamannya tentang islam serta meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Minggu, 11 November 2012

Natural Adakan PPAI 2012


Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Natural Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) akan mengadakan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah (PPAI) 2012.

Kegiatan yang bertemakan “Melalui PPAI, Tingkatkan Kreativitas Menulismu” ini akan dihelat pada Sabtu, 17 November di Ruang Auditorium Perpustakaan Unila Lantai III. Pendaftaran sudah mulai dibuka pada 29 Oktober-16 November di Sekretariat UKMF Natural, Gedung Fasilitas Bersama (GFB) Lantai II FMIPA.

Kegiatan ini terbuka untuk pelajar, mahasiswa dan umum. “kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas penulisan artikel dan karya tulis ilmiah di kalangan mahasiswa dan pelajar,” ujar Andri selaku Ketua Pelaksana.

Lebih lanjut ia menjelaskan, melalui PPAI ini semoga mahasiswa dan pelajar mampu menulis artikel ilmiah dengan baik dan benar serta berani dan mampu mempublikasikan karya tulis atau artikel ilmiahnya ke instansi masyarakat atau media massa.

Tambahnya lagi, untuk tahun ini terjadi peningkatan biaya registrasi dari tahun sebelumnya. Bagi peserta pelajar dan mahasiswa dikenakan biaya sebesar Rp. 35.000, sedangkan peserta umum dikenakan biaya sebesar Rp. 40.000.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri yang berpengalaman dibidangnya. Pemateri-pemateri tersebut adalah Washinton Simajuntak (Dosen Pembimbing PKM Bidang Penelitian Terbaik Tingkat Nasional) dan Adian Saputra (Jurnalis Lampost dan Penulis Buku “Menulis Dengan Telinga”)

Peserta akan mendapat fasilitas berupa sertifikat, block note, majalah natural, seminar kit, makan siang, snack + softdrink dan workshop. Bagi siapa saja yang tertarik menjadi peserta, bisa langsung mendatangi sekretariat UKMF Natural, atau untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Hermansyah Romadhona (085789768640) atau Andri (08975753448). (Silvana)

Himafi Kembali Adakan WKTI



Workshop Karya Tulis Ilmiah (WKTI) adalah salah satu program kerja bidang yang ada di Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi. WKTI ditunjukan untuk mahasiswa baru jurusan Fisika, pada tahun ini acara diadakan selama dua hari yaitu  pada (29-30/9) di gedung fisika. Sekitar 43 peserta hadir dalam acara ini.

WKTI merupakan salah satu sarana dari Himafi untuk mengembangkan kreasi mahasiswa baru untuk berkarya terutama dalam hal karya tulis.  Pada kegiatan ini diisi dengan empat materi yang dapat melatih peserta workshop agar dapat membuat  karya tulis ilmiah dan mempresentasikannya dengan baik.

Materi-materi ini disampaikan oleh dosen-dosen di jurusan fisika. Hari pertama diisi oleh Gurum Ahmad Fauzi dengan materi mengenai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM),  materi kedua terkait ide atau gagasan oleh Simon Sembiring, Ph.D, kemudian hari kedua pada materi diisi oleh Dr.Warsito mengenai teknik penulisan karya tulis ilmiah dan materi kedua tentang teknik presentasi yang baik oleh Eti Yulianti.
“materi yang menarik menurut saya itu cara mencari ide dari Pak Simon, teknik penulisan  karya ilmiah juga menarik dari Pak Warsito jadi lebih mengerti,” ujar Riri, salah satu mahasiswa fisika 2012.

Melalui WKTI mahasiswa dilatih untuk membuat karya ilmiah yang baik dan benar dengan arahan dari dosen serta untuk membuat laporan dan  makalah. Setelah mendapatkan materi tentang cara membuat karya tulis ilmiah dan cara mempresentasikannya dengan baik, peserta workshop dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian di setiap kelompok dibimbing oleh satu kakak asuh untuk membuat sebuah karya tulis dan peserta diberi waktu selama dua minggu untuk menyelesaikan karya tulis yang akhirnya akan dipresentasikan.

“Harapan untuk peserta yang pasti acara ini  benar-benar bermanfaat untuk dirinya yang kedua dengan berjalannya dengan baik mahasiswa diharapkan mengerti apa yang disampaikan pemateri untuk dirinya jadi dapat langsung diterapkan dalam prakteknya membuat makalah,” harap ketua pelaksana WKTI. (Tiyas/Tazkiya/Ulfatun/Novazila/Niken)

Asah Kreativitas Melalui PKM


“Dari PKM mahasiswa bisa mendapatkan ilmu, pengalaman, dan juga uang. Apa lagi yang dicari?,” ujar Washington Simanjuntak yang juga pembimbing PKM terbaik tingkat nasional. 
Dosen kimia ini merasa prihatin karena partisipasi dari mahasiswa khususnya di MIPA yang masih sangat sedikit dan kurangnya keterlibatan dosen.

Sebenarnya PKM bisa maju jika mahasiwa mempunyai hubungan yang baik dengan dosennya. Berdasarkan pengalaman jika proposal dibiarkan begitu saja tanpa ada campur tangan dari dosen, akan sulit untuk bisa lolos seleksi,“ tambahnya.

PKM terbuka  tidak hanya mahasiswa yang mengambil perkuliahan eksakta saja. Mahasiswa dengan latar belakang bidang ilmu sosial, ekonomi, pendidikan juga bisa mengikuti PKM ini, karena di PKM sendiri terdapat 7 kategori yang diperlombakan, yaitu PKM-P (Penelitian), PKM-T (Teknologi) , PKM-K (Kewirausahaan), PKM-M , PKM-KC (Karya Cipta), PKM-AI (Artikel Ilmiah) dan PKM-GT (Gagasan Tertulis).

PKM sendiri dikhususkan untuk kalangan mahasiswa. Sebenarnya dosen tidak diperkenankan untuk mengikutinya, tetapi karena mahasiswa masih membutuhkan peranan dosen dibelakangnya, jadi keikutsertaan dosen dalam PKM itu sudah menjadi hal biasa,” tutur dosen kimia fisik ini.
Terdapat beberapa kriteria untuk menjadi proposal PKM yang baik yang sudah ditentukan dalam buku panduannya. Mulai dari persyaratan administrasi, format penulisan, jumlah halaman dan gagasan  yang aktual.
Semua itu harus mengikuti panduan yang ada, karena dalam seleksi awal proposal, pasti akan ada banyak pesertanya, jika dari formatnya saja sudah salah, itu bisa membuat proposalnya langsung di singkirkan,” jelasnya.

Sebenarnya Universitas Lampung sendiri sudah 2 kali berhasil lolos sampai ke tingkat nasional. Pada 2007 saat Lampung menjadi tuan rumah, tim dari jurusan kimia lolos setelah mengajukan PKM tentang semir sepatu dari daging buah karet. Di Tahun 2010, tim kimia kembali berkarya di Nasional dengan mengangkatnano silica dari silica sekam padi dan Bali menjadi tuan rumah pada saat itu.

Menurut Washington, sampai saat ini yang menjadi kendala  utama dalam membimbing tim PKM adalah kurangnya antusias dari mahasiswa, kemudian kurangnya belajar cara menulis proposal dan kurang membaca proposal penelitian yang ada. (Andri/Adelfira/Linda/Windi/Nafilata)

Senin, 05 November 2012

Siap Bersaing di Nasional


Para Pemenang OSN-Pertamina 2012 bersama Dekan, PD 3
dan Perwakilan Pertamina
Indonesia butuh pemuda cerdas untuk memajukan teknologi negeri. Oleh karena itu, Pertamina bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di seluruh Indonesiamenyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2012guna mencetak generasi berprestasi sebagai energi negeri. Seleksi final tingkat daerah yang dilaksanakan 8 Oktober lalu menghasilkan 3 terbaik di setiap bidang studi untuk kategori Theory, dan terbaik pertamakategori Science Project. Juara pertama Theory dan Science Project ini berkesempatan untuk mengikuti seleksi di tingkat nasional yang akan di selenggarakan di Universitas Indonesia.

Sebelum merebut gelar juara, peserta harus melewati beberapa tahap seleksi. Seleksi multiple choice kategori Theory menyisihkan 9 peserta di setiap bidang studi yang berkesempatan mengikuti babak semifinal. Dalam tahap ini, 9 peserta dari setiap bidang studi diwajibkanmengumpulkan makalah beserta slidepresentasi dengan memilih satu dari tiga tema yang disediakan panitia.

Sebelum mempresentasikan makalah, terlebih dahulu peserta diminta mengerjakan essay. Penilaian dari hasil essayini yang akan menentukan peserta menjadi 6 besar. Enam terbaik ini akan mempresentasikan  makalah yang telah dibuat sebelumnya di hadapan juri yang berasal dari Universitas Lampung. Meskipun begitu, soal dan jawaban semua berasal dari pusat. Dengan menggabungkan nilai essay dan nilai presentasi, ditentukanlah peringkat I, II, dan III yang masing-masing mendapat beasiswa senilai Rp 6,5 juta, Rp 4,5 juta, dan Rp 2,5 juta.

Tiga tim dari Universitas Lampung berhasil masuk 4 besar dalam kategori Science Project. Mereka berdampingan dengan satu tim dari Bangka Belitung untuk melakukan seleksi final menggunakan media Teleconference. Penyeleksian dilakukan di masing-masing universitas, dan di Universitas Lampung sendiri Teleconference dilakukan di gedung Pusat Komputer (08/10). Tim diminta mempresentasikan makalah yang telah dibuat di hadapan juri pusat via Teleconference. Tahun ini Lampung belum bisa mengirimkan mahasiswanya untuk bersaing di kancah nasional, karena yang terpilih menjadi tim terbaik pertama adalah Bangka Belitung.

“Alhamdulillah, meski tim kami belum berhasil lolos seleksi untuk go nasional, tapi kami mendapat banyak kupon yang menjadikan poster kami sebagai poster terfavorit dan banyak hal yang didapat dari mengikuti kompetisi ini, salah satunya paham gimanamenggunakan media teleconferencedalam berkomunikasi,” ujar Dina Fitri Aliana, salah satu peserta Science Project.

Berbagai persiapan dilakukan peserta untuk bersaing dengan para pemenang yang mewakili provinsi masing-masing, tidak hanya kesiapan fisik namun juga kesiapan materi yang akan diujikan. “Meskipun telah puas menyandang juara pertama tingkat provinsi dalam bidang matematika, namun harus lebih banyak belajar dan berlatih soal yang sifatnya statistik untuk go nasional, karena pada dasarnya saya berasal dari matematika murni,” ungkap Angga Wijaya, peraih juara pertama OSN dalam bidang matematika.

Seleksi tingkat nasional akan dilaksanakan pada 26 November 2012. Peserta akan berangkat satu hari sebelum kompetisi dimulai. “Pemenang akan berangkat sekitar satu hari sebelum kompetisi, akan ada yang mendampingi mereka, panitia dari Pertamina pun akan menjemput di bandara,ujar Dr. Tugiyono, M.Si. Ph.D., selaku Pembantu Dekan III FMIPA.

Di ajang kompetisi nasional, peserta akan kembali diminta mengerjakan essay dan mempresentasikan makalah dihadapan juri dengan saingan yang lebih sulit dibanding tingkat provinsi. Pertamina memfasilitasi semua kebutuhan peserta, mulai dari keberangkatanhingga pulang ke daerahnya masing-masing. Puncak kegiatan pada 30 November 2012, di malam itu akan ada penganugrahan hadiah pemenang Theory dan Science Project, dan juara pertama berkesempatan untuk bekerja di Pertamina. (Tri/Novia/Dian/Prisky)



179 Mahasiswa FMIPA Terancam DO


Drop Out atau biasa dikenal dengan DO merupakan istilah yang sering digunakan untuk mahasiswa yang terancam dikeluarkan atau diberhentikan dari masa studinya. Cemas, takut, kecewa, mungkin itulah yang sedang dirasakan oleh 179mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Lampung yang masuk dalam daftar calon DO dengan perincian, Ilmu Komputer sebanyak 38 mahasiswa, Matematika sebanyak 26 mahasiswa,  Biologi sebanyak 25 mahasiswa, Fisika sebanyak 28, Kimia sebanyak 27, dan MI sebanyak 35.

Miris memang, ketika ketetapan dari pihak universitas yang menyatakan bahwa lama studi program sarjana di Unila ini hanya 14 semester atau berkisar 7 tahun. Memang tidak semua mahasiswa yang berada pada daftar terancam tersebut telah sampai pada akhir masa studinya. 

Berdasarkan peraturan akademik BAB II Pasal 16 dan 17 Unila, menetapkan mahasiswa yang akan di-DO dari program sarjana dinilai dalam tiga tahap (akhir semester 4, 11 dan 14) yang didasarkan pada Indeks Tahap (IT) minimum 2,00 yang perhitungannya sama dengan perhitungan IPK (Indeks Prestasi Akademik). Sedangkan diploma, di-DO karena dua hal yaitu tidak naik dari tingkat yang sama dua kali berturut-turut dan masa studi habis sebelum tercapainya persyaratan kelulusan dari program diploma.

Tidak hanya permasalahan pada bidang akademik, ada pula permasalahan pada bidang administrasi. Mahasiswa yang sudah keluar dari jurusan akan tetapi tidak mengurusi kepindahannya, maka mahasiswa itu pun dapat dimasukkan kedalam daftar mahasiswa calon DO tersebut. Pemulihan itu tetap ada, akan tetapi dilihat dari pada permasalahan mahasiswa itu sendiri, seperti yang dikatakan Prof. Suharso Ph.D selaku Dekan FMIPA saat ditemui diruangannya pada Jumat (19/10).

“Kalau mereka bisa diselamatkan, kita akan selamatkan agar mereka bisa keluar dari krisis itu, tapi kalau sudah mentok, maka apa boleh buat,” Ujar dosen kimia ini.

Menjadi salah satu daftar mahasiswa calon DO adalah hal yang tidak diinginkan bagi setiap mahasiswa. Salah satunya Eko Parias, mahasiswa Matematika ini memiliki kiat khusus agar tidak masuk dalam daftar calon DO. “Kita harus rajin belajar, biar IP-nya nggak satu nasakomkebawah, dan juga rajin belajar kelompok sama temen,” jelas mahasiswa semester 3 ini. (Khairil/Aldino/Merda/Suyanti)


Himakom Gelar Abacus dengan Dana Iuran


Ya  kan dana kemahasiswaan dari dekanat untuk Himakom belum ada, jadi kalau buat kegiatan dananya dari iuran panitia dan peserta,” ujar Muhammad Chairuddin selaku Ketua Umum Himakom.

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer (Himakom) kembali mengadakan kegiatan untuk mahasiswa baru. Kegiatan yang bernama Abacus (Angkatan Baru Computer Science) ini mengusung  tema “Meningkatkan Kualitas Mental, Kerja Sama, dan Intelektual Bersama.

Acara yang dilaksanakan 13-14 September ini terdiri dari kegiatan indoordan outdoor. Saat indoor, ada dua materi yang disampaikan yaitu tentang ManajemenWaktu oleh Anggar Bagus Kurniawan, mahasiswa ilkom 2008. Materi kedua terkait hypnoteraphydisampaikan oleh Ahmad Khairudin Syam, mahasiswa ilkom 2010.

Sedangkan saat outdoor yang dilaksanakan di Pantai Mutun, rangkaian acara yang digelar berupa games dan field trip. Abacus ditujukan bagi mahasiswa baru jurusan ilmu komputer sebagai langkah awal untuk menjadi kader muda Himakom (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer).

Selain meng-upgrade dan melatih tata krama, dari materi yang diberikan harapannya mereka bisa mengubah kebiasaan ketika SMA mengenai waktu dan tentang hypnoterapy,” ujar ketua pelaksana, Rahmat Widodo.
Menurut Rahmat, Himakom sebagai jurusan baru di FMIPA mempunyai referensi kegiatan yang masih kurang, jadi dalam rangkaian kegiatan yang diadakan selama ini masih dalam tahap belajar dengan melihat kepada LK atau UKM lain.

Seperti anak kecil yang ingin belajar berjalan, ia pasti melihat cara orang lain berjalan dulu. Begitu juga kami yang sedang belajar dengan melihat himpunan mahasiswa atau UKM lain,” jelas mahasiswa 2011 ini.

Menurut Ketua Himakom, banyak kendala yang dihadapi selama pelaksanaan. Kendala utama dari semua kegiatan yang baru-baru ini dilaksanakan adalah pendanaan dan minat mahasiswa baru sendiri. Hal ini dibuktikan dengan melihat jumlah peserta yang hadir dalam acara, hanya 48 mahasiswa dari 145 mahasiswa Ilmu Komputer dan Manajemen Informatika.

Menanggapi kurangnya peserta yang hadir, udin mengungkapkan bahwa dalam acara yang diselenggarakan Himakom sebelumnya sempat diambil alih oleh alumni yang notabene-nya bukan panitia. "Inginnya sih banyak peserta, tapi kalau memang adanya segitu, ya di maksimalkan. Lagipula dari pihak fakultas melarang kalau acara yang melibatkan mahasiswa baru nggak boleh ada paksaan, tutur mahasiswa yang akrab disapa Udin ini.

Udin juga berharap bahwa nantinya setiap agenda yang diadakan oleh Himakom, mahasiswa baru bisa ikut serta di dalamnya, baik sebagai peserta maupun sebagaipanitia. (Asti)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...