Jangan Biarkan Terlambat Menjadi Kebudayaan

Terlambat merupakan hal yang lumrah bahkan sudah menjadi suatu kebudayaan masyarakat Indonesia. Karena itu, Indonesia terkenal dengan jam ka...


Terlambat merupakan hal yang lumrah bahkan sudah menjadi suatu kebudayaan masyarakat Indonesia. Karena itu, Indonesia terkenal dengan jam karet. Mari kita contoh bangsa Jepang. Jepang adalah salah satu dari segelintir negara Asia yang sanggup menyaingi Amerika dan Eropa, baik dari segi ekonomi, pendidikan, budaya dan lain-lain. Mengapa? Salah satu alasannya karena masyarakat Jepang sangat menghargai waktu dan kesempatan. Dalam bekerja, belajar, hingga menghadiri pertemuan, mereka senantiasa tepat waktu. Tepat waktu untuk mulai dan tepat waktu pula untuk berakhir. Mereka akan datang sebelum acara dimulai, dan tidak akan beranjak sebelum acara benar-benar berakhir. Waktu yang ada digunakan seefektif mungkin. Sangat berkebalikan dengan orang Indonesia, yang datangnya telat namun justru berlomba ingin pulang duluan. Dengan memelihara budaya tepat waktu, orang Jepang jadi lebih produktif bekerja dan meraih banyak kesempatan.

Bagi mahasiswa, terlambat dapat membuat ketertinggalan materi, bahkan bisa saja tidak diperbolehkan untuk mengikuti perkuliahan. Dengan keseringan terlambat, kita telah menyia-nyiakan waktu yang ada. Oleh karena itu, menjadi orang yang tepat waktu sangatlah penting, karena dengan begitu kita menghormati waktu dan orang lain. Dengan demikian, jangan biarkan terlambat seolah mendarah daging dalam kebudayaan kita. 

Berikut beberapa tips agar tidak terjangkit penyakit bernama terlambat:

1. Mengidentifikasi Akar Permasalahan Keterlambatan. 
Ini merupakan hal yang sangat penting. Ibarat membasmi rumput, kita harus mencabut rumput sampai akarnya supaya tidak tumbuh lagi. Demikian juga dengan terlambat, kita harus mencari tahu akar permasalahan kenapa kita terlambat. Setelah kita tahu penyebabnya, maka kita akan dengan mudah untuk menanggulangi masalah tersebut. Berbagai masalah umum penyebab keterlambatan diantaranya tidur terlalu larut, menunda pekerjaan, menyepelekan waktu dan kurang persiapan. 
2. Perkara Besar Baru Perkara Kecil. 
Kalo kamu pernah dengar gini: perkara kecil dulu baru perkara besar. Nah, dalam mengatur waktu, kalimat itu nggak cocok! Malah sebaliknya, kita harus ngedahuluin kegiatan-kegiatan terpenting dulu. Keseringannya kita senang banget ngelakuin sesuatu yang menjadi kesukaan kita terlebih dahulu. Yang kasihannya, kesukaan kita itu nggak terlalu penting. Misal nih, kita lebih memilih nonton teve dulu, baru setelah itu ngerjain pe-er. Atau main-main dulu, baru ngerjain tugas-tugas rumah. Bukan dilarang untuk ngelakuin apa yang kita sukai. Tetapi, faktanya kalo kita ngedahului aktivitas-aktivitas terpenting dulu, ketika ingin mengerjakan sesuatu yang kita sukai, rasanya lega banget, kayak punya banyak waktu. 
3. Biasakan Hidup Rapi, Bersih dan Teratur. 
Tahu nggak yang sering banget menyebabkan kita telat atau terlambat? Berbalik dengan yang disebutkan di poin ini, kita sering banget semrawutan. Coba deh ingat-ingat lagi, ketika kita mau pergi, mana udah kepepet, ntah itu kunci motor, dompet, tas, kaos kaki dan bahkan sepatu nggak tau letaknya di mana. Terpaksa deh nyari lagi. 
4. Beretika. 
Jika kita tahu bahwa menunggu itu merupakan hal yang tidak menyenangkan, jangan biarkan seseorang menunggu kita. 
5. Bangun Lebih Awal. 
Dengan bangun lebih awal, kita memiliki waktu yang lebih untuk mempersiapkan keperluan-keperluan yang dibutuhkan.
6. Bersikap Dewasa. 
Karena tidak tepat waktu adalah salah satu tanda kita belum dewasa atau tidak profesional. 
Menjadi orang yang selalu ontime itu tidaklah susah. Tepat waktu akan melatih diri kita untuk disiplin dan sikap inilah yang akan menghantarkan kita pada kesuksesan. Seperti yang dirasakan oleh Sri Bawani, mahasiswa 2011 ini berhasil meraih juara III OSN Pertamina 2012 tingkat Provinsi dalam bidang Fisika berkat kerja keras dan sikap disiplinnya. 

“Terlambat bukanlah hal yang baik untuk di follow up dan seharusnya kita mampu untuk meminimalisirnya. So, bukan berarti lebih baik terlambat daripada tidak datang sama sekali, tapi lebih baik mengusahakan ontime daripada terlambat,” ujar mahasiswi semester 3 ini. (Sri/Sumber Internet)

Related

Berita Kampus 8462015372754709026

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item