Mahasiswa dan Idealismenya

Miftah Farid Artama (Ketua Umum Himatika  FMIPA Unila) Mahasiswa harus IDEALIS! Sebagai mahasiswa kita dapat menyanggah ataupun mendukung de...


Miftah Farid Artama (Ketua Umum Himatika  FMIPA Unila)
Mahasiswa harus IDEALIS!

Sebagai mahasiswa kita dapat menyanggah ataupun mendukung dengan pernyataan tersebut. Akan tetapi, mahasiswa tak lengkap rasanya kalau tidak mempunyai satu sifat naluri idealisme yang muncul seiring dengan kedewasaan mahasiswa itu sendiri. Selain itu juga ditunjang dengan lingkungan kampus yang menjadikan mahasiswa mempunyai karakter dan berpendirian teguh.

Idealisme merupakan suatu kata yang sakral untuk kebanyakan mahasiswa. Turut menghiasi setiap derap langkah kaki menuju kampus tercinta guna menuntut ilmu dan menuntut sebuah keadilan ketika beraksi di jalan. Menjadi suatu indikasi dan nafas tentang suatu pergerakan menuju suatu perubahan yang diidamkan.
Mahasiswa dengan sederet titel sosial mulai dari iron stock, agent of change, dan social control. Bahkan, menurut sebagian besar masyarakat, mahasiswa adalah orang yang serba bisa dan serba tahu berbagai persoalan yang muncul dalam masyarakat. Hal ini membuat mahasiswa menjadi kaum elit dan terhormat dibanding dengan kaum muda lainnya.

Sebagai iron stock, mahasiswa adalah ujung tombak pertahanan idealisme bangsa serta perjuangan rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan dari perbudakan ekonomi, kemiskinan, rendahnya pendidikan, buruknya birokrasi, dan dari segala belenggu yang menghambat kesejahteraan masyarakat.

Menjadi agent of change yang senantiasa membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi dirinya sendiri, orang lain maupun lingkungannya. Serta menjadi social control yang selalu peka terhadap sesuatu yang terjadi disekitarnya. Semua itu dapat dicapai, salah satunya dengan idealisme. Idealisme untuk menjadi mahasiswa yang sesungguhnya, yang memiliki intelektualitas tinggi dan kepekaan akan lingkungannya.
Sebenarnya, tugas dan tanggung jawab kita sebagai mahasiswa sangatlah berat. Terkadang kita mengatakan bahwa kita semua adalah pemuda harapan bangsa. Akan tetapi, pemuda seperti apakah kita nantinya? Saat ini adalah salah satu masa penentu akan seperti apa kita nantinya. Dititik inilah kita memulai membangun idealisme di mana kita memperoleh ilmu dan suntikan semangat yang begitu besar untuk berlomba memiliki sesuatu yang begitu diagungkan oleh mahasiswa, Idealisme.

Namun, pertanyaan sesungguhnya adalah mampukah kita mempertahankan idealisme kita disaat iming-iming akan kekuasaan, kekayaan, serta jabatan berada dihadapan kita? Siap sediakah kita mau menukar idealisme itu dengan berbagai bentuk penghianatan? KKN, penipuan, bahkan tindakan kriminal sekalipun banyak dilakukan oleh orang-orang terhormat yang dulunya aktif sebagai aktivis yang mengumbar idealisme.
Melihat hal itu, seharusnya kita membuka mata bahwa tantangan yang sesungguhnya adalah bukan bagaimana kita bisa memiliki suatu idealisme yang kuat. Tapi bagaimana kita mempertahankan idealisme itu tetap kuat disaat kita memiliki kekuasaan dan berada dilingkungan di mana idealisme bisa dengan mudah digadaikan. Itulah tantangan yang sebenarnya.

Semoga saja kita merupakan mahasiswa sekaligus pemuda yang memiliki idealisme dan mampu mempertahankannya di tengah tekanan yang diberikan oleh lingkungan. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya peka terhadap masalah individu, melakinkan mahasiswa yang peka akan keadaan sosial dan kondisi bangsa.

“Idealisme adalah kekayaan terakhir yang dimiliki oleh pemuda”

Related

Berita Kampus 6736484674504801653

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item