Mahasiswa dan Perannya

Oleh : Raden Usman (Wakil Gubernur BEM FMIPA Periode 2011-2012) Bagaimana kabar Mahasiswa hari ini ? Para mahasiswa yang menjadi harapan unt...

Oleh : Raden Usman (Wakil Gubernur BEM FMIPA Periode 2011-2012)

Bagaimana kabar Mahasiswa hari ini ? Para mahasiswa yang menjadi harapan untuk sebuah perubahan bagi bangsa ini. Para mahasiswa yang menjadi pemimpin masa depan yang akan menggantikan pemimpin hari ini. “Berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia,” Bung Karno. Sebuah keyakinan yang dimiliki oleh Proklamator kita terhadap Pemuda bangsa ini.
Masihkah kita ingat sejarah gerakan mahasiswa negeri ini ? 
Tahun 1908 mahasiswa membentuk sebuah organisasi yang di sebut Budi Utomo, kemudian pada tahun 1928 muncul gerakan mahasiswa yang kita kenang dengan Sumpah Pemuda. Kemudian apa peran mahasiswa dalam perjalan kemerdekan bangsa kita? Ingatkah kita pelajaran sejarah dimana saat itu diculiknya Soekarno-Hatta oleh para mahasiswa yang mendesak untuk secepat mungkin Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1966 bagaimana bersatunya gerakan mahasiswa untuk menurunkan rezim Bung Karno. Pada tahun 1998 yang kita kenal sebagai Reformasi Negeri, dengan menurunkan Pak Harto sebagai Presiden setelah 32 tahun kepemimpinannya yang disebut rezim Orde Baru. Mahasiswa telah mencatat sebuah sejarah dalam setiap perjalanan Bangsa kita.
Taukah kita apa itu mahasiswa?  Dan siapakah Mereka?
Mahasiswa merupakan sebuah nama yang melekat pada seorang Pemuda yang berada di Perguruan Tinggi baik itu Negeri maupun Swasta. “MAHA” yang artinya tertinggi dan “SISWA” artinya orang yang mencari ilmu. Sehingga dapat diartikan Mahasiswa ialah orang-orang mencari ilmu yang mendapatkan dedikasi tinggi bagi Bangsa ini. Maka dari itu keberadaan mahasiswa menjadi sangat penting dalam perbaikan bangsa menuju kesejahteraan masyarakat.
Sebagai Agent Of Change (Agent Perubahan) yang melekat pada mahasiswa mestinya membuat mahasiswa tidak boleh menjadi seorang penonton atau bahkan tertidur pulas disaat negeri ini di hadapkan pada persoalan-persoalan sulit. Mahasiswa harusnya berperan aktif dalam perbaikan kehidupan bangsa ini untuk meningkatkan kesejahteraan dalam masyarakat. Social Control (Control Social) merupakan peran yang melekat pada mahasiswa dengan menjadi orang yang mengontrol sekaligus mengawasi kehidupan di dalam masyarakat. Di dalam proses tersebut mahasiswa juga menjadi jembatan bagi masyarakat dengan menampung aspirasi serta harapan di dalam masyarakat untuk para pejabat negeri ini, yang hari ini mulai lupa dengan tugas mereka. Selain itu mahasiswa dapat berperan dalam menganalisis permasalahan-permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat dengan pembenahan dan perbaikan.
Apakah peran tersebut masih ada di dalam diri mahasiswa saat ini ?
Pertanyaan yang bisa dijawab oleh diri anda sendiri. Mari kita evaluasi yang sudah kita lakukan sebagai mahasiswa hari ini. Apakah kita telah melakukan yang terbaik untuk masa depan bangsa ini,  bukankah mahasiswa merupakan pemuda yang berintelektual. Menjalankan peran secara maksimal dengan membekali diri dengan Ilmu yang kita jalani dan Organisasi yang berperan dalam pembentukan karakter. Maka bangsa ini telah menunggu ukiran-ukiran sejarah yang ditorehkan oleh pemuda hari ini.
Jati diri bangsa kita bisa di lihat bagaimana karakter mahasiswa hari ini. Banyak istilah-istilah yang muncul dikalangan mahasiswa seperti; mahasiswa yang apatis, hedonisme, Fragmatis dll. Istilah ini kemudian dilekatkan pada sebagian mahasiswa yang di anggap hanya mementingkan diri sendiri, acuh tak acuh, sibuk dengan kepentingan dirinya sendiri. Suatu kondisi yang semestinya kita coba hilangkan dalam karakter mahasiswa hari ini, dengan menjadi bagian perubahan bangsa ini. Dan saya yakin istilah tersebut  tidak pernah ada pada diri kita.
Perbedaan pemikiran mahasiswa yang kemudian berimbas munculnya kelompok-kelompok baru yang membawa semangat nasionalisme dengan berbagai tujuan untuk bangsa ini dengan melupakan ideology bangsanya sendiri. Kondisi inilah makin menjadikan mahasiswa jauh dari kepedulian terhadap bngsa dengan hanya berorientasi terhadap kepentingan mereka. Dengan saling menjatuhkan antar kelompok berharap mereka menjadi baik, suatu hal yang menjadi sorotan terhadap mahasiswa hari ini. Bukankah tujuan kita hanya untuk perbaikan bangsa.
Sangat disayangkan ketika hari ini mahasiswa sudah mulai dimanfaatkan sebagai aktor yang digerakkan dengan skenario-skenario mereka, yang  memiliki kepentingan pribadi dan kelompok. Mahasiswa telah menjadi menu empuk bagi partai-partai politik yang hanya menggunakan mereka untuk tujuan partai semata. 
Kenapa partai menjalin kerjasama dengan mahasiswa ?
Karna mahasiswa begitu dekat dengan masyarakat, karna suara mahasiswa mewakili suara masyarakat, dan karna mahasiswa bagian dari masyarakat. Sehingga dapat dengan mudah untuk mempengaruhi masyarakat. Jangan sampai kita tertipu dan terperdaya oleh janji mereka, sadarilah masyarakat menitipkan penderitaan mereka kepada anda untuk diselesaikan.
Bagaimana dengan MIPA hari ini ?
Berbanggalah untuk kalian yang hari ini menjadi Mahasiswa FMIPA. Tempat dimana kita membekali diri untuk menjadi “Generasi Harapan” bangsa. MIPA hari ini dikenal sebagai fakultas yang adem ayem, kerjaannya setiap hari laporan dan laporan, tingkat apatisme tinggi, dll. Biarkan saja mereka berbicara yang terpenting bagaimana kita membuktikan bahwa MIPA lebih baik, bagaimana MIPA peduli, dan bagaimana MIPA berpolitik. Dengan menghilangkan kepentingan pribadi dan kelompok untuk mejadikan MIPA lebih baik, Jangan Sampai perpecahan yang diakibatkan perbedaan pemikiran berdampak pada perselisihan.  Tetap jaga ideology mahasiswa sehingga tidak dimanfaatkan dan dijadikan aktor dengan anda di sutradara oleh orang lain. Kawan-kawan mahasiswa berpegang teguhlah pada ideology bangsa ini agar anda tetap terjaga kemurnian jati diri sebagai generasi bangsa. Ingatlah harapan besar mereka telah diletakkan di pundak anda dengan penuh impian.
Salam Mahasiswa.

Related

Berita Kampus 5199898676583990205

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item