Berantas Rasa Malas

Tanggungjawabnya terhadap orangtua membuat mahasiswa semester 5 ini bertekat untuk menghasilkan prestasi yang membanggakan di bidang akademi...


Tanggungjawabnya terhadap orangtua membuat mahasiswa semester 5 ini bertekat untuk menghasilkan prestasi yang membanggakan di bidang akademik, Hanif Amrullah ZA. Mahasiswa Kimia ini adalah salah satu mahasiswa berprestasi di jurusan kimia. Prestasi terakhir yang ia raih adalah Juara 2 OSN-PTI Pertamina 2012. Di semester 4, pria yang disapa Hanif ini sudah mewakili Universitas Lampung (Unila) dalam Olimpiade Nasional MIPA (ON-MIPA) Perguruan Tinggi (PT) bersama 5 orang lainnya dari jurusan kimia.
Prestasi yang ia raih bukan tanpa perjuangan. Karena bisa kuliah di jurusan kimia dia lakukan dengan pengorbanan, pergorbanan mendapatkan izin kedua orantuanya. “Awalnya orangtua gua melarang banget untuk kuliah di FMIPA, mereka ingin anaknya jadi seorang guru dengan kuliah di FKIP,” jelas Hanif.
Tapi keinginan Hanif untuk menjadi seorang peneliti atau dosen memperkuat keinginannya untuk menjadi mahasiswa di FMIPA. Sehingga ketika SNMPTN, MIPA Kimia menjadi pilihan pertamanya. “Saat pengumuman SNMPTN keterima, terus gua bilang ke orangtua. Tapi orangtua marah, mereka bilang ngapain kuliah di FMIPA. Mau jadi apa,” tutur pria yang juga Kabid bidang 2 Himaki ini.
Berkat pengorbanannya menjelaskan kepada kedua orangtuanya, akhirnya Hanif bisa melakukan daftar ulang di hari terakhir daftar ulang SNMPTN dengan syarat selama kuliah di FMIPA, pria yang memiliki Indek Prestasi Akademik (IPK) 3,69 ini dilarang untuk nge-kost dan melakukan pulang balik Metro-Bandarlampung.
Dengan perjuangan yang luarbiasa itulah, Hanif berjuang untuk menghilangkan rasa malas yang sering menghigapi para pelajar atau mahasiswa. “Yang sebenarnya harus kita inget itu kalau kita disini ini tujuannya untuk belajar. Belajarlah disaat memang kita ingin belajar, bukan karena paksaan. Termasuk berusaha menghilangkan rasa malas, baik malas kuliah, ngerjain tugas maupun malas belajar,” jelasnya.
Tidak mengerjakan tugas dan lebih memilih nonton televisi, main games, jalan-jalan, dan sebagainya adalah hal lumrah yang kita amati disekitar kita.
Ya, MALAS. Kata yang menjadi nominasi terpopuler di telinga kita jika kita tidak mau melakukan sesuatu. Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. 
Contohnya saja malas bangun dari tempat tidur, dalam hati pasti kita berkata, “Sepuluh menit lagilah, masih ngantuk!” tetapi kenyataannya kita akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya telat pergi ke kampus.
Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Kita menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang kita tidak suka. Kita malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan di masa depan.
Ada beberapa tips untuk memberantas rasa malas: 
1. Jangan Tunda Aktivitas
Nah, kalau kita sering menunda-nunda pekerjaan,  kita akan semakin bosan karena terlalu banyak yang harus kita kerjakan. Untuk mahasiswa yang masih setia dengan laporan praktikumnya, dilarang sekali saja menunda-nunda mengerjakannya. Cobalah membiasakan  diri kita untuk tidak menunda-nunda mengerjakan tugas, dengan memberi sugesti positif bahwa jika kita lebih cepat melakukannya maka kita akan lebih cepat mendapatkannya.
2.  Membuat buku agenda/jadwal
Buat buku catatan agenda, kemudian tempel di tempat yang akan selalu kita lihat. Bawalah buku saku kecil untuk catatan agenda kita, ceklis setiap agenda yang sudah kita kerjakan. Jika memang harus ditunda maka atur kembali jadwalnya dan segera dilaksanakan. Upgrade selalu semangat kita, jangan memanjakan diri, tanamkan pijkiran positif agar terbiasa. Seperti yang dikatakan oleh Analia Asih, mahasiswa jurusan matematika 2009, “Instingmu akan mempengaruhi aktivitasmu.”
3. Ganti “Kapan Selesainya?” dengan “Saya Mulai Sekarang!”
Apabila kita dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.
Katakan setiap kali kita bekerja: “Saya mulai sekarang”. Cara pandang ini akan menghindarkan diri dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan.
4. Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”
Berpikir bahwa kita harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan kita menjadi malas mengerjakannya. Kita akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut. Satu tip yang bisa kita gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”.
5. Melakukan satu hal pada sekali waktu
Ini mungkin tampak jelas, tetapi kita bisa menjadi malas karena kita mencoba untuk melakukan lebih dari satu hal pada sekali waktu. Itu membuat kita merasa kewalahan. Jadi pilih melakukan hanya satu hal pada sekali waktu dan mengabaikan sisanya. (Joko)

Related

Opini 6443764443890628527

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item