Gerakan FMIPA Go Green

Siapa yang tahu akan seperti apa pohon-pohon tinggi di depan gedung-gedung perkuliahan itu di sepuluh tahun yang akan datang. Tetap tanpa pe...


Siapa yang tahu akan seperti apa pohon-pohon tinggi di depan gedung-gedung perkuliahan itu di sepuluh tahun yang akan datang. Tetap tanpa perubahan, mati layu termakan usia jaman, atau bisa jadi akan semakin menjulang menyaingi gedung-gedung perkuliahan. Siapa yang tahu bahwa bisa saja sebelum sepuluh tahun ke depan, pelataran gedung-gedung perkuliahan itu akan rata tanpa pohon. Penebangan toh bisa kapan saja dilakukan jika memang diperlukan.
Sabtu bersih dan aksi tanam pohon FMIPA yang diadakan Sabtu (3/11) lalu ini melibatkan seluruh civitas akademika fakultas. Mahasiswa dan pihak dekanat berbondong-bondong menanam pohon dan memungut sampah yang terserak di pelataran-pelataran gedung perkuliahan. Semua tanpa terkecuali.
Kegiatan yang merupakan bentuk kerja sama pihak dekanat dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA ini disambut baik oleh semua kalangan mahasiswa. "Awalnya setelah hearing dengan pimpinan LK, semua sepakat kalau ingin diadakan jumat bersih. Usul ini awalnya belum sepenuhnya ditanggapi. Tapi, setelah diskusi dengan pembantu dekan III dan adanya isu mengenai tumpukan sampah di belakang GFB, perintah untuk bersih-bersih di MIPA itu turun dari dekan," ujar Ahmad Khairuddin Syam selaku wakil Gubernur FMIPA ketika ditemui di Graha, Selasa (20/11).
Ahmad juga menyampaikan bahwa penanaman pohon ini dilakukan karena melihat keadaan pohon-pohon di MIPA yang dirasa perlu regenerasi. Hal ini membuat aksi yang baru kali pertama dilakukan semenjak ia menjadi mahasiswa baru ini disambut antusias oleh mahasiswa. "Nggak begitu ada kendala, karena pohon yang kita tanam itu adalah pohon yang dikumpulkan mahasiswa baru saat propti, seperti glodokan, bougenville, dan cemara yang memang tahan saat cuaca panas dan dingin," tuturAhmad.
Masalah alam dan sampah memang tak hanya sebatas mengelola. Perlu pembaharuan setiap kalinya. Paradigma mahasiswa akan kebersihan dan kenyamanan lingkungan perkuliahannya semakin hari terbilang menurun. Sebanyak apapun TPS (Tempat Pembuangan Sampah) dan kotak sampah yang disediakan, rasanya tidak ada pengaruhnya. Jangankan memisahkan sampah organik dan anorganik, mengulurkan tangan ke kotak sampah pun rasanya segan. Maka dari itu perlu dicari solusi yang benar dari permasalahan ini. Benar tidak sama dengan betul, karena pada dasarnya kebenaran berbeda dengan kebetulan.
Aksi penanaman pohon dan sabtu bersih FMIPA ini dihadiri langsung oleh Dekan FMIPA, Prof. Suharso, Ph.D., Dosen kimia ini bahkan ikut menanam pohon tepat di depan Gedung Fasilitas Bersama (GFB) FMIPA disaksikan oleh mahasiswa yang ikut berpartisipasi Sabtu itu.
Kegiatan ini dijelaskan pula akan terus dilakukan khususnya dalam topik jumat atau sabtu bersih. Sedangkan untuk penanaman pohon tentu tidak akan dilakukan lagi, mahasiswa FMIPA hanya tinggal merawatnya saja.
Seperti yang dialami Miftah Farid Artama, Ketua Umum Himatika ini menjelaskan bahwa ia sangat interest terhadap kegiatan ini. Menurutnya, ini merupakan terobosan baru yang dilakukan FMIPA karena dalam lingkup fakultas, menanam pohon ini memang baru pertama kalinya. Berbeda kalau dalam lingkup jurusan, seperti jurusan Biologi yang sempat mengadakan penanaman bakau, begitu juga di jurusan kimia.
"Karena kalau di jurusan matematika itu jarang terjun ke lapangan, jadi temen-temen dari matematika belum pernah melakukannya," jelas Miftah ketika ditemui di sekretariat Himatika, Selasa (20/11).
Bagi Miftah, ini merupakan bentuk solidaritas mahasiswa. Selain itu, ia menyayangkan tidak adanya anjuran membawa perlengkapan apapun yang memang diperlukan, seperti cangkul dan sebagainya.
Miftah juga merasa bahwa penanaman pohon yang dilakukan oleh Dekan FMIPA itu kurang simbolis. Menurutnya, harus disaksikan oleh seluruh mahasiswa yang datang Sabtu itu. Jadi, ia sangat menyayangkan bahwa ketika Dekan FMIPA menanam pohon, ada kelompok lain yang masih sibuk menanam di tempat lain.
Lain halnya dengan Udin, sapaan akrab Ketua Umum Himakom, menurutnya penanaman pohon ini sangat penting karena sekarang ini pohon-pohon sudah mulai sedikit. Meskipun ia mengaku sedikit lelah karena ikut menggali tanah ketika penanaman. Mengingat bahwa pohon-pohon di MIPA sudah menua,jadi memang perlu dilakukan penanaman kembali. Selain itu, Udin menjelaskan bahwa pada saat penanaman kemarin rencananya ada penandaan disetiap pohon yang ditanam untuk mengetahui akan tumbuh seperti apa nantinya.
"Selain tanam pohon, kita juga membersihkan halaman disekitar FMIPA. Seperti membersihkan sampah di belakang GFB yang memang sudah seperti itu sejak saya masuk MIPA. Tapi memang kalau tidak diingatkan, ya tidak akan dibersihkan," terang mahasiswa Ilmu Komputer ini. Kegiatan ini jugamendukung slogan besar Universitas yaitu kampus hijau Unila. Ia berharap bahwa seluruh mahasiswa bisa bersama-sama memperjuangkan MIPA. Tidak hanya menanam pohon, tidak hanya Sabtu bersih, tapi juga di mulai dari hal-hal kecil. (Audina/Ghaziya/Umi)

Related

Berita Kampus 1380581372546847874

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item