Menghadapi UAS (tidak) Sistem Kebut Semalam

Ujian Akhir Semester (UAS) t entunya tidak asing lagi bagi para mahasiswa, namun lain halnya bagi mahasiswa baru. Ujian Akhir Semester (UAS)...


Ujian Akhir Semester (UAS) tentunya tidak asing lagi bagi para mahasiswa, namun lain halnya bagi mahasiswa baru. Ujian Akhir Semester (UAS) akan menjadi pengalaman pertama untuk mereka di dunia perkuliahan.

Mahasiswa jurusan Matematika angkatan 2012 yang akrab disapa Angga ini menuturkan bahwa mengikuti UAS bukan hanya untuk kepentingan nilai saja, tapi untuk mengetes kemampuan tentang apa yang selama ini didapatkan.

Sebagian mahasiswa menerapkan Sistem Kebut Semalam (SKS)untuk menghadapi UAS. Padahal, setiap kali mendapat ilmu, akan jauh lebih baik untuk mengulangnya langsung ketika berada di rumah. Rasanya sama kayak SMA, agaktegang bagaimana dosenya karena sistematika tiap bidang beda, ada yang ketat dalam pengawasan,” ujar Angga.

Bagi mahasiswa baru,UAS membuat mereka sangat merasa tegang, terkadang mereka lupa apa yang sudah dipelajari, bahkan bisa tiba-tiba lupa nama mereka. Wah, ini bisa sangat berbahaya.

Tips untuk menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) :

1.      Mulai belajar 2 minggu sebelum ujian akhir
Untuk mendapatkan hasil yang baik dari ujian, kamu harus menyiapkan waktu yang lebih untuk belajar, tapi bukan berarti kamu jadi belajar sepanjang malam sebelum ujian tiba, karena itu tidak akan berdampak baik. Tapi jika kamu menyisihkan waktu satu jam setiap malam selama seminggu sebelum ujian, kamu akan pelan-pelan mengingat informasi dan hapalan ujian yang akan diujikan.

2.      Membaca semua ‘kisi-kisi’
Kamu tidak harus menghapal semua materi perkuliahan selama 10 - 12 pertemuan, karena itu akan hanya membuat otakmu terbebani dengan materi yang terlalu banyak. Pada umumnya, Dosen akan memberi kisi-kisi atau catatan tersendiri yang berhubungan dengan materi ujian, kamu harus mencatat atau benar-benar mendengarkan apa yang Dosen kamu katakan karena kisi-kisi tersebutlah yang harus kamu pelajari saat menjelang ujian daripada materi kuliah selama pertemuan.

3.      Mengingat Ujian Tengah Semester
Ujian Tengah Semester (UTS) yang sudah kamu lewati bisa menjadi cermin bagi kamu bagaimana Dosen kamu membuat soal-soal untuk ujian akhir nanti, karena biasanya pola saat Dosen membuat soal ujian tengah semester akan sama dengan ujian akhirnya, jadi kamu harus benar-benar memperhatikan apa yang di jelaskan dan yang keluar di soal-soal ujian nantinya.

4.      Mendengarkan Dosen
Pada umumnya setiap Dosen akan memberi tahu apa saja tentang ujian akhir, walaupun tidak secara langsung, karena pada dasarnya Dosen ingin mahasiswanya bisa melewati ujian dengan nilai yang baik. Kamu hanya perlu mendengarkan dengan seksama dan baik, dan Dosen akan memberi tahu bagian yang penting yang harus kamu tulis saat ujian nanti atau sebuah kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang bisa kamu jawab untuk latihan sebelum ujian.

Presentasi nilai sebuah UAS tergantung dari dosen masing-masing. Presentasi nilai UASsekitar 20-40%, presentasi yang cukup besar untuk penambahan nilai IPK. Bagi seorang Ir. Machudor Yusman, M.Si., Ketua Jurusan Ilmu Komputer Fakultas MIPA ini, belajar untuk UAS itu harus ditekankan jangan menggunakan sistem kebut semalam. Jika akan ujian pukul sepuluh, jangan dipaksa belajar karena nanti akanlupa karena otak sudah lelah belajar kebut semalaman. 

Pengaruh nilai UAS dari setiap bidang sudah memiliki persentase tersendiri dari dosen mata kuliah. Persentasenya bertahap, tergantung dosen masing-masing. Nilai UAS ini merupakan nilai kebijakan untuk menambah nilai-nilai kuis yang kurang mncukupi. (Dita/Anisa/Haryati)

Related

Berita Kampus 1353858942265258291

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item