Nilai Pemrog Matematika 2010 Bermasalah

Mahasiswa matematika angkatan 2010 kebingungan, resah, dan lelah menunggu nilai dari mata kuliah Pemrograman Komputer yang tak kunjung kelua...


Mahasiswa matematika angkatan 2010 kebingungan, resah, dan lelah menunggu nilai dari mata kuliah Pemrograman Komputer yang tak kunjung keluar. Nilai asli, bukan nilai yang sampai sekarang terpajang manis dalam siakad. Mata kuliah yang diajar oleh dosen Ilmu Komputer Didik Kurniawan, S.Si.,M.T. ini belum diketahui kejelasannya sampai sekarang. Didik menjelaskan bahwa nilai yang terisi pada siakad hanya berpatok pada nilai tugas mahasiswa, belum diakumulasi dengan nilai kuis, UTS bahkan UAS. "Saat itu semua nilai mahasiswa belum semua terekam," kilah Didik ketika ditemui diruangannya, Kamis (22/11).
Bisa jadi karena kesibukan, bisa jadi karena lupa, tapi dibalik itu semua dosen tetap mempunyai kewajiban memuat nilai mahasiswa. Meski berkilah bahwa nilai dalam kuliahnya memang sudah dimasukkan dalam siakad walaupun bukan nilai sebenarnya, akan tetapi tetap perlu pertanggungjawaban ketika didapati bahwanilai yang tertera dalam siakad semuanya sama. Hal tersebut tentu dipertanyakan kejelasannya.
Nilai asli kuliah Pemrograman Komputer untuk mahasiswa Matematika 2010 sudah ada. Namun, sampai saat ini nilai itu memang belum digunakan untuk mengganti nilai di siakad. Bahkan sampai sekarang Sekretaris Jurusan Matematika, Amanto, S.Si. M.Si. belum menerima salinan nilai yang benar dari Didik. Amanto menjelaskan bahwa dulu memang Didik pernah memberikan salinan nilai kepadanya, tapi nilai itu lagi-lagi bukan nilai sebenarnya untuk mahasiswa matematika 2010. “Nilai yang saya berikan kepada jurusan matematika itu belum fix. Nilai itu untuk persyaratan akreditasi jurusan yang mengharuskan mengumpulkan nilai mahasiswa,” terang Didik.
Sebagai ketua angkatan matematika 2010, Miftah Farid Artama menjelaskan bahwa ia dan teman-teman dari matematika sudah semaksimal mungkin mengupayakan nilai di mata kuliah Pemrog ini. Awalnya Miftah diminta menghubungi Didik melalui social network, Miftah menanyakan terkait nilai di kelasnya yang belum keluar yang jawabannya mengharuskan mereka menunggu sampai tanggal yang ditentukan. Sampai di tanggal tersebut, ternyata nilai tak kunjung pula keluar. Sehingga Miftah kembali bertanya kenapa masih juga belum diganti dan kembali mendapat jawaban yang tidak pasti.
“Saya jadi mulai gemes, saya coba sms lagi beliau dan balasannya adalah ‘tunggu saja’,” ujar Miftah ketika ditemui di sekretariat Himatika di hari yang sama. Ketika ditanya oleh teman-temannya, Miftah hanya bisa menjawab seadanya. “Karena disuruh menunggu ya jadi mau bagaimana lagi? Dulu pernah ada nilai yang keluar dalam bentuk hard copy. Nilainya sudah beragam. Tapi, setelah beberapa hari nilai itu dicabut dari papan pengumuman. Padahal pihak jurusan bilang bahwa nilai itu memang benar dari Pak Didik,” imbuhnya.
Tak hanya Miftah yang berusaha, mahasiswa Matematika 2010 lainnya pun sudah mulai bergerak, tapi tetap saja hasil yang didapatkan adalah sama. Nilai mata kuliah Pemrograman Komputer di Matematika 2010 masih belum jelas.
Miftah sangat menyayangkan hal ini. Menurutnya, ini sangat merugikan bagi mahasiswa. Seharusnya mahasiswa itu bisa mengambil SKS full, tapi karena nilai C di siakad membuat IPK-nya tidak mencukupi. Sedangkan yang mungkin saja nilainya lebih rendah dari C, bisa jadi kelebihan mengambil SKS. Hal ini pasti membuat kuliah mahasiswa menjadi sia-sia atau jika tidak tentu saja harus menghapus SKS yang berlebihan itu.
Klarifikasi ini pun turun dari jurusan matematika bahwa dari pihak jurusan yang diwakili oleh Amanto menjelaskan bahwa dirinya telah berulang kali mengingatkan Didik untuk segera memasukkan nilai pemrog mahasiswa. Karena masalah ini, pihak jurusan terus menerima keluhan dan dimintai klarifikasi atas nilai mahasiswa yang belum keluar di mata kuliah yang diajar oleh Didik ini. Amanto sudah mengupayakan hal ini sebisa mungkin, hanya saja tanggapan dari Didik yang terus mengiyakan setiap diingatkan ternyata sampai sekarang belum dilaksanakan.
“Pemberian dan pengisian nilai itu memang hak dosen, tapi kan mahasiswa perlu pertanggungjawaban kena dosen bisa memberikannya nilai C, D, atau E kepadanya. Mahasiswa pastilah butuh alasan kenapa mendapat nilai itu,” ujar Amanto.
Ketika ditemui di ruangannya, MIPA-T lantai 2 FMIPA, Didik mengakui bahwa ini memang kesalahannya yang terlambat memasukkan nilai di siakad. Menurutnya, pemberian dan pengisian nilai itu sepenuhnya hak dosen, nilai C pada siakad bisa jadi lebih baik dari nilai aslinya. Untuk mahasiswa yang menghadap dan menanyakan masalah ini ia anggap memang wajar-wajar saja, itu hak mereka.
Kebanyakan dari mereka yang menghadap selalu memiliki persepsi bahwa nilai asli mereka adalah lebih besar dari yang ada di siakad. Didik menganggap, ia sebagai dosen tahu mana mahasiswanya yang memang pintar dan dari hasil praktikum terlihat memang sebagian besar mahasiswanya tidak menguasai materi yang ia berikan. “Saya mohon maaf karena keterlambatan pengisian nilai ini memanglah kesalahan saya. Saya tidak mengumbar janji, intinya, saya akan mengupayakan nilai di siakad itu agar segera diganti dengan minta bantuan dari puskom,” terang dosen dari peer group sistem operasi ini mengakhiri wawancara.(Umi/Asti)

Related

Berita Kampus 6006374148880419407

Posting Komentar

  1. MOHON IZIN BAGI YANG MINAT NGURUS IJAZAH ASLI DAN RESMI SILAHKAN HUB : 0818 626 453
    ATAU BUKA SITUS RESMI KAMI www.ptariemargaijazah.com
    ANDA BAYAR KAMI KERJAKAN ADA HARGA ADA KHUALITAS ..

    TERIMA KASIH

    BalasHapus

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item