Pembatasan Kuota Bukan Penghambat Wisuda

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kembali meluluskan 60 mahasiswa. W isudawan FMIPA kali ini terdiri dari 16 mahasisw...


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kembali meluluskan 60 mahasiswa. Wisudawan FMIPA kali ini terdiri dari 16 mahasiswa program diploma dan 44 mahasiswa program S1. Rencananya, wisuda periode ini akan dilaksanakan pada Kamis mendatang, 27 Desember 2012.

Pelaksanaan wisuda pada periode ini berbeda dengan periode sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan kuota wisuda yang telah disepakati oleh pimpinan  universitas. Seperti yang diungkapkan oleh Pembantu Dekan I FMIPA, Dra. Dwi Asmi, M.Si., Ph.D. yang menyatakan bahwa pembatasan kuota wisuda dikeluarkan oleh Rektor Universitas Lampung pada rapat pimpinan universitas.

Iwan M. Ridwan, salah satu mahasiswa jurusan Fisika ini berpendapat bahwa adanya pembatasan kuota wisuda dapat merugikan mahasiswa. Mahasiswa yang seharusnya diwisuda pada periode ini tidak diwisuda karena kuota telah terpenuhi maka mahasiswa tersebut harus menunggu wisuda pada periode berikutnya. Seharusnya sudah lulus, tapi karena pembatasan kuota jadi mahasiswa yang menunggu harus membayar uang semesteran lagi. Kalau gratis iya juga,” ungkapnya.

Kebijakan yang diambil pada dasarnya demi kebaikan bersama. Ada alasan yang kuat hingga kebijakan tersebut dikeluarkan. Kebijakan pembatasan kuota ini pun dikarenakan kapasitas gedung yang tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa. Selain itu, agar tercipta suasana yang lebih nyaman dan formal. Jumlah mahasiswa yang melebihi batas dapat membuat suasana semakin padat dan ramai sehingga acara tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Pihak dekanat menjelaskan terjadinya pembatasan kuota yang menerapkan sistem online ini bukan merugikan justru akan mempermudah mahasiswa yang akan diwisuda. “Tidak ada dampak negatifnya karena tergantung dari mahasiswa yang ingin wisuda harus mendaftar dan mengurus lebih awal. Siapa yang lebih dulu mendaftar, maka dialah yang akan wisuda,” tegas Dwi Asmi. Dengan adanya pembatasan kuota ini, pihak universitas mengadakan lima kali wisuda dalam setahun sehingga lebih mempermudah mahasiswa yang ingin wisuda karena kesempatan lebih banyak.
Jihan Trimita Sari, mahasiswa jurusan Matematika angkatan 2008 menuturkan bahwa sistem wisuda sebaiknya seperti Institut Pertanian Bogor (IPB). Perguruan tinggi ini menerapkan sistem pembatasan kuota hanya untuk mahasiswa yang ingin mengikuti ceremony-nya saja.

Kalau pembatasan kuota sebaiknya untuk yang mengikuti ceremony saja. Jika kuota telah terpenuhi maka mahasiswa yang lain masih bisa mendapatkan ijazahnya namun tidak mengikuti ceremony dan tidak mendapat foto secara simbolis bersama rektor. Jadi intinya sama-sama wisuda juga,” terang mahasiswa matematika yang akan diwisuda pada bulan Desember ini. (Mariam/Rika/Novi/Indi/Niken)

Related

Berita Kampus 2519016245519604917

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item