Peran Ibu dalam Mendidik Karakter Anak

Oleh Puja Putri (Mahasiswi Ilmu Komputer 2012) * Buah tak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya. Pepatah ini seakan mengisyaratkan bahwa peri...

Oleh Puja Putri (Mahasiswi Ilmu Komputer 2012) *


Buah tak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya. Pepatah ini seakan mengisyaratkan bahwa perilaku seorang anak tak akan jauh berbeda dari orang tuanya. Jika orang tua berperilaku baik maka sang anak akan berperilaku baik pula, begitu pun sebaliknya.

Pemikiran ini memang ada benarnya. Lingkungan pertama yang ditemui anak adalah keluarga. Dari keluarga karakter mereka mulai terbentuk. Semua itu tergantung bagaimana cara orang tua mendidik karakter anak menjadi lebih baik.

Dalam mendidik karakter anak hendaklah dimulai ketika mereka masih kecil. Anak-anak cenderung akan meniru apa saja yang dilakukan oleh orang terdekatnya. Jika ibu sering memperlihatkan perbuatan baik kepada anaknya, secara tak sengaja sang anak akan merekam apa yang dilihatnya. Akan tetapi jika anak dihadapkan dengan kata-kata kasar maka lambat laun mereka akan ikut menirunya.

Anak dengan otak yang masih sangat berfungsi membutuhkan asupan yang sehat dari keluarganya. Misalnya anak yang berumur balita hendaknya lebih sering diajak mengerjakan sesuatu yang bermanfaat dibanding harus menatap televisi. Hal ini akan berdampak pada kecerdasannya. Seperti yang di ketahui, televisi lebih banyak mempertontonkan hiburan yang tidak bermanfaat dibanding pendidikannya. Alangkah lebih baik jika sang ibu mengajak anaknya bermain permainan yang bisa mengasah kemampuan otaknya. Ini juga salah satu upaya dini ibu dalam membentuk karakter sang anak menjadi lebih baik.

Namun dibalik itu, tak semua anak mendapat pendidikan karakter yang baik dari keluarganya. Diluar sana masih banyak hal terkait pertmbuhan karakter anak justru sangat memprihatinkan. Anak yang masih kecil dipaksa ibunya bekerja atau meminta-minta di jalanan. Tak sepantasnya anak diajarkan hal demikian. Belum saatnya anak-anak diajarkan untuk bekerja mencari uang. Masa-masa anak mendapatkan kasih sayang dan pendidikan justru dihabiskan untuk mencari uang.

Walaupun orang tua mempunyai masalah dibidang ekonomi, anak seharusnya tidak diajarkan meminta-minta. Sehingga pepatah yang menyebutkan bahwa buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya bisa dibantah dengan tergantung bagaimana peran orang tua dalam mendidik anak. Jika sang ibu mempunyai perilaku baik hendaknya sang anak harus lebih baik dari ibunya. Namun, jika ibu mempunyai perilaku yang kurang baik hendaknya anak mampu menutupi kekurangan ibunya dengan memiliki karakter yang dapat menyenangkan orang lain.

Jadi, dibalik kebaikan dan kejahatan yang dilakukan seseorang semua itu tak luput dari peran ibu yang mendidik mereka. Ibu yang dapat membuat anaknya selalu berbuat kebajikan, sopan santun serta ramah kepada orang lain adalah ibu yang dikatakan berhasil. Berhasil dalam mendidik dan mengasuh sang anaknya. Berhasil memberikan pendidikan karakter dan mencontohkan perbuatan baik kepada sang anak. Semua ibu pasti menginginkan anaknya berhasil dalam karir dan memiliki karakter yang baik. Pintar dari segi intelektual dan hebat dalam segi emosional. Itulah harapan semua ibu di dunia ini. Tak akan ada ibu yang menginginkan anaknya lebih buruk darinya. Semoga kita semua menjadi anak yang diharapkan oleh sang ibu tercinta.

*Penulis adalah Juara 1 Lomba Penulisan Opini Magang UKMF Natural

Related

Berita Kampus 3511796930044191917

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item