Sabtu, 13 April 2013

Natural Gelar Bakti Sosial



Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF)  Natural Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) mengadakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) dalam rangka menyambut  Hari Ulang Tahun (HUT)  Natural ke-14.  Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu (23/03) di 2 Panti asuhan. Yang pertama dilakukan di Panti Asuhan Qoroba Mulyo, Way Halim dan dilanjutkan di Panti Asuhan Rhaudatul Jannah, Lampung Selatan.

Sejak senin (11/03) hingga Jumat (22/03), Panitia Bakti Sosial melakukan penghimpunan bantuan dengan membuka posko bakti sosial di depan sekretariat UKMF Natural.  Selain itu, Panitia juga melakukan kegiatan penggalangan dana di beberapa lokasi strategis di Bandarlampung. Lokasi tersebut antara lain lampu merah Jalan Pramuka, Bunderan Gajah, lampu merah Unila dan lampu merah Universitas Teknokrat.

Hingga hari terakhir pengumpulan bantuan pada Jumat, (22/03) telah terkumpul bantuan berupa sembako, buku, pakaian, dan uang tunai sebesar Rp 700.000,-. Selain itu Lembaga Amil Zakat Daerah Amal Insani (LAZDAI) juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp 500.000,- . Semua bantuan yang telah terkumpul dibagi menjadi dua bagian, masing-masing diberikan kepada kedua panti asuhan tersebut.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan Umum UKMF Natural kepada ketua yayasan kedua panti Asuhan  tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama dan memperkenalkan UKMF Natural ke masyarakat luas.(Viendira)

Rabu, 10 April 2013

LOMBA CERPEN SAINS ONLINE NASIONAL 2013


Assalamualaikum Wr.Wb.

Mohon maaf kepada seluruh peserta Lomba Cerpen Sains Online (LCSO) Nasional UKMF Natural FMIPA Unila. Dikarenakan banyaknya naskah yang masuk, maka pengumuman diundur sampai tanggal 1 Mei 2013 pukul 21.00.
Pengumuman melalui website resmi kami disini (www.natural.web.id).

Hormat Kami


Panitia Lomba

Kamis, 04 April 2013

Kurangnya Dana, Pos Satpam Tidak Difungsikan Dengan Baik


"Satpam bukan bertugas menjaga kendaraan warga FMIPA, melainkan mengawasi kendaraan yang ada di lingkungan fakultas. Tugas utama satpam adalah menjaga aset negara yang ada di FMIPA. Hal ini dilakukan dengan menghimbau kepada mahasiswa untuk memasang kunci ganda pada kendaraan supaya lebih aman,"  ujar Samsul saat diwawancarai Rabu (14/3).

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (FMIPA Unila) menyediakan begitu banyak fasilitas yang berfungsi untuk mempermudah beragam kegiatan civitas akademika.
Tak hanya fasilitas di bidang akademik, FMIPA juga menyediakan fasilitas umum seperti tempat parkir, pos satpam, mushola disetiap jurusan, dan toilet. Dari beberapa fasilitas tersebut yang kian mendapat perhatian adalah pos satpam. Pos satpam yang dibangun sejak akhir tahun lalu selalu kosong. Fasilitas yang seharusnya dibangun sebagai tempat singgah petugas keamanan fakultas untuk mengawasi kendaraan masyarakat MIPA justru dipergunakan sebagai salah satu tempat singgah mahasiswa.

Semenjak maraknya pencurian motor yang terjadi pada semester satu tahun ajaran 2012/2013, portal- portal yang ada di FMIPA ditutup bahkan hanya ada satu jalan akses menuju FMIPA. Jalur tersebutlah yang kini telah dibangun pos keamanan. Memasuki semester dua, portal-portal tersebut mulai kembali dibuka.
"Pos satpam sudah ada, tapi saya tidak pernah melihat petugas yang standby di sana," ujar Dwi Nurkinasih, Mahasiswa Biologi 2012 yang kerap kali melewati pos satpam.

Menurut Dwi hal ini terkesan mubazir. Fakultas sudah menyediakan fasilitas tetapi kurang dimanfaatkan sehingga akan lebih baik dananya digunakan untuk membangun fasilitas yang lain yang bisa diberdayakan.
Nurul Hamidah, Mahasiswa Ilmu Komputer 2012 juga menanggapi bahwa kurangnya satpam dan dibukanya kembali semua portal yang ada di FMIPA memungkinkan terjadinya pencurian pada tahun lalu. "Di sini memang masih kurang fasilitas umum seperti kantin, mushola, dan dan tempat parkir yang terorganisir," ujarnya ketika diwawancarai Selasa (12/3).

Salah satu petugas keamanan FMIPA, Samsul, mengaku kekurangan petugas. Ia mengharapkan adanya tambahan petugas untuk teman jaga. Hal ini agar yang bertugas setiap siftada dua satpam, satu untuk standby di pos atau dekanat sementara satu orang lagi berkeliling FMIPA supaya keamanan dan kenyamanan tetap terjaga dan tidak terulang lagi adanya kehilangan kendaraan.

Samsul yang diwawancarai di depan gedung Jurusan Kimia pada Rabu (14/3) itu mengaku bahwa tidak pernah memungut biaya parkir. Satpam FMIPA ini pun sebenernya telah bekerja sama dengan BEM untuk menghimbau mahasiswa demi keamanan kendaraannya. Namun, rencana ini belum dapat berjalan. Karena berhubungan dengan dana dan tenaga kerja yang FMIPA miliki belum cukup memadai.

Ia juga menambahkan bahwasannya satpam bukan bertugas menjaga kendaraan warga FMIPA, melainkan mengawasi kendaraan yang ada di lingkungan fakultas. "Tugas utama satpam adalah menjaga aset negara yang ada di FMIPA. Hal ini dilakukan dengan menghimbau kepada mahasiswa untuk memasang kunci ganda pada kendaraan supaya lebih aman".

Menanggapi hal ini, Pembantu Dekan III FMIPA, Dr. Tugiyono M.Si. Ph.D., menegaskan bahwa satpam Fakultas MIPA hanya ada dua, Soleh dan Samsul. Kedua petugas keamanan ini menjalankan sift siang dan malam secara bergantian.

Dosen Biologi ini juga menjelaskan bahwa keberadaan satpam itu sangat penting, karena banyak sekali orang yang keluar masuk dekanat dengan berbagai keperluan.

Tugiyono sependapat dengan Samsul terkait kurangnya petugas keamanan sebagai salah satu kendala yang ada. Menurutnya, pos satpam yang dibangun akhir tahun lalu itu memiliki perencanaan yang baik demi keamanan dan kenyamanan lingkungan FMIPA. Hanya saja masih terdapat beberapa kendala dalam ketersediaan tenaga kerja sebagai satpam yang profesional. Hal lain yang menjadi kendala adalah kurangnya dana FMIPA yang dimiliki.

"Untuk menambahkan personil satpam tidak semudah itu. Satpam yang butuhkan adalah yang sudah Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena dana yang fakultas miliki tidak cukup membayar satpam honorer," tambah Tugiyono mengakhiri wawancara.(Fajrin/Lina/Merda)

Organisasi : Kontribusi atau Eksistensi ?


Oleh M.Syahril Edi Nasution (Kepala Departemen PSDM BEM FMIPA Periode 2011-2012)


Adalah reformasi tahun 1998 yang menjadi awal kebangkitan dunia kampus. Khususnya bagian organisasi kampus. Berkat perjuangan para pahlawan reformasilah sehingga kita para aktivis kampus dengan leluasa mengembangkan bakat dan potensi kita. Beberapa hasil perjuangan di era reformasi yang dapat kita lihat hari ini diantaranya adalah BEM dan DPM yang sebelumnya dikenal dengan sebutan dewan mahasiswa. Kemudian kedua lembaga ini sering diistilahkan dengan student government atau pemerintahan kampus. Sebuah replikasi dari pemerintahan yang sebenarnya. Sejatinya lembaga-lembaga di tingkat universitas didesain untuk menjadikan mahasiswa tidak terkurung lagi dengan aktivitas yang monoton, organisasi didesain untuk mahasiswa mengembangkan potensi diri, sarana memperbanyak teman, dan aktualisasi diri sebagai hasil dari pembelajaran yang ia peroleh di bangku kuliah. Lebih khusus bagi lembaga yang tergabung dalam student government mempunyai peran yang lebih besar lagi yakni, menyambung lidah rakyat dari pemerintah ke masyarakat atau sebaliknya dan sebagai kontrol sosial dalam hal IPOLEKSOSBUDHANKAM.

FMIPA Universitas Lampung, fakultas kita tercinta mempunyai lembaga-lembaga organisasi yang saat ini kita pergunakan sebagai tempat mengembangkan minat dan bakat (bagi yang mau). Sampai hari ini ada setidaknya sepuluh organisasi mahasiswa di tingkat fakultas MIPA. Organisasi mahasiswa itu antara lain, bidang pemerintahan kampus ada BEMF dan DPMF, organisasi bidang kerohanian ada Rois FMIPA, bidang pers mahasiswa kita kenal dengan Natural, kemudian bidang keilmuan kita dapat jumpai pada himpunan mahasiswa di tiap-tiap jurusan. Di Biologi ada Himbio, Matematika punya Himatika, Fisika dengan Himafi nya, Kimia ada Himaki, dan tidak ketinggalan jurusan Ilmu komputer dengan HMJ yang baru dibentuk (tahun 2011) yaitu Himakom. Untuk organisasi bidang minat bisa kita jumpai pada klub selam anemon.

Masing-masing organisasi punya wilayahnya sendiri dan masing-masing organisasi tidak boleh mengambil wilayah organisasi lain. Misalnya saja HMJ tidak boleh mengambil wilayah politik yang sudah dipegang BEM dan DPM, begitu juga sebaliknya. Tujuannya agar tercipta keharmonisan dalam penyelenggaraan organisasi. Masing-masing organisasi juga dilarang menyebarkan faham-faham atau doktrin-doktrin yang merusak, provokasi, membenci segolongan, atau bahkan partai politik. Tujuannya agar tercipta kerukunan dan sinergisitas organisasi yang baik di lingkungan kampus FMIPA tercinta.

Hari ini, peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sosial sangat ditunggu. Diharapkan mahasiswa mampu memainkan peran yang strategis sebagai bagian dari agent of change, social control dan iron stock. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, aktivis mahasiswa hari ini harus mengerti dengan baik peran dan fungsinya dalam berorganisasi. Realitas di Lapangan Pasca gerakan reformasi 1998 hingga saat ini terjadi adalah aksi-aksi mahasiswa yang terkesan kehilangan comon enemy (musuh bersama). Solidaritas gerakan mahasiswa semakin mencair ke dalam ke-akuan masing-masing. Kampusku, organisasiku, idiologiku, dan keaku-akuan yang lain. Meskipun tidak bisa dipungkiri masih ada beberapa organisasi yang tetap konsisten menjadi corong kepentingan rakyat dengan tetap melakukan aksi-aksi turun ke jalan, tentunya dengan konsep dan kematangan yang baik.

Ironisnya, mencairnya gerakan mahasiwa ke dalam internal kampus tidak menjadikan organisasi mahasiswa dapat tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan social society dan memiliki bargaining posisioning dalam mensikapi kebijakan-kebijakan biokrasi kampus dan mengakomodir aspirasi dan menjadi juru bicara mahasiswa. Kondisi semacam ini semakin diperparah lagi dengan tingkah pola segelintir mahasiswa yang meng-klaim dirinya sebagai ‘Aktivis Kampus’ yang justru menjurus kepada pembenaran atas kecendrungan analisa negatif sebagai mahasiswa lainnya tersebut. Bahkan, sebagian di antaranya cendrung ‘arogan’, merasa paling intelek dengan tidak menghiraukan keberadaan lingkungan sekitarnya.

‘Aktivis Kampus’ seperti ini kerap berbicara soal demokrasi, tapi di saat itu juga cendrung ‘Otoriter’, memaksakan kehendak dan tidak bisa menerima perbedaan dan pendapat yang lain. Membahas ‘revolusi’, tapi tidak diimbangi dengan revolusi akhlak dalam dirinya yang masih jauh dari nilai-nilai fitri. Berdebat tentang konsep ketuhanan namun tak nampak ‘sifat-sifat’ Tuhan dalam dirinya, seperti sifat rahman atapun rahim. Maka kalau kondisi ini terus dibiarkan, maka tidaklah heran organisasi mahasiswa mengalami degradasi dan dalam skala aksi maupun substansi. Dan hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan kaderisasi menurun drastis baik kualitas maupun kuantitas.

Lalu bagaimana dengan kondisi organisasi di FMIPA hari ini ?

HIMBIO Gelar PKSDA XVII


Dengan mengusung tema “Save Me, Langkah Awal Mengubah Dunia” Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (FMIPA Unila) menggelar PKSDA (Pekan Konservasi Sumber Daya Alam) ke-17.

Menurut Aviy Rishadiyanta (Biologi 2011) selaku Ketua Pelaksana, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat bagi binatang yang dikonservasi agar keberadaannya lebih dikenal oleh masyarakat umum. Selain itu, juga untuk meminimalisir kepunahan sehingga masyarakat dapat membantu melestarikan keberadaan hewan-hewan konservasi tersebut.

Acara yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya sejak 17 tahun terakhir ini akan berlangsung (8-14/4) mendatang. Bertepatan dengan Tahun Badak Internasional, PKSDA tahun ini mengusung Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) sebagai hewan konservasi. Selain itu,  ada Harimau Sumatera (Pantherat tigris sumatrae) dan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang juga dijadikan hewan konservasi.

Rangkaian acara dalam PKSDA ini diantaranya Aksi Lingkungan pada 8-9 April 2013, dengan agenda dialog konservasi Badak Sumatera, jungle track, go green, dan melihat konservasi Badak secara langsung di Taman Nasional Way Kambas. PKSDA tahun ini juga melibatkan beberapa instansi konservasi, komunitas pelestari lingkungan, dan komunitas pecinta lingkungan.

Selain itu, terdapat pula Lomba Fotografi Konservasi Nasional, Lomba Musik Konservasi Akustik dan Lomba Kabaret Konservasi untuk pelajar dan umum tingkat provinsi. Sedangkan Lomba Menggambar dan Mewarnai tingkat provinsi ditujukan untuk TK dan SD. Acara ini juga akan dimeriahkan dengan Pameran Bazar Konservasi dan Seminar Nasional Konservasi serta Fun Bikedan acara intern Himbio Lekat Alumni. Rangkaian acara ini sebagian besar dilaksanakan di lingkungan FMIPA Universitas Lampung dan Tugu Adipura.

“Sejauh ini antusiasme dari peserta cukup baik, terbukti dengan banyaknya kalangan yang berminat mengikuti rangkaian acara PKSDA ini. Harapan kami untuk kedepannya agar program kerja Himbio bidang konservasi dapat tetap berjalan lancar,” ujar Aviy mengakhiri wawancara, Jumat (16/3).

3 LK FMIPA Laksanakan Bakti Sosial

Berharap agar semua mahasiswa dapat tergerak hatinya untuk saling berbagi kepada orang yang membutuhkan.  Begitulah hal yng diharapkan dengan diadakannya Bakti Sosial (Baksos) oleh beberapa LK di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila), diantaranya Natural, Himafi (Himpunan Mahasiswa Fisika) dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FMIPA Unila.
Acara Baksos ini diadakan pada waktu yang berbeda-beda oleh beberapa LK tersebut. Kegiatan yang ditujukan untuk masyarakat yang tidak mampu ini diawali dari dilaksanakanya bakti sosial oleh Garuda (Generasi Muda) BEM FMIPA Unila. Bantuan berupa uang tunai dan sembako yang di kumpulkan diberikan kepada yayasan Tahfidz Al-fateh, Sukarame pada Kamis (21/3).

Menurut Khoirul Anwar (Kimia 2012) selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwasannya kegiatan ini bertujuan sebagai sarana untuk saling berbagi satu sama lain, selain itu kegiatan baksos ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar garuda BEM FMIPA.

Sumbangan yang terkumpul didapatkan dari para mahasiswa semua jurusan di FMIPA Unila, selain dari sumbangan sukarela para mahasiswa, sumbangan juga didapat dari sumbangan wajib anggota Garuda BEM FMIPA Unila yang berupa uang tunai, susu, dan beras.
 “Agak kesulitan pada saat mengelola dana sumbangan dan sulitnya komunikasi antara anggota Garuda BEM FMIPA sendiri,” ujar Anwar saat diwawancarai Selasa (26/03).

Baksos selanjutnya dilaksanakan oleh Natural. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyambut  Hari Ulang Tahun (HUT)  Natural ke-14 diselenggarakan pada Minggu (23/03) di 2 Panti Asuhan yaitu Panti Asuhan Qoroba Mulyo (Way Halim) dan Panti Asuhan Rhaudatul Jannah (Lampung Selatan).

Sejak Senin (11/03) hingga Jumat (22/03), panitia Bakti Sosial membuka posko di depan Sekretariat UKMF Natural, selain itu panitia juga melakukan kegiatan penggalangan dana di beberapa lokasi strategis di Bandarlampung. Lokasi tersebut antara lain lampu merah Pramuka, Bunderan Gajah, lampu merah Unila, dan lampu merah Teknokrat.

Hingga hari terakhir pengumpulan bantuan pada Jumat, (22/03) telah terkumpul bantuan berupa sembako, buku, pakaian, dan uang tunai sebesar Rp 700.000,-. Selain itu Lembaga Amil Zakat Daerah Amal Insani (LAZDAI) juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp 500.000,-. Semua bantuan yang telah terkumpul dibagi menjadi dua bagian, masing-masing diberikan kepada kedua panti asuhan tersebut.

Sedangkan Baksos yang diadakan Himafi akan dilaksanakan pada  Kamis (11/05). Kegiatan ini menggunakan konsep Indoor dan OutdoorUntuk kegiatan Indoor akan dilaksanakan pada Sabtu (27/04) di jurusan Fisika. Kegiatan ini akan di hadiri oleh Dinas Sosial Bandarlampung, yang akan memberikan bantuan sebagai simbol untuk kegiatan bakti sosial ini. Sedangkan untuk kegiatan Outdoor akan dilaksanakan pada Kamis (11/05) di Desa Pesisir Teluk Betung.

Fahad Almafakir (Fisika 2011) selaku Koordinator Baksos menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk rasa peduli akan sesama manusia. Selain itu penggalangan dana ini melibatkan seluruh mahasiswa Universitas Lampung (Unila)  dan dosen-dosen FMIPA Unila, serta juga masyarakat yang turut membantu dalam kegiatan ini karena penggalangan dana juga akan dilakukan di sekitar Bundaran Gajah Bandarlampung. (Irsan/Rudi/Ulfatun)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...