Sabtu, 30 Agustus 2014

Antusias Pengenalan LK ke Mahasiswa Baru FMIPA


Dok.Natural
Penyambutan Mahasiswa Baru tingkat Fakultas (PMBF) hari pertama (28/8) sebelumnya telah dilakukan dengan pemberian materi kepada mahasiswa baru. Agenda selanjutnya pada hari kedua (29/8) dilanjutkan dengan pengenalan Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang ada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Pengenalan LK ini dimulai dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FMIPA, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA, Rohani Islam (Rois) FMIPA, UKMF Natural, dan klub selam anemon. Pengenalan LK ini disambut hangat oleh mahasiswa baru. Tingginya antusias mereka membuat agenda pengenalan LK menjadi lebih meriah. 

“Antusias dari mahasiswa baru sungguh luar biasa. Saat ini banyak mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi, semoga dengan perkenalan Natural ini dapat menjadi gambaran kecil dari sistem kerja yang sebenarnya mengenai organisasi,” jelas Yunus Ardhan selaku Kepala Bidang Kaderisasi UKMF Natural.

Setelah pengenalan LK yang dilakukan di pelataran depan gedung Fisika, kemudian kegiatan dilanjutkan menuju ke jurusan masing-masing untuk mendapatkan arahan dari masing-masing jurusan. “Harapannya semoga mahasiswa baru dapat berkontribusi dalam organisasi untuk membangun FMIPA lebih baik lagi” ujar Yunus diakhir pembicaraan. (Shela Malinda T)

Rabu, 27 Agustus 2014

Mahasiswa Baru FMIPA 2014 dijemput Menuju Fakultas

Dok. Natural
Mahasiswa Baru Universitas Lampung angkatan 2014 baru saja menyelesaikan masa Program Orientasi Perguruan Tinggi (Propti) tingkat universitas, Rabu (27/8) di Gedung Serba Guna (GSG). Panitia Propti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang dibentuk dari perwakilan Lembaga Kemahasiswaan (LK)  ditugaskan untuk menjemput mahasiswa baru FMIPA angkatan 2014.

Ahmad Ari Aldino selaku salah satu panitia Propti FMIPA menjelaskan bahwa tujuan diadakan penjemputan mahasiswa baru ini diantaranya untuk menyatukan LK-LK di FMIPA serta agar terjalin solidaritas antar LK dan mahasiswa FMIPA. “Penjemputan ini juga akan dapat mempermudah mahasiswa baru untuk bisa mengenal FMIPA lebih dekat,”ujarnya.

Pada tahun sebelumnya memang belum diadakan penjemputan mahasiswa baru dari perwakilan seluruh LK di FMIPA. Penjemputan mahasiswa baru tahun lalu hanya dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) masing-masing. Oleh karena itu, Panitia Propti FMIPA tahun ini membuat program baru untuk ikut menjemput mahasiswa baru angkatan 2014 menuju fakultas MIPA.

Sebelum diarak menuju Fakultas, mahasiswa baru terlebih dahulu dikumpulkan di lapangan bola Unila. Mahasiswa baru dikumpulkan per-jurusan serta diberi arahan oleh panitia Propti FMIPA dibantu dengan perwakilan HMJ setiap jurusan.

Sesampainya di FMIPA, mahasiswa baru dikumpulkan kembali di Pelataran Laboratorium Jurusan Biologi. Drs. Tugiyono, Ph.D selaku ketua pelaksana kegiatan Propti Fakultas menjelaskan tentang apa saja yang harus dikenakan, dibawa dan dikerjakan selama propti Fakultas berlangsung. Setelah itu, mahasiswa baru dikumpulan per-jurusan untuk diberi instruksi serta disuruh untuk menunjuk Komandan Tingkat (Komti) tiap jurusan. (Nisa Mashenta)

Selasa, 26 Agustus 2014

8 Mahasiswa FMIPA Unila Ikuti KKN Kebangsaan di Kalimantan Barat

[Fmipa.unila.ac.id] : Tahun 2014 merupakan kali kedua Universitas Lampung (Unila) mengirimkan mahasiswanya dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan yang di selenggarakan oleh Badan Koordinasi (BKS) PTN-Barat. Untuk tahun ini sebanyak 9 mahasiswa Unila mengikuti KKN kebangsaan di Kalimantan Barat setelah sebelumnya pada tahun 2013 lalu, Unila mengirimkan 2 mahasiswanya pada KKN kebangsaan di  Aceh.
KKN kebangsaan tahun 2014 ini dilaksanakan pada 7 Agustus dan akan berakhir pada 17 September 2014. Lokasi yang dipilih adalah lokasi yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia yakni Kabupaten Sanggau, Bengkayang dan Sambas.
Budi Harjo selaku sekretaris tim KKN Unila mengatakan bahwasanya tujuan dari KKN kebangsaan ini adalah membangun rasa nasionalisme karena mahasiswa dalam KKN kebangsaan ini berasal dari seluruh PTN di Indonesia dengan latar belakang berbeda yakni beda suku, beda bidang studi dan beda karakter. Dengan begitu maka diharapkan muncul rasa nasionalisme.
Selain itu juga diharapkan mahasiswa bisa mengembangkan potensi-potensi yang ada seperti ekonomi, sosial dan budaya di daerah perbatasan dengan daerah lain, ujar Budi Harjo ketika ditemui di sekretariat KKN Unila, Jumat (15/8).
Ia berharap melalui KKN, mahasiswa bisa memanfaatkan moment ini untuk belajar lebih baik lagi, untuk betul-betul mencari pengalaman, belajar menjadi pemimpin, belajar disiplin dan belajar mandiri, sehingga setelah KKN mahasiswa mengerti kondisi sosial masyarakat Indonesia dan memiliki rasa empati atau kepedulian antar sesama.
Dari 9 mahasiswa Unila yang mengikuti KKN kebangsaan tahun ini, 8 diantaranya merupakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan 1 dari Fakultas Teknik.
Salah satu mahasiswa KKN kebangsaan 2014 dari FMIPA Unila, Umi Fadilah mengungkapkan syukur atas pengalaman dan kesempatan yang ia dapatkan yakni bisa mengikuti KKN di Kalimantan Barat. Ia merasa senang karena bisa bertemu dengan banyak mahasiswa lain dari seluruh Universitas di Indonesia.
Seluruh mahasiswa KKN kebangsaan 2014 berjumlah 545 mahasiswa yang berasal dari 34 Universitas di Indonesia”, ujar Umi ketika dihubungi melalui telepon selularnya pada Selasa (19/8).

Unila Gelar Masa Ospek untuk Mahasiswa Baru 2014

Sumber : Teknokra.com
[Unila.ac.id] : Universitas Lampung (Unila) menggelar Program Orientasi Akademik dan Ekstrakurikuler (POAE) sebagai tradisi akademik bagi 6.233 mahasiswa baru tahun akademik 2014/2015, kemarin, Selasa (26/8). Penyelenggaraan program POAE didasarkan atas Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 038/DT/1999 Tentang Tata Cara Penerimaan Mahasiswa Baru di Perguruan Tinggi.
Penyelenggaraan POAE ini akan dilangsungkan selama empat hari, hingga 29 Agustus 2014. Kegiatan juga diisi kuliah umum (studium general) oleh Kapolda Lampung Brigjen. Pol. Heru winarko tentang “Peran Mahasiswa dalam Pengendalian Keamanan Lingkungan dan Penangkalan Ideologi Terlarang”.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., saat menyampaikan laporan panitia mengatakan, Unila memanggil 6.457 calon mahasiswa baru yang diseleksi melalui tujuh jalur masuk. Namun berdasarkan data pada Subbagian Registrasi BAAK Unila hingga 25 Agustus lalu, calon mahasiswa baru yang melakukan registrasi sebanyak 6.233 orang yang tersebar pada delapan fakultas.
Penyeleksian mahasiswa baru sudah dilakukan melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebanyak 1.671 orang, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebanyak 2.309 orang, Kemitraan 59 orang, Kelas Paralel sebanyak 274 orang, Kelas Mandiri sebanyak 854 orang, Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) 193 orang, Penerimaan Masuk Program Diploma (PMPD) sebanyak 861 orang, dan Afirmasi Putra Papua sebanyak 12 orang.
Dalam sambutannya Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., mengatakan, program orientasi merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi maka sesuai PP 60 Tahun 1999 Bab 11 pasal 2 ayat 2 berpedoman pada tujuan pendidikan nasional, kaidah, moral, etika ilmu pengetahuan, kepentingan masyarakat, memperhatikan minat, kemampuan, dan prakarsa pribadi.
Sasaran yang ingin dicapai dengan kegiatan ini adalah mahasiswa memahami dan menyadari hak dan kewajiban sebagai anggota civitas akademika dan peserta didik di Unila, termasuk hal menolak perpeloncoan. Mahasiswa dapat mengenal unsur-unsur di Unila dan memahami mekanisme kerjanya juga cara dan sumber belajar di Unila. Sekaligus, kata dia, mahasiswa dapat mengenal dan memahami statuta, peraturan, dan pedoman di Unila agar dapat mempergunakannya.
Dalam masa orientasi peserta diberikan beberapa materi di antaranya PP Nomor 60 Tentang Pendidikan Tinggi khususnya implementasi kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik. Kemudian unsur-unsur organisasi Unila dan mekanisme kerja, khususnya sistem adaministrasi akademik. Cara belajar dan sumber belajar di Unila lebih khusus dikenalkan pada perpustakaan Unila, tes awal Bahasa Inggris (EPT) dan latihan menggunakan SIAKAD online termasuk mengisikan biodata ke dalam data dasar Unila.

Rabu, 13 Agustus 2014

Resensi Buku : Kumpulan Cerpen Sains Natural

Buku Kumpulan Cerpen Sains
Identitas buku

Judul buku : Di Makam Ayah, Pohon itu Tumbuh Kembali

Tema buku : Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan

Penulis buku : Faisal Oddang, Hawa Ratna Dewi, Lidya Prawesti aAyuningtyas, Aji Munawar Rizkiansyah, Niki Cahyani, Suasticha Mahardika, Siti Ratnawati, Malisa Ladini, Yosef Infan Chandra, Sannae Ozora, Sharbini NH, Elnina Zee, Zahr Qomara, Wulan Bachsin, Devi afriani.

Editor : Redaksi UKMF Natural

Layout : Mas Dafri Maulana &  Umi Fadilah

Desain Cover : Sigit Sopandi

Cetakan 1 : Juli 2014

Penerbit : Indepth Publishing Dan  UKMF Natural FMIPA Unila

Tempat Penerbit : Jl. Ahmad Yani, Gg. Pioneer, Bandar Lampung Dan Jl. Soemantri brojonegoro

Jenis Buku : Fiksi Sains

Tebal Buku : 129 Halaman

Harga Buku : Rp. 35.000

Pembukaan

Sains adalah ilmu pengetahuan yang dipakai sebagai kata kolektif untuk menunjukkan bermacam-macam pengetahuan yang sistematik dan obyektif serta dapat diteliti kebenarannya. Di era globalisasi sudah banyak penemuan baru yang termodifikasi dengan adanya pengetahuan dari berbagai eksperimen. Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.Tidak hanya dalam teknologi gadget, kehidupan manusia pun dapat diatur dengan adanya sains.

15 karya fiksi sains ini merupakan wujud kumpulan cerpen yang tak hanya bercerita, melainkan memberikan informasi bahwa puluhan tahun mendatang ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus bermetamorfosis dan mengubah banyak hal. Entah akan lebih baik ataupun malah sebaliknya.

Synopsis

Kehidupan yang terdapat pada cerita yang berjenis fiksi sains ini berjudul "Di Makam Ayah, Pohon itu Tumbuh Kembali", ditulis oleh penulis tengah menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Hasanuddin. Ia adalah Faisal Oddang, pemuda kelahiran Makassar, 18 September 1993.  Cerita yang ia tulis dikutip dari kehidupan seorang ayah pembuat Lopi (perahu tradisional bugis) dan membaca doa untuk para nelayan yang tak lagi melakukan hal ini setelah adanya Jongsong (perahu bermesin untuk para nelayan). 

Sang ayah sangat mencintai pohon bahkan lebih dari cintanya kepada istrinya dan sebelum cinta pada istrinya. Beliau menyatakan bahwa manusia adalah sebatang pohon dan pohon yang sebenarnya seonggok daging manusia. Setelah beliau meninggal hanya tinggal anaknya seorang diri karena istrinya pun telah meninggal. Pohon yang berada dibelakang rumah telah digusur untuk dibangun pabrik ikan kaleng. Berikut beberapa kutipan katanya. 

"Beberapa tahun setelah dibangun pabrik itu, dan aku yang telah ditinggal pergi oleh ayah aku kembali ke kampung halamanku. Aku berkunjung ke makam ayah. Kampung ini sudah tak seperti yang dulu.Tak lama aku di kampung aku kembali ke kota untuk wawancara, seketika itu aku membaca koran dan mataku meruncing jarum kesebuah judul berita tentang limbah sarden membunuh ribuan ikan dilaut.. tak kulanjutkan membaca judulnya, karena sudah kuduga pasti laut yang berada dik kampungku. Teringat kata-kata ayah tentang pohon, mungkin ikan ikan yang mati akan berubah menjadi pohon-pohon kecil sementara ayah adalah pohon terbesar"

Cerita yang bertema teknologi pun termasuk dalam karya fiksi dalam buku ini. “I live Tutor”  ditulis oleh Lidya Prawesti Ayuningtyas, seorang lulusan D3 program studi penerbitan PNJ yang sedang melanjutkan studinya di S1 sastra inggris Universitas Indonesia. Cerita ini merupakan sebuah program terbaru yang akan ada dimasa datang. Program ini kurang lebih fungsinya seperti kantung ajaib yang dimiliki "Doraemon". 

Aliyah adalah siswa kelas dua SMA lebih tepatnya kelas sebelas. Ia sangat terobsesi akan program ini, sehingga ia ingin memamrkan kepada teman-temannya, apalagi ia telah menabung untuk membeli program ini dengan uang sakunya sendiri. Karena kehabisn stok ia mencoba mencari dipasar gelap, sambil mengotak-atik tabletnya dicafe ia menemukan pasar gelap yang menjual program I live tutor dengan harga lebih murah, dan ia pun menghubungi nomor yang ada pada link yang ia dapati. 

Semalaman suntuk ia tidak tidur karena kesyikan menggunakan program barunya, bahkan tugas untuk sepekan kemudian telah ia kerjakan. Saat istirahat pun masih tabletnya yang ia mainkan. Sehingga lipa jika ada ujian seusai istirahat, namun ia tak khawair walaupun ia belum belajar karena ada I live Tutor yang dapat menjawab semua permasalahannya itu.

Selanjutnya, "Epidemi Kerinduan" ditulis oleh Aji Munawar Rizkiansyah yang sedang menjejalkan  diri dalam perguruan tinggi di kota Parahyangan. Epidemi kerinduan adalah  semacam temuan ilmuan sialan yang teramat bodoh. Steve dan Clarice merupakan pasangan yang sangat saling mencintai, bahkan  Steve sangat mencintai Clarice, jika bumi yang konon berlapis tujuh dan langit yang konon ada tujuh lapisan itu ditumpuk jadi satu bagian, kukira tetap tidak akan bisa menandingi perasaan cinta ini, ungkap steve. Ketika mereka saling merindukan mereka akan berbicara dimanapun tempatnya,  semua itu tanpa perantara. 

Ketahuilah ini semua larena adanya perkembangan teknologi. Dengan menggunakan sebuah cip yang berada dikepala, steve dan clarice dapat melepaskan rindu kapan pun dan dimana pun. Epidemi kerinduan merupakan sebuah penyakit yang sangat menyiksa ketika berada jauh dengan pasangannya. Epidemi kerinduan kesalahan ilmu pengetahuan, namun jadi berkat bagi para manusia yang kehilangan apa itu esensi rindu. Dan penyakit ini menurun kepada anaknya, steve dan clarice pun memiliki penyakit ini karena gen dari orang tua mereka yang saling memiliki penyakit epidemi kerinduan.

Ulasan Singkat

Perkembangan teknologi dan sains dalam kehidupan membutuhkan proses dan harus ada yang dikorbankan tidak hanya sedikit dampak yang muncul setelah adanya perkembangan teknologi. Dampak alam yang diakibatkan dapat merusak kehidupan darat, laut, maupun udara.

Keunggulan cerpen

Cerpen  ini sangat patut ditiru pesan moralnya  bagi remaja dan semua kalangan, karena memiliki pesan  penting tentang adanya dampak positif maupun negatif yang di akibatkan oleh  perkembangan teknologi sains. Karakter tokoh dalam kumpulan cerpen mudah dipahami,, alur, latar, waktu, posisi tokoh mudah untuk dipahami.

Kelemahan cerpen

Cerita dalam cerpen banyak menggunakan bahasa sains, bila dibaca dengan kalangan tertentu mungkin belum mengerti apa maksud yang digunakan bahasa tersebut. Terdapat beberapa susunan kata yang tidak sesuai bacaan.

Rumusan kerangka cerpen

Cerpen  ini terdiri dari 15 bab yang setiap babnya berisi tentang perkembangan sains dan teknologi dalam kehidupan manusia yang akan datang. Dampak positif dan negatif tentang adanya perkembangan sains dan teknologi pun terbesit dalam cerpen.

Penutup

Cerpen ini merupakan bacaan yang baik  bagi semua kalangan usia tua, maupun muda. Melalui cerpen ini pengarang menitikberatkan inti cerita pada perkembangan teknologi sains yang berdampak baik maupun berdampak buruk, bagi lingkungan maupun diri sendiri. Kumpulan cerita sains dalam buku fiksi ini  membuat pembaca tertarik untuk membuat inovasi teknologi terbaru tanpa memberikan efek buruk bagi lingkungan dan manusia. 

Meskipun dalam melakukan suatu eksperimen diperlukan suatu percobaan, melalui kumpulan cerpen ini kita dapat menginovasikan program maupun teknologi terbaru sains tanpa harus mengorbankan kehidupan seluruh alam dunia ini. 


*Ditulis oleh Fahmi Arifta K. (Anggota Bidang Kaderisasi UKMF Natural) Jurusan Matematika 2013

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...