Minggu, 21 Desember 2014

BEM Unila Gelar Talkshow Peringati Hari Ibu

BEM Unila Gelar Talkshow Hari Ibu, Minggu (21/12). Dok Umi Fadilah.
UNILA– Dalam rangka memperingati Hari Ibu Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila) menggelar Talkshow Hari Ibu pada Minggu (21/12). Talkshow yang diselenggarakan di Gedung Kemitraan Fakutas Kedokteran Unila ini mengusung tema Mencari Wanita Inspiratif Indonesia. 
Kegiatan yang dihadiri oleh 130 mahasiswa se-Lampung ini menghadirkan 3 pembicara, Bunda Eva Dwiana Herman HN (Ketua PKK Kota Bandar Lampung), Bunda Ririn Kuswantari (Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung), dan Bunda Susianti (Dosen Fakultas Kedokteran Unila). Ketiga pembicara dalam acara ini membahas mengenai peran wanita dalam berbagai aspek seperti dalam pembangunan politik, pendidikan, dan karir. Selain itu, ketiga pembicara tidak sungkan berbagi pengalaman pribadinya hingga menjadi sosok wanita yang berprestasi seperti saat ini kepada peserta.
Asisten Menteri Pemberdayaan Wanita BEM U KBM Unila , Esy Okta Utami mengungkapkan bahwa Talkshow ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ibu pada 22 Desember 2014. Selain itu, masih Esy, talkshow ini diselenggarakan sesuai dengan tema besar yang diangkat dengan menghadirkan wanita-wanita inspiratif Lampung yang sedia berbagi pengalaman, karir, dan pengetahuannya sehingga mampu berprestasi. Talkshow ini ditutup dengan penyerahan hadiah pemenang lomba menulis kisah inspiratif bersama ibu yang diselenggarakan BEM sejak awal Desember, juara I, II, dan III serta juara favorit. (Umi Fadilah/Kementerian Kominfo BEM U KBM Unila)

Apa yang telah kau berikan pada Ibumu?

Oleh : Septi Novita Sari *



Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya, menyinari dunia

Lirik lagu yang tidak asing lagi untuk kita, meskipun sangat singkat tetapi memiliki penuh arti dan makna yang sangat mendalam. Dulu seringkali kita nyanyikan bersama teman-teman putih-merah dibangku SD. Benar-benar tidak ada beban yang dirasakan, tertawa bergembira bersama tanpa beban masalah, tidak seperti si dewasa yang sekarang. Tidak ada kata yang mungkin dapat diucapkan sebagai ungkapan terimskasih kita kepada ibu yang telah memperjuangkan seluruh hidup dan matinya untuk anak-anaknya, hingga mereka beranjak dewasa. 

Salah satu perwujudan dari penghargaan kepada seluruh ibu di indonesia yaitu dengan diperingatinya “Hari Ibu Nasional” pada tanggal 22 Desember. Setiap orang tentu memiliki pandangan yang berbeda tentang hari ibu. Beberapa diantara kita memaknai hari ibu dengan memberikan penghargaan kepada ibu dengan mengucapkan selamat ataupun memberikan kado. Jika kita renungkan kembali, apakah dengan sekedar ucapan ataupun kado yang diberikan setiap tahunnya cukup untuk membalas setiap kasih sayang yang mungkin tidak mampu kita ukur besarnya?

Seringkali kita melakukan kesalahan yang sampai membuat hati ibu terluka, bahkan membuatnya menangis karena begitu beratnya seorang ibu menghadapi kelakuan anaknya. Tetapi begitu besarnya hati seorang ibu yang begitu mudah memaafkan kesalah anaknya yang mungkin seringkali dilakukan. Lalu bagaimana dengan kita sebagai anak? Apakah kita pernah befikir bagaimana sulitnya menjadi seorang ibu. Seringkali kita membantah semua perkataan ibu yang sebenarnya adalah perkataan yang nantinya akan menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga yang nantinya akan kita sadari ketika ibu pergi meninggalkan kita, meninggalkan kita ketika Tuhan merasa tugasnya didunia telah selesai.

Mungkin hanyalah penyesalan yang ada ketika hari itu datang, ketika sang pencipta benar-benar mengambil haknya kembali. Mungkin hanya tangisan yang ada pada kita. Kita akan menyesali segala kesalahan yang dahulu seringkali kita lakukan. 

Ibu tidak akan pernah tega membuat anaknya besedih, dalam kondisi apapun ibu selalu memberikan senyum terindahnya kepada kita. Ketika ibu mulai marah mungkin ibu sudah terlalu lelah dengan kondisi yang memberatkan posisinya. Sadarkah kita bahwa ibupun lelah, bahkan sangat lelah dari sekedar tugas-tugas yang kita dapat dari kampus. Lantas apakah balasan yang sudah kita berikan? Masihkah kita tega menyia-nyiakan waktu dengan kegiatan yang menyita waktu dan melupakan ibu yang sedang bekerja keras demi membuat anaknya bahagia dan mampu memberikan pendidikan yang lebih tinggi darinya. 

Allah SWT berfirman : ”Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku, dan kepada dua ibu bapakmu; hanya kepada-Ku engkau akan kembali.(QS.31:14-15). 

Maha besar Allah atas segala firmannya.


*Pemenang 2 Lomba Opini antar Magang UKMF Natural

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...