Minggu, 27 September 2015

Temuan Gen Unik Paus Kepala Busur, Perpanjang Usia Manusia dimasa Depan

Paus kepala busur │viva.co.id
Memiliki umur yang panjang dan terhindar dari penyakit merupakan keinginan setiap manusia. Seiring dengan perkembangan zaman dan pola hidup kurang sehat, hal ini menjadi mustahil.
Melansir dari viva.co.id, bahwailmuwan Inggris dan Eropa, berpandangan, masa hidup hingga 200 tahun mungkin bisa terwujud lagi dimasa depan. Peneliti menemukan paus jenis ini memiliki gen unik yang bisa menolak. Gen tersebut sudah dibuktikan oleh studi terpisah oleh dua peneliti di Inggris dan Amerika. Kedua peneliti benua itu sudah memetakan pola genetik paus tersebut yang diidentifikasi bisa berkontribusi membuat paus berumur hingga 200 tahun.

Peneliti utama studi dari Inggris, Joao Pedro de Magalhaes, mengatakan penemuan pola genetik tersebut bisa digunakan untuk mendalami bagaimana manusia bisa hidup lebih lama.

"Percobaan ideal selanjutnya yaitu mengambil gen paus itu dan memasukkan ke dalam tikus, dan kita lihat apakah tikus akan hidup lebih lama dan dapat terlindungi dari kanker," ujar de Magalhaes dilansir IBTimes. Dia berpandangan, jika uji coba pada tikus itu berjalan lancar dan sesuai pada paus, maka peneliti itu yakin bisa diterapkan pada manusia. 
Menurut laporan dari Sunday Times, studi yang dilakukan oleh Liverpool Centre for Genomics Research, menemukan pada ikan paus kepala busur memiliki mutasi unik dua gen yang terkait dengan umur panjang hewan yaitu ERCC1, yang diyakini mampu memperbaiki DNA, meningkatkan daya tahan atas kanker dan penuaan. Sedangkan gen lainnya, PCNA juga terkait dengan perbaikan DNA. 

Mengenai riwayat usia paus kepala busur memang awalnya diketahui hanya berumur 70 tahunan saja, mirip dengan jenis paus pada umumnya. Penemuan pada abad ke 19 menunjukkan paus kepala busur bisa hidup hingga 150-200 tahun. Fakta ini dikuatkan pada temuan paus kepala busur pada Mei 2007 lalu yang berukuran 15 meter tertangkap di lepas pantai Alaska, AS. Terdapat tombak 3,5 inchi peledak berbentuk panah proyektil di kepalanya. Setelah ditelusuri tombak itu adalah buatan New Bedford, pusat perburuan paus besar yang dijalankan sekitar 1890. Artinya, meski paus kepala busur itu terkena tombak proyektil, nyatanya sampai 2007 masih berkeliaran.

Dengan hasil penemuan ini, tim peneliti dapat mengemangkan penelitiannya mengenai paus kepala busur sehingga diera yang akan datang manusia dapat memiliki umur yang lebih lama lagi dengan bantuan gen ikan paus kepala busur tanpa ada efek samping dari penggunaannya. (Freta)



Sabtu, 19 September 2015

Green Gemstone Pamerkan Batu Akik Pada Dies Natalis Unila



Sebagian batu akik yang dipamerkan komunitas Green Gemstone pada pameran Dies Natalis Unila-Yoga
Dies Natalis Unila (Universitas Lampung) yang ke-50 tahun mengadakan beberapa rangkaian acara seperti stand bazar dan pameran. Salah satunya yaitu, pameran Gemstone yang dihadiri oleh komunitas Green Gemstone

Komunitas lokal asal Bandar Lampung ini memamerkan berbagai macam batu dari lokal daerah Lampung maupun luar.

Dalam pameran ini, Gemstone atau yang biasa dikenal dengan “Batu akik” tidak hanya sebagai cincin atau kalung , tetapi mereka juga memamerkan bahan mentah dalam bentuk bongkahan batu atau masih dalam keadaan utuh. Berbagai macam batu yang mereka pamerkan, seperti Anggur Api Way Kanan, Giok Aceh, Biru Langit, Solar, Bio Solar, Bacan, Bungur, Pancawarna, Solar Api Way Kanan dan lain-lain. 

Mereka tidak hanya memamerkan, tetapi juga menjual batu akik dengan variasi harga yang berbeda. Harga yang mereka patok tidak hanya berdasarkan jenis batu, tetapi dari bentuk, ukuran, dan tingkat kelangkaan batu tersebut. 

Bio Solar yang berasal dari daerah Aceh mi Walau hanya seukuran lebih besar sedikit dari biji salak tetapi batu tersebut bernilai seharga 6 juta rupiah. “Harga batu tidak di tentukan dari jenisnya saja. Motif dan warna juga berpengaruh terhadap harga jualnya” kata salah satu penjaga stand Gemstone. (Yoga)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...