Sabtu, 31 Oktober 2015

FENOMENA EL NINO TINGKATKAN POTENSI LAUT

Sumber : Google
Kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah Indonesiamerupakan salah satu dampak dari El Nino. Fenomena El Nino bukan merupakan badai panas, melainkan fenomena meningkatnya suhu permukaan laut yang menyebabkan berkurangnya curah hujan. 
 
Karena curah hujan yang berkurang, menyebabkan terjadinya kemarau  panjang, kekurangan air bersih, kebakaran dan gagal panen yang mengancam ketahananpangan Indonesia. Tetapi ada sisi lain dari fenomena El Nino. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),El Nino dapat meningkatkan  potensi hasil laut .
 
Disebabkan suhu  muka laut di wilayah Indonesia dingin sehingga dapat menambah populasi ikan yang pada akhirnya dapat meningkatkan  hasil tangkapan ikan bagi nelayan Indonesia." Ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Sugiyono. 

Tidak hanya sektor perikanan, dampak positif juga dirasakan petani garam, karena produksi garam melalui proses penjemuran dengan sinar matahari,  adanya kemarau yang panjang meningkatkan hasil produksi garam .

Berbeda dengan gelombang panas yang terjadi di wilayah yang beriklim subtropis dan dalam kisaran waktu 3-10 hari. El Nino terjadi dalam  kurun waktu 4-5 bulan.(Shintia)

Himafi Adakan PLayout untuk Mahasiswa Baru Fisika

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Tugiyono, Ph.D sedang memberikan sambutan sekaligus membuka acara PLayout Himafi FMIPA Unila
Sabtu(31/10) Himpunan Mahasiswa Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Himafi FMIPA Unila) melaksanakan PLayout (Pelatihan Layout) untuk mahasiswa baru jurusan fisika.

PLayout yang berlangsung selama dua hari(31/10-1/11) ini mengusung tema instrument amplify you life,

Agenda rutin bidang minat bakat Himafi ini bertujuan untuk mengenalkan dan membuat layout atau rangkaian serta mengenalkan komponen-komponen.

Ketua Pelaksana PLayout, Alvin Afrizal, berharap dengan diadakannya Pelatihan Layout ini mahasiswa baru fisika bisa mendapatkan pembekalan tentang elektronika dasar dan instrumentasi, karena nanti pada semester 3-4 mahasiswa fisika akan ada mata kuliah tentang elektronika dasar dan pada semester 5 akan ada mata kuliah instrument sehingga akan mempermudah perkuliahan mahasiswa itu sendiri.

Selain itu, pada pembukaan kegiatan ini Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA, Dr. Tugiyono, Ph.D, sangat mendukung kegiatan ini karena sangat positif dan berguna bagi mahasiswa.

"Playout ini merupakan kegiatan yang baik dan positif, ketika fakultas lain banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang kurang baik, kegiatan ini dapat menjadi contoh yang baik bagi yang lainnya," ucap Tugiyono pada sambutan pembukaan PLayout. (Ely)

Mahasiswa Baru Fisika sedang mengikuti pembukaan acara PLayout.

Kamis, 22 Oktober 2015

Ternyata Kromosom Manusia Mengandung Ayat Suci Alquran

Illustrasi  Sumber: Ayahkiasiregar.wordpress.com
Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan Newton, Albert Einstein, Gallileo, dan masih banyak lagi. Ya, mereka adalah para ilmuwan dunia yang sangat dikenal karena penemuan-penemuan yang luar biasa. Tapi tahukah kalian dengan Dr. Akhmad Khan? Dia adalah ilmuwan muda lulusan Summa Cumlaude dari Duke University

Dia memiliki kecintaan yang luar biasa kepada Allah, terlihat dari ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, piagam penghargaan, tumpukan buku dan juga kitab suci yang menunjukan bahwa Ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci.

Dilansir dari BaBlogLo.com, salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukan informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Menurut Ahmad Khan, ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia.

Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat Fussilat ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada.

Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. 

Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: ...Sanuriihim ayatinaafilafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq... yang artinya: Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan Kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran.

Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata ayatinaa yang memiliki makna Ayat Allah, dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia.

Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Namun  menurut Ahmad Khan DNA tersebut jauh sekali dari makna sampah. Berdasarkan hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah.

Dr. Akhmad Khan terus berupaya untuk menemukan huruf arab pada kromosom manusia yang mungkin dibentuk dari rantai kodon. Berkat kerja kerasnya, pada tanggal 2 Januari 1999 sekitar pukul 2 dini hari, Ia berhasil menemukan ayat yang pertama Bismillah irRahman ir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq; bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Ayat tersebut adalah ayat pertama dari surat Al-A'laq yang merupakan wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad. Setelah penemuan ayat tersebut,dengan cepat  Dr. Akhmad Khan terus menemukan ayat-ayat yang lainnya. Dan sampai saat ini Ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.

Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada kromosom manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotidaakan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

Inilah salah satu dari sekian banyak tanda-tanda kebesaran Allah. Sungguh, tiada satupun yang Kau ciptakan itu sia-sia. Maha Besar Allah dengan segala firmanNya. (Gita)

Puncak Hujan Meteor Tahunan Orionid

Tahun ini, hujan meteor Orionid akan kembali menghiasi langit malam ketika bumi melintasi sisa debu ekor komet Halley. Hujan meteor tahunan Orionid yang berlangsung setiap tanggal(2/10-7/11). Puncak hujan meteor ini mencapai maksimum pada kemarin malam dan malam ini (22/10).  Para pengamat bumi akan dapat menikmati 15-20 meteor setiap jam saat hujan meteor Orionid mencapai maksimum.
Seperti yang dikutip langitselatan.com hujan meteor Orionid merupakan salah satu hujan meteor yang dengan aktivitas yang cukup tinggi antara 40–70 meteor per jam selama 2–3 hari berturut-turut.  Analisa data hujan meteor Orionid dari tahun 1984–2001 memperlihatkan kalau laju maksimum setiap tahunnya beragam antara 14–31 meteor per jam. Periode terkuat terjadi selama 12 tahun di abad ke-20 dan selama tahun 2006–2012/2013, di malam puncak, para pengamat bisa menikmati 30-70 meteor per jam.
Aktivitas terendah dimulai tahun 2014 dan baru akan berakhir tahun 2016 dengan maksimum antara 20–25 meteor per jam. Menurut International Meteor Organization (IMO), di tahun 2015 aktivitas maksimum hujan meteor Orionid hanya berkisar antara 15-20 meteor per jam dengan kecepatan meteor 66 km/detik.
Tidak hanya hujan meteor Orionid, kehadiran planet Venus, Jupiter dan Mars dapat dinikmati kehadirannya secara berurutan pada jam 3 dini hari.
Untuk menikmati keindahan itu semua, yang dibutuhkan hanyalah langit malam yang gelap tanpa polusi cahaya. Jika memiliki binokuler atau teleskop, siapkan juga untuk menikmati keindahan ketiga planet yang akan terbit sebelum fajar datang. (Cinkia)

Selasa, 20 Oktober 2015

Spesies Baru ‘Tanaman Abadi’ ditemukan di Thailand

Pisang Musa nanensis (P.Srisanga)
Bertambah lagi satu spesies pisang liar di daftar keluarga Musaceae. Spesies yang termasuk dalam genus Musa ini mencangkup lebih dari 70 spesies pisang dan pisang raja.

Berbeda dengan spesies pisang lainnya, spesies baru yang diberi nama ilmiah Musa nanensis ini merupakan tanaman abadi. Bukan karena terus hidup, tetapi karena tanaman ini berbunga sepanjang tahun.
Spesies yang ditemukan di Provinsi Nan di Thailand Utara ini memiliki buah yang berukuran panjang 7 cm dan lebar 1,5 cm. Berbentuk lurus agak melengkung, seiring dengan pertumbuhan. Setiap tandan memiliki 3-10 sisir dan masing-masing sisir mengandung 4-10 pisang dengan biji yang tak beraturan.

Seperti yang dikutip oleh Nasionalgeographic.co.id, beberapa spesimen Musa nanensis dikumpulkan hanya dari satu wilayah dekat perbatasan Thailand-Laos di Provinsi Nan. Namun, diharapkan bahwa spesies baru akan ditemukan di seberang perbatasan di Laos.

“Takson itu ditemukan di ketinggian 835 m di hutan Cemara Kering, di sebuah lembah hutan pegunungan rendah,” kata para ilmuan.

Meskipun spesies ini diberi nama ilmiah Musa nanensis sebagai penghormatan terhadap Provinsi Nan, tetapi spesies ini lebih dikenal dengan nama Kluai Si Nan (Pisang Kebanggaan Nan). (Cinkia)

Minggu, 18 Oktober 2015

Air Es Berwarna Merah di Pluto

Meskipun pluto sudah resmi dikeluarkan dari kelompok kosmik yang membentuk sistem tata surya, tetap saja penelitian pluto masih terus dilanjutkan hingga saat ini.

Seperti yang dikutip oleh National Geographic Indonesia pada(13/10)  lalu, bahwa telah ditemukannya air es berwarna merah yang menyelimuti permukaan planet kerdil pluto.

Menggunakan data dari New Horizons milik NASA, diketahui terdapat kawasan yang menunjukkan keberadaan air es spektral yang kuat sesuai dengan daerah yang berwarna merah cerah dan hal tersebut masih menjadi misteri.

“Memahami mengapa air es muncul di tempat itu dan bukannya di tempat lain menjadi tantangan kami selanjutnya,” ujar anggota tim New Horizons, Dr. Jason Cook dari Southwest Research Institute.


“Saya terkejut ketika menyadari bahwa air es ini begitu merah. Kami belum memahami hubungan antara es air dan pewarna tholin kemerahan di permukaan Pluto,” kata anggota tim Dr. Silvia Protopapa dari University of Maryland. (Cinkia)

Sabtu, 17 Oktober 2015

Kebutuhan Sains dan Teknologi

Illustrasi
Sains dan Teknologi (Saintek) merupakan bagian dari kehidupan manusia yang lahir sebagai konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah pengembangan sains yang banyak membantu dan berhubungan langsung dengan masalah kesehatan dan kehidupan manusia

Pada era modern saat ini, kemajuan teknologi menjadikan keberadaan manusia dapat digantikan dengan suatu mesin, misalnya mencuci pakaian yang saat ini sudah banyak menggunakan mesin yang handal.

Ke depan pasti banyak sekali produk-produk elektronik canggih yang nantinya banyak dijumpai masyarakat Indonesia seiring dengan pola pemikiran kaum intelektual scientistyang ingin mengembangkan suatu penelitian mereka, baik yang berupa pengabdian maupun yang bersifat corporate. Dampaknya jelas dapat dilihat positif, salah-satunya yaitu alih teknologi pada kemajuan teknologi di negara maju ke negara berkembang. Perusahaan juga dalam hal ini ingin terus memperbaharui teknologi pada produknya yang tentu dapat berimbas pada peningkatan minat permintaan pasar terhadap produk-produk elektronik yaitu pada teknologi terapan baru. Dalam beberapa tahun saja, acap kali banyak bermunculan teknologi-teknologi baru yang bukan lagi fenomena biasa dijumpai.

Pada bidang ilmu kimia, sering dijumpai penemuan-penemuan baru yang hasilnya dapat dimanfaatkan. Misalnya biji ketapang, pemanfaatan biji ini pada dasarnya memiliki nilai ekonomis karena dapat memanipulasi ketersediaan sumber daya alam yang semakin menipis. Biji buah ketapang ini bisa dijadikan alternatif bahan bakar mesin diesel, seperti yang dilakukan mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA Unila 2011, Endah Pratiwi. (Sumber : Buletin Info Natural edisi 74).

Penelitian hasil skripsi dan tesis mahasiswa sepantasnya bisa dijadikan suatu produkyang tepat guna pada masyarakat. Membuat suatu penelitian, mahasiswa dapat menjadi pelopor utama dalam pemanfaatan teknologi dan sains yang telah mereka ciptakan.

Mengabdikan hasil karya penelitian untuk kepentingan masyarakat mungkin adalah jawaban dari sistem negara Indonesia yang kebanyakan masih mengandalkan cara-cara kuno dalam pengobatan dan cara manual dalam pengolahan data.

Dalam QS. Al-Jatsiyah (45):13  “Dan  Dia  menundukkan  untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir ”.

Dari ayat tersebut jelas dikatakan bahwa, masyarakat telah dianjurkan untuk mengelola nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya melalui pengetahuan yang telah dipelajarinya. (Yunus)


ALIANSI FMIPA PEDULI KORBAN ASAP

Kamis (15/10) Lembaga kemahasiswaan FMIPA Unila membentuk aliansi FMIPA Peduli Korban Asap. Aliansi yang dikoordinator oleh departemen Advokasi dan Kebijakan Publik (AKP) BEM FMIPA Unila, dan beranggotakan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa yang berada di FMIPA.

Aliansi FMIPA Peduli Asap inilah yang nantinya akan mengadakan penggalangan dana untuk korban asap yang ada di beberapa wilayah Indonesia. Penggalanagn dana ini akan dimulai Senin (19/10) nanti, dan akan berlangsung selama tiga hari.

Dengan bantuan dari masing-masing HIMA yang akan menggalang dana tingkat jurusan yang ada di FMIPA, dan UKMF yang akan menggalang dana di luar jurusan.
Penggalangan dana tidak hanya di ruang lingkup mahasiswa dan dosen FMIPA saja, bagi mahasiswa dan masyarakat umumyang ingin memberikan infaq dapat di transfer melalui nomor rekening 0359447916 (BNI) a/n Anggita.

Gubernur BEM FMIPA Unila berharap dana yang terkumpul lebih dari lima juta rupiah, “Dengan jumlah mahasiswa FMIPA yng lebih dari 900 orang, lima juta rupiah dapat dengan mudah terkumpul," ujar Anwar optimis. Dana yang terkumpul nanti nya akan disumbangkan langsung ke beberapa daerah di Indonesia dalam bentuk masker, vitamin dan uang tunai.

Tidak hanya menggalang dana, aliansi ini yang nantinya akan mengajak BEM Fakultas lain mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah kabut asap yang tak kunjung menemukan titik terang. (Shintia)

Jumat, 16 Oktober 2015

OSN Pertamina Wadah Kembangkan Inovasi

Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN) kembali digelar pada Kamis (15/10). Untuk regional Lampung, panitia penyelenggara dipercayakan kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (FMIPA Unila). OSN Regional Lampung secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Sugeng P Harianto, M.P.


Seleksi awal di FMIPA Unila sendiri diikuti 296 Mahasiswa, dengan rincian bidang perlombaan bidang Matematika 93 orang, Kimia 66 orang, Fisika 58 orang, Biologi 79 orang, dan 8 kelompok peserta project sains. Peserta yang hadir berasal dari berbagai Universitas negeri dan swasta di Lampung.

Pemenang perlombaan project sains ini dari mahasiswa Teknik Kimia FT Unila angkatan 2014. Ia memenangkan poster sains dengan judul Sulfuric Acid Subtitions Of Star Fruit Extracts (Averrhoa Belimbi) To Convert Lubricating Oil Into Fuel Oil Blending Plastic.

Pelakasanaan OSN Pertamina di FMIPA Unila                                                                                        |       Dok.Yunus Ardhan


Dalam sambutan, Sugeng mengatakan bahwa peserta olimpiade diharapkan bukan hanya mengukir prestasi pada saat kompetisi saja, tetapi ia berharap peserta juga dapat mengembangkan ilmunya dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu peserta OSN Pertamina, Inggit Borisha juga menjelaskan, Panitia Regional Lampung telah sukses menyelenggarakan OSN pada tahun ini, Inggit juga menambahkan bahwa "tingkat kesulitan yang diujikan relative karena kalo sudah banyak berlatih pasti lebih mudah mengerjakannya," ujar mahasiswa kimia 2013 ini saat ditemui setelah pelaksanaan OSN. (Yunus)


Kamis, 15 Oktober 2015

BEM FMIPA Gelar Diskusi Peduli Asap

Diskusi BEM FMIPA dengan Humas dari LK FMIPA │ Doc. Shintia 
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung, mengadakan diskusi mengenai musibah asap yang menimpah beberapa wilayah di Indonesia.

Diskusi yang bertempatkan di graha BEM FMIPA Unila dihadiri oleh 20 orang yang merupakan perwakilan Humas dari masing-masing lembaga kemahasiswaan FMIPA Unila, yang teridiri dari Himpunan Mahasiswa Jurusan dan UKMF.

Menurut Gubernur BEM FMIPA Unila, Khoirul Anwar, diskusi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedualian mahasiswa FMIPA terhadap sesama “ Mahasiswa FMIPA bukan hanya saintis tapi juga memiliki kepedulian sosial” ujar Anwar.

Di mulai dengan membahas isu mengenai kabut asap yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, diskusi ini terasa menarik ketika mulai membahas bentuk kepedulian seperti apa yang bisa dilakukan mahasiswa  sebagai generasi muda.


Buntut dari diskusi ini di bentuklah Aliansi FMIPA Peduli Korban Asap yang nanti nya akan mengadakan penggalangan dana untuk membantu korban kabut asap. Dana yang terkumpul nanti nya akan di sumbang kan langsung ke beberapa daerah di Indonesia dalam bentuk masker, vitamin dan uang tunai. (Shintia Faramudhita)

HIMAKI Adakan Seminar Nasional Kimia Industri

Paduan Suara HIMAKI FMIPA Unila sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam pembukaan acara Musta IKAHIMKI XIII   │ Dok. Himaki
Selasa (13/10) himpunan mahasiswa kimia FMIPA Universitas Lampung mengadakan seminar nasional sekaligus pembukaan yang dihadiri oleh ketua HIMAKI, ketua jurusan FMIPA kimia, wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni FMIPA Kimia.

HIMAKI menampilkan paduan suara serta tarian khas Lampung yaitu tari sembah yang berasal dari mahasiswa kimia FMIPA itu sendiri. Seminar nasional yang diadakan oleh HIMAKI ini merupakan serangkaian acara dari Musyawarah Tahunan Ikatan Mahasiswa Kimia Indonesia ke XIII dengan mengusung tema  Peran Kimia Dalam Perkembangan Industri Dunia Yang Ramah Lingkungan.

Seminar nasional ini bertempatkan di gedung Bapelkes Bandar Lampung. Jumlah peserta mencapai 100 orang dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, dosen dan umum. Seminar nasional kimia industri mengahadirkan pemateri yang luar biasa, yaitu Kepala UPT Balai Pengelolaan Mineral Lampung LIPI, Kepala Balai Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah, dan CEO Biotek Pangan.


Ketua LIPI selaku pemateri memaparkan bahwa industri-industri di Indonesia tingkat menengah ke bawah belum mampu menciptakan industri yang ramah lingkungan karena terkendala dengan biaya serta alat-alat pengolah limbah industri yang sulit untuk diuraikan. Hanya beberapa industri tingkat atas yang sedikit demi sedikit sudah mampu mengolah limbahnya sendiri agar tidak mencemari lingkungan. (Riri)

Rabu, 14 Oktober 2015

Himaki, Tuan Rumah Musta IKAHIMKI

      Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni membuka acara Musta IKAHIMKI XIII⎹  Dok.Yunus
Pembukaan Musyawarah Tahunan Ikatan Himpunan Kimia Indonesia ke-XIII (Musta IKAHIMKI) digelar Selasa (13/10) lalu di Gedung Audoturium Bapelkes Provinsi Lampung. Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA Unila, Drs. Tugiyono, M.Si,.Ph.D.

Acara Musta IKAHIMKI merupakan acara musyawarah tahunan yang diadakan IKAHIMKI untuk mengevaluasi kinerja satu tahun kepengurusan organisasi himpunan kimia seluruh Indonesia ini.

Hadir pada acara tersebut Ir. Suharto, M.T dari Badan Pengolahan Mineral Lampung LIPI, Asnuri Hadi Broto, M.Si, dari BPLHD Lampung dan Dwi Puji Astuti, M.Sc, selaku CEO Biotek Pangan Indonesia.


Dalam sambutan pembukaan acara, Ketua Umum Himaki Arief Aulia Rahman mengatakan bahwa Himaki bangga menjadi tuan rumah acara yang bertaraf Nasional ini. Ia menambahkan peserta yang hadir pada pembukaan acara ini sebanyak 20 peserta dari seluruh Universitas di Indonesia (Yunus Ardhan).

Sabtu, 10 Oktober 2015

Adakan Zoologi, Himbio Bentuk Karakter Mahasiswa Baru Biologi



Peserta Zoologi sedang berjalan menuju pos                                                                                       Foto Doc.Rangga Nur HA
Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio) adakan kegiatan Zona Observasi Biologi (Zoologi) untuk mahasiswa baru jurusan biologi 2015. Acara tersebut diadakan  pada Sabtu-Minggu (10-11/10) di lingkungan FMIPA Unila yang diikuti oleh seluruh mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Himbio kepada mahasiswa  baru serta pengenalan pengurus Himbio. 

Ketua pelaksana Zoologi, Yayang Anas Persada mengatakan, kegiatan ini dapat mempererat rasa kekeluargaan, kebersamaan dan solidaritas antar sesama mahasiswa baru. Yayang menambahkan, “Zoologi merupakan kegiatan wajib untuk maba yang diadakan oleh bidang kaderisasi himbio, ujarnya

Sebelumnya, zoologi sudah dilaksanakan. Namun, kegiatan yang dilakukan merupakan pemberian materi di dalam ruangan. Menurut koordinator acara Zoologi Anis Ashari, “Materi kegiatan zoologi minggu lalu mengenai KP-KKN, konservasi pengenalan, transisi, organisasi dan skripsi”, tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa persiapan yang dilakukan sangat matang karena sudah menjadi program kerja bidang kaderisasi dari dua bulan lalu. Uniknya, mahasiswa baru juga diberikan nama panggilan yang merupakan nama latin hewan dan tumbuhan agar peserta mampu mengingat klasifikasi hewan dan tumbuhan.

Field trip yang dilaksanakan memiliki empat post yaitu post bidang kaderisasi, presidium himbio, BPO, dan bidang minat dan bakat. Ditemui di pos presidium, ketua umum Himbio I Nyoman Hitakarana mengatakan, ‘’Kegiatan ini sangat bermanfaat karena melatih kedisiplinan sekaligus mempererat rasa kekeluargaan”, ucap mahasiswa Biologi angkatan 2013 itu. (Freta)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...