Minggu, 24 Januari 2016

PERDANA: Himatika ITS Bersama Himatika Unila Selenggarakan OMITS

(24/01/16) Peserta sedang melakukan registrasi olimpiade matematika di depan jurusan matematika FMIPA Unila.
Himpunan Mahasiswa Matematika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Matematika Universitas Lampung (HIMATIKA Unila) menyelenggarakan Olimpiade Matematika ITS (OMITS) regional Lampung, Minggu (24/10), di Gedung Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila).

Acara yang merupakan program tahunan Himatika ITS ini diikuti oleh 30 kota di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 5.000 tim dimana setiap tim beranggotakan 2 orang dan berasal dari tingkat SD, SMP, SMA, dan Mahasiswa.

“Di regional Lampung sendiri peserta yang ikut untuk SD sebanyak  7 tim, SMP 2 tim, dan SMA 73 tim, sedangkan untuk mahasiswa masih belum ada,” jelas Riky, Penanggung Jawab OMITS regional Lampung.

Mahasiswa Jurusan Matematika ITS ini melanjutkan, walau acara ini sudah diadakan selama 10 tahun, tetapi ini merupakan kali pertama bagi regional Lampung sehingga untuk peserta regional Lampung diprioritaskan dari SMA dahulu. Sebelumnya, pada tahun 2011 memang pernah diadakan untuk regional Lampung, namun, karena tidak memenuhi target, ditutup hingga tahun 2015 dan baru dilaksanakan kembali pada tahun 2016 ini.


Acara pada hari ini merupakan seleksi awal bagi para peserta OMITS dan berupa tes tertulis yang dilakukan di dalam ruangan dan diawasi oleh pengawas dari Himatika. Selanjutnya, satu tim terbaik dari masing-masing tingkat SD, SMP, dan SMA akan lanjut ke semifinal pada tanggal 5 Februari di Surabaya. (Ely)

Rabu, 20 Januari 2016

SEGERA TERBIT! SERI PEMIKIRAN MAHASISWA: TENTANG MANUSIA


B.O. Economica Presents:



SEGERA TERBIT!



SERI PEMIKIRAN MAHASISWA: Tentang Manusia

Memberi perspektifbarudalammemandang manusiadan hubungannya dengan sesama manusia, Sang Pencipta, dan alam. Menjadikannyasebagai sebuah tulisan yang kritis, unik, dan menarik untuk dinikmati.

“MANUSIA – Satu entitasini menyimpan misteri yang seakan tak ada habisnya. Di balik berbagaistatusnyasebagaipribadi yang otonom, ataupun sebagaianggotamasyarakat yang terikat oleh norma, etika, dan aturan, manusia masih menyimpanmisteri. Selalu munculberupa-rupa pemikiranbaru lain yang memberiperspektifbaru dalam memandangdefinisidan relasi mengenaimanusia yang transenden, dan alam sekitarnya. Lalu, apakah pemikiran baru soal manusiatersebutadalahpemikirananda?

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:

Rachmah +6281386125101



Diproduksi oleh

Economica Press

Jumat, 15 Januari 2016

Gerhana Matahari Total Lintasi 11 Provinsi Di Indonesia Pada 9 Maret

Gerhana adalah peristiwa tertutupnya sebuah objek disebabkan adanya objek yang melintas di depannya. Proses terjadinya gerhana matahari total adalah ketika bulan secara keseluruhan menutupi cahaya sinar matahari yang memancar ke bumi.  

Dikutip dari antaranews.com , Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaludin mengatakan gerhana matahari total akan bisa diamati dari 11 wilayah provinsi di Indonesia pada 9 Maret pagi.

Gerhana matahari total, menurut dia, akan bisa diamati dari Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Fenomena gerhana matahari total merupakan fenomena yang jarang terjadi sehingga kemungkinan akan menarik banyak wisatawan mancanegara karena fenomena gerhana matahari total hanya dapat disaksikan di provinsi-provinsi tertentu di Indonesia.

"Gerhana matahari total di bagian timur Indonesia akan berlangsung sekitar tiga menit sekitar pukul 09.00 waktu setempat, sedangkan di bagian barat akan berlangsung sekitar dua menit pukul 07.30 WIB," kata Thomas saat dihubungi dari Bandung, Senin.

Gerhana matahari total hanya terjadi beberapa menit karena gerakan bayangan bulan yang cepat.
Thomas mengatakan saat gerhana matahari total suasana di daerah yang terlintasi akan seperti malam purnama.

Dia menjelaskan bahwa gerhana matahari bisa disaksikan namun para pengamat harus menghindar saat matahari keluar kembali dari bayangan bulan karena bisa menghasilkan cahaya yang kuat.

Daerah lain selain 11 provinsi itu, menurut dia, hanya akan bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian.

Ia menambahkan Lapan akan meluncurkan hitung mundur 55 Hari Jelang Gerhana Matahari Total di Kantor Lapan di Jakarta pada Kamis (14/1). (Gita)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...