Senin, 28 Maret 2016

Tak Hanya Anjing, Kuda Juga Bisa Membaca Ekspresi Wajah Manusia

ilustrasi | nationalgeographic.co.id


Mungkin sudah banyak yang mengetahui jika anjing dapat membaca ekspresi wajah manusia, tapi tahukah kalian? tak hanya anjing, kuda juga mampu membaca ekspresi dan emosi di wajah manusia.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa kuda mengenali orang yang sebelumnya hanya pernah mereka lihat dalam foto. Kini sebuah studi baru mengungkapkan bagaimana kuda membaca emosi manusia. 

Dilansir dari nationalgeographic.co.id , "Ada kemungkinan bahwa kuda mengembangkan kemampuan ini selama 6.000 tahun seiring evolusi mereka bersama manusia, atau memang kuda belajar selama hidup mereka," Amy Smith, salah satu pemimpin penelitian.

Dalam penelitian yang hasilnya diterbitkan di jurnal Biology Letters, Smith dan timnya mengambil sampel 28 kuda dari 5 peternakan kuda di Sussex dan Surrey, Inggris. Setiap kuda ditunjukkan foto-foto pria dengan ekspresi wajah yang berbeda sesuai dengan suasana hati tertentu.

Peneliti melaporkan bahwa reaksi kuda terhadap wajah marah terungkapkan. Kuda-kuda melihat gambar-gambar wajah marah terutama dengan mata kiri mereka, sesuai spesialisasi otak kanan yang memproses rangsangan yang mengancam (Informasi dari mata kiri diproses di otak belahan kanan).

McComb, seorang profesor dari Animal Behavior & Cognition di University of Sussex mengatakan bahwa hal ini memberi kita kejelasan bagaimana kuda-kuda itu melihat situasi dan menunjukkan dengan jelas bahwa mereka melihatnya sebagai hal negatif.

"Denyut jantung meningkat dan punggung mereka terangkat. Jadi berada dalam suasana hati buruk di sekitar kuda bukanlah sesuatu yang tak disadari oleh mereka. Itu juga cenderung memiliki dampak negatif pada perilaku dan fisiologi kuda," pungkasnya.

Sangat sedikit hewan yang diketahui dapat memahami ekspresi wajah manusia. Hanya anjing yang sebelumnya telah terbukti memiliki kemampuan itu.

Hanya Empat dari Sembilan Kandidat DPM-U Dari FMIPA yang Hadir Saat Temu Rakyat

Hanya Empat Kandidat DPM-U Dari FMIPA yang Hadir
Saat Temu Rakyat
Panitia Khusus Pemilihan Raya Universitas Lampung (Pansus Pemira U) memfasilitasi Kandidat Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Lampung(DPM-U) dalam agenda Temu Rakyat(28/03/2016). Namun, sangat disayangkan fasilitas ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh para kandidat.

Pranoto mengatakan, “sangat disayangkan dari sembilan hanya empat kandidat yang hadir, padahal pihak Pansus sudah memfasilitasi,” ujar mahasiswa matematika 2013 itu.

Pranoto juga mengungkapkan kesedihannya melihat keadaan FMIPA saat ini, tidak hanya para kandidat, mahasiswa FMIPA pun tidak peduli, “bagaimana kita bisa membantu negara kita, sedangkan di kampus yang biasa disebut miniatur negara saja seperti ini, pihak akademis saja tidak peduli bagaimana dengan pekerja di luar sana,” kata Pranoto saat ditemui dalam acara temu rakyat. (Hernora)

Rabu, 23 Maret 2016

Mahasiswa FMIPA Masih Apatis Terhadap Demokrasi Kampus

Talkshow bersama dengan Diky Hidayat, Hapin Afriyani, dan Ahmad Ari Aldino. Foto: Hernora
Serukan Suara, Wujudkan Demokrasi untuk FMIPA Satu menjadi tema yang diangkat oleh Pansus Pemilihan Raya (PEMIRA) FMIPA dalam kegiatan Ini Juga Talk Show yang bertempat di Pelataran FMIPA (23/3).

Menghadirkan Ketua Senat angkatan ke-5 FMIPA Unila, Diky Hidayat, Hafin Apriani, Wakil Gubernur BEM FMIPA Unila 2013-2014 dan Ahmad Ari Aldino, mantan anggota Pansus Pemira 2013.

Kegiatan ini dilakukan sebagai sarana pengenalan demokrasi kepada warga FMIPA dan membuka pikiran dan hati mahasiswa FMIPA akan pentingnya suatu demokrasi. Namun kegiatan ini sangat disayangkan karena, momen yang terjadi setahun sekali tidak terlalu digubris oleh mahasiswa FMIPA, “Sekarang tingkat kepedulian mahasiswa terhadap demokrasi sangat rendah,” ujar Diky Hidayat.

Hal ini terlihat saat kegiatan berlangsung banyak mahasiswa yang asik berjalan bahkan hanya melihat dari jauh kegiatan ini. Dari sinilah semakin terlihat kepedulian untuk mengikuti pesta demokrasi yang akan dilaksanakan 14 april mendatang sangatlah rendah.

Mahasiswa di FMIPA merupakan mahasiswa study oriented sehingga untuk menaikkan minat pemira di FMIPA sangatlah sulit. Bahkan hanya untuk menghadiri talk show hanya sedikit yang datang. ”Dari 2000 mahasiswa hanya datang 50 orang, yang lain kemana?,” tanya Aldino.


Terlebih melihat pada dua tahun terakhir terjadi aklamasi. Hal ini semakin terlihat bahwa demokrasi FMIPA mati suri. Terlihat mahasiswa apatis terhadap demokrasi yang ada di kampus. Mahasiswa MIPA saat ini hanyalah berorientasi ke akademik sehingga demokrasi tidak terlalu digubris. Sehingga tidak akan terjadi pemira karena tidak didukung oleh politik kampusnya. (Freta Tirka)

Selasa, 22 Maret 2016

Diskusi Perdana Dekan Baru FMIPA dengan LK Prioritaskan Prestasi Akademik

Diskusi dekan FMIPA, wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni bersama dengan Ketua dan Sekretaris LK FMIPA Unila, Photo: Shintia Faramudhita
Kepemimpinan baru FMIPA Unila membuat mahasiswa dan dekan harus menyamakan atmosfer dalam artian menyinergikan dalam peningkatkan kualitas FMIPA.

Warsito, Dekan FMIPA mengadakan pertemuan dengan seluruh ketua Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang ada di FMIPA, baik itu Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) atau Himpunan Mahasiswa (HIMA)(22/03).   

Dalam agenda ini, Warsito mengatakan bahwa orientasi LK ke prestasi akademik, terkhusus Himpunan Mahasiswa, "HIMA itu Roh dari setiap jurusan karena sudah fokus ke bidang ilmu," tegasnya.

Dekan baru FMIPA ini juga akan mendukung penuh untuk mahasiswa yang memiliki orientasi ke Medali Nasional, "parameter kinerja saya nanti akan carikan reward," tungkasnya. Warsito juga menambahkan tujuan utama kita itu prestasi, organisasi LK itu hanya alat.

"Pintu saya lebih terbuka, untuk mahasiswa apalagi soal prestasi, kotak saran bisa langsung ke sekretaris dekan tidak usah takut-takut dalam menyebutkan nama," ujar Warsito.

Warsito juga akan bertindak tegas soal kedisiplinan baik itu dengan tenaga kerja kependidikan maupun mahasiswa, "kalau saya lihat nanti ada mahasiswa yang memakai kaos oblong saat jam perkuliahan, saya akan tegur langsung nanti," tegasnya. 

"Saya juga sering berseloroh kalau adik-adik nanti melihat saya malas-malasan silahkan adik-adik  tidur saja, 80%  kinerja saya tolong di imbangi, 100% itu menjadi  tugas saya," ujar Warsito di depan ketua LK.

Selain kedisiplinan tersebut, Warsito juga akan mencanangkan 10 menit sebelum waktu zuhur semua aktivitas harus dihentikan, dan bersama-sama mengajak kaum lelaki yang muslim untuk shalat zuhur berjamaah di masjid Al-wasi'i. "Karena kita tidak akan bangun masjid di FMIPA, karena kita di orientasikan ke masjid Al-wasi'i," katanya.
(Hernora)


Meriahkan Kelulusan, HIMAFI Siapkan PELUIT

Mahasiswa Fisika sedang menyiapkan berbagai atribut untuk Peluit(21/03). (Elly Nurhayati)
Sabtu(21/03), mahasiswa jurusan Fisika bersama-sama mempersiapkan atribut yang akan digunakan dalam acara Pelepasan Wisudawa/Wisudawati atau biasa disebut dengan Peluit.


Penanggung jawab pelaksana Peluit, Nanda Efbriansyah (Fisika 2015) menuturkan, acara yang merupakan agenda rutin Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) bidang Sosial Masyarakat kali ini dibuat meriah dengan konsepan acara bernuansa ospek, di mana setelah acara wisuda di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, wisudawan dan wisudawati yang berjumlah sepuluh orang akan menggunakan atribut ospek yang telah disiapkan tim pelaksana pada hari ini. Setelah itu, tim pelaksana akan beramai-ramai mengiring ke gedung Fisika dengan memakai jas lab dan papan karton bertuliskan rumus fisika.

“Hari ini kami mempersiapkan atribut. Acara Peluit akan dilakukan pada tanggal 23 Maret pukul 10.00-12.00 WIB dengan acara puncaknya pada pukul 11.00 WIB.” tandasnya. (Ely)

Senin, 21 Maret 2016

Dekan FMIPA Katakan Natural Nakal

Menjadi pers mahasiswa berbasiskan sains tentu bukanlah hal mudah untuk mempertahankan eksistensi hingga Natural kini berusia 17 tahun.

"Di usia tujuh belas kalau manusia itu usia-usia nakal, dan Natural juga nakal, nakal dalam hal positif," ujar dekan FMIPA

Dalam sambutan pembukaan acara HUT Natural kemarin dekan FMIPA Prof. Warsito., S.Si.,D.E.A, Ph.D mengatakan bahwa ia mendukung kegiatan mahasiswa seperti ini.

Dekan sangat berharap Natural dapat bersinergi dengan pihak dekanat untuk sama-sama membantu memperkenalkan FMIPA melalui media.

Selain itu, Warsito juga berharap Natural menjadi garda terdepan dengan segudang prestasi khususnya dibidang jurnalistik.(Hernora)
Photo : Shintia

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...