Jumat, 28 Oktober 2016

Coradia iLint, Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama Dunia Resmi Diluncurkan di Prancis

Coradia iLint, Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia


Perkembangan era globalisasi modern, membuat segala bidang dalam aspek kehidupan semakin berkembang pesat. Globalisasi dimulai dengan perkembangan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi. Seiring dengan berjalannya waktu, terdapat beberapa faktor yang membuat globalisasi terutama dibidang transportasi perkeretaapian semakin berkembang.

Salah satu faktor penyebabnya adalah polusi udara terutama pada kereta api berbahan bakar diesel yang menciptakan gas buang CO2 sehingga dapat memperburuk pemanasan global (global warming). Adanya permasalahan dari sebuah transportasi, membuat masyarakat mulai mencoba beragam inovasi teknologi untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam dunia transportasi khususnya perkeretaapian.

Coradia iLint, kereta bertenaga hidrogen yang merupakan salah satu solusi yang diberikan oleh Alstom, perusahaan transportasi Prancis guna mengurangi adanya polusi udara dan polusi suara di Jerman. Kereta ramah lingkungan ini, rencananya akan beroperasi di jalur Buxtehude-Bremervörde-Bremerhaven-Cuxhaven, di Lower Saxony, negara bagian Jerman. Prosedur uji coba akan dilaksanakan akhir tahun ini dan akses untuk publik akan dibuka pada Desember 2017.

Dilansir dari National Geographic Indonesia, Coradia memiliki 2 sumber tenaga penggerak, yaitu baterai Litium sebagai sumber utama dan generator listrik berbahan bakar Hidrogen. Baterai tersebut mendapatkan energi dari tangki bahan bakar hidrogen yang dipasang di atap keret sehingga apabila baterai habis, maka generator yang ditempatkan diatap kereta akan mencharge baterai. Ada juga rencana untuk menyediakan tanaman yang memproduksi hidrogen yang diperlukan di sepanjang rute kereta.

Dengan tangki terisi penuh (94 kg/gerbong), kereta yang dijuluki Hydrail ini dapat menempuh jarak hingga 800 km dengan kecepatan maksimal 140 km/jam. Selain itu, Hydrail sanggup mengangkut 300 penumpang dan akan menjadi kereta bertenaga hidrogen yang melayani rute jarak jauh. Hydrail hanya menghasilkan uap air dan bebas emisi karbon sehingga tak mencemari udara. Artinya, kereta ini menawarkan alternatif kendaraan dengan emisi nol untuk menggantikan 4.000 kereta diesel Jerman. (Vivin)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...