Sabtu, 19 November 2016

BEM FMIPA Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar



Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) di Gedung Ilmu Komputer FMIPA Unila lantai 1 pada tanggal 19-20 November 2016. Dengan tema “Menyongsong Pemimpin Bangsa yang Berkarakter dan Berintegritas.”

Acara yang dilaksanakan selama 2 hari ini dihadiri oleh 41 peserta yang merupakan mahasiswa FMIPA dan beberapa fakultas lain. Ketua pelaksana, Angger mengataan bahwa acara ini bertujuan untuk membentuk pemimpin-pemimpin yang nantinya dapat menerapkan ilmunya baik masyarakat maupun di luar masyarakat.

LKMMTD yang diselenggarakan oleh BEM FMIPA ini sedikit berbeda dari pelatihan kepemimpinan yang lain. Perbedaannya yaitu selain fokus kepada pembekalan untuk jiwa kepemimpinan, lebih menyinggung kepada BEM-nya. Contohnya aksi, pada lkmmtd ini diselipkan materi manajemen aksi. Dan juga ada materi stadium general.

Diharapkan para peserta mampu memanajemen organisasi, dan dapat memprioritaskan antara organisasi dan urusan tentang dirinya sendiri. “Mudah-mudahan dapat menangkap ilmunya, memahami apa yang disampaikan oleh pemateri, kemudian mengamalkan apa yang dia dapat dari lkmmtd ini. Kami ingin membentuk jiwa-jiwa pemimpin yang tangguh, handal, kompeten, yang memiliki karakter dan integritas.” Gubernur BEM FMIPA Unila, Ahmad Zainuri (Putri) .

Pupuk Jiwa Jurnalis, Natural Lakukan Kunjungan Kerja ke NET TV Lampung



Pupuk Jiwa Jurnalis, Natural Lakukan Kunjungan Kerja ke NET TV Lampung

Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Natural melakukan kunjungan kerja ke NET TV Lampung, kegiatan yang merupakan program kerja dari bidang Litbang bertujuan untuk mempelajari mekanisme kerja di NET TV. Dibuka oleh Yogi Armanda selaku pimpinan NET TV Lampung, dilanjutkan pemberian materi di bidang keredaksiannya, lalu ditutup dengan sesi tanya jawab. “Pada dasarnya kita juga sudah memiliki jiwa jurnalistik, hal kecilnya dapat dilihat dari berbagai postinagan di media sosial untuk memberitahukan tempat-tempat makan dan berbagai teren terbaru lainnya,” ujar Yogi dalam sambutannya. 

Dalam kegiatan ini, materi yang diberikan lebih kearah jurnalistik televisi dan diisi langsung oleh Destian selaku repoter NET TV Lampung. Diantara materi tersebut ialah, pengambilan gambar yang baik, editing video, dan sistematika penulisan berita. Sebagai reporter harus memiliki sifat independen dimana berita yang disajikan tidak boleh memihak pada siapapun dan teruji keakuratannya. “Media sebagai alat kontrol sosial, sehingga dalam pemberitaan yang ditayangkan tidak boleh memihak pada satu sisi saja melainkan kita harus meninjau dari sisi yang lainnya” ujar Destian yang saat ini menjadi satu-satunya reporter NET TV Lampung.

Suatu momen yang langka dimana Natural dapat mengunjungi stasiun TV ternama di Indonesia. “Awlnya, saya tertarik untuk mengetahui mekanisme kerja dalam tim NET TV yang mana mampu menghasilkan program-program yang spektakuler,” ujar Vinsensia selaku Sekretaris Bidang Litbang. Kunjungan yang disambut baik oleh pihak NET TV tersebut, tidak lain bertujuan agar apa yang di dapat oleh pengurus dan magang UKMF Natural dapat diaplikasikan dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalis. (Freta)

FMIPA Menuju Final OSN PERTAMINA

Tim yang mewakili Unila dalam babak Final OSN Pertamina di Hotel Bumi Wiyata Depok. Dari sebelah kiri ke kanan Antonius Wendi A. (Kimia’13), Herliana (Kimia’14),
M. Tri Jatmiko (Kimia’15), dan Habibi (Ilkom’16)


FMIPA (19/11)-Unila kembali mengirim perwakilan di ajang Babak Final OSN PERTAMINA 2016 di Hotel Bumi Wiyata Depok. Perwakilan Unila ini terdiri dari 1 tim Proyek Sains yang terdiri dari Antonius Wendi A. (Kimia’13), Herliana (Kimia’14), M. Tri Jatmiko (Kimia’15) dan 1 perwakilan bidang teori yakni Habibi (Ilkom’16).


Tim Proyek Sains ini mengangkat judul Pyrolitic Conversion of Waste Palm Oil Into Bio-Gasoline  Using Heterogeneous Catalysts Synthesized from Used Aluminium Cans and Rice Husk Silica. Menurut Faradilla Syani (Magister Kimia’15) selaku kakak pendamping tim, proposal yang diajukan diharapkan dapat memberikan sebuah kontribusi serta alternatif di bidang energi alternatif dan terbarukan. “Harapannya tim proyek sains ini dapat memberikan dan mengeluarkan kemampuan yang semaksimal mungkin pada acara final ini” ujarnya (Khasandra). 

Jumat, 11 November 2016

BNCT Solusi Baru Penyembuhan Kanker


BNCT Solusi Baru Penyembuhan Kanker
Kanker sudah sejak lama menjadi momok bagi setiap orang. Banyak orang beranggapan bahwa kanker adalah penyakit yang sulit untuk disembuhkan dan sangat menyiksa penderitanya. Penyakit kanker dimulai saat adanya sel-sel abnormal membelah tanpa kontrol dan mampu menyerang jaringan lain. Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian lain melalui darah dan sistem limfe.

Terdapat bermacam-macam penyakit kanker yang dapat menyerang tubuh, diantaranya kanker kerongkongan, kanker usus besar, kanker lambung, kanker serviks dan sederetan kanker lainnya yang berbahaya bagi tubuh. Penyembuhan penyakit kanker selama ini juga dikenal sulit, karena selain mengeluarkan biaya yang tidak murah, penderita kanker juga harus menjalani serangkaian terapi.

Namun di era modernini, telah dikembangkan metode baru untuk mengobati dan menyembuhkan kanker. Metode ini dikenal dengan nama Boron Neutron Capture Cancer Therapy (BNCT) yang dikenal lebih efektif dibanding metode lain seperti operasi atau pembedahan, radioterapi dan kemoterapi atau terapi sistemik.

Seperti dilansir pada laman liputan6.com terkait metode baru penyembuhan kanker,  Menurut Kepala Peneliti Pengembangan BNCT dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Yohannes Sardjono, “metode penyembuhan ini dilakukan dengan menembakkan neutron ke boron yang sudah disuntikkan dan masuk ke dalam tubuh. Kecepatan tembakan yang menggunakan alat penembak polimatron ini sama dengan laju pesawat terbang, yakni sekitar 2.200 meter per detik.”

Dijelaskan pula olehnya bahwa sasaran dari tembakan neutron ke boron ini adalah sel kanker. Ketika proses tersebut sudah dilakukan, maka sel kanker akan hancur dan penderita kemungkinan besar sembuh setelah menjalani beberapa proses lanjutan. Reaksi nuklir dari proses itu akan membentuk partikel alfa dan litium yang menghancurkan sel kanker, tutur Yohannes.

Partikel-partikel berat tersebut mampu menghasilkan energi sekitar 2,34 mega electron volt. Partikel ion litium memiliki jangkauan di area sel kanker sekitar 5 mikrometer dan partikel alfa sekitar 9 mikrometer. Sehingga radiasi hanya akan membunuh sel kanker saja dan tidak merusak sel yang sehat. Semoga dengan adanya kemajuan iptek dalam bidang ini dapat membantu penyembuhan dan pengobatan penyakit kanker. (yoanda)

Senin, 07 November 2016

Bulan Baru di November 2016


Pada bulan November 2016 ini akan terjadi banyak fenomena langit yang terjadi. Dimulai dari peristiwa konjungsi hingga fase bulan baru.
Dikutip dari langitselatan.com, ketidakmunculan bulan pada awal bulan November dikarenakan bulan sedang berada dalam fase baru.
(Gambar fase bulan November – sumber : langitselatan.com)

 
1 November. Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 406700 km.

8 November. Bulan Kuartir Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam pukul 00:35 WIB. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan sampai jelang dini hari sambil menikmati kehadiran planet-planet.


14 November. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 356500 km.

14 November. Bulan Purnama Perigee. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam. Bulan purnama di bulan November akan tampak lebih besar dari biasanya karena sedang berada di perigee atau di titik terdekat dengan Bumi.

21 November. Bulan Kuartir Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari pada pukul 11:34 WIB. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

29 November. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. (Shela)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...