Minggu, 27 Mei 2018

Himafi Adakan Workshop SPIA dan SPIK

Himafi FMIPA Unila adakan workshop SPIA dan SPIK



Sistem Pengendalian Internal Administrasi (SPIA) dan Sistem Pengendalian Internal Keuangan (SPIK) adalah dua hal yang tidak pernah lepas dari suatu organsasi. Hal inilah yang membuat Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika (Himafi) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung mengadakan workshop Sistem Pengendalian Internal Administrasi (SPIA) dan Sistem Pengendalian Internal Keuangan (SPIK). Acara yang bertemakan “Membangun Kinerja Organisasi Melalui Peningkatan Sistem Pengendalian Internal yang Terstruktur” ini telah berlangsung di Gedung Jurusan Fisika FMIPA Unila Ruang 2.3 lantai 2 pada Sabtu (26/05). Workshop ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Himafi periode 2018, Raka Reinord Orlanda.

Workshop SPIA dan SPIK ini menghadirkan 2 pemateri yang berasal dari MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) Universitas Lampung, yakni Santi dan Erssa. Di dalam workshop yang dihadiri oleh sekitar 40 peserta ini dijelaskan bagaimana menjalankan sistem administrasi dengan baik. Selain itu juga diterangkan bagaimana cara mengalokasikan dan mencairkan dana.

Guntur selaku ketua pelaksana Workshop SPIA dan SPIK menyatakan bahwa acara ini sangat penting untuk diikuti. Menurutnya, anggota dalam suatu organisasi terutama bagi presidiumnya harus menguasai ilmu-ilmu tersebut karena SPIA dan SPIK adalah dua hal yang penting untuk diterapkan dalam organisasi.

“Misalkan tidak ada SPIA dan SPIK, organisasi akan susah untuk dijalankan, karena itu perlu diadakan workshop ini,“ jelas Guntur, “Saya berharap dengan adanya acara ini, peserta yang mengikuti bisa menjadi pemimpin-pemimpin masa depan dan perangkat-perangkat organisasi yang lebih baik, karena organisasi yang baik selalu ada anggota yang baik,” tutupnya. (Stacia)

Senin, 14 Mei 2018

BEM FMIPA feat BEM U KBM Unila Adakan LKMMTM

Agus Harimurti Yudhoyono bersama Dekan FMIPA dan Wakil Rektor III dalam agenda Dialog Interaktif.

Dengan mengusung tema "Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Pembentukan Karakter Bangsa", BEM FMIPA bersama BEM U KBM Universitas Lampung menggelar Dialog Interaktif bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMMTM). Pelatihan ini diadakan tepatnya pada Sabtu (12/05) dan Minggu (13/05) di Aula UPT Perpustakaan Universitas Lampung dan dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Lampung, Karomani. Acara ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa Unila dan dari perguruan tinggi lainnya. Ada sebanyak 300 peserta yang menghadiri kegiatan Dialog Interaktif serta 36 peserta pada kegiatan LKMMTM.

Dialog Interaktif bersama AHY selaku Direktur Eksekutif dari Yudhoyono Institute berlangsung tidak lebih dari 1 jam. Dialog yang mengangkat tema "Peran Pemuda Menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045" ini dimulai tepatnya pukul 10.45 WIB. Kemudian acara pun berlanjut ke kegiatan LKMMTM yang menghadirkan Faudzul Azim sebagai pemateri “Peran Mahasiswa dalam Kemajuan Indonesia”. LKMMTM terus berlanjut esok harinya pada Minggu (13/05) yang dimulai pukul 08.05 WIB dengan menghadirkan 3 pemateri. Ketiga pemateri tersebut yakni Jon Hendri selaku Sekdirjen Kemenristekdikti dengan materi "Perkembangan Sains, Teknologi, dan Informasi", Puji Sukanto sebagai Kepala Bagian Organisasi Pemda Lampung Selatan dengan materi "Berfikir Ilmiah dalam Berorganisasi", dan Azis Syamsudin selaku Ketua Komisi III DPR RI dengan materi "Analisis dan Diagnosis Perkembangan Sosial Ekonomi dan Politik".

Rizky Sofyan selaku ketua pelaksana acara ini berharap acara LKMMTM ini bisa menginspirasi mahasiswa untuk lebih siap menghadapi Indonesia emas di tahun 2025.

"Semoga seluruh mahasiswa yang mengikuti LKMMTM bisa mengimplementasikan apa yang di sampaikan oleh pemateri menjadi pemuda mahasiswa yang lebih baik dan lebih siap menghadapi Indonesia emas di tahun 2025," tutupnya (Adi, Nadya).

Sabtu, 05 Mei 2018

PKSDA XXII Bantu Sadarkan Masyarakat akan Konservasi Badak Sumatra

Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio) FMIPA Unila menyelenggarakan PKSDA ke XXII yang merupakan acara tahunan yang selalu digelar dalam rangka memperingati hari jadi Jurusan Biologi FMIPA Unila. Adapun tema tahun ini adalah “Satukan Aksi , Selamatkan Badak Sumatera”. Salah satu rangkaian acara terbesar di Jurusan Biologi ini adalah Aksi Lingkungan yang digelar di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada Sabtu,(05/05).

Acara ini dihadiri oleh 30 peserta dan beberapa panitia. Bentuk kegiatan Aksi Lingkungan ini adalah wisata Badak Sumatra dan diskusi terbuka tentang “Peran Badak dalam Keseimbangan Lingkungan”. Diskusi tersebut membahas tentang keberadaan Suaka Rhino Sumatra (SRS) selain sebagai tempat konservasi, juga mendorong perkembangbiakkan badak serta melakukan penelitian lanjutan yang merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan Badak Sumatera yang hampir punah, mengingat perburuan liar dan hilangnya ekosistem menjadi penyebab menurunnya populasi Badak Sumatera yang hanya memiliki usia maksimum 35-40 tahun.

Taman Nasional Way Kambas sebagai ASEAN Heritage Park ke-36 memiliki luas 125.621,30 hektar, merupakan habitat dari lima mamalia besar di Sumatera yaitu Gajah Sumatra, Badak Sumatra, Harimau Sumatra, Beruang Madu, dan Tapir. Taman Nasional Way Kambas memiliki 21-27 ekor badak liar yang belum terdata secara spesifik. Pada taman nasional ini juga terdapat Suaka Rhino Sumatera (SRS) yang merupakan tempat konservasi Badak Sumatra. Salah satu badak yang menjadi tujuan objek wisata pada kegiatan Aksi Lingkungan ini adalah Badak Sumatra jantan yang bernama Harapan.

Zulfi Arsan selaku dokter hewan di SRS menyatakan bahwa keberhasilan konservasi di SRS adalah dapat menambah jumlah Badak Sumatera yakni melalui perkawinan dari Badak Harapan dan Badak Ratu. Anak pertama yang lahir di suaka ini bernama Andatu yang lahir pada 23 Juni 2012. “Kelahiran badak pertama ini, menambah optimis kami dalam upaya pelestarian Badak Sumatera. Kelahiran Andatu juga memnjadi bukti bahwa SRS mampu untuk mengupayakan pelestarian Badak Sumatra” , ujarnya.

Subakir selaku Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas berharap SRS selain menjadi tempat konservasi, juga dapat menjadi tempat penelitian bagi mahasiswa, “Harapannya dengan diadakan acara ini SRS dapat dijadikan tempat penelitian skripsi yang di prioritaskan untuk Universitas Lampung, khususnya jurusan Biologi dan Jurusan Kehutanan, karena masih banyak lagi yang perlu di-explore terutama di Taman Nasional Way Kambas”, tutupnya (Fifi).

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...