Sabtu, 22 September 2018

Antara Demokrasi Unila dan Peraturan Rektor No. 3

Diskusi Rumput Hijau “Hancurnya Demokrasi di Universitas Lampung dan Upaya Mematikan Organisasi Kemahasiswaan oleh Birokrat Kampus”


Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung (BEM U KBM Unila) menggelar Diskusi Rumput Hijau (DRH) pada Kamis (20/09) di Lapangan Belakang Rektorat Universitas Lampung. Diskusi yang bertemakan “Hancurnya Demokrasi di Universitas Lampung dan Upaya Mematikan Organisasi Kemahasiswaan oleh Birokrat Kampus” ini diadakan karena adanya keresahan mahasiswa terhadap kebijakan yang ada pada Peraturan Rektor No.3 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pemberian Penghargaan dan Sanksi kepada Mahasiswa Universitas Lampung.

Menurut Tiyasz Ariansyah, Mentri Kajian Politik dan Hukum BEM U KBM Unila, Peraturan Rektor No.3 Tahun 2017 tersebut adalah bentuk dari pengekangan dan pembunuhan hak asasi mahasiswa untuk berekspresi dan berdaulat secara penuh serta menunjukan sikap anti kritik birokrat kampus. Ini dibuktikan dengan adanya skorsing kepada Wakil Gubernur BEM Fakultas Teknik.

Pada UU No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang berbunyi “ Pencarian kebenaran ilmiah oleh civitas akademika; demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai agama, nilai budaya, kemajemukan, persatuan,dan kesatuan bangsa” harusnya memperkuat dasar-dasar diadakan diskusi dan permasalahan yang dialami.

Namun hal yang substansial ini tidak tersampaikan di forum bersama birokrat kampus. Karena birokrat hanya mengundang pihak UKM-U namun tidak mengundang BEM ataupun DPM dalam sosialisasi rancangan Peraturan Rektor No.3 Tahun 2017 tersebut. Yang ada ketika diundang adalah hanya untuk berdiskusi tentang rancangan peraturan rektor yang akan disahkan dan tidak pernah membahas peraturan yang sudah disahkan yang sebenarnya menjadi masalah mahasiswa.

“Padahal yang kita pemasalahkan adalah peraturan yang sudah di tetapkan dan itu pun masalah bagi mayoritas, ” tambah Tiyasz, “Diskusi ini bukanlah akhir tapi awal pergerakan mahasiswa karena birokrat sendiri yang menginginkan mahasiswa bergerak. Dan hal yang substansial ini tidak akan tersampaikan di forum bersama birokrat kampus. Karena birokrat sudah tidak mau mengundang BEM ataupun DPM dalam sosialisasi rancangan peraturan rektor,” tutupnya. (Adi, Bella)

Senin, 17 September 2018

69 Siswa SMA/Sederajat menjadi Peserta Olimpiade Komputer




Berdasarkan informasi ada 67 peserta yang mengikuti Lomba Olimpiade cabang Komputer, namun  ada dua peserta tambahan sehingga menjadi 69 peserta yang menghadiri olimpiade ini. Lomba Olimpiade cabang Komputer berlangsung di lantai tiga Gedung MIPA Terpadu tepatnya di Laboratorium Komputasi Dasar ruang 1, 2, dan 3. (Mayda, Bella)

82 Siswa Ikuti Lomba Olimpiade Kimia Dies Natalis Unila ke-53




Terdata 85 peserta yang mengikuti Lomba Olimpiade cabang Kimia dengan 3 peserta tidak dapat hadir sehingga ada 82 peserta yang mengikuti lomba ini. Lomba Olimpiade cabang Kimia ini berlangsung di Gedung Dekanat lantai 3 tepatnya di ruang kuliah 3A. (Mayda, Bella)

75 Siswa Ikuti Olimpiade Fisika Dies Natalis Unila



Terdata 77 peserta yang mengikuti Lomba Olimpiade cabang Fisika dengan dua peserta tidak hadir, sehingga ada 75 peserta yang mengikuti olimpiade tersebut. Lomba Olimpiade cabang Fisika  ini berlangsung di Gedung Jurusan Fisika ruang kuliah lantai 21 dan ruang kuliah lantai 23. (Mayda, Bella)

Lomba Olimpiade cabang Biologi Hadirkan Peserta Terbanyak




Dihadiri oleh 91 peserta, Lomba Olimpiade cabang Biologi merupakan peserta terbanyak dari 5 bidang Lomba Olimpiade Sains, Matematika, dan Komputer tahun ini. Lomba Olimpiade cabang Biologi berlangsung di Gedung Laboratorium Biologi dan gedung ruang kuliah Jurusan Biologi. (Mayda, Bella)

Lomba Olimpiade cabang Matematika Diikuti oleh 80-an Peserta




Lomba Olimpiade cabang Matematika yang merupakan salah satu rangakaian acara Dies Natalis Unila ke-53 diikuti oleh 83 dari 84 peserta yang terdata. Ada 2 peserta mengundurkan diri dan 1 peserta tambahan. Lomba Olimpiade cabang Matematika ini berlangsung di Gedung Matematika ruangan R1, R2, R3, dan R4. (Mayda, Bella)

FMIPA Tuan Rumah Dies-Natalis ke-53 Universitas Lampung adakan Olimpiade dan LCT


Dekan FMIPA Unila memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Olimpiade Sains, Matematika, dan Komputer

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung mengadakan  pembukaan Olimpiade Sains, Matematika dan Komputer di Gedung Dekanat FMIPA Unila pada Minggu (16/09) pukul 08.00 WIB. Acara dilanjutkan dengan LCT MIPA di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang dilaksanakan atas dasar Dies-Natalis ke-53 Universitas Lampung.

Untuk Lomba Olimpiade Sains, Matematika dan Komputer ini terdiri dari 5 bidang yaitu Matematika, Ilmu Komputer, Fisika, Kimia dan Biologi. Pelaksanaan Olimpiade ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap penyisihan yang dilaksanalan pada Minggu (16/09) pukul 14.00 WIB dan akan langsung diumumkan untuk 10 besar. Kemudian Senin (17/09) dilanjutkan dengan pengumuman untuk 3 besar yang menjadi pemenang Olimpiade pada tahun pertama ini.

Olimpiade Sains, Matematika dan Komputer tahun ini diwakili 12 kabupaten/kota se -Provinsi Lampung terkecuali Mesuji, Pesisir Barat, Lampung Barat dan Tulang bawang yang tidak mengirimkan peserta dan harapannya untuk tahun depan dapat ikut berkontribusi bersama dalam menyukseskan acara Olimpiade di tahun selanjutnya. Untuk data kabupaten/kota yang mewakili perlombaan olimpiade tahun ini diantaranya yaitu Metro sebanyak 4 sekolah, Pesawaran sebanyak 4 sekolah, Pringsewu sebanyak 5 sekolah, Lampung Selatan sebanyak 7 sekolah, Lampung Timur sebanyak 2 sekolah, Lampung Tengah sebanyak 7 sekolah, Lampung Utara sebanyak 1 sekolah, Tanggamus sebanyak 3 sekolah, Mesuji Timur sebanyak 1 sekolah, Tulang Bawang Barat sebanyak 2 sekolah, Way Kanan sebanyak 1 sekolah, dan Bandar Lampung  sebanyak 19 sekolah. Diperoleh data total SMA yang berpartisipasi sebanyak 44 sekolah dengan 330 peserta, MA terdapat 7 sekolah dengan 44 peserta, dan SMK terdapat 5 sekolah dengan 30 peserta. Sehinngga diperoleh jumlah peserta pada tahun ini terdapat 404 orang.

Bagi siswa yang menjadi pemenang pada Olimpiade ini akan diterima di FMIPA melalui jalur prestasi yang telah ia capai saat ini. Untuk selanjutnya acara Olimpiade ini akan berlangsung tiap tahunnya yang akan di beri nama Osamakom (Olimpiade Sains, Matematika, dan Komputer).
Selain olimpiade, dalam Dies-Natalis ke-53 Universitas Lampung ini terdapat beberapa acara internal lain  yang diikuti oleh seluruh civitas akademika Unila dan juga eksternal yang diikuti oleh masyarakat luar civitas akademik Unila. (Mayda, Bella)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...