Minggu, 17 Februari 2019

Seharusnya Januari, Demisioner dan Pelantikan Dilakukan Pada Februari

Demisioner sekaligus pelantikan Gubernur - Wakil Gubernur BEM dan DPM FMIPA Unila


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung telah menyelenggarakan dua kegiatan sekaligus secara serentak, yaitu Demisioner Gubernur – Wakil Gubernur BEM dan DPM FMIPA Unila Periode 2018 disusul dengan Pelantikan Gubernur – Wakil Gubernur BEM dan DPM FMIPA Unila Periode 2019. Pada Minggu (17/2), di Gedung Matematika R-3 lt.1 FMIPA Unila.

Randy selaku Gubernur BEM FMIPA Unila Periode 2018 mengatakan, setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya. “Harapannya terhadap generasi-generasi selanjutnya agar tetap mampu melanjutkan pergerakan mahasiswa untuk terwujudnya FMIPA Unila yang lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya” tambah Randy.

Solikhin selaku Ketua Pansus Periode 2019 mengatakan, demisioner dan pelantikan diadakan serentak pada hari ini dikarenakan terkendala oleh beberapa halangan, seperti kegiatan perkuliahan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Kuliah Praktek (KP) yang mengharuskan Raka (Gubernur BEM FMIPA 2019), Wahyu (Wakil Gubernur BEM FMIPA 2019), dan Azwar (Salah satu anggota DPM FMIPA 2019) untuk menunaikannya segera sebagai salah satu kewajiban dari mahasiswa Universitas Lampung.

“Dampak negatif yang ditimbulkan akibat keterlambatan ini, yaitu pembentukan kabinet kepengurusan mengalami keterlambatan yang seharusnya sudah dilakukan sejak Januari lalu. Serta, dampak positifnya yaitu Gubernur – Wakil Gubernur BEM dan DPM FMIPA bisa lebih memikirkan secara matang lagi untuk kedepannya” jawab Solikhin.

“Harapannya untuk Gubernur – Wakil Gubernur BEM FMIPA Periode 2019 ini agar bisa lebih aktif lagi dan mampu mewadahi seluruh aspirasi-aspirasi mahasiswa FMIPA Unila”, tutup Solikhin. (Ferzy,Falaq)

Sabtu, 16 Februari 2019

Tips Tidur Nyenyak dan Mendapatkan Tidur yang Berkualitas

Pada dasarnya, tubuh kita membutuhkan waktu istirahat tujuh hingga delapan jam sehari. (Ilustrasi Shutterstock)

Pada dasarnya, tubuh kita membutuhkan waktu istirahat tujuh hingga delapan jam sehari. Jika kita mengalami kekurangan waktu tidur, tidak hanya mengantuk tetapi juga bisa mengundang berbagai macam penyakit.
Sebagai mahasiswa yang memiliki banyak sekali aktivitas di kampus kita perlu mengenal cara tidur yang nyenyak dan berkualitas dalam waktu yang tidak banyak. Simak tips di bawah ini!
Tips Tidur Nyenyak dan Mendapatkan Tidur yang Berkualitas
1. Bangun pada jam yang sama setiap hari
Tubuh harus dibiasakan untuk bangun tidur di jam yang sama. Begitu juga dengan waktu tidur. Hal ini akan memberitahu otak bahwa ada jam-jam tertentu yang digunakan untuk memulihkan kebugaran tubuh.
2.  Jaga kelembapan, temperatur dan cahaya saat tidur
Tingkat kelembapan optimal adalah 45% atau bahkan 70%. Kelembapan ini harus diperhatikan, jika tidak cukup maka proses tubuh melambat dan tidur menjadi lebih buruk.
Membeli humidifier sederhana dan menyetelnya dalam level kelembapan yang dibutuhkan bisa meningkatkab tingkat kelembapan. Atur temperatur optimal 15-20 derajat Celcius agar tidurmu lebih berkualitas. Selain itu, semakin sedikit cahaya berada dalam ruangan, semakin cepat otak memproduksi hormon melatonin. Ini adalah hormon tidur yang hanya dilepaskan jika mata menemukan kondisi gelap. Hormon ini baik diproduksi pukul sebelas malam sampai pukul empat pagi.
3. Olahraga pagi hari
Sangat penting untuk berolahraga di pagi hari karena olah raga dapat meningkatkan suhu dan efisiensi tubuh. Kamu bisa melakukannya dengan sepuluh hingga lima belas menit.
4. Hindari makanan tertentu
Minum-minuman berenergi termasuk salah satu yang harus dihindari karena dapat menggangu tidurmu yang nyenyak. Tidak hanya minuman berenergi, tetapi juga es krim, alkohol, rokok, maupun makanan yang berlemak.
5. Bantal berkualitas
Bantal sangat berpengaruh pada tidur yang singkat. Hal ini dikarenakan dengan masalah leher, punggung, dan aliran Darah. (Bella)
Sumber: dream.co.id


Jumat, 15 Februari 2019

Waspadai Zat Kimia dalam Mainan "Slime""

Slime merupakan mainan anak berupa gel dingin berwarna-warni yang agak lengket dan bentuknya bisa berubah-ubah.
(kompas.com)

Slime merupakan mainan anak berupa gel dingin berwarna-warni yang agak lengket dan bentuknya bisa berubah-ubah. Sebagian anak juga lebih suka membuat slime sendiri.

Dilansir dari laman The Asian Parent, anak perempuan berusia 11 tahun bernama Kathleen yang berasal dari Massachusets Amerika Serikat tangannya melepuh setelah bermain slime.

Kejadian tersebut bermula saat Kathleen bermain slime di rumah temannya. Pada malam harinya Kathleen meringis kesakitan sambil memegang kedua tangannya. Quinn, ibu Kathleen mendapati kedua tangan anaknya seperti melepuh.

Pemeriksaan oleh dokter menunjukkan, tangan Kathleen mengalami efek seperti luak bakar akibat bahan kimia boraks yang biasa dipakai dalam bahan utama membuat slime.

Boraks atau tetrasodium borate, merupakan bahan utama pembuatan slime karena akan memberikan teksur kenyal. Produk ini biasa untuk bahan deterjen pencuci pakaian.

Berhati-hatilah menyentuh boraks dengan tangan telanjang karena mengakibatkan  sensasi melepuh pada tangan bila dibiarkan menempel terlalu lama dan tidak langsung dicuci. Orangtua disarankan untuk memeriksa bahan apa saja yang terkandung dalam slime tersebut dan memastikan anak untuk mencuci tangan dengan sabun. (Bella)

Sumber: kompas.com

Kamis, 14 Februari 2019

Dunia Kehilangan 'Ahli Matematika Terbaik setelah Isaac Newton'


Sir Michael telah memberikan kontribusi besar dalam bidang geometri dan topologi matematika.
Profesor Sir Michael Atiyah Salah satu ahli matematika terbaik di dunia. Meninggal dunia pada 11 Januari 2019 di usia 89 tahun. Sir Michael telah memberikan kontribusi besar dalam bidang geometri dan topologi matematika. Ia dikenal soal kontribusinya terhadap pengembangan salah satu cabang dalam matematika yang disebut topologi K-theory. Ia terkenal atas hasil kerjanya bersama Isadore M. Singer yang membuktikan teori indek Atiyah–Singer pada tahun 1962, yang membuka cara baru menghubungkan antara matematika murni dan fisika teori. Atas hasil kerjanya tersebut, pada tahun 2004, ia dan Isadore M. Singer mendapat Penghargaan Abel. Sir Michael juga disebut telah berhasil dalam membantu para ahli teori fisika dalam memahami teori medan kuantum dan relativitas umum secara lebih lanjut.

Sir Michael menerima banyak penghargaan. Salah satunya adalah penghargaan tertinggi di bidang matematika, yaitu Fields Medal. Tak hanya itu, ia juga sukses mendapat Penghargaan Copley (1988) atas kontribusi fundamental dalam berbagai topik geometri, topologi, analisis dan fisika teoriti.

"Sir Michael Atiyah adalah mentor, teman, dan panutan yang baik, intelektual dan energinya tidak bisa dibandingkan. Apa yang ia tinggalkan di bidang matematika dan fisika akan abadi," ujar Robbert.

"Kepulangannya adalah kehilangan yang besar, dan kami turut menyampaikan rasa duka cita yang terdalam kepada keluarganya. Ia akan sangat dikenang oleh teman dan koleganya di seluruh dunia," tuturnya direktur di Institute of Advance Studies di New Jersey ini.

Pujian juga diutarakan oleh para profesor lain. Hal tersebut disampaikan oleh Joe Atiyah, adik dari Sir Micha el.

"Ia telah disebut sebagai ahli matematika terbaik di negara ini setelah Sir Isaac Newton oleh lebih dari satu profesor," kata Joe. (Febi)


Sumber: detik.com

Selasa, 12 Februari 2019

Revisi! Waktu Tabrakan Bima Sakti dan Andromeda

Bima Sakti dan Andromeda (Sumber : VOA Indonesia)

Prediksi baru perkiraan terjadi tabrakan antara Bima Sakti dan Andromeda. Prediksi ini lebih lambat dari sebelumnya, yakni 4,5 miliar tahun dari yang sebelumnya 3,9 miliar  tahun. Hasil ini didasarkan pada observasi wahana antariksa Gaia milik Eropa yang memonitor posisi dan gerakan 
bintang-bintang dan objek angkasa.

Prediksi baru perkiraan terjadi tabrakan antara Bima Sakti dan Andromeda. Prediksi ini lebih lambat dari sebelumnya, yakni 4,5 miliar tahun dari yang sebelumnya 3,9 miliar tahun. Hasil ini Gaia berada di dalam Bima Sakti, namun ia juga mengamati galaksi-galaksi lainnya. Termasuk   Andromeda M31 dan Triangulum atau M33.

Timo Prusti, mengatakan, Gaia dirancang khususnya untuk memetakan bintang-bintang di Bima 
Sakti tetapi, studi baru ini menunjukkan bahwa satelit tersebut melebihi ekspektasi dan bisa 
memberikan informasi baru tentang struktur dan dinamika galaksi di luar milik kita.

"Semakin lama Gaia mengamati gerakan galaksi-galaksi ini di angkasa, maka akan semakin akurat juga          pengukuran kita."
Sumber : kompas.com
Penulis : Adita 

Senin, 11 Februari 2019

Facebook, Aplikasi Paling Digemari di Indonesia

Sebesar 56 persen pengguna Facebook terdeteksi
sebagai pengguna laki-laki sementara 44 persennya wanita


Di Indonesia, pengguna media sosial mencapai 150 juta pengguna dari riset perusahaan media We Are Social yang bekerja sama dengan Hootsuite. Jumlah ini naik 20 juta pengguna jika di bandingkan hasil riset 2018. Tidak ada perubahan, Instagram yang juga dimiliki Facebook, menjadi media sosial terpopuler kedua di Indonesia.

Jumlah itu naik 20 juta pengguna dibanding hasil riset pada 2018. Masih sama seperti tahun lalu, Facebook menjadi aplikasi media sosial yang paling banyak digemari di Indonesia, dengan penetrasi 81 persen, meski diterpa skandal keamanan setahun belakangan.

Selain itu, Indonesia mencapai peringkat ketiga sebagai negara pengguna iklan facebook terbesar di dunia. Jumlahnya mencapai 130 juta pengguna aktif bulanan.

Sebesar 56 persen pengguna Facebook terdeteksi sebagai pengguna laki-laki sementara 44 persennya wanita. Sementara Instagram memiliki 62 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia dengan persentase jumlah pengguna pria 51 persen, lebih unggul dibanding pengguna wanita dengan pemetrasi 49 persen.

Instagram yang juga dimiliki Facebook, menjadi media sosial terpopuler kedua di Indonesia, dengan penetrasi 80 persen. Khusus untuk media sosial, lima besar di Indonesia diduduki oleh Facebook, Instagram, Twitter, Snapchat, dan LinkedIn. Popularitas Facebook sebagai media sosial hanya bisa dikalahkan oleh platform streaming video YouTube dengan penetrasi 88 persen dan aplikasi pesan instan yang dinaunginya, yakni WhatsApp dengan penetrasi 83 persen. (Bella)

Sumber: Kompas.com

Minggu, 10 Februari 2019

Anisah : "Orang Islam Jangan Malu Baca Qur’an"

UKM U Birohmah menyambut civitas akademika dengan "Tebar Salam". 


Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Bina Rohani Islam Mahasiswa (UKM U Birohmah) Universitas Lampung  menyambut civitas akademika dengan “Tebar Salam”. Senin (11/02), di sekitar Air Mancur Bundaran Universitas Lampung.

Kegiatan yang diikuti sekitar 70-80 mahasiswa dari delapan fakultas di Unila ini, merupakan sambutan dari UKM U Birohmah dalam rangka hari pertama menjalankan kegiatan belajar mengajar di semester genap. 

Anisah mengatakan bahwa, penyambutan ini di mulai pada pukul 06.10 WIB dan di akhiri pada pukul 08.15. Selain menebar salam ada juga orasi dari perwakilan dari UKM U Birohmah dan masing-masing LDF (Lembaga Dakwah Fakultas) se-Unila. Ada juga yang membagikan snack dan kalimat tebar salam.

“Pada tebar salam ini juga kami berharap Mahasiswa Unila untuk semakin menyadari akan pentingnya mengaji dan melanjutkan mengaji bagi yang telah berhenti mengaji. Dan sebagai orang islam jangan malu baca Qur’an”. Tutup Wakil Ketua Umum UKM U Birohmah periode 2019 ini. (Bella)

Memutar Punggung Hingga Berbunyi, Bahayakan Tulang Sendi

Memutar punggung dapat membahayakan tulang sendi (sumber : dream.co.id)


Kebiasaan memutar punggung  dan meremas buku-buku jari tangan hingga berbunyi pasti terasa melegakan dan seolah mampu meredam pegal-pegal. Namun nyatanya melakukan kebiasaan tersebut justru akan berakibat fatal. 

Pakar Chiropractic, Chris Vargas mengatakan, bunyi yang muncul ketika memutar punggung menunjukan pergeseran sendi tulang belakang.

“Suara retak yang terdengar adalah pelepasan gelembung gas di dalam sendi tulang belalang “ kata Vargas. Menurutnya ketika tulang belakang tidak sejajar, sendi dapat membengkak dan terisi gelembung yang mungkin muncul ketika kita bergerak dengan cara tertentu.

Para ahli mengatakan, kebiasaan ini dapat membahayakan tulang dan sendi terutama sendi tulang belakang yang dapat mengalami keausan. 

Menurut Vargas, banyak orang yang memutar punggung hingga berbunyi sebenarnya memiliki subluksasi tulang belakang, vertebra mereka tidak sejajar. Mereka hanya menggerakan sendi yang menyebabkan subluksasi yang jika dilakukan akan membuat masalah utama lebih buruk atau akan merusak sendi tersebut. 

Meskipun menggerakan tulang belakang secara rutin bisa membahayakan, tetapi sesekali melakukannya tidak akan menimbulkan masalah.

Sumber : TribunJateng.com
Penulis : Sofa

Sabtu, 09 Februari 2019

Tahukah kamu kenapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal?

Gigitan nyamuk mudah menyebabkan rasa gatal. (Sumber : Kompasiana.com)

Sebenarnya hanya nyamuk betina yang menggigit untuk mendapatkan darah kita. Mereka tidak membutuhkan darah tersebut sebagai makanan, melainkan untuk dapat memproduksi telur. Ketika nyamuk betina menusukkan sungutnya atau proboscis mereka ke dalam kulit kita untuk mendapatkan darah, maka nyamuk betina juga turut menyuntikkan air liur mereka. Air liur ini digunakan untuk membantu nyamuk betina meminum darah kita dengan lebih cepat karena mengandung zat antikoagulan (zat anti pembekuan darah).

Tubuh kita kemudian akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap keberadaan air liur ini. Sistem kekebalan tubuh ini lalu akan menghasilkan berbagai antibodi guna mengikat antigen yang terdapat dalam air liur nyamuk, di mana hal ini kemudian akan memicu pelepasan histamin.

Histamin adalah senyawa nitrogen yang memicu respons inflamasi (peradangan). Histamin juga membantu sel darah putih dan protein lain untuk melawan “benda asing” yang masuk ke dalam tubuh kita dengan membuat kapiler dari sel-sel menjadi lebih mudah dilewati. Histamin kemudian akan membuat pembuluh darah yang terletak di dekat gigitan nyamuk membengkak. Proses ini akan menghasikan benjolan berwarna merah muda dan terasa gatal di mana nyamuk menggigit kita.

Menggaruk benjolan hanya akan membuat rasa gatal dari bekas gigitan menjadi lebih parah karena dapat menyebabkan iritasi dan peradangan yang meluas sehingga sistem kekebalan tubuh kita akan mengira bahwa diperlukan lebih banyak antibodi untuk menyingkirkan protein asing tersebut. Jadi semakin kita menggaruk, maka semakin membengkak, dan akan terasa semakin gatal serta dapat menimbulkan iritasi.

Sumber : tahukahkamu.org
Penulis  : Silvi

Jumat, 08 Februari 2019

Tips Perawatan Jitu dengan Pelembap yang Tepat

Sumber :Liputan6.com

Pelembap menjadi salah satu produk perawatan kulit yang wajib diaplikasikan setiap hari. Tak hanya penting untuk menjaga kulit wajah tetap terhidrasi dengan baik, pelembap juga dapat melindungi kulit.

Pengaplikasian pelembap harus disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit. Tidak hanya itu, seiring berkembangnya teknologi, saat ini, pelembap juga berfungsi untuk meminimalisir tampilan garis halus dan kerusakan kulit wajah lainnya.

Seperti yang dilansir dari Liputan6.com, perlu dipahami terlebih dahulu beberapa jenis dan kondisi kulit wajah masing-masing berikut ini :

1. Kulit berminyak

Kulit berminyak juga masih membutuhkan pelembap. Carilah produk pelembap yang non-comedogenic dengan formula bebas minyak, tidak menyumbat pori-pori, dan dapat meminimalisir munculnya jerawat, serta komedo.

2. Kulit kering

Kulit kering membutuhkan produk pelembap yang dapat mengembalikan kelembapan kulit yang hilang karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar tubuh.

3. Kulit sensitif

Kulit sensitif biasanya ditandai dengan munculnya kemerahan dan mudah iritasi. Kulit sensitif  membutuhkan produk pelembap yang dibuat dengan formula lembut, tanpa bahan kimia, wewangian, dan pewarna.

4. Kulit menua

Kulit di atas usia 30-an biasanya memiliki banyak masalah, sehingga sangat penting penggunaan produk pelembap berbasis minyak, namun juga mengandung bahan anti aging yang dianjurkan, secara rutin. (Widiya)


Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...