Rabu, 20 Maret 2019

4 Fakta Hari Hutan

Hari Hutan Internasional diperingati setiap 21 Maret melalui revolusi pada tanggal 28 November 2012. 


Hari Hutan Internasional merupakan hari hutan sedunia membicarakan isu-isu sentra seperti deforestasi dan pengembalian hutan ke fungsi aslinya.

Hari Hutan Internasional diperingati setiap 21 Maret melalui revolusi pada tanggal 28 November 2012.  Berikut fakta penting yang harus diketahui seputar Hari Hutan Internasional:

1. Latar Belakang Diadakannya Hari Hutan Internasional

Karena setiap tahun lebih dari 13 juta hektar wilayah hutan hilang, yang ukurannya hampir sebesar Inggris. Hutan memainkan peran penting dalam perubahan iklim termasuk pemanasan global. Deforestasi menghasilkan 12-18 persen emisi karbon dunia – hampir sama dengan semua CO2 dari sektor transportasi global. Sama pentingnya hutan yang sehat merupakan salah satu penyerap karbon primer di dunia

2.Tentang Hari Hutan internasional

Saat ini hutan mencakupi sekitar sepertiga dari daratan dunia. Sekitar 1,6 miliar orang termasuk lebih dari 2000 budaya pribumi, bergantung pada hutan untuk penghidupan mereka. Hutan sangat penting bagi planet ini salah satunya kontribusi pada keseimbangan oksigen, karbon dioksida dan kelembaban di udara.

3. Perayaan Hari Hutan Internasional

Merayakan hari hutan sedunia PBB bekerja dengan pemerintah, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum untuk mempromosikan kegiatan lokal dan global untuk Hari Hutan Internasional.

4.Hari Hutan

Hari hutan pertama diadakan di Bali, Indonesia (2007), hari hutan kedua diadakan di Poznan, Polandia (2008), hari hutan ketiga diadakan di Copenhagen, denmark (2009), hari hutan keempat diadakan di Cancun, Meksiko (2010), hari hutan kelima diadakan di Durban, Afrika Selatan (2011), hari hutan keenam diadakan di Doha, Qatar (2012).

Pada tahun 2013, hari hutan bergabung dengan hari pengembangan pertanian dan pedesaan untuk membentuk Forum Bentang Alam Global dengan acara peresmian yang diadakan di Warsawa, Polandia bersamaan dengan Konferensi Perubahan Iklim PBB 2013. (Ferzy,  Bella)


Selamat Hari Hutan Internasional!!

Sejarah Hari Dongeng

Selamat Hari Dongeng Internasional.

Pada tanggal 20 Maret 1991, negara Swedia mulai merayakan All Storytellers Day. Kemudian diadopsi oleh dunia internasional dan  kini dikenal sebagai World Storytelling Day atau Hari Dongeng Sedunia.

Tujuan peringatan World Storytelling Day atau Hari Dongeng Sedunia adalah untuk merayakan seni oral storytelling atau mendongeng dengan cara melibatkan orang-orang di berbagai belahan dunia menuturkan dan mendengar dongeng dalam bahasa mereka masing-masing.

Peringatan Hari Dongeng Sedunia ini mendasarkan dirinya pada fakta bahwa dongeng dapat mengubah dunia melalui transfer nilai (pesan moral) kepada para pendengarnya. Dongeng, yang biasanya ditujukan kepada pendengar usia anak-anak, dipercaya dapat menjadi jembatan yang baik untuk mendidik anak dalam bentuk yang menyenangkan (fun learning).

Seperti laporan tentang World Storytelling Day  juga mengutip Vyasa, penulis epos Mahabharata, yang mengatakan bahwa jika seseorang mendengar (sebuah cerita) dengan sangat baik, di bagian akhir dia akan menjadi seseorang yang berbeda. Hal itu tentu berhubungan dengan manfaat dongeng bagi para pendengarnya. (Bella)

Selasa, 19 Maret 2019

Disebut Memiliki Banyak Manfaat Ternyata Squishy juga Memiliki Efek Negatif

Squishy dapat menimbulkan efek alergi pada kulit yang sensitif, pasalnya bahan kimia seperti karet, pewarna, dan pewangi yang terdapat dalam squishy dapat menimbulkan gejala alergi berupa ruam kemerahan, gatal, hingga biduran pada kulit. 


Squishy sebenarnya bukanlah mainan baru. Mainan  unik ini telah ada sejak tahun 1937 dan diciptakan secara tidak sengaja oleh ilmuan asal german, otto bayer. Squishy merupakan mainan yang disukai oleh berbagai kalangan terutama anak-anak. Hadir dengan berbagai bentuk ,warna, dan aroma membuat kepopulerannya semakin meningkat. Ada banyak jenis squishy dijual di pasaran dengan berbagai macam bentuk , jenis, dan warna..

Squishy juga dipercaya dapat memberi dampak positif bagi perkembangan anak. Beberapa pendapat mengatakan mainan squishy dapat berfungsi sebagai alat untuk melatih gerak sensorik anak, memprekuat koordinasi motorik  halusnya, melatih kemampuan bahasa anak, dan sebagai sarana untuk menyalurkan emosi. Namun terlepas dari kepopuleran dan manfaatnya, para orang tua serta bagi pencinta squishy haruslah tetap berhati-hati dengan kandungan kimia yang terdapat didalamnya.

Dilansir dari laman kangamir.com squishy dapat menimbulkan efek alergi pada kulit yang sensitif, pasalnya bahan kimia seperti karet, pewarna, dan pewangi yang terdapat dalam squishy dapat menimbulkan gejala alergi berupa ruam kemerahan, gatal, hingga biduran pada kulit. Salah satu penelitian di denmark menemukan bahwa mainan ini mengandung zat beracun seperti dimethylformamide, xylene, metilena klorida, triethylenediamine, dan cyclohexanone. Paparan bahan kimia tersebut dapat mengakibatkan iritasi mata, kulit, hidung bahkan tenggorokan. (Ofri)

Senin, 18 Maret 2019

Sejarah Provinsi Lampung

Lampung lahir pada tanggal 18 Maret 1964 dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 3/1964 yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor 14 tahun 1964. (doc: google)

Lampung lahir pada tanggal 18 Maret 1964 dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 3/1964 yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor 14 tahun 1964. Sebelum itu Provinsi Lampung merupakan Karesidenan yang tergabung dengan Provinsi Sumatera Selatan.
Kendatipun Provinsi Lampung sebelum tanggal 18 maret 1964 tersebut secara administratif masih merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan, namun daerah ini jauh sebelum Indonesia merdeka memang telah menunjukkan potensi yang sangat besar serta corak warna kebudayaan tersendiri yang dapat menambah khasanah adat budaya di Nusantara yang tercinta ini. Oleh karena itu pada zaman VOC daerah Lampung tidak terlepas dari incaran penjajahan Belanda.
Tatkala Banten di bawah pimpinan Sultan Agung Tirtayasa (1651-1683) Banten berhasil menjadi pusat perdagangan yang dapat menyaingi VOC di perairan Jawa, Sumatra dan Maluku. Sultan Agung ini dalam upaya meluaskan wilayah kekuasaan Banten mendapat hambatan karena dihalang-halangi VOC yang bercokol di Batavia. Putra Sultan Agung Tirtayasa yang bernama Sultan Haji diserahi tugas untuk menggantikan kedudukan mahkota kesultanan Banten.
Dengan kejayaan Sultan Banten pada saat itu tentu saja tidak menyenangkan VOC, oleh karenanya VOC selalu berusaha untuk uasai kesultanan Banten. Usaha VOC ini berhasil dengan jalan membujuk Sultan Haji sehingga berselisih paham dengan ayahnya Sultan Agung Tirtayasa. Dalam perlawanan menghadapi ayahnya sendiri, Sultan Haji meminta bantuan VOC dan sebagai imbalannya Sultan Haji akan menyerahkan penguasaan atas daerah Lampung kepada VOC. Akhirnya pada tanggal 7 April 1682 Sultan Agung Tirtayasa disingkirkan dan Sultan Haji dinobatkan menjadi Sultan Banten.
Dari perundingan-perundingan antara VOC dengan Sultan Haji menghasilkan sebuah piagam dari Sultan Haji tertanggal 27 Agustus 1682 yang isinya antara lain menyebutkan bahwa sejak saat itu pengawasan perdagangan rempah-rempah atas daerah Lampung diserahkan oleh Sultan Banten kepada VOC yang sekaligus memperoleh monopoli perdagangan di daerah Lampung.
Pada tanggal 29 Agustus 1682 iring-iringan armada VOC dan Banten membuang sauh di Tanjung Tiram. Armada ini dipimpin oleh Vander Schuur dengan membawa surat mandat dari Sultan Haji dan ia mewakili Sultan Banten. Ekspedisi Vander Schuur yang pertama ini ternyata tidak berhasil dan ia tidak mendapatkan lada yag dicari-carinya. Agaknya perdagangan langsung antara VOC dengan Lampung yang dirintisnya mengalami kegagalan, karena ternyata tidak semua penguasa di Lampung langsung tunduk begitu saja kepada kekuasaan Sultan Haji yang bersekutu dengan kompeni, tetapi banyak yang masih mengakui Sultan Agung Tirtayasa sebagai Sultan Banten dan menganggap kompeni tetap sebagai musuh.
Sementara itu timbul keragu-raguan dari VOC apakah benar Lampung berada di bawah Kekuasaan Sultan Banten, kemudian baru diketahui bahwa penguasaan Banten atas Lampung tidak mutlak.
Penempatan wakil-wakil Sultan Banten di Lampung yang disebut "Jenang" atau kadangkadang disebut Gubernur hanyalah dalam mengurus kepentingan perdagangan hasil bumi (lada).
Sedangkan penguasa-penguasa Lampung asli yang terpencar-pencar pada tiap-tiap desa atau kota yang disebut "Adipati" secara hirarkis tidak berada di bawah koordinasi penguasaan Jenang/ Gubernur. Jadi penguasaan Sultan Banten atas Lampung adalah dalam hal garis pantai saja dalam rangka menguasai monopoli arus keluarnya hasil-hasil bumi terutama lada, dengan demikian jelas hubungan Banten-Lampung adalah dalam hubungan saling membutuhkan satu dengan lainnya.
Selanjutnya pada masa Raffles berkuasa pada tahun 1811 ia menduduki daerah Semangka dan tidak mau melepaskan daerah Lampung kepada Belanda karena Raffles beranggapan bahwa Lampung bukanlah jajahan Belanda. Namun setelah Raffles meninggalkan Lampung baru kemudian tahun 1829 ditunjuk Residen Belanda untuk Lampung.
Dalam pada itu sejak tahun 1817 posisi Radin Inten semakin kuat, dan oleh karena itu Belanda merasa khawatir dan mengirimkan ekspedisi kecil di pimpin oleh Assisten Residen Krusemen yang menghasilkan persetujuan bahwa :
  • Radin Inten memperoleh bantuan keuangan dari Belanda sebesar f. 1.200 setahun.
  • Kedua saudara Radin Inten masing-masing akan memperoleh bantuan pula sebesar f. 600 tiap tahun.
  • Radin Inten tidak diperkenankan meluaskan lagi wilayah selain dari desa-desa yang sampai saat itu berada di bawah pengaruhnya.
Tetapi persetujuan itu tidak pernah dipatuhi oleh Radin Inten dan ia tetap melakukan perlawanan-perlawanan terhadap Belanda.
Oleh karena itu pada tahun 1825 Belanda memerintahkan Leliever untuk menangkap Radin Inten, namun dengan cerdik Radin Inten dapat menyerbu benteng Belanda dan membunuh Liliever dan anak buahnya. Akan tetapi karena pada saat itu Belanda sedang menghadapi perang Diponegoro (1825 - 1830), maka Belanda tidak dapat berbuat apa-apa terhadap peristiwa itu. Tahun 1825 Radin Inten meninggal dunia dan digantikan oleh Putranya Radin Imba Kusuma.
Setelah Perang Diponegoro selesai pada tahun 1830 Belanda menyerbu Radin Imba Kusuma di daerah Semangka, kemudian pada tahun 1833 Belanda menyerbu benteng Radin Imba Kusuma, tetapi tidak berhasil mendudukinya. Baru pada tahun 1834 setelah Asisten Residen diganti oleh perwira militer Belanda dan dengan kekuasaan penuh, maka Benteng Radin Imba Kusuma berhasil dikuasai.
Radin Imba Kusuma menyingkir ke daerah Lingga, namun penduduk daerah Lingga ini menangkapnya dan menyerahkan kepada Belanda. Radin Imba Kusuma kemudian di buang ke Pulau Timor.
Dalam pada itu rakyat dipedalaman tetap melakukan perlawanan, "Jalan Halus" dari Belanda dengan memberikan hadiah-hadiah kepada pemimpin-pemimpin perlawanan rakyat Lampung ternyata tidak membawa hasil. Belanda tetap merasa tidak aman, sehingga Belanda membentuk tentara sewaan yang terdiri dari orang-orang Lampung sendiri untuk melindungi kepentingan-kepentingan Belanda di daerah Telukbetung dan sekitarnya. Perlawanan rakyat yang digerakkan oleh putra Radin Imba Kusuma sendiri yang bernama Radin Inten II tetap berlangsung terus, sampai akhirnya Radin Inten II ini ditangkap dan dibunuh oleh tentara-tentara Belanda yang khusus didatangkan dari Batavia.
Sejak itu Belanda mulai leluasa menancapkan kakinya di daerah Lampung. Perkebunan mulai dikembangkan yaitu penanaman kaitsyuk, tembakau, kopi, karet dan kelapa sawit. Untuk kepentingan-kepentingan pengangkutan hasil-hasil perkebunan itu maka tahun 1913 dibangun jalan kereta api dari Telukbetung menuju Palembang.
Hingga menjelang Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945 dan periode perjuangan fisik setelah itu, putra Lampung tidak ketinggalan ikut terlibat dan merasakan betapa pahitnya perjuangan melawan penindasan penjajah yang silih berganti. Sehingga pada akhirnya sebagai mana dikemukakan pada awal uraian ini pada tahun 1964 Keresidenan Lampung ditingkatkan menjadi Daerah Tingkat I Provinsi Lampung.
Kejayaan Lampung sebagai sumber lada hitam pun mengilhami para senimannya sehingga tercipta lagu Tanoh Lada. Bahkan, ketika Lampung diresmikan menjadi provinsi pada 18 Maret 1964, lada hitam menjadi salah satu bagian lambang daerah itu. Namun, sayang saat ini kejayaan tersebut telah pudar.yang ada sekaranga adalah bandar lampung menjadi salah satu objek wisata yang menerik di antara nya pulau pasir,pasir putih dan lembah hijau.
Sumber: wikipedia.org

Rabu, 13 Maret 2019

Mencari Ujung Pi

14 Maret selalu diperingati sebagai Pi Day. Tanggal ini dipilih sebab dalam format penulisan bulan/tanggal (3/14) tepat merepresentasikan Pi. 

Sudah sangat biasa kita mendengar “Pi” atau “3,14”. Hampir semua orang menggunakan angka ini untuk menghitung luas lingkaran atau volume sebuah bola. Tetapi masih banyak yang kurang mengerti tentang Pi, dari proses penemuannya hingga misteri yang sampai sekarang belum terpecahkan.

Dilansir dari kompas.com, 14 Maret selalu diperingati sebagai Pi Day. Tanggal ini dipilih sebab dalam format penulisan bulan/tanggal (3/14) tepat merepresentasikan Pi. Pi telah dikenal selama 4000 tahun. Meski demikian, belum diketahui siapa yang sebenarnya menemukan Pi. Angka Pi yang dikenal saat ini, 3,14, adalah pembulatan. Sebenarnya, angka Pi adalah 3,141592653....

Ujung Pi, alias angka desimal dari Pi belum ditemukan. Perlombaan menemukan Pi yang seakurat mungkin alias sebanyak-banyaknya angka di belakang koma dalam Pi adalah salah satu yang menarik untuk diamati.

Masyarakat Babilonia yang melakukan penghitungan menyebutkan bahwa angka Pi adalah sedikit lebih besar dari 3. Besarnya kira-kira 3 1/8 atau 3,125. Sementara, matematikawan Mesir melakukan penghitungan lagi dan menemukan bahwa Pi adalah 3,16049. Kedua angka tersebut tentu saja belum akurat.

Matematikawan Yunani, Archimedes of Syracrus (287-212 SM), mulai mendekati keakuratan. Dengan menggunakan poligon, ia menyatakan bahwa Pi adalah 3,1485. Di belahan timur, matematikawan Cina Zhu Chongzhi (429-500 M), semakin mendekati keakuratan. Ia menyatakan dalam pecahan bahwa Pi adalah 355/113 atau 3,1415929.

Kemajuan pencarian Pi mulai terjadi abad 15 dan 17. Matematikawan India (Madhava) dan Jerman (Gottfried Leibniz) menemukan seri Madhava-Leibniz. Pi dinyatakan hingga 11 angka di belakang koma. Tahun 1707, mulailah diperkenalkan lambang Pi dalam aksara Yunani. William Jones, matematikawan dari Welsh, adalah yang mengenalkannya. Meski demikian, lambang itu baru dipopulerkan oleh Leonhard Euler pada 1737. Hingga sebelum era komputer, perhitungan Pi yang paling akurat adalah yang dilakukan D.F Ferguson. ia berhasil menghitung nilai Pi hingga 620 angka di belakang koma.

Pada era selanjutnya, kemajuan besar diperoleh. Tahun 1947, perhitungan dengan kalkulator membuahkan hasil nilai Pi hingga 710 angka di belakang koma. Sementara itu, Takahashi Kanada pada tahun 1999 berhasil menghitung hingga 206.158.430.000 angka di belakang koma dengan Hitachi SR800. Tim Universitas Tokyo berhasil menghitung hingga 1.241.100.000.000 angka di belakang koma.

Rekor terbaru dipegang oleh oleh Shigeru Kondo dan Alexander Yee yang dengan superkomputernya berhasil menghitung Pi hingga 5 triliun angka di belakang koma. Kondo dan Yee membutuhkan waktu 90 hari untuk menghitung Pi hingga 5 triliun angka di belakang koma. Sebanyak 20 hard disk eksternal dibutuhkan. Verfikasi membutuhkan waktu 68 jam. Hingga kini, ujung dari Pi belum ditemukan. Bahkan, Pi mungkin tak memiliki ujung. Satu per satu rekor penghitungan Pi akan terkalahkan seiring waktu. Sementara Pi masih digemari dan berbagai kalangan, kini dikenal Tau.

Nilai Tau adalah 2 kali Pi, alias sekitar 6,28. Bilangan ini mulai dikenalkan sejak tahun 2001 dan mulai mendapat banyak dukungan. Tau dianggap memiliki kelebihan dibanding Pi. Salah satunya, Tau dianggap lebih mudah dipahami dibanding Pi sehingga membantu awam dalam memahaminya.
Entah Pi atau Tau yang dipilih, peringatan Hari Pi bisa menjadi kesempatan bagi siapa pun, terutama oranguta dan pendidik, untuk mengenalkan matematika. (Bella)


Selamat Hari Pi.


Rabu, 06 Maret 2019

Jon Pace, Penemu Bilangan Prima Terbesar yang Diketahui

Penemuan Jon Pace dikenal dengan nama M77232917 dan diumumkan pada tanggal 3 Januari 2018.

Seperti yang kita tahu bahwa bilangan prima adalah suatu bilangan yang hanya bisa dibagi dengan angka 1 atau dengan bilangan itu sendiri. Contohnya seperti angka 2, 3, 5 dan 7 yang hampir semua orang tahu bahwa itu adalah bilangan prima. Kebanyakan bilangan prima yang kita ketahui terdiri dari satu atau dua digit angka saja. Namun, seseorang yang telah menemukan sebuah bilangan prima yang 23 juta digit panjangnya.

Dilansir dari New York Times, Jon Pace adalah manajer keuangan FedEx dan telah menghabiskan waktu 14 tahun untuk mencari bilangan prima terbesar. Dia berhasil menemukan bilangan prima terbesar dengan menggunakan komputer.

Penemuan Jon Pace dikenal dengan nama M77232917 dan diumumkan pada tanggal 3 Januari 2018. Bilangan prima tersebut adalah hasil dari 2^77.232.917 - 1 yang apabila dijabarkan hasilnya ada 23.249.425 digit. Hasilnya lebih besar 1 juta digit dibandingkan dengan rekor bilangan prima terbesar sebelumnya.

Bilangan prima yang dia temukan termasuk dalam bilangan prima Mersenne. Bilangan prima Mersenne adalah bilangan prima yang memiliki bentuk 2^n dikurangi 1, dimana n adalah bilangan positif. Contohnya angka 3 yang merupakan prima Mersenne dengan nilai n=2. Jon Pace telah menemukan prima Mersenne yang ke-50 dan yang terbesar sampai saat ini. (Andra)

Selasa, 05 Maret 2019

Chip Pencabut Nyawa

Chip ini mengandung dosis sianida untuk membunuh pemakainya.

Sudah sangat biasa jika chip disematkan di kulit untuk melacak keberadaan seseorang dengan sistem GPS (Global Positioning System). Tetapi menjadi berbeda ketika chip tersebut dapat menghilangkan nyawa manusia dari jarak jauh.

Di lansi dari detikINET, chip ini bisa mematikan pemakainya disebabkan oleh chip ini mengandung dosis sianida untuk membunuh pemakainya dari jarak jauh jika orang bersangkutan dianggap sebagai ancaman masyarakat. Sang penemu menyatakan kalau chip tersebut bakal dipakai untuk mengeliminir ancaman dari kaum teroris, kriminal ataupun imigran ilegal.

Media Jerman dihebohkan dengan laporan bahwa seorang penemu yang berkebangsaan Arab Saudi mendaftarkan aplikasi chip “pembunuh” tersebut. Namun ditolak oleh kantor hak paten. Sebab perangkat ini dinilai melanggar hukum paten Jerman yang melarang adanya penemuan semacam itu.

Model basis perangkat ini adalah sebuah chip GPS mungil yang disematkan di bawah kulit seseorang. Chip ini memungkinkan otoritas melacak keberadaan orang tersebut dengan bantuan satelit. (Rista)




Minggu, 03 Maret 2019

Amuba Pemakan Otak Manusia

Naegleria fowleri adalah organisme bersel satu yang biasa ditemukan dan hidup di perairan hangat (seperti : danau, sungai dan sumber air panas) dan tanah.

Naegleria fowleri adalah organisme bersel satu yang biasa ditemukan dan hidup di perairan hangat (seperti : danau, sungai dan sumber air panas) dan tanah. Organisme ini disebut sebagai amuba pemakan otak karena dapat menghancurkan jaringan otak.

Dilansir dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), infeksi organisme ini dapat menyebabkan kematian dengan mekanisme penghancuran jaringan otak yang menyebabkan pembengkakan otak. Meskipun jarang terjadi tetapi infeksi dari Naegleria fowleri memiliki tingkat kefatalan yang tinggi yaitu berkisar sampai 97%. Seperti kasus yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1962-2017 , hanya 4 orang yang selamat dari 143 orang yang terinfeksi Naegleria fowleri. Selain di Amerika Serikat, infeksi Naegleria fowleri juga pernah terjadi di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam.

Naegleria fowleri menginfeksi manusia ketika air yang terkontaminasi organisme ini masuk ke tubuh melalui hidung. Jadi tindakan pribadi yang tepat untuk mengurangi risiko infeksi Naegleria fowleri adalah membatasi jumlah air yang masuk melalui hidung pada saat berenang dengan menggunakan penjepit hidung dan membersihkan hidung dengan air murni. (Sofa)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...