Diskusi Rusa : "Golput Tidak Dapat Disalahkan"

Diskusi Rusa dengan tema "Pentingnya Kontribusi Mahasiswa dalam Pemilu 2019". Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matema...

Diskusi Rusa dengan tema "Pentingnya Kontribusi Mahasiswa dalam Pemilu 2019".

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) menggelar Diskusi Rutin Isu yang Ada (Rusa). Selasa (09/04), di pelataran Fisika Dasar FMIPA Unila.

Agenda yang dihadri lebih dari 50 mahasiswa dari 5 jurusan yang ada di FMIPA ini mengusung tema “Pentingnya Kontribusi Mahasiswa dalam Pemilu 2019”.

Permasalahan warga negara yang tidak menggunakan hak pilihnya menjadi sorotan dalam diskusi kali ini.

Berdasarkan data dibawah ini tingkat partisipasi masyarakat semakin menurun.


Raka mejelaskan pada tahun sebelumnya tingkat golput (golongan putih) sangat tinggi dan jika tahun ini masih ada tindakan golput maka akan mengakibatkan rugi dalam skala besar, Karena pemilihan serentak yang dilakukan pada DPRD Kota, DPRD Provinsi, DPD Provinsi, DPR RI dan Presiden RI.

“Golput merupakan suatu hak dari setiap individu. Tindakan golput tidak dapat disalahkan, tetapi golput juga menjadi musuh kita bersama. jika angka partisipasi politik rendah maka tidak akan mencerminkan sebagai negara demokrasi dan jika tingkat golput rendah maka indonesia dapat disebut negara berdemokrasi.” ujarnya.

Pendapat tentang goluput juga ditutur oleh Adinda Rizky (Ilmu Komputer ’17), “Golput pada awalnya merupakan bentuk  protes. Jika mahasiswa golput pun tidak apa-apa sepengetahuan saya sebagai warga negara. Namun, sebagai kalangan yang berpegetahuan apakah golput dapat dikatakan sebagai langkah yang baik untuk bangsa dan negara?”.

“Semoga warga FMIPA pun sadar dan tergerak mengenai urgensi pemilu dan akibatnya.” tambah Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer Ini.

Wisnu selaku salah satu Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan ini  berpendapat yang sama bahwa golput tidak boleh disalahkan. Tapi sebagai mahasiswa yang cerdas kita harus mensosialisasikan kepada mereka yang ingin golput.

“Golput adalah salah satu tindakan yang mencederai politik di indonesia,” tambah mahasiswa Jurusan Fisika ini.

Harapan untuk menentang golput ini juga disampaikan oleh salah satu peserta diskusi, Sutiarno (Fisika ’17), “Harapannya seluruh pemuda baik mahasiswa maupun masyarakat di desa-desa cerdas dalam memilih, cerdas dalam menentukan, jangan golput, karena golput itu adalah pilihan terakhir. Keburukan dan kebaikan tidak dapat dicamur adukan.”

“Maka tentukan pilihanmu pada pemimpin yang terbaik untuk 5 tahun kedepan.” tutupnya. (Bella,  Ofri)

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item