Rabu, 24 Juli 2019

Pekon Janda dalam Pesona Rahasia Lampung

Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona meresmikan taman wisata Pemandian Kolonial Jaman Belanda (Pekonjanda) dalam Festival Pesona Rahasia Lampung. Rabu (24/07), di Dusun V, Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran.


Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona meresmikan taman wisata Pemandian Kolonial Jaman Belanda (Pekonjanda) dalam Festival Pesona Rahasia Lampung. Rabu (24/07), di Dusun V, Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran.

Wisata ini merupakan wujud kerjasama antara Bupati Pesawaran, PLN Peduli, BUMN, dan warga setempat. Peresmian ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran, Senior Manager SDM dan Umum PT PLN, dan Pelaksana Tugas Kepala Desa (Plt Kades) Sungai Langka.

Dahulunya taman ini adalah bekas peninggalan kolonial Belanda berupa tempat pemandian yang dibangun pada tahun 1919.

Pada tahun 1960-an lokasi ini berhenti beroperasi. Seiring berjalannya waktu pada tahun 2018, tercetus ide dari Karang Taruna Provinsi untuk melakukan pembaharuan tempat pemandian tersebut menjadi taman wisata. Ide tersebut baru dapat terealisasikan pada tahun 2019 bersamaan dengan Festival Pesona Rahasia Lampung.

Erwin Sukijo sebagai Plt Kades, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pekonjanda dijadikan taman wisata karena memiliki tiga nilai, yaitu nilai historis, nilai estetika, dan nilai ekonomi.

Peresmian Pekonjanda ini ditandai dengan pemotongan pita. Selain peresmian, acara pun dimeriahkan dengan penampilan Fashion Show 500 mahakarya sulam tapis dan kontes foto festival yang dapat diikuti oleh umum.

Dendi berharap bahwasannya masyarakat dapat menjaga kebersihan serta murah senyum kepada pendatang. "Saya minta dua hal ini, kebersihan dan keramahan dapat diterapkan masyarakat," tuturnya. (Aniisah, Ahya, Ferzy, Andra)

Minggu, 21 Juli 2019

Asal-Usul Terbentuknya Hari Kejaksaan Nasional di Indonesia

Hari Kejaksaan Nasional

Hari Kejaksaan Republik Indonesia telah berdiri dan menjadi lembaga mandiri sejak 22 Juli 1960 dengan berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 204/1960. Untuk memperingati momen bersejarah tersebut, 22 Juli ditetapkan sebagai Hari Bhakti Adhyaksa yang selama setengah abad lebih menjadi tulang punggung dalam penegakan hukum di Indonesia. Untuk memenuhi tuntutan zaman, susunan organisasi dan tata laksana kerja Kejaksaan mengalami perubahan yang terjadi diawal era 90-an, dari Undang-Undang No. 15 tahun 1961 menjadi Undang-Undang No. 5 tahun 1991. 

Setelah era reformasi bergulir, Kejaksaan sebagai elemen penting dalam penegakan hukum melakukan pembenahan dan berupaya memperbaiki diri menjadi lembaga yang lebih mandiri dan bebas dari intervensi. Untuk memperkuat perubahan tersebut, Undang-Undang No. 5 tahun 1991 diperbarui menjadi Undang-Undang No. 16 tahun 2004 yang disambut gembira oleh banyak pihak lantaran dianggap sebagai peneguhan eksistensi Kejaksaan yang merdeka dan independen. Sebagai negara yang berlandaskan pada hukum, hari Kejaksaan Nasional selayaknya dimeriahkan oleh masyarakat Indonesia.

Penulis : Heni,  Nuva
Sumber : kominfo.co.id

Sabtu, 13 Juli 2019

Ratusan Peserta Hadir Dalam WISH Festival 2019

Wish Festival 2019 

Sebanyak ratusan peserta hadir mengikuti agenda Scholarship Forum yang merupakan salah satu rangkaian acara dalam World Indonesia Scholarship (WISH) Festival 2019 pada Sabtu (13/7) di Gedung Serba Guna Universitas Lampung. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Gubernur Lampung, Wakil Bupati Pringsewu, penyedia beasiswa dari BI dan LPDP, akademisi Unila, dan penerima beasiswa LPDP.

Penulis : Aniisah,  Andra

Rabu, 10 Juli 2019

ROIS ajak seluruh LK FMIPA berqurban di lingkungan FMIPA Unila


UKMF ROIS FMIPA  bekerjasama dengan seluruh civitas akademika FMIPA Unila akan melaksanakan MIPA berqurban bertujuan menyambut hari Raya Idul Adha 1440 H.

Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F) Rohani Islam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ROIS FMIPA) Universitas Lampung (Unila) akan melaksanakan MIPA Berqurban di lingkungan FMIPA Unila.

Kegiatan yang bekerjasama dengan seluruh civitas akademika FMIPA Unila ini bertujuan menyambut hari Raya Idul Adha 1440 H.

"Kami juga bekerjasama dengan seluruh Lembaga Kemahasiswaan di FMIPA dalam agenda ini," ujar Rifa'i.

"Ini juga pertama kali nya kami adakan berqurban di lingkungan FMIPA." sambungnya.

Rifa'i menerangkan bahwa bentuk donasi yang disalurkan dapat berupa hewan qurban atau dana berupa uang tunai maupun non tunai.

Jika diperlukan ada juga tenaga untuk "melayani jemput donasi,” tambahnya dalam wawancara via whatsapp, Senin (08/07).

Kepala Bidang Kajian dan Keumatan ROIS FMIPA ini menjelaskan target dilaksanakannya MIPA Berqurban pada tanggal 12 atau 13 Agustus 2019, di lingkungan FMIPA Unila yang dapat menjadi salah satu sarana berbagi antar civitas akademika di FMIPA Unila. Hewan qurban tersebut akan disalurkan kepada para tenaga kerja seperti: tenaga kebersihan, satpam, dan lainnya yang ada di lingkungan FMIPA.

"Harapan saya acara MIPA Berqurban tahun ini benar-benar dapat memberikan dampak bagi Mahasiswa FMIPA, karena di acara tersebut istilahnya kita belajar untuk melakukan kurban secara langsung, kalau biasanya kita cuma dapat materi tentang kurban, disitu kita bisa langsung praktik. Juga karena ditahun-tahun sebelumnya, acara ini diadakannya diluar kampus, jadi dampaknya kurang terasa, maka dari itu mulai tahun ini akan diadakan di FMIPA sendiri." Tutup mahasiswa Ilmu Komputer 2018 ini. (Zia)

Senin, 08 Juli 2019

Mahasiswa FMIPA Menduduki Urutan Pemenang pada LKTI-A Tingkat Nasional 2019

Mahasiswa FMIPA Unila,  Sutiarno (Fisika'17), Syayyidati Aulia (Kimia'17), dan Fathia Rizqa Fadhila (Kimia'16) meraih juara 3 pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (LKTI-A) tingkat Nasional 2019. Doc: Narasumber


Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) , Sutiarno (Fisika'17), Syayyidati Aulia (Kimia'17), dan Fathia Rizqa Fadhila (Kimia'16) meraih juara 3 pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (LKTI-A) tingkat Nasional 2019, Sabtu (06/07) di Aula K FKIP Unila.

Informasi tentang LKTI-A mereka dapatkan dari pamflet ini, di selenggarakan oleh Forum Pembinaan dan Pengkajian Islam (FPPI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila.

"Saya penasaran dengan adanya LKTI-A, karena ini pertama kali juga saya pribadi mengikuti ajang lomba seperti ini", ujar Sutiarno peserta LKTI-A.

Dengan ide Design Hoax News Extraction Berbasis Artificial Intelligence Berlandaskan Al-Qur'an berhasil membawa mereka sebagai pemegang juara 3 dalam LKTI-A Nasional.

Sutiarno menerangkan bahwa persiapan menjelang perlombaan berjalan sejak bulan April hingga Juli. Dimulai dari menentukan ide, berlanjut mencari ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ide. Ayat tersebut mengenai penjelasan berita hoax dalam Al-Qur'an Surah An-Nur 24: 11, serta cara menyikapi hoax pada Surah Al-Hujaarat 49: 6.

"Kami juga sudah menyiapkan presentasi sejak jauh-jauh hari dan berkomitmen bahwasannya saat presentasi harus percaya diri, banyak latihan, dan tidak lupa konsultasi dengan dosen," tambahnya.

Dibantu oleh dosen dari Fisika, Gurum Ahmad Pauzi, tim Sutirano dkk dibimbing dari saran dan arahan dalam pembuatan Power Point (PPT) sebagai bahan presentasi, dan ekspresi wajah serta posisi tubuhpun di perhatikannya hingga mengantarkan mereka Juara 3 LKTI-A tingkat Nasional ini.

"Harapannya semoga kita lebih mencintai dan lebih dekat dengan Al-Qur'an begitu besar manfaat dan kandungan di dalam Al-Qur'an yang harus kita eksplore lebih mendalam terkhusus sebagai mahasiswa dan lebih banyak acara-acara seperti ini lagi, agar semakin banyak ilmu baru yang kita dapatkan", tutup Ketua Umum ROIS FMIPA Unila. (Aniisah)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...