Kamis, 24 Oktober 2019

Kuliah Umum Jurusan Matematika FMIPA Unila

Kuliah Umum Jurusan Matematika

Suratman, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) resmi membuka Kuliah Umum Jurusan Matematika FMIPA Unila. Jum'at (25/10), di R1-Gedung Jurusan Matematika FMIPA Unila.

Kuliah umum yang bertema "Penelitian Bidang Statistika" ini dihadiri oleh 75 mahasiswa S1 Matematika FMIPA Unila.

Kegiatan ini merupakan kuliah umum ketiga yang diselenggarakan pada bulan Oktober dan diisi oleh Prof. Dr. rer. nat. Dedi Rosadi, S.Si., M.Sc.Eng.Math. sebagai Departemen Matematika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kuliah umum ini akan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu teruntuk mahasiswa S1 hingga pukul 11.30 WIB dan  S2/S3 pada pukul 13.00-16.00 WIB. (Anis, Elsa) 

Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi pada Hari Jum’at


Tribunnews.com

Hari jum’at merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam.  Pada hari jum’at, ada beberapa ibadah yang diistimewakan salah satunya adalah membaca surat Al Kahfi. Apa saja yang membuat surat Al Kahfi istimewa jika dibaca di jari jum’at?

Dilansir dari voa-islam.com, surat Al Kahfi mempunyai keutamaan sebagai berikut:


  1. Ganjaran yang diberikan pada hari kiamat berupa cahaya (disinari). Cahaya ini diberikan pada hari kiamat yang memanjang dari bawah kedua telapak kaki sampai ke langit.
  2. Balasan kedua yaitu ampunan dosa antara dua jum’at. Boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat.
  3. Menangkal fitnah dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir.


Dari penjelasan tersebut, sudah sepantasnya bagi umat muslim untuk membaca dan menghafalkan surat Al Kahfi. Khususnya pada hari paling baik dan mulia, yaitu hari jum’at.

Penulis: Deva, Yuni. 

Sabtu, 19 Oktober 2019

FIF 2019 : Agenda Tahunan ROIS FMIPA Unila

Kegiatan Festival Islam FMIPA 2019

Rohani Islam (ROIS) FMIPA Unila resmi membuka acara Festival Islam FMIPA (FIF) 2019. Sabtu (19/10), di Gedung Ilmu Komputer lantai 1C FMIPA Unila. 

Agenda yang memiliki tema "Sejuta Inspirasi untuk Negeri Bersama Pemuda Saintis Islam Melalui Al-Quran" ini dimulai pukul 08.30 WIB.

Kegiatan pembukaan FIF ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Pembina ROIS FMIPA Unila, dan perwakilan Lembaga Kemahasiswaan (LK).

Acara Festival Islam FMIPA (FIF) dilaksanankan mulai 19 Oktober hingga 26 Oktober 2019. Peserta yang berpartisipasi dalam FIF ini berasal dari SMA dan SMP se-Lampung.

"FIF merupakan agenda tahunan yang biasa kita jalani di ROIS FMIPA yang mana kita menyiapkan syiar-syiar Islam yang ada di FMIPA ini kepada adik-adik semua sekaligus  sebagai sarana untuk berlomba-lomba dalam kebaikan," jelas Ariston. 

Tujuan dari kegiatan ini juga dipaparkan Sutiarno (Fisika 17) selaku ketua umum, "agar termotivasi untuk terus selalu menyukseskan kegiatan-kegiatan Islam, kegiatan-kegiatan dakwah dimanapun itu".

"Kita sama sama menjunjung dakwah islam untuk lebih baik dan maju sehingga pemuda-pemuda yang cerdas dan kreatif bisa dibanggakan agama dan negaranya," tutupnya.

Reporter : Bella,  Elsa.

Rabu, 16 Oktober 2019

Jurusan Kimia menjadi Salah Satu Jurusan yang Terpilih untuk Ikuti Sertifikasi ASEAN

Jurusan Terpilih untuk Ikuti Sertifikasi ASEAN


Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila)  terpilih untuk mengikuti sertifikasi Universitas tingkat Association of South East Asian Nations  (ASEAN) atau bisa disebut ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA)  yang berpusat di Kota Bangkok, Thailand. 

Sertifikasi tingkat ASEAN ini diperuntukkan pada program studi yang memiliki akreditasi A dan siap untuk direkomendasikan. Setiap program studi yang terpilih harus mengirim borang kurang lebih tiga bulan terakhir sebelum visitasi.

Jurusan Kimia FMIPA Unila paling lambat selesai pada bulan Februari dan akan divisitasi pada  20 Juli 2020.

"Teknisnya setelah mengirim borang untuk diperiksa pihak AUN-QA, maka akan dikirim jadwal kegiatan selama visitasi. Untuk pengklarifikasian borang yang telah diterima bisa memakan waktu lebih dari satu hari," ujar Suripto Dwi Yuwono selaku Ketua Jurusan Kimia. 

Adapun tujuan dari AUN-QA ini untuk menjadikan lulusan Kimia mempunyai standar yang sama dengan lulusan negara-negara ASEAN maupun Internasional. 

"Mereka akan adakan survei langsung ke jurusan dan menilai apa yang akan jadi poin penilaiannya. Jika mampu direkomendasikan, jurusan kimia bisa mendapatkan sertifikasi tersebut," lanjut Suripto Dwi Yuwono. (Ahya, Mayda)

Sabtu, 12 Oktober 2019

HIMBIO FMIPA Gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah

Pelatihan Karya Tulis Ilmiah 


Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi (HIMBIO) Fmipa Unila mengadakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) 2019. Sabtu (12/10), di Ruang 1 gedung Matematika FMIPA Unila.

Acara yang dihadiri 92 orang mahasiswa Jurusan Biologi 2019 ini memiliki tema "Mengembangkan Ide Kreatif dan Potensi Mahasiswa Baru Melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah".

Lidya Septaria Sinurat selaku Ketua Pelaksana menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa acara tersebut bertujuan agar mahasiswa baru dapat mengetahui bahwa penulisan tersebut dapat dikembangkan melalui potensi industri. Selain itu, acara ini dapat dijadikan sebagai wahana untuk mahasiswa baru dalam mengembangkan kreativitas dan potensinya.

Sementara itu, Kanedi selaku Ketua Jurusan Biologi FMIPA Unila berpesan kepada seluruh peserta bahwa kecintaan seseorang dalam menulis dapat memberikan dampak yang signifikan bagi dirinya.

"Harapannya, seluruh mahasiswa biologi dapat fokus dalam Pelatihan ini, karena manfaat yang diperoleh sangat besar. Salah satunya yaitu dapat menaikkan Akreditasi Jurusan dan Fakultas", tutupnya. (Falaq)

Jumat, 11 Oktober 2019

Melatih Mahasiswa Baru dalam Berorganisasi, HIMAKOM Kembali Adakan Gebyar Adapter

HIMAKOM Adakan Gebyar Adapter 


Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer (HIMAKOM) FMIPA unila mengadakan Gebyar Anggota Muda Ilmu Komputer (Adapter) 2019. Sabtu (12/10), di gedung Ilmu Komputer lantai 1C. 

Agenda yang resmi dibuka Kurnia Muludi, selaku Ketua Jurusan Ilmu Komputer (Ilkom) ini mengusung tema "Bersama Bangun Integritas dalam Keberagaman melalui Gebyar Adapter".

Gebyar Adapter ini adalah kepanitiaan perdana bagi mahasiswa baru Ilkom dalam menjadi panitia acara, sebagaimana sambutan Ketua HIMAKOM, "Gebyar Adapter angkatan 2019 ini event pertama dalam berorganisasi bagi mahasiswa baru Ilkom sehingga kedepannya mengerti setidaknya alur birokrasi dan didalam organisasi ini tahu yang baik bagaimana."

"Di divisi apapun kalian coba untuk tumbuhkan rasa memiliki yang kuat," tambah Adinda Rizky, mahasiswa angkatan 2017.

Tujuan acara ini dipaparkan Ketua Pelaksana, M. Dhelby Yunizar, untuk mengasah  kemampuan dalam berorganisasi serta melatih kemampuan kepanitiaan mahasiswa jurusan Ilkom 2019.

Revita, salah satu panitia Gebyar Adapter mengatakan ini adalah pertama kalinya menjadi panitia kegiatan di kampus, dan bersemangat untuk aktif kegiatan-kegiatan di kampus. 

"Jadi kayak ada tanggung jawab, gitu," ujarnya sebagai panitia divisi konsumsi.

"Harapannya semoga acara berjalan lancar, sukses gak ada masalah, lebih akrab lagi, lebih solid lagi, dan lebih membangun rasa kekeluargaan pastinya, " tutupnya.

Reporter : Bella

Adakan Seminar Beasiswa, HIMATIKA Undang Penerima Beasiswa dari Berbagai Jalur

Kegiatan Seminar Beasiswa HIMATIKA FMIPA Unila 

Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika (HIMATIKA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) mengadakan kegiatan Seminar Beasiswa. Sabtu (12/10) di gedung Asrama Haji, Lampung.

Acara yang menjunjung tema "Raih Beasiswa, Wujudkan Cita-cita, Genggam Masa Depan" ini langsung dibuka oleh Suratman selaku Dekan FMIPA Unila.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FMIPA Unila, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sekretaris Jurusan Matematika, dan perwakilan   Lembaga Kemahasiswaan (LK) serta peserta yang berjumlah 155 peserta seminar.

Agenda ini berlangsung selama satu hari dari pukul 08.00 hinggal 16.00 WIB. Rangkaian acara kegiatan ini terdiri dari Seminar Beasiswa yang disampaikan oleh Hafiz Budi (Penerima beasiswa S2 dan S3 di Prancis), Rio Rafi Muhammad (penerima beasiswa BI), Jane Rosalina Rumpia (penerima beasiswa DJARUM), Clara Firhan Asifa (Penerima beasiswa Beasiswa Unggul) dan seminar tofel oleh Candra Cahyani Gani (Go/Go Founder/Chief Executive Officer) kemudian akan dilaksanakan tes toefl prediksi di awal acara. 

"Harapannya setelah kegiatan ini peserta bisa mengimplementasikan secara langsung dan mempersiapkan untuk bisa mendapatkan beasiswa. Marilah kita tinggkatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan kita dan kuasai bahasa asing untuk bisa bersaing dengan negara lain," ujar Suratman.

Reporter: Sugar dkk.

Kamis, 10 Oktober 2019

Misteri Ketukan di Jendela




Dilansir dari mengakubackpacker. blogspot.com, creepypasta yang ditulis oleh penulis anonim ini menceritakan seorang pemuda yang mendengar ketukan di jendelanya terus-menerus di tengah malam. Ketika ia memeriksanya, ia akan menemukan kejutan yang sangat mengerikan.

Aku terbaring di atas ranjang, sendiri, di suatu malam yang gelap dan sunyi. Aku hanya membolak-balikkan badanku di atas kasur, mencoba mencari posisi yang nyaman bagiku untuk tidur. Tubuhku sudah sangat lelah, namun entah mengapa, aku tetap tak bisa tidur. Ada sesuatu tentang malam ini yang membuatku merasa sama sekali tidak nyaman. Aku terus berguling di atas tempat tidur hingga akhirnya menemukan posisi yang cukup enak buatku untuk terlelap.

Aku menutup mataku, namun tak ada perbedaan. Terlalu gelap di dalam kamarku untuk bisa melihat sesuatu. Jadi kupikir butuh waktu bagi mataku untuk terbiasa dengan kegelapan. Aku terbaring di sana, tak bergerak, di tengah malam yang hitam pekat. Tubuhku mulai santai dan pikiranku kosong, dan aku benar-benar siap untuk istirahat. Namun kesunyian itu seketika musnah dan benakku langsung dibanjiri dengan bayangan menakutkan ketika suara itu terdengar.

Tok ... tok ...

Tak ada monster di dunia ini. Aku bisa saja menengok ke arah jendela agar membuat hatiku sedikit tenang, namun aku menghadap ke arah yang berlawanan dari jendela dan jujur, aku takut akan melihat hal yang paling aku takutkan berdiri di luar jendela, memandangiku. Namun, apa itu? Apa mungkin itu hanya burung yang terbang menabrak jendela? Tidak, itu sama sekali tidak mungkin. Apakah mungkin ada sekelompok anak yang mengerjaiku malam-malam begini, mengetuk jendela dari luar sambil tertawa terpingkal-pingkal? Mungkin saja. Atau bahkan mungkin ini semua hanya imajinasiku? Mungkin aku mendengar suara angin di luar dan menerkanya sebagai suara ketukan di jendela?

Tok ... tok ....

Tidak, itu jelas bukan imajinasiku! Anak-anak sial itu benar-benar keras kepala. Mereka tidak mau berhenti hingga melihatku bangun karena gusar. Mungkin anak-anak dengan selera humor yang sedikit sakit itu sedang menungguku di luar. Mungkin mereka akan memecahkan kaca jendela dan menyerangku. Tidak! Jangan menjadi paranoid seperti ini! Monster itu tidak ada. Lagipula, aku belum bergerak sama sekali. Mungkin saja anak-anak itu menganggap aku sudah tertidur lelap dan akan meninggalkanku sendiri.

Tok ... tok ....

Tidak! Itu bukan anak-anak! Tidak ada seorang anakpun yang akan menunggu selama ini untuk mendapatkan reaksi dari seorang pria yang tinggal sendirian seperti aku. Mereka pasti akan bosan dan berpindah ke rumah lain untuk diusili. Namun jika bukan mereka, lalu siapa? Berpikir logislah! Monster itu tidak ada. Jangan menjadi paranoid. Mereka ada di luar, aku di dalam. Hingga aku mendengar suara jendela yang pecah, aku aman. Namun jika itu bukan sesosok monster atau pembunuh berantai, apa yang menyebabkan suara itu? Mungkin sebaiknya aku berpura-pura tidur dan suara itu akan berhenti dengan sendirinya.

Tok ... tok ....

Oh Tuhan! Aku tak bisa memikirkan suara lain yang lebih kubenci di dunia ini selain suara ketukan di kaca jendela itu! Kumohon pergilah! Biarkan aku sendiri! Sekarang tidak ada harapan. Ia akan masuk ke sini cepat atau lambat dan melakukan hal mengerikan terhadapku. Ambil napas dalam-dalam. Lalu hembuskan pelan-pelan. Aku merasakan detak jantung di dalam dadaku mulai bersantai. Monster itu tidak ada. Ingat, mereka ada di luar. Aku di dalam. Hingga aku mendengar suara kaca jendela pecah, aku aman. Ulangi itu! Jangan biarkan ketakutan menguasaimu! Berpura-puralah tidur dan jangan bergerak sedikitpun.

Tok ... tok ....

AKU TAK SANGGUP LAGI.........!
Aku bisa menjadi gila apabila aku terus mendengar suara ketukan ini. Paling tidak jika aku melihat apa yang menyebabkan suara itu, aku akan menjadi sedikit tenang. Ambil napas dalam-dalam, aku mengulanginya untuk sekali lagi, Mereka di luar, aku di dalam. Hingga aku mendengar suara kaca jendela pecah, aku tahu aku aman. Aku mengambil beberapa napas dalam lagi, jantungku berdetak amat kencang hingga aku serasa bisa mendengarnya.

Aku perlahan menoleh ke arah jendela.

Jantungku terasa berhenti berdetak dan aku terlalu takut untuk mengeluarkan suara jeritan. Aku menoleh hanya untuk menemukan sesoeok wajah pucat dengan mata hitam kelam menatapku tajam, seakan menelanjangi jiwaku, sambil tersenyum bengis.
Selama ini makhluk itu sudah berada di ruangan ini, sambil mengetuk-ngetuk kaca jendelaku dari dalam.

Penulis: Lisna
Editor : Widiya, Aldi (magang) 

Senin, 07 Oktober 2019

Reakreditasi Jurusan Matematika FMIPA Unila. Kapan?

Menurut Amanto, urusan Matematika sudah memenuhi standar sebagai program studi berakreditasi A berdasarkan perhitungan kasar yang dilakukan oleh internal LP3M serta ketentuan standar yang telah ditetapkan sebagai patokan penilaian.
Doc. Natural

Jurusan Matematika FMIPA Unila kini tengah menunggu reakreditasi atau peninjauan ulang akreditasi. Berdasarkan wawancara bersama Amanto selaku Sekretaris Jurusan (Sekjur), padaamis (03/10) di gedung MIPA Terpadu FMIPA Unila.

Jurusan yang kini masih berakreditasi B telah mengajukan proses reakreditasi lebih dulu dari jurusan Fisika yang kini sudah berakreditasi A, yaitu sejak awal bulan Maret 2019 Namun tertunda karena banyaknya permintaan reakreditasi dari 8165 program studi yang membuat Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kewalahan.

“Akhirnya, BAN-PT pun mengeluarkan edaran yang berisi tentang program studi yang diutamakan, yaitu program studi baru yang belum terakreditasi, program studi yang akreditasinya kadaluwarsa, dan yang terakhir adalah yang akreditasinya habis tahun ini. Sedangkan untuk Jurusan Matematika akan habis masa akreditasi pada Maret 2020,” jelas Amanto selaku Sekjur Matematika.

Tak hanya itu, mahalnya pembiayaan sarana dan prasarana menjadi alasan lain sulitnya penurunan asesor ke universitas-universitas pengaju akreditasi.

Menurut Amanto, Jurusan Matematika sudah memenuhi standar sebagai program studi berakreditasi A berdasarkan perhitungan kasar yang dilakukan oleh internal LP3M serta ketentuan standar yang telah ditetapkan sebagai patokan penilaian.

Terdapat 7 standar yang ditetapkan sebagai penilaian akreditasi seperti kemahasiswaan (standar 3), sumberdaya dosen (standar 4), kurikulum (standar 5), keuangan dan prasarana (standar 6), serta pengabdian dan penelitian (standar 7).

Namun akan diberlakukannya standar baru yang telah terpecah antara keuangan dengan prasarana dan pengabdian dengan penelitian pada tahun 2020 mendatang. Standar baru ini dinilai cukup memberatkan sehingga menjadi alasan banyaknya program studi yang mengajukan reakreditasi karena semua program studi yang mengajukan reakreditasi pada april 2019 dan seterusnya akan diberlakukan sistem penilaian baru.

Amanto berharap jurusan Matematika segera mendapatkan akreditasi A sebagai pelengkap jurusan-jurusan lain di FMIPA yang kini telah lebih dahulu berakreditasi A.

“Harus lebih baik, kalau bisa dapat akreditasi unggul A,” tambahnya.


Reporter: Sugar dan Yuni (magang)
Editor: Bella Ibnaty S

Sabtu, 05 Oktober 2019

LOKAKARYA: Foraging for Wiild Plants

Salah satu tindak lanjut nota kesepahaman antara Yayasan International Animal Rescue Indonesia (IAR) Indonesia dan Universitas Lampung (Unila).
Doc. Narasumber

Salah satu tindak lanjut nota kesepahaman antara Yayasan International Animal Rescue Indonesia (IAR) Indonesia dan Universitas Lampung (Unila). IAR Indonesia bekerja sama dengan  Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Batutegi, dan Ecology Club Jurusan Biologi Universitas Lampung mengadakan Lokakarya: Foraging for Wild Plants Workshop. Minggu-Selasa (06-08/10) di Petak 13, Resort Way Wayang yang masuk Stasiun Blok Inti KPHL Batutegi, KPHL Batutegi, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Acara yang diikuti 27 peseeta ini merupakan program capacity building untuk tim lapangan Yayasan Yayasan IAR Indonesia, KPHL Batutegi dan pengkayaan ketrampilan bagi mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA Unila melalui kegiatan ekstrakulikuler mahasiswa Ecology Club, Saka Wana Bakti Batu Tegi, WWF Indonesia dan masyarakat Pekon Mandi Angin.

Workshop ini memberikan edukasi mengenai teknik foraging atau meramban tumbuhan liar berguna melalui praktik langsung di alam bebas, mengenalkan tumbuhan liar berguna untuk berbagai keperluan manusia misalnya sebagai pangan, obat, perkakas maupun fungsi lainnya. serta menginventarisasi flora berguna kawasan, bioprospeksi maupun bioekonominya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, menghadirkan narasumber Heri Santoso, S.Si, pakar botani dan instruktur foraging sekaligus Chief Excecutive Officer dari Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia).

Pelaksanaan ini dijembatani oleh Dra. Elly L. Rustiati, M.Sc. selaku dosen sekaligus pembina Ecology Club Jurusan Biologi Fakultas MIPA, Universitas Lampung, yang juga pembina Generasi Biologi Indonesia.  Dengan adanya lokakarya ini diharapkan dalam waktu dekat akan tersusun buku panduan lapangan identifikasi dan teknik sampling flora berbasis foraging, dan dalam jangka panjang akan tersusun database etnobotanis flora di Blok Inti KPHL Batutegi.  Kegiatan ini diharapkan juga mendukung kegiatan magang, kerja praktek dan tugas akhir mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Lampung.



Miftakhul Huda selaku Project Director dari Lokakarya Foraging for Wild Plants ini menjelaskan kegiatan ini akan dilakukan melalui pemahaman materi di dalam ruang serta jelajah langsung dialam bebas, yang dibagi dalam tiga hari kegiatan.

Cakupan workshop ini meliputi 6 bagian, di antaranya:


  1. Morfologi dan Anatomi Tumbuhan,
  2. Teknik Dasar Identifikasi Tumbuhan,
  3. Family dari Kingdom Plantae,
  4. Panduan Eksplorasi Tumbuhan Liar Berguna,
  5. Foraging dan Eksplorasi Tumbuhan Liar, dan
  6. Pengelolaan dan Konservasi Tumbuhan Liar.
Terdapat pula aktivitas jungle cooking atau memakan makanan yang langsung diperoleh dari dalam hutan kawasan.


“Melalui workshop foraging ini, diharapkan peserta memiliki kemampuan untuk dapat melakukan identifikasi tumbuhan liar berguna, serta dapat mempraktekkan cara penggunaan tanaman liar untuk berbagai keperluan hidup," harap Miftakhul.



Dalam kegiatan ini akan mengumpulkan sebanyak 100 jenis tumbuhan dengan masing-masing jenis sebanyak tiga rangkap, di sekitar kawasan Way Rillau, KPHL Batutegi, Tanggamus, Lampung, yang dilakukan dengan metode jelajah (cruising method) dan observasi langsung yang kemudian diidentifikasi jenis/spesiesnya baik secara langsung maupun dan diteliti kegunaannya melalui wawancara dengan masyarakat setempat serta studi pustaka. Inventarisasi tumbuhan akan dibuat herbarium kering sebagai bahan koleksi dan edukasi bagi Jurusan Biologi Universitas Lampung, Yayasan Genbinesia, serta KPHL Batutegi. Selain itu, hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan workshop ini adalah dihasilkannya publikasi dari jenis-jenis tumbuhan liar berguna yang ada di kawasan KPHL Batuteg, baik dalam bentuk jurnal maupun buku.

Aris Subagyo selaku peserta workshop mengaku sangat antusias dengan adanya workshop ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sumber ilmu terutama bagi mahasiswa maupun tim lapangan terkait cara mengidentifikasi tumbuhan beserta manfaatnya, teknik mengambil foto tumbuhan yang benar, dan membuat dirinya semakin tertarik untuk mendalami ilmu botani.

Selain itu, Kepala KPHL Batutegi, Ir. Yayan Ruchyansyah, M. Si yang hadir sekaligus membuka acara tersebut mengatakan bahwa aktivitas foraging atau meramban ini harus mulai digaungkan kepada masyarakat kembali, karena perannya amat penting bagi manusia sebagai upaya bertahan hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam disekitarnya, khususnya sumber daya tumbuhan.

“Kemampuan foraging ini menjadi penting agar masyarakat bisa mengetahui manfaat dari tumbuhan disekitar mereka, terutama di sekitar wilayah Batutegi yang memiliki potensi tumbuhan yang beranekaragam, dan bila memungkinkan hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang bernilai ekonomi," ungkapnya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada IAR, Jurusan Biologi Universitas Lampung, serta Yayasan Genbinesia atas kerjasamanya sehingga terlaksana kegiatan workshop foraging di KPLH Batutegi ini," tutupnya.


Penulis : Dicky
Editor : Bella Ibnaty S.

Jumat, 04 Oktober 2019

LKMITD, Ketua Umum: Modal Awal Jadi Pemimpin

ROIS FMIPA Unila Mengadakan Kegiatan LKMI-TD


Unit Kegaiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F) Rohani Islam (ROIS) FMIPA Unila resmi membuka agenda Latihan Kepemimpinan Manajemen Islam Tingkat Dasar (LKMI-TD). Sabtu (05/10), di R1 gedung Matematika FMIPA Unila.

Pelatihan yang mengangkat tema "Membentuk Pribadi Generasi Milenial yang Islami" ini dibuka langsung oleh Ketua Umum ROIS FMIPA, Sutiarno (Fis'17).

Sutiarno menjelaskan dalam agenda LKMI-TD ini peserta dikenalkan terkait dengan kepemimpinan dan berorganisasi untuk bekal menghadapi lingkungannya, karena kultur masing masing fakultas yang bisa jadi berbeda-beda.

"Ini juga dijadikan sebagai modal awal bagaimana menjadi pemimpin, bagaimana bernegoisasi, bagaimana cara bekerjasama, dan lain-lain," tambah mahasiswa Jurusan Fisika 2017 ini.

Sutiarno mengharapkan peserta untuk fokus dan aktif dalam pelatihan ini agar bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu dalam kegiatan-kegiatan seperti FIF (Festival Islam FMIPA) yang sudah dilaunching sebelumnya. (Bella)

Kamis, 03 Oktober 2019

ROIS FMIPA akan Kembali Adakan FIF di Tahun 2019



Rohani Islam (ROIS) FMIPA Unila akan mengadakan FIF ( Festival Islam FMIPA) 2019. Sabtu-Minggu (19-20/10), di lingkungan FMIPA.

Festival Islam FMIPA adalah agenda rutin yang ada di ROIS FMIPA setiap tahunnya. 

Ariston mengatakan event ini berisi rangkaian acara lomba-lomba, tabligh akbar, festival qur’an, dan lain-lain.

Acara yang akan dihadiri siswa SMA dan SMP ini dilaksanakan mulai dengan pembukaan pada tanggal 19 Oktober  2019 oleh Dekan FMIPA Unila.

Saat di wawancarai via whatsapp, Ariston (Ilkom '18) menjelaskan setelah pembukaan agenda dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang dilaksanakan hingga tanggal 20 Oktober 2019 dan diakhiri dengan pengumuman pemenang dan pemberian hadiah.

"Agenda ini bertujuan untuk menjaring adik-adik SMA maupun SMP untuk menunjang bakat-bakat  mereka melalui beberapa cabang lomba yang disediakan," ungkap ketua pelaksana FIF 2019.

Penulis : Amel,  Ecca,  Puput (Magang)

Kuliah Umum Jurusan Matematika



Suratman, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) resmi membuka Kuliah Umum Jurusan Matematika FMIPA Unila dengan tema "Games and Graphs are Well Palls (GGWP)". Jumat (04/10), di Gedung Matematika Ruang R.1 FMIPA Unila.

Kuliah Umum ini diisi oleh Suhadi Wido Saputro dari Departemen Matematika FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB). (Anis, Febi, Yusuf)

Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...