LOKAKARYA: Foraging for Wiild Plants

Salah satu tindak lanjut nota kesepahaman antara Yayasan  International Animal Rescue  Indonesia (IAR) Indonesia dan Universitas Lampung (...

Salah satu tindak lanjut nota kesepahaman antara Yayasan International Animal Rescue Indonesia (IAR) Indonesia dan Universitas Lampung (Unila).
Doc. Narasumber

Salah satu tindak lanjut nota kesepahaman antara Yayasan International Animal Rescue Indonesia (IAR) Indonesia dan Universitas Lampung (Unila). IAR Indonesia bekerja sama dengan  Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Batutegi, dan Ecology Club Jurusan Biologi Universitas Lampung mengadakan Lokakarya: Foraging for Wild Plants Workshop. Minggu-Selasa (06-08/10) di Petak 13, Resort Way Wayang yang masuk Stasiun Blok Inti KPHL Batutegi, KPHL Batutegi, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Acara yang diikuti 27 peseeta ini merupakan program capacity building untuk tim lapangan Yayasan Yayasan IAR Indonesia, KPHL Batutegi dan pengkayaan ketrampilan bagi mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA Unila melalui kegiatan ekstrakulikuler mahasiswa Ecology Club, Saka Wana Bakti Batu Tegi, WWF Indonesia dan masyarakat Pekon Mandi Angin.

Workshop ini memberikan edukasi mengenai teknik foraging atau meramban tumbuhan liar berguna melalui praktik langsung di alam bebas, mengenalkan tumbuhan liar berguna untuk berbagai keperluan manusia misalnya sebagai pangan, obat, perkakas maupun fungsi lainnya. serta menginventarisasi flora berguna kawasan, bioprospeksi maupun bioekonominya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, menghadirkan narasumber Heri Santoso, S.Si, pakar botani dan instruktur foraging sekaligus Chief Excecutive Officer dari Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia).

Pelaksanaan ini dijembatani oleh Dra. Elly L. Rustiati, M.Sc. selaku dosen sekaligus pembina Ecology Club Jurusan Biologi Fakultas MIPA, Universitas Lampung, yang juga pembina Generasi Biologi Indonesia.  Dengan adanya lokakarya ini diharapkan dalam waktu dekat akan tersusun buku panduan lapangan identifikasi dan teknik sampling flora berbasis foraging, dan dalam jangka panjang akan tersusun database etnobotanis flora di Blok Inti KPHL Batutegi.  Kegiatan ini diharapkan juga mendukung kegiatan magang, kerja praktek dan tugas akhir mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Lampung.



Miftakhul Huda selaku Project Director dari Lokakarya Foraging for Wild Plants ini menjelaskan kegiatan ini akan dilakukan melalui pemahaman materi di dalam ruang serta jelajah langsung dialam bebas, yang dibagi dalam tiga hari kegiatan.

Cakupan workshop ini meliputi 6 bagian, di antaranya:


  1. Morfologi dan Anatomi Tumbuhan,
  2. Teknik Dasar Identifikasi Tumbuhan,
  3. Family dari Kingdom Plantae,
  4. Panduan Eksplorasi Tumbuhan Liar Berguna,
  5. Foraging dan Eksplorasi Tumbuhan Liar, dan
  6. Pengelolaan dan Konservasi Tumbuhan Liar.
Terdapat pula aktivitas jungle cooking atau memakan makanan yang langsung diperoleh dari dalam hutan kawasan.


“Melalui workshop foraging ini, diharapkan peserta memiliki kemampuan untuk dapat melakukan identifikasi tumbuhan liar berguna, serta dapat mempraktekkan cara penggunaan tanaman liar untuk berbagai keperluan hidup," harap Miftakhul.



Dalam kegiatan ini akan mengumpulkan sebanyak 100 jenis tumbuhan dengan masing-masing jenis sebanyak tiga rangkap, di sekitar kawasan Way Rillau, KPHL Batutegi, Tanggamus, Lampung, yang dilakukan dengan metode jelajah (cruising method) dan observasi langsung yang kemudian diidentifikasi jenis/spesiesnya baik secara langsung maupun dan diteliti kegunaannya melalui wawancara dengan masyarakat setempat serta studi pustaka. Inventarisasi tumbuhan akan dibuat herbarium kering sebagai bahan koleksi dan edukasi bagi Jurusan Biologi Universitas Lampung, Yayasan Genbinesia, serta KPHL Batutegi. Selain itu, hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan workshop ini adalah dihasilkannya publikasi dari jenis-jenis tumbuhan liar berguna yang ada di kawasan KPHL Batuteg, baik dalam bentuk jurnal maupun buku.

Aris Subagyo selaku peserta workshop mengaku sangat antusias dengan adanya workshop ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sumber ilmu terutama bagi mahasiswa maupun tim lapangan terkait cara mengidentifikasi tumbuhan beserta manfaatnya, teknik mengambil foto tumbuhan yang benar, dan membuat dirinya semakin tertarik untuk mendalami ilmu botani.

Selain itu, Kepala KPHL Batutegi, Ir. Yayan Ruchyansyah, M. Si yang hadir sekaligus membuka acara tersebut mengatakan bahwa aktivitas foraging atau meramban ini harus mulai digaungkan kepada masyarakat kembali, karena perannya amat penting bagi manusia sebagai upaya bertahan hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam disekitarnya, khususnya sumber daya tumbuhan.

“Kemampuan foraging ini menjadi penting agar masyarakat bisa mengetahui manfaat dari tumbuhan disekitar mereka, terutama di sekitar wilayah Batutegi yang memiliki potensi tumbuhan yang beranekaragam, dan bila memungkinkan hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang bernilai ekonomi," ungkapnya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada IAR, Jurusan Biologi Universitas Lampung, serta Yayasan Genbinesia atas kerjasamanya sehingga terlaksana kegiatan workshop foraging di KPLH Batutegi ini," tutupnya.


Penulis : Dicky
Editor : Bella Ibnaty S.

Related

Universitas 619505755752779884

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item