Sabtu, 30 November 2019

Hanya Calon Anggota DPM Jurusan Matematika yang Pemira, Pansus Gelar Temu Rakyat

Berdasarkan keputusan Pansus Pemira hanya Matematika yang diputuskan Pemira, karena ada empat calon yang lolos verifikasi akhir berkas Pemira.
(Doc. Natural)

Pansus Pemira 2019 menggelar Temu Rakyat  calon anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FMIPA Jurusan Matematika. Kamis (28/11), di R1 Gedung Matematika.

Berdasarkan keputusan Pansus Pemira hanya Matematika yang diputuskan Pemira, karena ada empat calon yang lolos verifikasi akhir berkas Pemira.

Berikut daftar Nomor Urut Calon DPM-F Jurusan Matematika

 No. 1 Bella Mutiah

Bella Mutiah. (Doc. Natural)
 No. 2 Siti Munawaroh


Siti Munawaroh. (Doc. Natural)

 No. 3 Muhammad Solikhin


Muhammad Solikhin. (Doc. Natural)

 No. 4 Horas Miharkeisal Sinaga


Horas Miharkeisal Sinaga. (Doc. Natural)

Jurusan Kimia, Fisika, Biologi, dan Ilmu Komputer diputuskan aklamasi, sebab berdasarkan berita acara yang dibagikan Pansus Pemira di sosial media menerangkan bahwa beberapa calon dari keempat jurusan tidak lolos verifikasi akhir. Jumlah yang lolos tidak melebihi kursi DPM-F yang ada.

Pertemuan ini dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FMIPA, DPM FMIPA, DPM Unila (sekaligus sebagai panelis), tim sukses dari masing-masing calon, dan mahasiswa matematika sebagai pencoblos.

Tepat pada pukul 16.54 WIB mahasiswa jurusan matematika angkatan 2019 terlihat meninggalkan ruangan dikarenakan adanya agenda pemagangan jurusan.

Kondisi diruangan menjadi sepi,  hanya beberapa mahasiswa Matematika.

Pada pukul 17.10 pansus memutuskan untuk memulai kembali temu rakyat dengan menyampaikan visi misi dari masing-masing calon anggota DPM.

"Harapan pemira tahun ini semoga mereka bisa membawa aspirasi mahasiswa." Ujar Hanggara selaku Penelis DPMU.


Reporter : Aniisah,  Ahya, Zamhara

Jumat, 29 November 2019

Pro-Kontra Hasil Verifikasi Akhir hingga Tidak Ada Tanda Terima Penyerahan Berkas Pemira

Tidak lolosnya bakal calon dengan berbagai macam. Seperti belum mengumpulkan Surat Bebas Sanksi Akademik, Transkip, hingga Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). 

Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Raya (Pemira) FMIPA Unila 2019 secara resmi mengumumkan hasil verifikasi akhir bakal Calon Gubernur (Cagub) Calon Wakil Gubernur (Cawagub) dan anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FMIPA Unila tahun 2020.

Berdasarkan berita acara Pansus Pemira 2019, penetapan hasil verifikasi akhir pada Selasa (26/11), di sekretariat pansus. Namun, penetapan dibagikan pukul 15.22 WIB di akun media sosial Pansus Pemira 2019.

Penetapan hasil verifikasi akhir menyatakan aklamasi bagi Cagub dan Cawagub FMIPA periode 2020. Berdasarkan SK Pansus Pemira No: 013/PANSUS/PEMIRA/FMIPA/UL/XI/2019. Bahwa pasangan calon lolos verifikasi akhir  Ropiudin (Matematika 2017) sebagai Cagub dan Wisnu Hidayat (Fisika 2017) sebagai Cawagub. Pasangan calon tidak lolos verifikasi akhir Adinda Rizky Febiyanto (Ilmu Komputer 2017) sebagai bakal Cawagub dan Dimaz Irawan (Biologi 2017) sebagai bakal cawagub.

Sedangkan, penetapan untuk DPM FMIPA hanya jurusan Matematika yang dinyatakan Pemira. Berdasarkan SK Pansus Pemira No: 015/PANSUS/PEMIRA/FMIPA/UL/XI/2019.

Namun, hasil verifikasi akhir ini tidak diterima secara langsung dari beberapa pihak beranggapan bahwa berkas yang dikumpulkan sudah sesuai ketentuan. Pertanyaan dan gugatan pun dilontarkan kepada Pansus Pemira.

Dari pantauan Reporter Natural, tidak lolosnya bakal calon dengan berbagai macam. Seperti belum mengumpulkan Surat Bebas Sanksi Akademik, Transkip, hingga Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

“Punya mba, crash dengan bakal calon dari matematika juga mba, yang menyebabkan KTM dukungan hangus dan tidak terhitung pendukung kedua pihak. Karena beberapa hangus itu menyebabkan KTM pendukung mba tidak sampai 45 mahasiswa,” Jelas Anggota Pansus, Wulan (Fisika 2018) kepada bakal calon yang tidak lolos verifikasi akhir.

Rifa’i (Ilmu Komputer 2018) juga mengatakan bahwa jika ingin menggugat bisa ajukan surat gugatan ke Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unila.

Pada pukul 16.34 WIB, ketua tim sukses, Umar (Ilmu Komputer 2017) dari bakal calon Adinda-Dimaz masih mempertanyakan mengapa calon yang diusung tidak lolos berkas. Sedangkan dari tim sukses sendiri yakin akan kelengkapan berkas tersebut.

“Saya minta verifikasi ulang”, ujarnya pada Pansus.

Aris (Biologi 2016) sebagai ketua DPM FMIPA pun hadir mengawasi keadaan di sekitar sekretariat Pansus, ia menenangkan semua pihak terlibat untuk tenang.

Ketika dipertanyakan alasan dari belum sepakatnya atas verifikasi akhir adalah KTM cagub yang tidak ada pada berkas Adinda-Dimaz.

“Silahkan buat gugatan tertulis yang nanti akan diserahkan kepada MPM, biar MPM yang menindaklanjuti,” jelas Aris.

Eva (Matematika 2018) salah satu anggota Pansus, menambahkan agar siapkan bukti-bukti, “dan siapkan bukti-bukti outentiknya ya”.

Pada Rabu (27/11), Reporter Natural berkesempatan mewawancarai Ketua Timses dari Adinda-Dimaz.

Umar menerangkan tidak puas akan penjelasan prosedur gugatan yang tidak begitu jelas. Beberapa tuntutannya kepada Pansus, seperti KTM cawagub yang tidak ada, prosedur verifiksi tidak dilengkapi tanda terima, materai yang tidak ada dalam (Peraturan Mahasiswa Fakultas) PMF, dan transparansi.

“Tidak ada standar pengecekan dari Pansus, tidak ada bukti terima apa saja berkas yang sudah dikumpulkan,” ujar Umar.

Indikasi pansus menghalangi juga diutarakan, “ini ada indikasi menghalang-halangi terkait Cawagub yang kemarin tidak diizinkan masuk tapi Cagub sudah di dalam. Mereka (Pansus) mengatakan jam kerja pansus sudah habis”.

“Tapi untuk pengambilan nomor urut calon anggota DPM yang lolos berkas kemarin sudah lebih dari pukul 16.00 WIB. Jadi bagaiman terkait jam kerja ini?” ungkapnya.

Permasalahan materai juga menurut Umar tidak bisa dijadikan kegagalan verifikasi akhir karena materai juga tidak ada di PMF.

Menurut Umar prosedurnya juga abu-abu, ia memaparkan pihak yang dia usung sudah ada di sekretariat pansus (pada akhir pengumpulan berkas lalu) untuk mengumpulkan berkas namun yang dibahas adalah materai bukan KTM Cawagub yang tidak ada. Umar beranggapan jika ketika Cagub yang ia usung dicek terlebih dahulu berkasnya oleh pansus maka bisa diatntisipasi tentang KTM Cawagub yang tidak ada.

“Tapi saya yakin KTM Cawagub itu ada karena kami, Timsesnya sudah cek kelengkapan berkas,” tambah Umar.

Ketika dikonfirmasi kehadiran bakal Calon Gubernur atas Nama Adinda Rizky di sekretariat Pansus juga dianggap akhir waktu, sekitar 5-10 menit sebelum jam kerja Pansus habis.

Saat bertemu dengan Ketua Pansus, Rendi, Reporter Natural sempat menanyakan terkait alasan tidak lolosnya bakal Calon Adinda-Dimaz. Rendi menjelaskan untuk materai memang tidak diperasalahkan. Namun untuk KTM Cawagub yang tidak ada itu sudah nyata bahwa berkas dari pasangan bakal calon Adinda-Dimaz tidak lolos verifikasi akhir.

Hingga Kamis (28/11) sore hari Reporter Natural masih memantau apakah pihak Adinda-Dimaz akan mengajukan gugatan ke MPM Unila atau menerima hasil verifikasi akhir dari Pansus Pemira FMIPA 2019.


Reporter : Bella Ibnaty dan Zamhara Indah

Senin, 25 November 2019

Usai Perpanjangan Pengumpulan Berkas Pemira, Pansus Tolak Permohonan Salah Satu Pendukung

Lobi dilakukan pendukung dari Adin-Dimaz dengan anggota pansus yang menjaga pintu, Abdul (Fisika 2018) dan Syahrul (Kimia 2018).
(Doc. Natural)


Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Raya (Pemira) FMIPA Unila memperpanjang pengumpulan berkas bakal Calon Gubernur (Cagub), Calon Wakil Gubernur (Cawagub), dan Anggota (Dewan Perwakilan Mahasiswa) DPM FMIPA periode 2020. Senin (25/11), di sekretariat Pansus Pemira Lantai 2 gedung pascasarjana.

Berdasarkan pantauan dari reporter Natural Unila, Pukul 16.00 WIB Pansus Pemira sudah menutup pintu sekretariat yang menandakan telah ditutupnya pengumpulan berkas bagi bakal Cagub, Cawagub, dan Anggota DPM FMIPA periode 2020.

Namun keadaan di luar sekretariat sempat ramai karena pendukung dari salah satu cagub-cawagub (Adinda- Dimaz) ingin memberikan materai kepada rekannya, Adinda Rizky Febiyanto (Ilkom  2017) yang sedang mengumpulkan berkas didalam sekretariat Pansus, tanpa Dimaz Irawan (Biologi 2017).

Lobi dilakukan pendukung dari Adin-Dimaz dengan anggota pansus yang menjaga pintu, Abdul (Fisika 2018) dan Syahrul (Kimia 2018). Namun, mereka tidak mengizinkan karena sudah melebihi pukul 16.00 WIB.

Pada pukul 16.36 WIB, Ketua DPM FMIPA, Aris Subagio (Biologi 2016) datang mengonfirmasi keadaan di sekretariat Pansus yang ramai. Aris pun menenagkan masa pendukung untuk tetap tenang.
“Semuanya duduk ya,” pinta Aris.



Reporter Natural Unila berkesempatan mewawancarai anggota Pansus Pemira yang bertugas menjaga pintu diluar.

“Di dalam ada beberapa anggota Pansus, Rendi, Rifai, Mirda, Atma, dan beberapa anggota lainnya serta satu Cagub, Kak Adin,” ujar Abdul.

Abdul dan Syahrul pun kurang paham dengan situasi di dalam karena fokus pengamanan di luar.

Pada pukul 16.41 WIB, salah satu pendukung dari Adin-Dimaz, Guntur (Fisika 2017) menginginkan Dimaz sebagai bakal Cawagub masuk ke dalam sekretariat untuk membersamai bakal Cagub, Adinda Rizky. Ketua Pansus, Rendi (Matematika 2018)  diminta keluar untuk mendengarkan permohonan dari pendukung Adin-Dimaz.

Rendi keluar dari sekretariat menemui masa di luar. Namun,  ia tidak mengizinkan Dimaz untuk masuk. “Tidak bisa kak, karena ini sudah habis jam kerja Pansusnya, berdasarkan Tatib Pemira, Kak,” jelas Rendi kepada Guntur.



Pada pukul 17.02 WIB, dua Satpam FMIPA hadir untuk melihat keadaan dan memastikan tidak ada kericuhan yang akan merugikan pihak manapun. “Saya yakin Mahasiswa FMIPA ga mungkin gontok-gontokan,” ujar salah satu Satpam FMIPA.

Satpam juga menghimbau untuk segera selesaikan acara karena penjaga gedung pascasarjana akan menutup pintu gedung.



Sekitar pukul 17.12 WIB Adinda Rizky keluar dari sekretariat Pansus.

Saat diwawancarai reporter Natural Unila, Adin menjelaskan bahwa ia telah selesai mengumpulkan berkas Cagub-Cawagub FMIPA kepada Pansus Pemira. “Tapi semuanya dikembalikan lagi ke pihak pansusnya, bagaimana kebijakan Pansus atas berkas saya,” jelasnya.

“Saya percaya dengan pansus, oleh karena itu saya serahkan kepada kebijakan Pansus,” tambahnya.


Reporter : Arma Yoga & Bella Ibnaty

Minggu, 17 November 2019

FMIPA Unila Rayakan Dies Natalis Ke-24

Dies Natalis Ke-24 FMIPA Unila.
(Doc. Natural)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) rayakan Dies Natalis yang ke-24. Senin (18/11), di Gedung Dekanat lantai 3 FMIPA Unila.

Acara ini dihadiri oleh Rektor Unila dan seluruh civitas academica FMIPA Unila. Perayaan Dies Natalis ke-24 ini sudah berlangsung sejak tanggal 17 November 2019 dan untuk hari ini akan diadakan upacara Dies Natalis sekaligus pemberian penghargaan dan ucapan terimakasih untuk para dosen dan mahasiswa  berprestasi di FMIPA Unila.

Pada hari sebelumnya dilaksanakannya kegiatan jalan sehat dan sejumlah permainan tradisional yang diikuti oleh seluruh civitas academica FMIPA Unila. Kegiatan ini mengusung tema "Dengan Semangat Gotong Royong, Wujudkan FMIPA Unila yang lebih baik".

"Kita tidak mungkin menjadikan FMIPA menjadi seperti sekarang ini tanpa perjuangan dari para senior-senior yang lebih dulu menduduki FMIPA ini, maka bersama sama kita jaga dan junjung nama baik FMIPA ini," ujar Suratman selaku Dekan FMIPA Unila.

Rektor Unila mengatakan selamat, teruslah semangat membangun FMIPA Unila menjadi lebih baik lagi kedepannya.


Reporter : Mayda

Sabtu, 16 November 2019

Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah (PPAI) 2019 Resmi Dibuka

Pembukaan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah (PPAI) 2019

UKM-F Natural Unila mengadakan agenda Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah (PPAI). Minggu (17/11), di Gedung Ilmu Komputer lantai 1C FMIPA Unila.

Acara ini telah diresmikan dan dibuka oleh M.G. Arma Yoga Pratama, selaku Pemimpin Umum Natural Unila yang bertemakan "Torehkan Kreativitasmu dengan Pena pada Sebuah Karya Tulis".

PPAI ini adalah suatu sarana untuk melatih para peserta dalam melatih penulisan tentang artikel ilmiah.

Acara ini diawali dengan pembukaan, tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sambutan-sambutan dan terakhir doa serta penutup.

Pelatihan akan dilaksanakan setelah pembukaan ini.

Harapan disampaikan oleh Pemimpin Umum Natural Unila untuk menikmati acara, "Harapnya para peserta nanti dapat menikmati acara ini sampai akhir, jangan diambil sisi negatifnya tetapi ambillah sisi positifnya".

"Harapannya pada saat ini dan diruangan ini kita dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan mendapatkan pengalaman yang tidak akan terlupakan hingga akhir nanti," tambahnya harapan dari Ferzy selaku Ketua Pelaksana.


Reporter: Zia

Jumat, 15 November 2019

Kenalkan Teknik Sidang, HIMAKI Adakan Penitrasi


Penitrasi ini adalah suatu sarana untuk melatih mahasiswa kimia tahun 2019 tentang pelatihan administrasi dan teknik sidang dan sarana untuk silaturahmi antar sesama.
(Doc. Natural Unila)

Himpunan Mahasiswa Jurusan Kimia (HIMAKI) FMIPA Unila mengadakan agenda Pelatihan Administrasi dan Teknik Sidang (Penitrasi). Sabtu (16/11) di R1 Gedung Matematika FMIPA Unila.

Acara ini telah diresmikan dan dibuka oleh Idiansyah Laksana, selaku Ketua Ika Kimia yang bertemakan "Menumbuhkan Wawasan Kader Muda Himaki melalui Pelatihan Administrasi dan Teknik Sidang".

Penitrasi ini adalah suatu sarana untuk melatih mahasiswa kimia tahun 2019 tentang pelatihan administrasi dan teknik sidang dan sarana untuk silaturahmi antar sesama. Sebagaimana sambutan Ketua Himaki, "penitrasi ini diadakan karena pelatihan Administrasi dan Teknik sidang hanya bisa didapatkan di acara ini. Dan tidak bisa didapatkan di perkuliahan atau dimanapun, hanya bisa didapat dari suatu organisasi".

"Secara garis besar khususnya untuk mahasiswa angkatan 2019 bertujuan supaya mengetahui dan dapat melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selanjutnya," tutupnya selaku Ketua Pelaksana.

Reporter : Zia



UKM-F Natural Resmi Membukaan Musyawarah Umum Natural ke-22

Musyawarah Umum Natural (Munat) mengusung tema "Meningkatkan Kualitas Diri dengan Evaluasi" 

Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F) Natural Unila membuka agenda Musyawarah Umum Natural (Munat) ke-22. Sabtu (16/11), di R3 Gedung Jurusan Matematika.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA Unila, Amir Suprianto resmi membuka acara musyawarah umum natural 2019. Sabtu (16/11) di R3-gedung matematika FMIPA Unila.

Dewa menjelaskan agenda ini sebgai bahan evaluasi untuk kepengurusan selanjutnya dan bahan pembekalan kepengurusan selanjutnya.

Acara yang mengusung tema "Meningkatkan Kualitas Diri dengan Evaluasi" dihadiri oleh pengurus UKM-F Natural Unila, magang Natural yang juga sebagai panitia pelaksana Munat ke-22, dan perwakilan dari Lembaga Kemahasiswaan, seperti: DPM FMIPA, Rois FMIPA, Himatika, dan Himaki.

Yoga selaku pemimpin Umum memiliki harapan agar pengurus nantinya bisa membenahi kesalahan saat ini. "Harapannya pengurus yang saat ini mengevaluasi pengurus selama satu tahun agar bisa di benahi, kesalahn yang dilakukan pengurus sebelumnya harapannya dapat dibenahi untuk kepengurusan berikutnya".


Reporter : Ofriani

Kamis, 14 November 2019

Keutamaan Do'a dan Dzikir Al-Ma'tsurat

Al-ma’tsurat merupakan kumpulan dzikir dan doa.
(Doc. Natural Unila)

Al-ma’tsurat merupakan kumpulan dzikir dan doa. Dilansir dari islami-islami.com membaca Al-Ma'tsurat mempunyai keutamaan yang tidak sedikit, diantaranya:

1. Rumah terlindung dari gangguan setan. Dalam Al-ma'tsurat terdapat 10 ayat Al-baqarah yang berdasarkan hadist Rasulullah membaca 10 ayat Al-Baqarah dapat melindungi rumah dari setan hingga esok harinya.

2. Dicukupi segala kebutuhan di dunia. Dengan membaca Al-falaq dan An-naas dipagi dan sore hari sebanyak 3x maka akan dicukupkan segala kebutuhannya di dunia oleh Allah SWT.

3. Disempurnakan nikmat Berdasarkan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Saunni telah dijelaskan bahwa barang siapa yang membaca ‘Allahumma inniasbahtu minka fi nikmati’ sebanyak tiga kali saat pagi dan sore hari maka Allah SWT akan menyempurnakan nikmat atas dirinya, sehingga seseorang akan mendapat banyak limpahan kenikmatan baik itu dari segi rohani maupun jasmani.

4. Tanda syukur kepada Allah SWT. Berdasarkan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Abu Dawud telah diterangkan bahwa jika seorang muslim membaca ‘Allahumma ashbaha…’ pada sore hari maka sejatinya dia telah bersyukur untuk kehidupan malamnya.

5. Mendapat keridhaan dari Allah SWT. Berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Turmudzi telah dijelaskan bahwa jika seorang muslim membaca ‘radhitubillahi rabba…’ di waktu sore hari dengan ikhlas maka Allah SWT akan memberikan keridhaan kepadanya atas semua pekerjaan yang dilakukannya.

6. Mendapat pahala lebih banyak. Berdasarkan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Muslim telah diterangkan bahwa Rosulullah menemui Juwariyah yang berada dalam mushollanya. Beliau bertanya kepadanya mengapa dia berlama-lama berada di dalam musholla, padahal jika Juwariyyah membaca ‘Subhanallahu wabihandihi…’ sebanyak tiga kali maka pahalanya lebih berat dari apa yang telah dilakukan Juwariyah yaitu berlama-lama berada dalam musholla.

7. Terhindar dari segala bahaya yang dapat mengancam. Berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Turmudzi telah diterangkan bahwa jika seorang muslim membaca ‘Bismillahilladzi laa yaadzurru…’ sebanyak tiga kali di waktu pagi dan sore hari maka Allah SWT akan menjaganya dari segala bahaya yang dapat datang kepadanya. Itulah beberapa keutamaan membaca Al-Ma'tsurat.

Fakta Menarik Tentang Bunga Matahari

Bunga merupakan jenis heliotropisme, atau mengikuti gerak matahari, dari timur ke barat.
(Doc. Google)

1. Berasal dari Amerika

Sebelum diekspor ke seluruh dunia oleh tentara spanyol, Bunga Matahari merupakan budidaya andalan di Amerika Utara sebagai bahan obat-obatan, makanan, pewarna makanan, dan minyak sejak tahun 3000 sebelum Masehi.

2. Membutuhkan Banyak Sinar Matahari

Bunga jenis ini membutuhkan banyak sinar matahari agar dapat berkembang dan tumbuh dengan baik. Bunga ini tumbuh sekitar 6-8 jam sehari dan beberapa bahkan dapat mencapai tinggi 16 kaki. Tinggi yang berbeda berdasarkan varietasnya.

3. Mengikuti Arah Matahari

Bunga merupakan jenis heliotropisme, atau mengikuti gerak matahari, dari timur ke barat. Kuncup bunga dan bunga muda akan menghadap ke timur di pagi hari dan mengikuti matahari saat bumi bergerak di siang hari.

Ketika bunga memproduksi benih sehingga berdampak pada semakin beratnya bobot tanaman, maka batang bunga yang tumbuh semakin dewasa umumnya akan tetap mengarah ke timur. Sehingga dapat dikatakan bahwa.

4. Memiliki Sejarah Penyembuhan

Beberapa suku Indian di Amerika  memanfaatkan bunga matahari sebagai obat seperti suku Cherokee yang memanfaatkan daun bunga matahari sebagai obat untuk ginjal, dan suku Dakota yang mempercayai bunga matahari untuk penyembuhan rasa nyeri di dada dan masalah paru-paru.

5. Diolah Menjadi Bahan Makanan

Biji bunga matahari sangat populer diolah sebagai cemilan yang nikmat yang kita kenal sebagai kuaci.

Selain itu, biji tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan jenis makanan, seperti di Jerman, yang diolah menjadi tepung gandum hitam dan dijadikan makanan yang disantap bersama Sonnenblumenkernbrot, yaitu sejenis roti.

6. Terdiri dari Ribuan Bunga Kecil

Setiap kelopak terdiri dari banyak kelopak-kelopak bunga yang kecil. Kelopak yang di luar disebut kuntum sinar, dan tidak bisa bereproduksi. Namun, bagian tengah kelopak, terdapat benih yang berkembang dan memiliki organ reproduksi jantan dan betina yang bereproduksi dan menghasilkan biji bunga matahari.

Penyerbukan sendiri atau mengambil serbuk sari oleh angin atau diangkut oleh serangga. Jika waktunya sudah tepat, bunga kecil itu akan berubah menjadi biji bunga matahari yang sering dijadikan bahan-bahan pembuatan makanan. Biji bunga matahari ini dapat dipanen jika mahkota pada bunga tersebut telah rontok dan mengering.

7. Bunga Matahari Tertinggi di Dunia Mencapai 10 Meter

Mantan tentara bernama Hans-Peter Schiffer memgang rekor dunia Guinness World Record pada musim panas tahun 2014. Bunga Matahari tertinggi di dunia selama tiga tahun berturut-turut. Dibutuhkan satu pasukan pemadam kebakaran untuk membantu mengukur tinggi bunga matahari ini.

8. Berguna sebagai Dimanfaatkan sebagai Sabut Cuci

Kepala bunga matahari yang telah kosong dari biji dapat dimanfaatkan sebagai bantalan scrubbing sekali pakai untuk membersihkan peralatan dapur ataupun keperluan rumah tangga.

Rabu, 13 November 2019

Besok Hearing Tatib Pemira. Rendi: Harapannya Mahasiswa Tahu dan Paham Pemira

Pantia Khusus (Pansus) Pemiihan Raya (Pemira) FMIPA Unila akan mengadakan Hearing Tata Tertib Pemira FMIPA Unila 2019.
(Doc. Narasumber)

Pantia Khusus (Pansus) Pemiihan Raya (Pemira) FMIPA Unila akan mengadakan Hearing Tata Tertib Pemira FMIPA Unila 2019.

Agenda ini akan diadakan pada Kamis (14/11) di Gedun Pascasarjana lantai 1.

Acara ini merupakan sarana bagi mahasiswa FMIPA Unila untuk mengetahui dan memahami proses dari Pemira 2019. Dengan adanya agenda ini mahasiswa FMIPA Unila dapat ikut mengawal dan mengawasi jalannya Pemira 2019.

"Tujuan untuk mnyampaikan mengenai hasil sidang Pansus FMIPA Unila 2019, terkait dengan tata tertib Pemira FMIPA Unila 2019 kepada seluruh warga FMIPA Unila," ujar Rendi, Ketua Pansus FMIPA.

Adanya hearing ini agar mahasiswa FMIPA Unila tahu dan paham mengenai Pemira 2019.

Ketua pansus FMIPA Unila 2019, Rendi, berharap setelah dilaksanaknnya agenda ini, seluruh mahasiswa Unila tahu dan paham mengenai Pemira FMIPA Unila 2019. Agar nantinya Pemira di FMIPA Unila tahun ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Senin, 11 November 2019

Ketua DPM FMIPA : Jika Menemukan Kecurangan Pemira, Lapor DPM!

Peran DPM-F terhadap Pansus Pemira FMIPA sifatnya mengawasi dan mendampingi untuk menjaga kenetralan. (Doc. Narasumber)

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FMIPA Unila telah melaksanakan pelantikan Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Raya (Pemira) FMIPA Unila 2019.

Pelantikan yang disertai sumpah Pansus ini dilaksanakan pada Minggu (20/10) di R1 Gedung Matematika.

Aris, selaku Ketua DPM menjelaskan fungsi pansus sendiri sebagai panitia penyelenggara Pemira tentu dengan harapan Pemira yang baik dan jujur.

"Selain itu disisi lain juga tugas Pansus harus bisa memberi pencerdasan kepada mahasiswa FMIPA untuk ikut partisipasi aktif di Pemira," tambahnya.

Peran DPM FMIPA terhadap Pansus Pemira FMIPA sifatnya mengawasi dan mendampingi untuk menjaga kenetralan.

Aris menuturkan bahwa akan ada tindakan yang diambil jika ada kecurangan, "tentu harus dari pansus terlebih dahulu untuk mengambil tindakan. Seperti mengecek kebenarannya terlebih dahulu".

"Dan jika memang ada kecurangan, pansus harus berani ambil sikap tegas berdasarkan sanksi yang ada," tegas Mahasiswa Jurusan Biologi 2016 ini.

"Untuk seluruh mahasiswa FMIPA jika melihat atau menemukan kecurangan pada Pemira tahun ini, silahkan melaporkan ke Pansus itu sendiri atau langsung ke DPM," tutupnya.

Reporter : Bella Ibnaty

Senin, 04 November 2019

Diskusi Rusa, Jeritan Resah Mahasiswa FMIPA

Pemaparan aspirasi mahasiswa FMIPA pada Diskusi Rusa.
(Doc. Natural)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA Unila mengadakan Diskusi Rutin Isu yang Ada (Diskusi Rusa). Senin (04/11), di lingkungan FMIPA Unila.

Diskusi ini merupakan wadah bagi mahasiswa FMIPA Unila untuk beradu gagasan dan menyampaikan keluh kesah terkait persoalan atau isu yang ada di FMIPA. Pembahasan isu kali ini, aspirasi mahasiswa FMIPA menjadi dasar diskusi.

Pemaparan aspirasi ini dihadiri  oleh beberapa perwakilan dari Lembaga Kemahasiswaan (LK) diantaranya ialah Natural, Rois, Himatika, Himafi, Himbio, Himakom, Himaki dan beberapa anggota Generasi Muda (Garuda) BEM FMIPA 2019.

Beberapa topik utama yang melatar belakangi diskusi kai ini ialah tentang administrasi, pendanaan LK, fasilitas kampus, keterbukaan informasi dekanat FMIPA Unila, dan transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Arman (Ilkom ’19), salah satu peserta diskusi ini mengungkapkan keluhan atas lab komputer di jurusannya, “Lab yang ada sudah lama sekali dan tidak layak di zaman sekarang. Inginnya agar dapat diperbaharui komputer-komputer itu”.

“Toilet cewek dan cowok juga digabung, gedung tua sudah tidak layak, lampu rusak tidak dibenerin, acnya juga tidak dingin,” tambahnya.

Tidak hanya Arman, Teguh (MTK ’16) juga meresahkan toilet yang ada di jurusannya. Mahasiswa yang aktif di BEM ini mengatakan tidak layaknya kamar mandi dalam kondisi pintu tidak bisa dikunci menjadi kekhawatiran saat menggunakannya.

“Ya gimana ya kalo lagi di dalam kamar mandi tiba-tiba pintu kebukakan gak enak kalo dilihat orang apa yang dilakukan di dalam kamar mandi,” ujarnya.

Selain kerisauan tentang fasilitas di jurusan masing-masing adapun Muhlis yang menyatakan kebingungannya akan prosedur perizinan.

“Yang saya keluh kesahkan terhadap birokrat, mengapa sulit untuk mendapatkan izin kegiatan. Iya kalo yang melanggar aturan, tapi yang sesuai aturan juga dipersulit,” ungkap Muhlis yang juga sebagai Kepala Bidang Kaderisasi Himaki.

Bervariasinya keluahan mahasiswa FMIPA ini, pihak BEM berencana hasil diskusi ini akan dibahas kembali dengan pihak birokrat FMIPA pada saat Dies Natalis FMIPA Unila di bulan November ini.

“Nanti kita buat suatu kado lah yang isinya sebuah narasi tuntutan kepada dekan FMIPA dalam rangka Ulang Tahun atau Dies Natalis FMIPA, yang itu tidak hanya tuntutan tapi juga solusi,” terang Raka (Fisika '16) sebagai Gubernur BEM FMIPA  saat diwawancarai reporter Natural Unila setelah berakhir Diskusi Rusa.


Reporter : Andra, Aniisah, dan Bella


Menuju Kancah Internasional, FMIPA Unila Torehkan Prestasi di Berbagai Bidang

  Dok. Natural Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Na...