Pro-Kontra Hasil Verifikasi Akhir hingga Tidak Ada Tanda Terima Penyerahan Berkas Pemira

Tidak lolosnya bakal calon dengan berbagai macam. Seperti belum mengumpulkan Surat Bebas Sanksi Akademik, Transkip, hingga Kartu Tanda Mah...

Tidak lolosnya bakal calon dengan berbagai macam. Seperti belum mengumpulkan Surat Bebas Sanksi Akademik, Transkip, hingga Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). 

Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Raya (Pemira) FMIPA Unila 2019 secara resmi mengumumkan hasil verifikasi akhir bakal Calon Gubernur (Cagub) Calon Wakil Gubernur (Cawagub) dan anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FMIPA Unila tahun 2020.

Berdasarkan berita acara Pansus Pemira 2019, penetapan hasil verifikasi akhir pada Selasa (26/11), di sekretariat pansus. Namun, penetapan dibagikan pukul 15.22 WIB di akun media sosial Pansus Pemira 2019.

Penetapan hasil verifikasi akhir menyatakan aklamasi bagi Cagub dan Cawagub FMIPA periode 2020. Berdasarkan SK Pansus Pemira No: 013/PANSUS/PEMIRA/FMIPA/UL/XI/2019. Bahwa pasangan calon lolos verifikasi akhir  Ropiudin (Matematika 2017) sebagai Cagub dan Wisnu Hidayat (Fisika 2017) sebagai Cawagub. Pasangan calon tidak lolos verifikasi akhir Adinda Rizky Febiyanto (Ilmu Komputer 2017) sebagai bakal Cawagub dan Dimaz Irawan (Biologi 2017) sebagai bakal cawagub.

Sedangkan, penetapan untuk DPM FMIPA hanya jurusan Matematika yang dinyatakan Pemira. Berdasarkan SK Pansus Pemira No: 015/PANSUS/PEMIRA/FMIPA/UL/XI/2019.

Namun, hasil verifikasi akhir ini tidak diterima secara langsung dari beberapa pihak beranggapan bahwa berkas yang dikumpulkan sudah sesuai ketentuan. Pertanyaan dan gugatan pun dilontarkan kepada Pansus Pemira.

Dari pantauan Reporter Natural, tidak lolosnya bakal calon dengan berbagai macam. Seperti belum mengumpulkan Surat Bebas Sanksi Akademik, Transkip, hingga Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

“Punya mba, crash dengan bakal calon dari matematika juga mba, yang menyebabkan KTM dukungan hangus dan tidak terhitung pendukung kedua pihak. Karena beberapa hangus itu menyebabkan KTM pendukung mba tidak sampai 45 mahasiswa,” Jelas Anggota Pansus, Wulan (Fisika 2018) kepada bakal calon yang tidak lolos verifikasi akhir.

Rifa’i (Ilmu Komputer 2018) juga mengatakan bahwa jika ingin menggugat bisa ajukan surat gugatan ke Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unila.

Pada pukul 16.34 WIB, ketua tim sukses, Umar (Ilmu Komputer 2017) dari bakal calon Adinda-Dimaz masih mempertanyakan mengapa calon yang diusung tidak lolos berkas. Sedangkan dari tim sukses sendiri yakin akan kelengkapan berkas tersebut.

“Saya minta verifikasi ulang”, ujarnya pada Pansus.

Aris (Biologi 2016) sebagai ketua DPM FMIPA pun hadir mengawasi keadaan di sekitar sekretariat Pansus, ia menenangkan semua pihak terlibat untuk tenang.

Ketika dipertanyakan alasan dari belum sepakatnya atas verifikasi akhir adalah KTM cagub yang tidak ada pada berkas Adinda-Dimaz.

“Silahkan buat gugatan tertulis yang nanti akan diserahkan kepada MPM, biar MPM yang menindaklanjuti,” jelas Aris.

Eva (Matematika 2018) salah satu anggota Pansus, menambahkan agar siapkan bukti-bukti, “dan siapkan bukti-bukti outentiknya ya”.

Pada Rabu (27/11), Reporter Natural berkesempatan mewawancarai Ketua Timses dari Adinda-Dimaz.

Umar menerangkan tidak puas akan penjelasan prosedur gugatan yang tidak begitu jelas. Beberapa tuntutannya kepada Pansus, seperti KTM cawagub yang tidak ada, prosedur verifiksi tidak dilengkapi tanda terima, materai yang tidak ada dalam (Peraturan Mahasiswa Fakultas) PMF, dan transparansi.

“Tidak ada standar pengecekan dari Pansus, tidak ada bukti terima apa saja berkas yang sudah dikumpulkan,” ujar Umar.

Indikasi pansus menghalangi juga diutarakan, “ini ada indikasi menghalang-halangi terkait Cawagub yang kemarin tidak diizinkan masuk tapi Cagub sudah di dalam. Mereka (Pansus) mengatakan jam kerja pansus sudah habis”.

“Tapi untuk pengambilan nomor urut calon anggota DPM yang lolos berkas kemarin sudah lebih dari pukul 16.00 WIB. Jadi bagaiman terkait jam kerja ini?” ungkapnya.

Permasalahan materai juga menurut Umar tidak bisa dijadikan kegagalan verifikasi akhir karena materai juga tidak ada di PMF.

Menurut Umar prosedurnya juga abu-abu, ia memaparkan pihak yang dia usung sudah ada di sekretariat pansus (pada akhir pengumpulan berkas lalu) untuk mengumpulkan berkas namun yang dibahas adalah materai bukan KTM Cawagub yang tidak ada. Umar beranggapan jika ketika Cagub yang ia usung dicek terlebih dahulu berkasnya oleh pansus maka bisa diatntisipasi tentang KTM Cawagub yang tidak ada.

“Tapi saya yakin KTM Cawagub itu ada karena kami, Timsesnya sudah cek kelengkapan berkas,” tambah Umar.

Ketika dikonfirmasi kehadiran bakal Calon Gubernur atas Nama Adinda Rizky di sekretariat Pansus juga dianggap akhir waktu, sekitar 5-10 menit sebelum jam kerja Pansus habis.

Saat bertemu dengan Ketua Pansus, Rendi, Reporter Natural sempat menanyakan terkait alasan tidak lolosnya bakal Calon Adinda-Dimaz. Rendi menjelaskan untuk materai memang tidak diperasalahkan. Namun untuk KTM Cawagub yang tidak ada itu sudah nyata bahwa berkas dari pasangan bakal calon Adinda-Dimaz tidak lolos verifikasi akhir.

Hingga Kamis (28/11) sore hari Reporter Natural masih memantau apakah pihak Adinda-Dimaz akan mengajukan gugatan ke MPM Unila atau menerima hasil verifikasi akhir dari Pansus Pemira FMIPA 2019.


Reporter : Bella Ibnaty dan Zamhara Indah

Related

UKMF 4827334901578729090

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item