Kulit Udang Jadi Pilihan Untuk Plastik Ramah Lingkungan

Doc. Detik.com Plastik merupakan salah satu kebutuhan setiap manusia yang digunakan untuk banyak hal, diantaranya untuk kebutuhan mem...

Doc. Detik.com


Plastik merupakan salah satu kebutuhan setiap manusia yang digunakan untuk banyak hal, diantaranya untuk kebutuhan membawa barang belanjaan ataupun hal lainnya. Banyaknya produksi plastik pada saat ini tentu dapat mempermudah, namun juga menjadi pertimbangan penting karena plastik dinilai kurang ramah lingkungan. Dimana hal tersebut dapat dilihat dari proses penguraian yang membutuhkan waktu yang panjang.

Di era yang modern seperti saat ini, banyak orang yang berupaya melakukan kegiatan ramah lingkungan dengan salah satunya menciptakan sesuatu yang lebih ramah lingkungan atau dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang lebih ramah lingkungan.

Dilansir dari detik.com inovasi baru plastik yang lebih ramah lingkunga, salah satunya plastik kulit udang karya siswi SMA Kharisma Bangsa, Ciputat, Tangsel, Yuke Fadhlillah Kirana.

Penelitian ini dimulai sejak Agustus 2013 sampai Januari 2014. Berawal dari kekhawatirannya melihat masalah sampah yang semakin besar. Bersama rekan-rekannya, dia mulai riset di jurnal soal permasalahan sampah, terutama gambaran sepuluh tahun kedepan.

Setelah penelitian pada Januari 2014 selesai, riset disempurnakan di Institut Teknologi Indonesia (ITI) dan dikembangkan saat Yuke mengikuti program pertukaran pelajar di China. Riset tentang plastik kulit udang ini juga pernah dibahas oleh peneliti Biologi di Institut Wyss Harvard, Amerika Serikat pada tahun 2014 lalu. mereka menyebutkan bahwa zat yang terkandung di kulit udang bernama Chitosan, berasal dari kitin.

Proses pembuatan plastik dengan cara mengumpulkan kulit udang terlebih dahulu, lalu di blender, dicampur dengan bahan kimia tertentu yang disebut ramah lingkungan kemudian dikeringkan. Setelah menjadi serbuk, bahan-bahan tadi dicanpur dengan pati onggok yang terbuat dari pohon aren.

“Lalu dicampurkan jadi larutan, terus dimasukkan ke cetakan dan ditunggu satu hari,” ungkap Yuke.

Namun Yake juga menjelaskan bahwa plastik kulit udang ini tidak tahan air karena akan berubah bentuk. Sehingga plastik ini lebih untuk makanan kering. Yang terpenting dalam penelitian ini adalah kemampuan plastik berbahan kulit udang untuk mudah terurai didalam tanah. Bila plastik biasa butuh waktu puluhan tahun untuk bisa terurai sedangkan plastik buatannya sudah bisa terurai 45 hari di tanah humus dan 60 hari di tanah merah.

“Kulit udang itu mengandng bahan polimer namanya zat kitin, kayak di udang, di kepiting, kulitnya namanya kitin, kitin itu punya polimer alami, kalau plastik itu polimer sintetis,” jelas Yuke.

Reporter: Mayda

Related

Sains 758361858181760485

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item