Tanggapan Mahasiswa FMIPA Unila Terkait Kuliah Online

Terhitung sejak Senin (16/03) Universitas Lampung (Unila) menerapkan sistem kuliah secara daring menggunakan Virtual Class (VClass)  hin...



Terhitung sejak Senin (16/03) Universitas Lampung (Unila) menerapkan sistem kuliah secara daring menggunakan Virtual Class (VClass)  hingga Sabtu (28/03).

Dikutip dari laman www.unila.ac.id, Komarudin selaku Kepala UPT TIK Unila menjelaskan pada laman web, “sudah ada sekitar 600.000 yang hit mengakses VClass Unila terhitung hingga Kamis (19/03) dan terdapat lebih dari 17.000 pengguna aktif yang juga mengakses pada pagi hari ini".

Suharso selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi juga menanggapinya. “Berdasarkan data yang ditampilkan UPT TIK, aktivitas berlangsung dinamis, respon mahasiswa sangat antusias, dan saya sangat yakin akan berdampak pada webometric,” jelasnya.
Kondisi ini ditanggapi oleh beberapa mahasiswa yang berkuliah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila.

“Kuliah online ini bisa efektif dan juga bisa tidak efektif, seperti bagi mahasiswa yang benar-benar stay di rumah atau di kosannya masing-masing memang efektif, sedangkan yang memiliki kegiatan juga apapun itu kegiatannya ya kurang efektif,” tutur Ronaldo (Ilkom 18) saat diwawancarai oleh salah satu Reporter Natural via WhatsApp.

“Dan juga agar keduanya balance tugas-tugas dari dosen tolong sedikit dikurangi, karena kita juga kan lagi mencoba mengisolasi diri masing-masing dengan lingkungan  sehat, kalau tugas online-nya berlebihan akan menambah beban dan membuat kelelahan masing-masing mahasiswanya,” lanjutnya.

Indra selaku mahasiswa Jurusan Kimia pun menjelaskan via WhatsApp, untuk menanggapi kuliah online ini efektif atau tidaknya itu tergantung terhadap cara dosen dalam menerapkan kuliah daring khususnya mata kuliah teori agar tetap membuat mahasiswa ini mengerti dan antusias dalam belajar.

“Selain itu juga, dengan adanya kuliah daring ini beberapa mata kuliah seperti praktikum harus ditunda pelaksanaannya dan belum ada informasi lanjut dari pihak jurusan mengenai hal ini,” tambah Indra (Kimia 18).

Heni (Biologi 18) mengatakan merasa kuliah online ini kurang efektif karena di Jurusan Biologi banyak kuliah praktikum, sehingga kurang efektif diterapkan pada perkuliahan yang memerlukan praktikumnya.

Salah satu Mahasiswa Jurusan Fisika pun merasa kan sedikit dirugikan. "Kita sudah membayar UKT tetapi tidak dapat merasakan yang seharusnya kita dapatkan atau kita menikmati fasilitas yang disediakan kampus dan kuliah online ini saya rasa kurang efektif karena fasilitas yang dimiliki oleh setiap mahasiswa berbeda-beda untuk mengkuti perkuliahan online," ujar Abdul (Fisika 18).

“Apabila perkuliahan memang akan berlangsung online sampai akhir semester, berarti mahasiswa harus benar-benar belajar seefektif mungkin memanfaatkan kuliah daring ini. Kita harus terima dengan legowo mengingat situasi dan kondisi seperti ini, bahwa memang kita harus dirumah aja sesuai dengan anjuran pemerintah pusat,” sambung Indra (Kimia 18).

Ropiudin pun selaku mahasiswa Jurusan Matematika dan Gubernur  FMIPA Unila ikut menanggapi, “Kuliah online memang efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di linkungan kampus, akan tetapi dalam segi pelaksanaan pembelajaran kuliah online masih bisa dibilang kurang efektif".

“Karena bagi mahasiswa masih sangat kesulitan dalam hal memahami materi yang disampaikan dalam kuliah online. Lebihnya lagi mahasiswa diberikan tugas-tugas yang itu kadang materinya saja belum dipahami,” lanjutnya.

Ropiudin berharap dosen mampu menciptakan suasana metode pembelajaran online yang efektif guna memudahkan mahasiswa untuk memahami materi yang disampaikan.

Harapan juga disampaikan Abdul (Fisika 18), "semoga semua rencana yang dilakukan pemerintah dapat berjalan dengan lancar dan kita dapat beraktivitas normal kembali dikampus".


Reporter : Ferzy

Related

Teknologi 3034344507619762924

Posting Komentar

emo-but-icon

Ikuti Kami

Berita Hangat

item